Rahasia Panjang Umur Ala Orang Okinawa

  • Whatsapp
Rahasia Diet Panjang Umur Ala Orang Okinawa
Rahasia Diet Panjang Umur Ala Orang Okinawa

Rahasia Panjang Umur Ala Orang Okinawa – Tahu nggak sih kalau orang Jepang itu terkenal berumur panjang dan memiliki tingkat harapan hidup tertinggi di dunia?.

Menurut WHO (World Health Organization), dibandingkan negara lain, Jepang memiliki tingkat harapan hidup mencapai 85 tahun untuk pria dan 87,3 tahun untuk wanita. Bahkan di Jepang banyak terdapat centenarian. Centenarian merupakan sebutan untuk orang yang memiliki umur hingga 100 tahun atau lebih.

Nah, orang yang berumur panjang tersebut paling banyak tersebar di Okinawa. Okinawa termasuk salah satu dari lima wilayah di dunia yang dikenal sebagai zona biru (blue zone).

Blue zone ini memang istilah yang digunakan untuk menandai tempat dengan populasi orang berumur panjang dan hidup sehat tertinggi di dunia.

Banyak hal yang memengaruhi mengapa mereka bisa hidup sehat, bahagia, dan berumur panjang. Antara lain karena genetik, lingkungan, kesehatan mental, dan gaya hidup. Nah, gaya hidup orang Okinawa yang berpengaruh  antara lain dari segi diet atau makanan.

Baca juga: Penyebab gangguan makan

Rahasia Diet Panjang Umur Ala Orang Okinawa

Lalu apa ya rahasia diet orang Okinawa?

Diet Okinawa

Sebelumnya mengetahui rahasia pola makan orang Okinawa, kita perlu mengetahui terlebih dahulu konsep diet Okinawa. Pola makan orang Okinawa sebenarnya mengacu pada pola tradisional dan gaya hidup yang unik.

Rahasia Diet Panjang Umur Ala Orang Okinawa

Diet Okinawa biasanya rendah kalori dan rendah lemak, tetapi karbohidratnya tinggi. Konsumsi sayur dan buah-buahannya pun tinggi. Nggak heran jika penduduk Okinawa jarang menderita penyakit kronis seperti penyakit jantung, darah tinggi, diabetes, atau kolesterol tinggi.

Angka penyakit-penyakit tersebut di Okinawa terendah sedunia lho. Nah, berikut ini adalah pola makan orang Okinawa secara lebih jelas. Boleh banget kita jadikan referensi untuk melakukan pola makan sehat.

Mengonsumsi aneka ragam sayuran dan buah-buahan

Orang Okinawa terbiasa mengonsumsi beraneka ragam sayur dan buah di keseharian mereka lho. Buah dan sayur adalah sumber serat yang fungsinya antara lain mencegah penimbunan lemak dan kolesterol berlebih, membantu meningkatkan fungsi otot-otot usus besar, dan melancarkan buang air besar.

Di dalam sayuran dan buah-buahan juga terdapat berbagai vitamin dan mineral yang sangat bermanfaat bagi tubuh kita. Misalnya melancarkan berbagai metabolisme tubuh. Jika metabolisme lancar, maka tubuh nggak akan mudah mengalami gangguan kesehatan.

Sayur dan buah-buahan juga memiliki banyak antioksidan penting bagi tubuh. Antioksidan fungsinya mencegah kanker, meningkatkan sistem kekebalan tubuh, dan lain sebagainya. Dalam sehari, orang Okinawa setidaknya mengonsumsi 5 porsi sayur dan buah setiap hari.

Dengan kata lain, sekitar 58 – 60% persen kalori harian pada diet Okinawa berasal dari sayuran. Jadi, piring makan mereka berwarna karena sebagian besar terdapat beraneka ragam sayur dan buah segar. Misalnya saja ada paprika, wortel, bayam, kembang kol, terong, kacang polong, dan lain sebagainya.

Mengonsumsi biji-bijian

Sumber karbohidrat yang biasanya dikonsumsi orang Okinawa yaitu beras, beras merah, gandum, maupun mie. Namun seperti di negara kita, beras juga menjadi makanan utama penduduk Okinawa kok. Hanya saja, konsumsi beras divariasikan dengan beras merah. Beras merah terkenal memiliki banyak manfaat bagi kesehatan.  Beras merah mengandung magnesium lebih banyak daripada beras putih.

Magnesium sangat bermanfaat dalam proses kekebalan tubuh. Sementara itu beras merah juga memiliki kandungan serat lebih banyak yang membantu menghambat penyerapan lemak dan kolesterol berlebih.

Biasanya, biji-bijian ini dikonsumsi sebanyak 33% dari jumlah kalori harian. Jadi, konsumsi makanan utama ini akan jauh lebih sedikit daripada konsumsi sayur dan buah-buahan.

Maka, jumlah kalori pun akan lebih terkontrol tetapi rasa kenyang tetap kita dapatkan karena makanan yang kaya serat akan membuat rasa kenyang lebih lama.

Mengonsumsi kacang-kacangan, terutama kedelai

Kacang-kacangan merupakan sumber protein, lemak, zat besi, dan vitamin E. Di Okinawa, kacang-kacangan yang biasa dikonsumsi antara lain adalah kedelai. Olahan kedelai biasanya berupa tofu, miso, edamame, dan natto.

Kacang-kacangan ini sangat bermanfaat untuk mengurangi risiko penyakit jantung koroner. Selain itu, orang yang mengonsumsi kacang lima kali seminggu memiliki kemungkinan setengah kali lebih rendah untuk terserang hipertensi maupun stroke dibandingkan orang yang nggak mengonsumsi kacang sama sekali.

Kacang pun memiliki kandungan filesterol yang bermanfaat menurunkan kolesterol jahat dan trigliserida. Lalu ada juga Beta Sitosterol (SIT) yang mampu melindungi tubuh kita dari kanker usus, kanker prostat, atau kanker payudara.  Kacang-kacangan ini dalam sehari bisa dikonsumsi sebanyak 5% dari total kalori.

Protein hewani sebagian besar dari ikan dan seafood

Penduduk Okinawa hanya mengonsumsi protein hewani dalam jumlah sedikit lho, yakni  1 – 2% dari kalori harian. Sumber protein hewani yang sering dikonsumsi adalah ikan dan seafood.

Ikan, terutama ikan laut memiliki kandungan omega-3 dan omega-6 yang tinggi dibanding ikan air tawar. Kandungan omega-3 dan omega-6 ini sangat bermanfaat untuk meningkatkan kemampuan otak dan menurunkan risiko penyakit jantung atau stroke.

Contoh ikan dan seafood yang bisa dimakan antara lain ikan sarden, tuna, cakalang, ikan kembung, ikan tengiri, salmon, ikan bawal, dan lain sebagainya. Nggak hanya itu, orang Okinawa juga sesekali makan daging babi, tetapi nggak banyak.

Bahkan daging sapi beserta jeroan juga terkadang ada di menu makan mereka dengan jumlah yang sedikit. Yang jarang dikonsumsi oleh orang Okinawa adalah protein hewani dari unggas, misalnya ayam, bebek, atau telur.

Menerapkan hara hachi bu

Hara hachi bu merupakan sebuah konsep makan 80% kenyang. Cara menerapkannya mudah kok. Ketika kita menyadari bahwa kita sudah hampir kenyang tetapi masih sanggup makan sedikit lagi, maka sebaiknya kita berhenti makan. Maka, kalori yang kita asup akan lebih terkontrol.

Tahu nggak sih ketika kita makan dengan cukup (nggak kekenyangan), kerja pencernaan akan lebih optimal lho. Pencernaan kita nggak akan bekerja terlalu berat. Akibatnya, kita akan terhindar dari mengantuk setelah makan atau efek kesehatan lainnya.

Oh ya, orang Jepang khususnya Okinawa ini pola makannya berbeda dengan pola makan Barat. Nggak ada hidangan pembuka, hidangan utama, lalu penutup. Namun, makanan disajikan di beberapa piring kecil sekaligus.

Nah, secara psikologis, piring kecil ini akan membantu kita supaya nggak makan terlalu banyak. Tetap kenyang kok meskipun rendah kalori.

Membiasakan mengonsumsi air mineral sebagai minuman utama

Jadikanlah air putih sebagai minuman yang biasa kita minum. Baik setelah makan, atau untuk sekadar mencukupi cairan tubuh. Sebaiknya, kita harus cukup minum tanpa menunggu haus.

Sebab, kurang cairan bisa menurunkan kinerja kita dalam beraktivitas, membuat kita lesu, lemas, bahkan pusing. Nah, pada diet Okinawa ini, orang-orang selain membiasakan konsumsi air putih, juga mengurangi konsumsi alkohol.

Mongonsumsi teh hijau yang kaya antioksidan

Kita tahu bahwa orang Jepang terbiasa minum teh hijau. Teh hijau yang sebenarnya berasal dari Cina ini memang memiliki banyak manfaat bagi tubuh kita.

Antara lain mengontrol gula darah, kolesterol, serta meningkatkan kesehatan tulang dan gigi. Teh hijau juga bermanfaat dalam meningkatkan sistem kekebalan tubuh sehingga mengonsumsinya mampu membuat badan kita selalu sehat.

Nggak hanya teh hijau, teh putih dan sanpin-cha (campuran teh hijau dan bunga melati) juga sering dikonsumsi oleh orang Okinawa. Sanpin-cha ini mampu mengurangi risiko penyakit jantung, menghilangkan stres, dan menurunkan kolesterol. Nah, mengonsumsi teh hijau atau teh putih maupun sanpin-cha setiap hari mampu membuat kita awet muda.

Baca juga: Efek kurang tidur

Membatasi konsumsi minyak

Minyak, baik minyak nabati maupun minyak hewani mengandung asam lemak jenuh. Jika dikonsumsi berlebihan, maka bisa menyebabkan risiko meningkatnya kolesterol buruk.

Minyak yang berasal dari kelapa, termasuk juga santan atau kelapa parut mengandung asam lemak jenuh yang tinggi. Namun bukan berarti nggak boleh dikonsumsi. Pembatasan konsumsi minyak bisa dilakukan dengan mengolah makanan secara tepat, kurangi digoreng dan ditumis.

Kita bisa juga mengganti minyak kelapa dengan minyak jagung, minyak bunga matahari, minyak kedelai, dan lain sebagainya yang tinggi kandungan asam lemak tak jenuh gandanya.

Oh ya, hindari juga mentega atau margarin, karena selain mengandung lemak jenuh, juga termasuk makanan olahan dan dihindari pada pola diet Okinawa.

Baca juga: Bahaya duduk terlalu lama

Sedikit mengonsumsi gula, garam, dan penyedap

Warga Okinawa biasanya nggak banyak mengonsumsi makanan yang mengandung gula seperti permen, cokelat, cake, dan lain sebagainya. Gula termasuk karbohidrat sederhana. Jika dikonsumsi berlebihan, maka akan berisiko menyebabkan penyakit diabetes.

Selain itu, orang Okinawa juga membatasi konsumsi garam, terutama penambahan garam pada proses pengolahan makanan. Pembatasan garam ini tentu saja akan sangat meminimalkan terjadinya tekanan darah tinggi.

Membatasi konsumsi makanan olahan

Pada diet Okinawa, mengonsumsi makanan olahan ini termasuk yang harus dihindari. Makanan olahan ini misalnya seperti frozen food, fast food, dan makanan-makanan kemasan.

Makanan-makanan tersebut mengandung kadar garam dan penyedap yang tinggi. Jika dikonsumsi terlalu banyak, tentunya bisa memicu tekanan darah tinggi, kegemukan, kanker, atau penyakit jantung. Oh ya, orang Okinawa juga mengonsumsi produk-produk susu dengan jumlah yang sedikit.

Itu dia beberapa pola diet ala orang Okinawa. Tentu saja manfaat kesehatan yang didapatkan akan sangat banyak jika kita menerapkan pola diet tersebut.

Antara lain memiliki usia harapan hidup lebih tinggi, terhindar dari penyakit kronis, dan lebih merasa bahagia. Nah, diet tersebut boleh-boleh saja kita terapkan dengan tetap menyesuaikannya pada pola kebiasaan kita, ya.

Baca juga: Tips tidur sehat dan nyenyak

Nah, bila ada pertanyaan tentang Rahasia Panjang Umur Ala Orang Okinawa ini bisa ditulis di bawah ini.

Referensi:

Garcia, Hector dan Miralles, Francesc. 2016. IKIGAI, The Japanese Secret to a Long and Happy Life. Jakarta: Renebook. (versi terjemahan)

Jenson, Ayumi. 2009. The Secret of Okinawa Island. Yogyakarta: Lukita.

Buettner D, Skemp S. Blue Zones: Lessons From the World’s Longest Lived. Am J Lifestyle Med. 2016;10(5):318-321.

Willcox DC, Scapagninid G, Willcox BJ. Healthy aging diets other than the Mediterranean: A Focus on the Okinawan Diet. Mech Ageing Dev. 2014; 136-137: 148–162.

Apa artikel di atas bermanfaat?

Klik bintang untuk memberi peringkat!

Penilaian rata-rata 0 / 5. Jumlah suara: 0

Artikel ini belum dinilai! Jadilah yang pertama memberi peringkat pada artikel ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *