Cara Menghitung Indeks Massa Tubuh

Cara Menghitung Indeks Massa Tubuh atau IMT – Seringkali kita terlalu memperhatikan apakah badan kita gemuk ataupun kurus. Kadang kita pun sering menentukan apakah kita sudah memiliki postur tubuh yang ideal atau belum.

Postur tubuh semacam menjadi indikator yang menentukan kondisi kesehatan. Postur tubuh yang ideal nggak hanya mampu memperbagus penampilan, tapi juga mengurangi risiko kesehatan.

Cara Menghitung Indeks Massa Tubuh

Sebenarnya gimana sih cara kita tahu tubuh kita ideal atau enggak?

Begini, ada suatu pengukuran status gizi yang bisa diketahui dari tinggi badan dan berat badan kita sekarang. Namanya adalah IMT (Indeks Massa Tubuh).

IMT ini menjadi pengukuran untuk mengetahui apakah berat badan dengan tinggi badan kita sudah bisa membuat tubuh kita ideal.

Baca juga: Penyakit gangguan makan

Cara Menghitung Indeks Massa Tubuh atau IMT

Cara mengukur IMT gampang banget lho, asal kita sudah tahu berapa berat badan dan tinggi badan kita sekarang. Lalu tinggal hitung deh dengan rumus begini:

IMT (kg/m2) = BB (kg) / TB2 (m2)

IMT        = Indeks Massa Tubuh (kg / m2)

BB           = Berat Badan (kg)

TB           = Tinggi Badan (m)

Coba deh hitung IMT-mu sekarang! Kalau sudah dihitung, mari kita cocokkan dengan tabel indikator IMT berikut ini.

Tabel IMT

Kedua tabel indikator IMT tersebut bisa kita pakai kok. Sebab, keduanya sama-sama akurat, hanya memang berbeda referensi saja. Nah, sekarang udah tahu ‘kan badanmu ideal, kurus, atau justru gemuk?

Oh ya, pengukuran IMT hanya bisa digunakan untuk orang yang berusia 20 ke atas, ya. Untuk remaja, anak-anak, bahkan bayi, indikator status gizi tubuhnya menggunakan pengukuran yang berbeda.

Baca juga: Cara memasak sayur agar gizinya tidak hilang

Hubungan IMT dengan kesehatan

IMT akan menentukan status gizi seseorang. Seseorang bisa mengalami kegemukan apabila mengalami ketidakseimbangan energi. Maksudnya, kalori yang masuk dari makanan lebih besar daripada kalori yang dibakar untuk energi atau untuk fungsi tubuh lainnya. Begitu pula sebaliknya. Jika kalori yang masuk dari makanan lebih sedikit dari kalori yang dibakar untuk energi dan fungsi tubuh lainnya, maka seseorang bisa kurus.

Ketidakseimbangan energi ini tentu saja sangat berpengaruh bagi kesehatan. IMT yang tinggi berkaitan dengan risiko terkena gangguan kesehatan yang serius, seperti penyakit jantung, tekanan darah tinggi, penyakit hati (liver), osteoartritis, diabetes, bahkan hingga kanker.

IMT yang terlalu rendah juga menyebabkan gangguan kesehatan seperti anemia, kepadatan tulang menurun, kekurangan vitamin, lemah, berisiko mengalami masalah jantung, menurunnya fungsi kekebalan tubuh, nggak berenergi, dan lain sebagainya.

Itulah mengapa berat badan normal harus selalu dijaga supaya kita bisa tetap beraktivitas dengan baik tanpa mengalami gangguan kesehatan.

IMT bukan satu-satunya indikator

Meskipun IMT bisa menentukan apakah seseorang sudah ideal, kurus, maupun gemuk, tetap saja pengukuran ini bukanlah satu-satunya indikator status gizi. Sebab, IMT ini hanya menggambarkan keadaan tubuh kita berdasarkan berat dan tinggi. Nggak termasuk komposisi tubuh, sebaran lemak, dan lain sebagainya.

Orang dengan IMT normal (status gizi baik) belum tentu nggak memiliki risiko kesehatan. Begitu pula dengan orang yang memiliki IMT tinggi belum tentu nggak sehat. Hal ini karena kita belum mengetahui komposisi tubuh kita secara pasti. Bisa jadi kita memiliki status gizi baik, tetapi persen massa lemak tubuh tinggi, terutama lemak visceral (lemak perut). Tentu saja hal ini juga berisiko bagi kesehatan.

Selain itu, pada atlet atau olahragawan yang memiliki massa otot lebih tinggi, bisa jadi IMT-nya melebihi normal. Namun belum tentu atlet tersebut kelebihan berat badan, sebab sebagian besar massa tubuhnya berupa otot. Jadi selain IMT, untuk bisa mengetahui komposisi tubuh, kita bisa melakukan pengukuran persen massa lemak.

Baca juga: Efek obat pelangsing

Pengukuran massa lemak tubuh

Massa lemak ini merupakan indikator seberapa banyak jumlah lemak di tubuh kita. Selain IMT, indikator ini lebih bisa menentukan seseorang mengalami risiko kesehatan tertentu lho. Kalau IMT, kita tinggal mengukur berat badan menggunakan timbangan. Sementara tinggi badan pun juga alatnya cukup mudah. Namun, pengukuran massa lemak akan berbeda metodenya, yaitu bisa memakai alat-alat sebagai berikut.

  1. Dual-energy X-ray absorptiometry (DXA)
  2. Hydrostatic weighing
  3. 3D body scanner
  4. Air displacement plenthysmography
  5. Bioelectrical impedance analysis

Alat-alat untuk mengukur lemak tubuh tersebut bisa kita temukan di rumah sakit atau klinik kesehatan dan gizi. Kalau memang ingin melakukan pengukuran, kita bisa secara langsung mendatangi ahli gizi atau petugas kesehatan terkait.

Nah, seperti halnya IMT, massa lemak juga ada indikatornya lho dalam satuan persen.

Tabel Massa Lemak Tubuh

Hubungan massa lemak tubuh dengan kesehatan

Pada orang obesitas, tentu saja persen lemak tubuhnya lebih tinggi. Hal ini akan sangat berhubungan dengan berbagai penyakit, misalnya saja kadar kolesterol tinggi dan atherosklerosis. Bahkan jika kandungan lemak tubuh sudah terlalu berlebihan, organ hati fungsinya juga akan terganggu. Namun, nggak semua lemak memiliki dampak yang buruk.

Misalnya saja lemak esensial. Lemak ini sudah ada di tubuh kita dan berfungsi dalam regulasi hormon. Selain itu ada lemak subkutan. Lemak subkutan ini letaknya di bawah kulit kita. Jika jumlah lemak subkutan nggak berlebihan, maka tubuh akan sehat-sehat saja. Yang paling berisiko bagi kesehatan adalah jenis lemak visceral atau disebut juga lemak perut.

Lemak visceral tersimpan di perut dan organ-organ penting seperti hati, ginjal, pankreas, usus, dan jantung. Kadar lemak visceral yang tinggi akan menimbulkan risiko terjadinya penyakit diabetes, penyakit jantung, stroke, bahkan kanker.

Baca juga: Bahaya dan penyebab Stunting

Pola makan supaya IMT dan massa lemak tubuh tetap normal

Supaya berat badan tetap normal, kita harus makan dengan cukup dan teratur serta bergizi seimbang. Lebih gampangnya, makanlah dengan lengkap – ada nasi, sayur, protein hewani / nabati, dan serat. Untuk porsi, makan saja tanpa merasa kekenyangan.

Lalu untuk mengontrol persen lemak tubuh, bukan berarti kita nggak makan lemak sama sekali. Perlu diketahui bahwa lemak juga memiliki fungsi penting bagi tubuh. Yang membahayakan adalah jika berlebihan. Nah, untuk mengontrol asupan lemak, kita nggak dianjurkan untuk terlalu banyak makan makanan yang digoreng atau bersantan. Lalu, perbanyaklah serat dari sayur dan buah-buahan.

Oh ya, simpanan lemak tubuh nggak hanya dibentuk dari makanan sumber lemak lho. Energi yang berlebihan dari karbohidrat atau dari protein pun nantinya juga akan disimpan sebagai lemak. Jadi, tetap hindari makan berlebihan, ya. Jangan lupa juga untuk aktif bergerak. Aktivitas fisik dengan intensitas rendah tapi durasi lama efektif untuk membakar lemak tubuh lho!

Baca juga: Tips agar berat badan tetap normal

Nah, apabila ada pertanyaan terkait Cara Menghitung Indeks Massa Tubuh atau IMT ini bisa ditulis di bawah ini.

Daftar Pustaka:

Artikel berjudul What Is My Ideal Body Fat Persentage? Diakses dari https://www.healthline.com/

Artikel berjudul Percent Body Fat Calculator: Skinfold Method. Diakses dari https://www.acefitness.org/

Artikel berjudul Body Mass Index. Diakses dari https://www.healthline.com/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *