Manfaat Minum Teh Tanpa Gula

  • Whatsapp
Manfaat Minum Teh Tanpa Gula
Manfaat Minum Teh Tanpa Gula

Manfaat Minum Teh Tanpa Gula – Teh menjadi salah satu minuman yang mungkin sering kita konsumsi sehari-hari. Selain menjadi minuman yang lezat, teh juga dikenal memiliki berbagai manfaat bagi kesehatan.

Teh pun memiliki kandungan kafein, dan bisa dikonsumsi sebagai alternatif pengganti kopi. Buat para penyuka teh, kenali yuk jenis, kandungan, dan manfaat teh secara lebih lengkap.

Kandungan pada teh

Teh sendiri pada dasarnya adalah minuman yang dihasilkan dari pengolahan daun dari tanaman Camellia sinensis. Baik daun, pucuk daun, maupun tangkai daun dari tanaman ini dikeringkan lalu diseduh dengan air panas. Dari tanaman Camellia sinensis, bisa dihasilkan bermacam-macam jenis teh seperti teh hijau, teh hitam, teh oolong, maupun teh putih.

Teh memiliki beragam kandungan unik yang sangat bermanfaat bagi kesehatan lho. Berikut ini adalah kandungan-kandungan dari teh secara umum:

  1. Flavonoid

Flavonoid merupakan salah satu jenis antioksidan yang bermanfaat dalam melawan radikal bebas di dalam tubuh. Flavonoid dapat membantu menangkal radikal bebas yang memicu penyakit kanker, penyakit jantung, dan juga penyumbatan arteri.

  1. Kafein

Teh juga memiliki kandungan kafein lho, yang manfaatnya adalah untuk meningkatkan kinerja otak dan meningkatkan konsentrasi.

  1. Polifenol

Polifenol juga merupakan bentuk dari antioksidan. Yang termasuk polifenol adalah flavonol, theaflavin, dan katekin. Nah, polifenol sendiri pun termasuk pada kelompok flavonoid yang bermanfaat dalam melawan radikal bebas dalam tubuh.

Itu dia beberapa kandungan teh yang bisa kita rasakan manfaatnya apabila mengonsumsinya secara rutin tanpa berlebihan. Lalu kira-kira jenis-jenis teh ada apa saja, ya? Di artikel ini juga akan dibahas mengenai jenis teh dan masing-masing manfaatnya kok. Simak, yuk!

Jenis teh dan Manfaat Minum Teh Tanpa Gula

a. Teh hijau / green tea

Salah satu jenis teh yang sering kita kenal adalah green tea alias teh hijau. Teh hijau dibuat dengan daun teh yang dikukus sehingga memiliki konsentrasi EGCG (Epigaallocatechin gallate) yang lebih tinggi. Senyawa EGCG ini memang banyak terdapat pada teh hijau dan berperan sebagai antioksidan yang kuat. Adapun manfaat teh hijau antara lain:

  • Meningkatkan fungsi koginif

Orang yang rutin mengonsumsi ekstrak green tea memiliki konektivitas frontal lobes dan parietal lobes di otak yang lebih baik. Hal ini akan mendukung pada proses belajar, kekuatan memori, dan juga pengambilan keputusan.

  • Mencegah penyakit Alzheimer

Teh hijau juga mengandung polifenol, yaitu antioksidan yang dapat melindungi tubuh dari radikal bebas dan mencegah kerusakan sel. Menurut penelitian dari Journal of the American Chemical Society, teh hijau mengandung polifenol yang disebut ECGC dan bermanfaat untuk menurunkan risiko penyakit Alzheimer.

  • Mencegah penyakit kanker

Antioksidan berupa polifenol ini pun bermanfaat dalam mencegah pertumbuhan sel-sel tumor seperti pada beberapa jenis kanker.

  • Mencegah penyakit jantung dan stroke

Teh hijau jika dikonsumsi secara rutin pun akan menurunkan risiko penyakit jantung dan stroke karena bisa mencegah penyumbatan pembuluh darah dan juga memperbaiki kadar kolesterol.

b. Teh hitam (black tea)

Teh hitam atau black tea berasal dari tanaman Camellia sinensis dan terkadang dicampur dengan tanaman lain seperti Earl Grey, atau chai. Teh hitam ini memiliki kandungan kafein lebih banyak lho dibandingkan jenis teh yang lain. Adapun manfaatnya adalah sebagai berikut.

  • Menurunkan risiko penyakit kronis

Salah satu manfaat teh hitam adalah adanya kandungan antioksidan berupa polifenol yang bermanfaat dalam mengurangi risiko penyakit kronis.

  • Menurunkan kolesterol dan kadar gula darah

Menurut penelitian, kandungan polifenol pada black tea juga termasuk theaflavin. Nah, jenis antioksidan ini dapat menurunkan risiko diabetes dengan mengontrol kadar gula darah, mengurangi kadar kolesterol, dan menurunkan risiko obesitas.

Antioksidan yang terdapat dalam black tea juga termasuk catechin. Antioksidan ini mampu menurunkan masa lemak tubuh jika dikonsumsi sebanyak 690 mg selama 12 minggu.

Black tea juga memiliki manfaat dalam melindungi paru-paru dari kerusakan akibat paparan asap rokok.

c. Teh putih (white tea)

Jenis teh selanjutnya adalah teh putih (white tea) yang juga berasal dari tanaman Camellia sinensis. Daun dan kuncup tanaman ini dipetik sebelum benar-benar terbuka sehingga tertutup oleh rambut putih halus yang menyebabkan teh ini dinamai teh putih. Teh putih memiliki proses pengolahan yang lebih sedikit sehingga memiliki kandungan antioksidan lebih banyak.

  • Membantu tubuh melawan radikal bebas

Salah satu manfaat white tea adalah melindungi tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas. Hal ini karena adanya kandungan antioksidan berupa polifenol pada teh ini. antioksidan ini akan melindungi tubuh dari penuaan, inflamasi kronis, dan juga memperkuat sistem kekebalan tubuh.

  • Menurunkan risiko penyakit jantung

Masih karena kandungan polifenolnya, teh putih pun bermanfaat dalam mengurangi risiko penyakit jantung. Penelitian menemukan bahwa antioksidan ini mampu menurunkan tekanan darah, meningkatkan sistem imun, dan juga menurunkan kolesterol LDL yang memicu risiko penyakit jantung.

  • Membantu menurunkan berat badan

White tea memiliki kandungan EGCG (Epigallocatechin gallate) yang bermanfaat dalam membantu pembakaran lemak tubuh. Selain itu, kandungan ini juga bermanfaat dalam meningkatkan metabolisme tubuh sehingga berhubungan dengan penurunan berat badan.

  • Menjaga kesehatan gigi

Manfaat teh putih selanjutnya adalah adanya kandungan flouride, catechin, dan tannin. Kombinasi kandungan tersebut dapat membantu meningkatkan kekuatan gigi dengan melawan bakteri dan gula penyebab kerusakan gigi.

  • Menurunkan risiko penyakit kronis

Kandungan antioksidan pada white tea dapat melindungi sel-sel normal dari kerusakan yang memicu munculnya kanker. Selain itu, antioksidan ini mampu menurunkan risiko penyakit kronis seperti diabetes.

  • Melindungi dari osteoporosis

Masih ada nih manfaat white tea yaitu menurunkan risiko osteoporosis dengan mendukung pertumbuhan tulang dan menekan kerusakan tulang. Hal ini karena ada kandungan polifenol berupa catechin.

d. Teh oolong

Teh oolong merupakan jenis teh tradisional China. Teh ini juga berasal dari Camellia sinensis tetapi diproses secara berbeda dari teh hitam maupun teh hijau. Teh oolong dibuat dengan proses oksidasi. Daun teh difermentasi sehingga warna, rasa, dan juga kandungan gizinya berbeda. Manfaat dari teh oolong antara lain:

Hal ini karena kandungan polifenol yang dapat menurunkan kadar gula darah dan mengurangi resistensi insulin pemicu diabetes.

  • Mencegah penyakit jantung

Manfaat teh oolong yang satu ini karena adanya polifenol yang dapat menurunkan trigliserida, menurunkan kadar kolesterol, mencegah stroke, dan penyakit terkait jantung lainnya.

  • Manajemen berat badan

Teh oolong juga dipercaya dapat mengurangi kadar lemak tubuh dan mempercepat metabolisme yang berperan dalam mencegah obesitas.

  • Meningkatkan kemampuan kognitif

Pada teh oolong, ada kandungan asam amino berupa L-theanine yang berpengaruh pada kognitif, yaitu meningkatkan aktivitas otak, meningkatkan kualitas tidur, mengurangi setres, dan kecemasan. Selain itu, teh ini juga berpotensi dalam mengurangi penyakit Alzheimer dan dementia.

e. Teh Pu-Erh

Hampir mirip dengan teh oolong, teh pu-erh adalah jenis teh yang difermentasi. Namun, proses fermentasi dari teh ini dilakukan dalam waktu lama, bahkan hingga bertahun-tahun. Oh ya, teh pu-erh juga berasal dari tanaman Camellia sinensis. Teh pu-erh juga memiliki kandungan kafein yang tinggi sehingga nggak direkomendasikan untuk dikonsumsi berlebihan. Berikut ini adalah manfaat dari teh pu-erh:

  • Membantu menurunkan berat badan

Karena teh ini difermentasi dalam waktu lama, maka dapat meningkatkan kandungan probiotik yang berfungsi untuk meningkatkan kesehatan pencernaan. Probiotik ini juga mampu menurunkan kadar gula darah dan menurunkan berat badan.

  • Menurunkan kadar kolesterol jahat

Manfaat teh pu-erh selanjutnya adalah menurunkan kadar kolesterol jahat. Jika kolesterol jahat turun, maka kita bisa lebih terlindungi dari beberapa penyakit seperti penyakit jantung dan stroke.

  • Mencegah pertumbuhan sel kanker

Menurut penelitian, teh pu-erh mampu mencegah terjadinya kanker payudara, kanker mulut, hingga kanker kolon.

  • Meningkatkan kesehatan hati (liver)

Manfaat teh pu-erh juga menjaga kesehatan hati dan mencegah terganggunya fungsi hati karena perlemakan hati. Nggak hanya itu, teh ini pun dapat mencegah kerusakan hati yang disebabkan oleh obat kemoterapi.

f. Teh herbal

Ada juga jenis teh herbal lho. Namun, teh ini nggak terbuat dari tanaman Camellia sinensis, tetapi terbuat dari tanaman-tanaman lain yang dikeringkan. Bisa dari buah-buahan tanaman tertentu, biji-bijian, bunga, dan lain sebagainya. Yang termasuk teh herbal antara lain jasmine tea, hibiscus tea, rooibos tea, hingga teh chamomile. Kandungan dan manfaat dari tiap teh herbal pun tentu berbeda-beda.

Batas aman konsumsi teh

Teh memang menjadi minuman yang memiliki banyak manfaat bagi kesehatan. Namun, konsumsi secara berlebihan tentu nggak disarankan. Setidaknya, kita bisa mengonsumsi teh sebanyak 3-4 cangkir (710-950 ml) saja perhari. Bahkan menurut Harvard Health Publication, maksimal konsumsi teh adalah 3 cangkir sehari.

Jika melebihi jumlah tersebut, teh bisa menyebabkan risiko efek samping. Sebab, ada kandungan-kandungan tertentu pada teh yang justru nggak bagus jika dikonsumsi berlebihan.

Efek samping konsumsi teh berlebihan

Nah, efek samping yang mungkin terjadi akibat konsumsi teh berlebihan adalah sebagai berikut.

  1. Menghambat penyerapan zat besi

Teh memiliki kandungan yang disebut tannin. Tannin ini dapat mengikat zat besi sehingga nggak dapat diserap oleh organ pencernaan. Tentunya, penyerapan zat besi yang terhambat berisiko menyebabkan defisiensi zat besi. Untuk itu, disarankan minum teh jangan setelah makan, ya.

  1. Meningkatkan stres dan kecemasan

Pada dasarnya, teh memiliki kandungan kafein. Nah, konsumsi kafein yang berlebihan termasuk dari teh dapat meningkatkan kecemasan, stres, dan rasa gelisah.

  1. Meningkatkan gangguan tidur

Efek samping konsumsi teh berlebihan berikutnya adalah gangguan tidur. Hal ini masih terkait dengan kandungan kafein di dalamnya. Kafein sendiri dapat menghambat produksi hormon melatonin. Hormon melatonin berfungsi sebagai sinyal pada otak bahwa kita harus tidur. Jika kelebihan asupan kafein, maka kita bisa mengalami gangguan tidur.

  1. Mual dan sakit perut

Teh memiliki kandungan tanin yang berisiko mengiritasi organ pencernaan lho, terutama pada orang yang memiliki pencernaan sensitif. Akibatnya, kita bisa mengalami sakit perut dan mual jika konsumsi teh berlebihan.

  1. Heartburn

Heartburn merupakan sensasi terbakar di dada akibat naiknya asam lambung ke kerongkongan. Nah, kafein dalam teh jika dikonsumsi berlebihan dapat meningkatkan produksi asam lambung yang memicu terjadinya reflux dan heartburn.

  1. Risiko pada kehamilan

Pada ibu hamil, konsumsi teh juga perlu diperhatikan. Jika berlebihan, maka teh dapat menghambat penyerapan zat besi yang berisiko menyebabkan anemia. Selain itu, kandungan kafein dalam teh juga dapat berisiko meningkatkan kemungkinan keguguran dan berat bayi lahir rendah.

  1. Pusing dan sakit kepala

Masih karena kandungan kafeinnya, konsumsi teh berlebihan pun dapat memicu pusing dan sakit kepala. Jika dikonsumsi dalam jumlah yang cukup, kafein pada teh justru dapat meredakan sakit kepala.

Demikian ulasan tentang Manfaat Minum Teh Tanpa Gula beserta kandungan, beserta efek sampingnya jika dikonsumsi secara berlebihan. Teh menjadi minuman sehari-hari yang nikmat untuk dikonsumsi. Bahkan manfaat untuk kesehatannya pun banyak. Namun jika dikonsumsi berlebihan, kandungan di dalamnya malah dapat memicu efek samping. Untuk itu, konsumsilah teh secara bijak, ya.

Referensi:

Schmidt A, Hammann F, Wölnerhanssen B, et al. Green tea extract enhances parieto-frontal connectivity during working memory processing. Psychopharmacology (Berl). 2014;231(19):3879-3888. doi:10.1007/s00213-014-3526-1.

Losada-Barreiro S, Bravo-Díaz C. Free radicals and polyphenols: The redox chemistry of neurodegenerative diseases. Eur J Med Chem. 2017 Jun 16;133:379-402. doi: 10.1016/j.ejmech.2017.03.061. Epub 2017 Mar 29. PMID: 28415050.

Imran A, Butt MS, Arshad MS, Arshad MU, Saeed F, Sohaib M, Munir R. Exploring the potential of black tea based flavonoids against hyperlipidemia related disorders. Lipids Health Dis. 2018 Mar 27;17(1):57. doi: 10.1186/s12944-018-0688-6. PMID: 29592809; PMCID: PMC5872535.

Peng CY, Cai HM, Zhu XH, Li DX, Yang YQ, Hou RY, Wan XC. Analysis of Naturally Occurring Fluoride in Commercial Teas and Estimation of Its Daily Intake through Tea Consumption. J Food Sci. 2016 Jan;81(1):H235-9. doi: 10.1111/1750-3841.13180. Epub 2015 Dec 8. PMID: 26647101.

Artikel berjudul “10 Impressive Benefits of White Tea”. Diakses dari https://www.healthline.com/nutrition/ white-tea-benefits#TOC_TITLE_HDR_8 pada November 2021.

Artikel berjudul “Tea”. Diakses dari https://www.hsph.harvard.edu/ nutritionsource/food-features/tea/ pada November 2021.

Artikel berjudul “Types of Teas and Their Health Benefits”. Diakses dari https://www.webmd.com/diet/features/ tea-types-and-their-health-benefits#2 pada November 2021.

Artikel berjudul “9 Side Effects of Drinking Too Much Tea”. Diakses dari https://www.healthline.com/nutrition/ side-effects-of-tea pada November 2021.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *