Manfaat Minum Kopi

Manfaat minum kopi
Manfaat minum kopi

Kopi adalah salah satu minuman yang populer. Dari dulu hingga sekarang, kopi selalu dijadikan teman untuk bekerja, bersantai, membaca buku, atau sekadar untuk mengobrol.

Kopi juga terkenal akan kafeinnya yang mampu membuat seseorang lebih berkonsentrasi dan nggak mudah mengantuk. Namun, sejauh apa sih kita tahu tentang kopi? Yuk, simak artikel ini hingga selesai!

Kandungan kopi

Kandungan pada kopi yang paling dikenal adalah kafein. Namun nggak hanya kafein, dalam biji kopi, terdapat kandungan-kandungan gizi dan juga antioksidan yang bermanfaat bagi tubuh lho. Zat gizi yang terdapat dalam biji kopi antara lain:

  • Vitamin B2 (riboflavin)
  • Vitamin B5 (asam pantotenat)
  • Vitamin B1 (thiamin)
  • Vitamin B3 (niacin)
  • Folat
  • Mangan
  • Kalium
  • Magnesium
  • Fosfor

Selain kandungan gizi berupa vitamin dan mineral seperti di atas, kopi juga kaya akan antioksidan. Dengan kandungan tersebut, nggak heran jika kopi juga memiliki banyak manfaat bagi tubuh saat dikonsumsi dalam jumlah yang cukup.

Manfaat minum kopi

Kandungan-kandungan kopi sangat potensial membuat minuman ini memiliki banyak manfaat bagi tubuh. Mulai dari menurunkan risiko beberapa penyakit, hingga meningkatkan energi dan kesadaran. Secara lebih detail, berikut ini adalah manfaat minum kopi.

  1. Meningkatkan energi

Manfaat kopi yang pertama antara lain meningkatkan energi dan mengurangi rasa lelah. Hal ini karena kandungan kafein di dalamnya yang berperan sebagai stimulan. Kafein sendiri berfungsi dalam menghambat neurotransmitter adenosin. Biasanya saat kita terus-menerus beraktivitas, kita akan merasa lelah karena produksi adenosin terus meningkat. Kafein akan memblokir adenosin yang merupakan neurotransmitter untuk membuat otak riles dan membuat kita merasa lelah. Karena kerja adenosin ini diblokir oleh kafein, maka kita bisa tetap terjaga dan efek lelah berkurang.

  1. Meningkatkan proses pembakaran lemak

Kopi juga berperan penting dalam penurunan berat badan lho. Kandungan kafein di dalamnya dapat meningkatkan laju metabolisme tubuh dan juga membantu meningkatkan pembakaran lemak. Cocok banget nih kalau kita mau diet menurunkan berat badan, selain konsumsi makanan yang sehat dan olahraga, bisa banget dibantu dengan minum kopi untuk menurunkan berat badan lebih cepat.

  1. Meningkatkan performa fisik

Manfaat kopi selanjutnya adalah dapat meningkatkan performa fisik. Jika kita hobi berolahraga atau workout, minum kopi bisa meningkatkan performa kita lho. Hal ini karena kandungan kafeinnya. Kafein ini akan meningkatkan penggunaan lemak sebagai bahan bakar saat berolahraga. Karena menggunakan lemak sebagai bahan bakar, penggunaan glukosa pada otot sebagai bahan bakar akan berkurang, sehingga kita nggak akan mudah mengalami kelelahan. Nah, disarankan konsumsi kafeinnya satu jam sebelum berolahraga dan dalam jumlah sedikit saja, ya.

  1. Menurunkan risiko diabetes tipe 2

Selanjutnya, kopi bermanfaat dalam menurunkan diabetes tipe 2. Hal ini dibuktikan pada penelitian meta analisis pada 2017 bahwa orang yang minum kopi 4-6 cup perhari memiliki penurunan risiko penyakit sindrom metabolik, termasuk diabetes tipe 2.

  1. Menurunkan risiko penyakit Parkinson

Masih dengan kandungan kafein di dalamnya, manfaat kopi kali ini adalah menurunkan risiko penyakit Parkinson. Penyakit Parkinson sendiri merupakan penyakit saraf di bagian otak yang disebut substantia nigra. Orang yang mengonsumsi kopi secara teratur memiliki risiko mengalami penyakit Parkinson lebih rendah dibanding orang yang nggak mengonsumsi kopi.

  1. Mencegah penyakit Alzheimer dan dementia

Penyakit Alzheimer termasuk salah satu penyakit neurodegenerative yang dapat memicu terjadinya dementia. Biasanya penyakit ini terjadi pada lansia. Beberapa penelitian mengatakan bahwa peminum kopi memiliki risiko 65% lebih rendah untuk mengalami penyakit Alzheimer.

  1. Menurunkan risiko penyakit hati (liver)

Manfaat kopi yang nggak kalah penting adalah dapat melindungi hati (liver) dari penyakit. Penyakit pada liver misalnya adalah hepatitis, perlemakan hati, dan masih banyak lagi yang bisa memicu terjadinya sirosis. Sirosis hati adalah kondisi rusaknya organ hati karena terbentuknya jaringan parut. Nah, kopi bisa melindungi liver dari penyakit ini lho. Penelitian menunjukkan bahwa mengonsumsi 2 cup kopi atau lebih setiap hari, dapat menurunkan risiko penyakit sirosis hingga 66%.

  1. Menurunkan risiko depresi

Kafein ternyata bisa membuat suasana hati dan fungsi otak lebih baik. Soalnya, kafein akan memblokir molekul adenosin dan meningkatkan molekul lainnya seperti dopamin serta norepinephrine. Molekul-molekul ini sangat bermanfaat untuk meningkatkan fungsi otak dan memperbaiki suasana hati. Menurut penelitian tahun 2011, wanita yang mengonsumsi 4 cup atau lebih kopi perhari memiliki penurunan risiko depresi sebanyak 20%. Risiko terjadinya bunuh diri pun juga menurun.

  1. Menurunkan risiko penyakit kanker

Manfaat kopi berikutnya adalah menurunkan risiko terjadinya penyakit kanker. Kanker dalam hal ini misalnya adalah kanker hati dan kanker kolorektal. Menurut penelitian yang dilakukan pada 489.706 orang yang mengonsumsi 4-5 cup kopi perhari, maka risiko kanker kolorektal menurun 15%.

  1. Menurunkan risiko penyakit jantung

Pada dasarnya, minum kopi dapat meningkatkan tekanan darah, tetapi sangat sedikit. Orang yang hobi minum kopi nggak akan berisiko mengalami penyakit jantung akibat peningkatan tekanan darah ini kok. Justru, kopi sendiri malah bermanfaat dalam menurunkan risiko penyakit stroke sebanyak 20% pada orang yang hobi minum kopi. Hal ini tentu berkaitan dengan manfaat kopi dalam mencegah terjadinya penyakit jantung.

Itulah beberapa manfaat kopi yang sangat potensial dalam meningkatkan kesehatan. Namun, manfaat-manfaat tersebut jangan dipandang sebelah mata dulu. Kita pun perlu tahu lho risiko kalau kelebihan mengonsumsi kopi.

baca juga: manfaat minum teh

Efek samping konsumsi kopi berlebihan

Mengonsumsi kopi berlebihan juga memiliki efek samping yang nggak bagus bagi tubuh. Apalagi, kandungan kafein dalam kopi seringkali membuat kecanduan dan ketergantungan. Nah, konsumsi kafein yang berlebihan bisa berisiko menyebabkan efek samping seperti kecemasan, gelisah, tremor, detak jantung nggak teratur, hingga kesulitan tidur (insomnia). Selain itu, terlalu banyak konsumsi kafein juga bisa menyebabkan sakit kepala, migrain, hingga tekanan darah tinggi. Buat ibu hamil, konsumsi kopi berlebihan juga nggak diperbolehkan nih karena bisa meningkatkan risiko keguguran.

Dosis kopi yang direkomendasikan

Supaya nggak berlebihan, kira-kira kita perlu mengonsumsi kopi seberapa banyak ya dalam sehari? Menurut U.S Department of Agriculture (USDA) dan European Food Safety Authority (EFSA), konsumsi kafein yang aman setidaknya adalah 200 – 400 mg per hari. Atau setara dengan 2 – 4 cangkir kopi per hari. Kalau untuk ibu hamil sebaiknya maksimal konsumsi 200 mg kafein per hari atau lebih sedikit. Hal ini setara dengan maksimal 2 cangkir kopi per hari.

Demikian ulasan soal kopi, kandungan, manfaat minum kopi, dan efek sampingnya yang perlu kita tahu. Intinya, kopi sangat bermanfaat untuk tubuh kita asalkan konsumsinya nggak berlebihan. Selain itu, manfaat kopi juga akan lebih maksimal jika dikonsumsi tanpa tambahan gula yang berlebihan, susu, dan lain sebagainya seperti pada minuman kekinian. Semoga artikel ini bermanfaat!

Referensi:

Artikel berjudul “13 Health Benefits of Coffee, Based On Science”. Diakses dari https://www.healthline.com/nutrition/ top-13-evidence-based-health-benefits-of-coffee pada November 2021.

Artikel berjudul “Is coffee good for you? Health benefits, disadvantages, and more”. Diakses dari https://www.medicalnewstoday.com/ articles/270202 pada November 2021.

Artikel berjudul “9 Side Effects of Too Much Caffeine”. Diakses dari https://www.healthline.com/nutrition/ caffeine-side-effects pada November 2021.

Poole, R., Kennedy, O. J., Roderick, P., Fallowfield, J. A., Hayes, P. C., & Parkes, J. (2017). Coffee consumption and health: umbrella review of meta-analyses of multiple health outcomes. BMJ (Clinical research ed.)359, j5024. https://doi.org/10.1136/bmj.j5024.

Santos C, Costa J, Santos J, Vaz-Carneiro A, Lunet N. Caffeine intake and dementia: systematic review and meta-analysis. J Alzheimers Dis. 2010;20 Suppl 1:S187-204. doi: 10.3233/JAD-2010-091387. PMID: 20182026.

Goh, G.B.-B., Chow, W.-C., Wang, R., Yuan, J.-M. and Koh, W.-P. (2014), Coffee, alcohol and other beverages in relation to cirrhosis mortality: The Singapore Chinese Health Study. Hepatology, 60: 661-669. https://doi.org/10.1002/hep.27054.

Lucas M, Mirzaei F, Pan A, Okereke OI, Willett WC, O’Reilly ÉJ, Koenen K, Ascherio A. Coffee, caffeine, and risk of depression among women. Arch Intern Med. 2011 Sep 26;171(17):1571-8. doi: 10.1001/archinternmed.2011.393. PMID: 21949167; PMCID: PMC3296361.

Sinha R, Cross AJ, Daniel CR, Graubard BI, Wu JW, Hollenbeck AR, Gunter MJ, Park Y, Freedman ND. Caffeinated and decaffeinated coffee and tea intakes and risk of colorectal cancer in a large prospective study. Am J Clin Nutr. 2012 Aug;96(2):374-81. doi: 10.3945/ajcn.111.031328. Epub 2012 Jun 13. PMID: 22695871; PMCID: PMC3396445.

Kokubo Y, Iso H, Saito I, Yamagishi K, Yatsuya H, Ishihara J, Inoue M, Tsugane S. The impact of green tea and coffee consumption on the reduced risk of stroke incidence in Japanese population: the Japan public health center-based study cohort. Stroke. 2013 May;44(5):1369-74. doi: 10.1161/STROKEAHA.111.677500. Epub 2013 Mar 14. PMID: 23493733.

Pos terkait