Mengenal Perbedaan Vegan dan Vegetarian

  • Whatsapp
Mengenal Perbedaan Vegan dan Vegetarian
Mengenal Perbedaan Vegan dan Vegetarian

Mengenal Perbedaan Vegan dan Vegetarian – Jika di artikel sebelumnya kita sudah membahas mengenai vegetarian diet maka kali ini, yang akan dibahas adalah diet vegan.

Ya, diet vegan termasuk salah satu tipe dari diet vegetarian di mana seseorang menghindari makan daging, ikan, unggas, telur, produk susu, dan semua produk dari hewan.

Jadi, di diet vegan ini apa pun yang berkaitan dengan hewan betul-betul dihindari. Termasuk produk turunan hewani yang meliputi gelatin, kasein, whey, madu,  dan lain sebagainya.

Seperti halnya alasan orang menerapkan diet vegetarian, diet vegan ini juga diterapkan untuk beberapa alasan. Bisa karena alasan budaya, kepercayaan, untuk tujuan kesehatan, maupun untuk menyelamatkan lingkungan. Sebenarnya gimana sih asal-usul diet vegan?

Mengenal Perbedaan Vegan dan Vegetarian

Sejarah Diet Vegan

Istilah “vegan” ini pertama kali muncul pada tahun 1944. Di mana sekelompok kecil masyarakat vegetarian Leicester di Inggris memisahkan diri dan membentuk Vegan Society.

Nah, kalau sering mendengar istilah “vegan”, kita pasti tidak asing dengan istilah “veganism”. Veganism merupakan gaya hidup seseorang yang berupaya menghindari segala bentuk eksploitasi dan kekejaman terhadap hewan. Baik dari segi makanan, pakaian, maupun tujuan lainnya.

Baca juga: Diet vegan : manfaatnya berdasarkan penelitian

Penyebab Seseorang Menerapkan Pola Veganism

1. Alasan ethic atau adab

Alasan seseorang menerapkan vegan salah satunya adalah karena etika atau adab pada hewan. Karena vegan percaya bahwa semua makhluk hidup memiliki hak hidup dan kebebasan yang sama, maka mereka menentang untuk mengakhiri kehidupan hewan secara sadar. Mereka lebih memilih menggunakan alternatif lain, baik untuk makanan atau untuk kebutuhan seperti sepatu, tas, dan lainnya.

Mereka pun kadang menyayangkan kondisi tekanan fisik dan psikologis yang dialami hewan di peternakan. Misalnya saja kandang hewan ternak terkadang ada yang kecil dan kurang layak. Bahkan kebersihan juga sering kurang diperhatikan. Mereka pun menentang perlakuan secara kasar pada hewan di peternakan, seperti menggunakan setrum, membanting, dan lain sebagainya.

Maka, kelompok vegan ini secara sadar mengurangi penggunaan hasil produk hewani karena alasan tersebut. Mereka tidak mau melibatkan peternakan hewan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

2 Alasan kesehatan yang potensial

Seperti halnya diet vegetarian, diet vegan ini pun memiliki manfaat kesehatan yang potensial. Banyak mengonsumsi makanan nabati dapat mengurangi risiko penyakit jantung, penyakit diabetes tipe 2, kanker, dan kematian dini. Selain itu, diet vegan juga dapat mengurangi risiko penyakit Alzheimer dan mampu menurunkan berat badan secara efektif.

Baca juga: Cara menaikkan berat badan secara sehat

Para veganism pun beralasan memilih menghindari produk hewani karena di peternakan kadang hewan diberi suntik hormon atau antibiotik. Tentu kedua zat ini kurang baik bagi tubuh kita jika dikonsumsi terlalu banyak. Maka, tidak heran jika sebagian besar orang yang memilih menerapkan diet vegan mungkin karena berbagai alasan kesehatan tersebut.

3. Alasan lingkungan

Orang memilih menerapkan diet vegan juga bisa karena alasan lingkungan, yaitu untuk mengurangi dampak kerusakan lingkungan akibat peternakan hewan. Peternakan hewan ini membutuhkan banyak sumber daya dan menyebabkan emisi gas rumah kaca yang lebih tinggi daripada emisi dari produk tanaman.

Peternakan hewan juga memberikan kontribusi sebesar 65% emisi nitrous oxide global, 35 – 40% emisi methane, dan 9% karbon dioksida. Gas-gas tersebut sangat berperan memengaruhi perubahan iklim. Selain itu, lingkungan peternakan juga lebih banyak membutuhkan sumber daya air. Misalnya saja, 1.700 – 19.550 liter air dibutuhkan untuk menghasilkan 0,5 kg daging sapi. Hal ini tentu lebih banyak dibanding kebutuhan air untuk tumbuh-tumbuhan pertanian. Dampak jangka panjangnya, sumber air bersih di lingkungan kita bisa berkurang.

Tidak hanya itu, peternakan hewan pun bisa menjadi penyebab deforestasi ketika area hutan dibakar untuk lahan pertanian maupun padang rumput. Dan ini tentu berpengaruh pada kepunahan berbagai spesies hewan di hutan.

Wah, ternyata veganism betul-betul memikirkan dampak jangka panjang jika terlalu banyak konsumsi makanan hewani, ya? Tidak melulu untuk hidup sehat saja, mereka tetap memiliki alasan kuat lainnya.

Baca juga: Cara mencegah infeksi virus

Mengenal Perbedaan Vegetarian dan Vegan

Vegetarian dan vegan sebenarnya sama-sama menghindari konsumsi produk hewani. Namun, vegan ini lebih memilih untuk juga menghindari semua produk sampingan hewan. Alasannya karena mereka percaya pada dampak negatif pada kesehatan dan lingkungan akibat pengolahan hewan menjadi produk tertentu.

Vegetarian pun sebenarnya menentang pembunuhan hewan untuk makanan. Kecuali pada produk-produk seperti susu dan telur asal hewan yang bersangkutan diperlakukan dengan tepat atau layak.

Sementara vegan justru mempercayai bahwa hewan juga memiliki hak untuk bebas dari eksploitasi yang dilakukan manusia. Baik itu untuk makanan, pakaian, ilmu pengetahuan, hiburan, atau kepentingan lain. Jadi, vegan ini memang menghindari hasil produk hewan dalam bentuk apa pun.

Untuk perbedaan dari segi zat gizi yang diasup, keduanya memiliki keunggulan yang hampir sama, yaitu:

  1. Rendah lemak jenuh dan kolesterol
  2. Tinggi vitamin
  3. Tinggi mineral
  4. Tinggi serat
  5. Banyak mengandung makanan padat gizi
  6. Sama-sama berisiko menyebabkan seseorang mengalami asupan zat besi, kalsium, zinc, dan vitamin D yang rendah bila diet tidak terencana dengan baik
  7. Cenderung lebih rendah konsumsi vitamin B12 dan asam lemak omega 3 (terutama pada vegan)

Dari segi zat gizi yang diasup sebenarnya lebih banyak manfaatnya asalkan diet direncanakan secara tepat. Nah, karena lebih kaya akan zat gizi inilah yang menyebabkan diet vegan atau vegetarian memang lebih sehat dibanding diet lain.

Tipe-Tipe Vegan

Vegan ini adalah salah satu jenis dari vegetarian. Namun ternyata, vegan pun dibagi lagi menjadi beberapa kelompok, lho.

Dietary vegan

Tipe vegan yang pertama adalah dietary vegan atau vegan dari segi pola makan. Tipe ini disebut juga plant-based eaters (pengonsumsi makanan nabati). Istilah ini merujuk pada mereka yang menghindari produk hewani dalam makanan. Namun tetap menggunakannya pada produk lain seperti pakaian, kosmetik, dan lain sebagainya.

Baca juga: Cara diet tanpa olah raga

Whole-food vegan

Tipe vegan yang satu ini adalah cenderung lebih suka mengonsumsi makanan-makanan dalam bentuk utuh dan lengkap dengan beragam jenis. Misalnya saja buah-buahan, sayuran, gandum utuh, biji-bijian, kacang-kacangan, dan sebagainya.

Junk-food vegan

Vegan jenis junk-food ini merujuk pada jenis vegan di mana seseorang sangat bergantung pada makanan vegan olahan. Misalnya saja seperti daging olahan (daging vegan), kentang goreng, kue, maupun makanan olahan lainnya yang tidak ada unsur hewaninya.

Raw-food vegan

Nah, untuk jenis raw-food vegan ini hanya mengonsumsi makanan yang mentah atau sudah dimasak dengan suhu di bawah 48 derajat Celcius. Mereka akan menghindari makanan yang terlalu banyak mengalami pengolahan.

Low-fat, raw-food vegans

Untuk vegan tipe ini, sering juga disebut sebagai fruitarians. Kelompok ini cenderung membatasi makanan berlemak tinggi dari tumbuhan seperti kacang-kacangan, alpukat, kelapa, dan lain sebagainya. Jenis vegan yang satu ini hanya mengandalkan untuk konsumsi buah-buahan.

Nah, itu dia beberapa jenis vegan yang mungkin jarang kita tahu. Yang pasti, vegan ternyata tidak sekadar untuk makanan saja. Mereka yang menerapkan vegan cenderung menghindari produk hewani bisa karena salah satu alasan etika, kesehatan, atau lingkungan maupun untuk ketiga alasan tersebut.

Baca juga: Tips memperoleh berat badan ideal

Sebagai gantinya, mereka akan makan berbagai makanan nabati seperti buah-buahan, sayuran, biji-bijian, kacang-kacangan, dan produk-produk turunan dari bahan makanan tersebut. Termasuk menggunakan produk nabati untuk berbagai kebutuhan lainnya tergantung jenis vegan yang diterapkan.

Nah, apabila ada pertanyaan terkait Mengenal Perbedaan Vegan dan Vegetarian bisa ditulis di bawah ini.

Referensi:           

Artikel berjudul What is Veganism, and What Do Vegans Eat?  Diakses dari www.healthline.com

Pimentel D, Pimentel M.  Sustainability of meat-based and plant-based diets and the environment. Am J Clin Nutr. 2003 Sep;78(3 Suppl):660S-663S.

Hobbs SH. Attitudes, practices, and beliefs of individuals consuming a raw foods diet. Explore (NY). 2005 Jul;1(4):272-7.

Apa artikel di atas bermanfaat?

Klik bintang untuk memberi peringkat!

Penilaian rata-rata 0 / 5. Jumlah suara: 0

Artikel ini belum dinilai! Jadilah yang pertama memberi peringkat pada artikel ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *