Manfaat Dan Bahaya Makanan Pedas

Manfaat Dan Bahaya Makanan Pedas – Orang Indonesia memang banyak yang menjadi penyuka makanan pedas. Makan, apabila nggak pedas, seperti ada yang kurang.

Bahkan nggak sedikit orang yang merasa bahwa makan tanpa sambal akan terasa hambar. Salah satu kelebihan makanan pedas ini memang memiliki sensasi yang nagih ketika dimakan.

Di sekitar kita pun banyak sekali penjual makanan pedas yang dapat kita temukan dengan mudah. Hampir semua makanan diolah dengan tambahan cabai, sehingga menghasilkan cita rasa yang pedas. Atau, apabila makanan memang aslinya nggak pedas, pasti ada tambahan sambal sebagai pelengkap.

Nggak jarang juga bahwa sekarang ini bahkan banyak produk makanan dengan tingkat kepedasan yang dibuat berlevel-level, supaya para pembeli lebih mudah menyesuaikan selera pedas dengan kemampuannya.

Yang nggak sanggup makan makanan pedas, bisa memilih level terkecil. Namun, yang menggemari makanan pedas, tentu akan memilih level tinggi dengan banyak cabai.

Penyebab rasa pedas pada cabai adalah kandungan capsaicin. Capsaicin terdapat di macam-macam makanan pedas seperti cabai dan lada. Capsaicin ini menyebabkan sensasi pedas menjalar ke seluruh bagian lidah.

Baca juga: Tips agar berat badan normal (ideal) dan tidak naik turun

Pada dasarnya, lidah nggak memiliki reseptor rasa pedas. Namun, rasa pedas yang muncul di otak kita ini sebenarnya adalah rasa terbakar seperti halnya kulit kita yang terkena benda panas.

Hal ini jugalah yang menyebabkan seseorang yang terbiasa makan pedas justru lebih bisa menahan sensasi pedas yang dirasakan daripada orang yang nggak suka dan jarang makanan pedas.

manfaat dan bahaya makanan pedas

Manfaat Makanan Pedas

Selain capsaicin, cabai juga kaya akan zat gizi yang bermanfaat bagi tubuh lho. Dalam 100 gram cabai, terkandung vitamin C sebanyak 240% dari kebutuhan tubuh secara umum.

Nggak hanya itu, cabai juga mengandung vitamin B6 (piridoksin) sebanyak 39% dan  vitamin A sebanyak 36%. Perlu diketahui bahwa kebutuhan vitamin-vitamin tersebut di tubuh kita bisa saja berbeda, ya.

Sebenarnya, makan makanan pedas dengan jumlah yang sedang (nggak terlalu banyak dan nggak terlalu sedikit) dapat bermanfaat bagi kesehatan lho. Berikut ini adalah manfaat mengonsumsi cabai / makanan pedas dalam jumlah sedang (moderate):

  • Bagus untuk kesehatan jantung

Berdasarkan sebuah penelitian yang dilakukan tahun 2017, mengonsumsi makanan  pedas dapat mencegah terjadinya kematian akibat serangan jantung dan stroke.

Selain itu, mengnsumsi cabai dengan jumlah yang cukup juga bermanfaat mencegah penyakit tekanan darah tinggi dan mengurangi kolesterol LDL alias kolesterol jahat dalam tubuh.

  • Membakar lebih banyak kalori

Ternyata, memakan makanan pedas dapat membakar kalori lebih banyak dan menekan rasa lapar, lho. Terbukti ‘kan, ketika makan pedas, tubuh kita akan terasa panas dan berkeringat.

Itu pertanda bahwa tubuh sedang bermetabolisme dengan cepat untuk membakar makanan yang kita konsumsi. Namun, jangan salah persepsi bahwa makan makanan pedas saja dapat digunakan untuk diet penurunan berat badan, ya!

  • Mencegah kanker

Tahu nggak, bahwa kandungan capsaicin pada cabai juga memiliki zat antikanker lho. Cabai juga mengandung karotenoid yang berfungsi sebagai antioksidan pencegah kanker. Namun, manfaat yang satu ini masih memerlukan penelitian lebih lanjut.

  • Mengurangi rasa sakit dan meningkatkan daya tahan tubuh

Capsacin juga memiliki fungsi untuk mencegah sensasi rasa sakit pada tubuh. Bahkan suatu penelitian juga mneyatakan bahwa mengonsumsi cabai mampu membunuh bakteri H .pylori yang sering ada ketika tubuh kita mengalami luka. Selain itu, cabai juga mengandung vitamin A dan C yang mampu meningkatkan sistem imun kita.

Bahaya Makanan Pedas dan Penyakit Yang Ditimbulkannya

Nah, cabai ini selain pedas juga memiliki banyak manfaat ya ternyata. Cocok sekali jika makanan pedas dikonsumsi saat cuaca sedang dingin atau turun hujan. Sensasi pedasnya akan mampu menghangatkan badan.

Namun, bagi penyuka pedas, apalagi yang sampai berlevel-level hingga level ratusan cabai dibabat habis, haruslah berhati-hati. Sebab, mengonsumsi makanan pedas secara berlebihan ternyata dapat menyebabkan gangguan pada pencernaan, misalnya saja gangguan lambung.

Ngeri sekali, bukan? Kasus akibat terlalu berlebihan makan cabai pernah terjadi tahun 2018 di Edinburgh pada acara perlombaan makan pedas. Dilaporkan bahwa beberapa peserta dilarikan ke rumah sakit karena perutnya mulas, ulu hati sensasinya terbakar, sakit kepala berat dan lainnya.

Lalu,  menurut penelitian, dinyatakan bahwa capsaicin dari cabai berlevel tinggi dapat menyebabkan peradangan jaringan sehingga mukosa lambung atau usus bisa mengalami kerusakan.

Baca juga: Cara merawat rambut secara alami

Apalagi jika makan cabai dengan porsi yang cukup besar. Lebih parahnya lagi, capsaicin dapat memicu kanker. Menurut penelitian meta analisis Chen tahun 2017, semakin tinggi level makanan pedas yang kita konsumsi, dapat memicu terjadinya berbagai jenis kanker.

Biasanya kanker yang terjadi adalah kanker lambung. Penelitian tersebut mengkaji 28 penelitian yang telah dilakukan sebelumnya tentang hubungan cabai dengan risiko kanker.

Sembilan belas penelitian menemukan bahwa mengonsumsi cabai dapat memicu kanker dibandingkan dengan nggak mengonsumsi cabai. Sementara itu, 9 penelitian lainnya menemukan bahwa mengonsumsi cabai multilevel lebih memicu terjadinya kanker. Wah, seram, ya?

Lalu, kita harus bagaimana?

Belum ada penelitian yang menemukan dosis aman bagi kita untuk mengonsumsi cabai. Namun, asal cukup dan nggak berlebihan, mengonsumsi cabai nggak akan menimbulkan masalah. Tinggal lihat saja kondisi tubuh kita. Jika nggak kuat, nggak perlu dipaksakan, ya!

Selain mengonsumsi cabai dengan jumlah yang nggak berlebihan, ada beberapa tips supaya mengonsumsi cabai atau makanan pedas tetap akan mendapatkan manfaat baik dari cabai. Misalnya:

  • Kurangi olahan makanan pedas yang digoreng

Cabai memang dapat bermanfaat untuk menurunkan berat badan karena mempercepat pembakaran kalori. Namun, konsumsi makanan yang mengandung cabai juga harus diperhatikan ya. Sebaiknya kita mengurangi konsumsi makanan pedas yang diolah dengan digoreng dan terlalu tinggi kalori.

  • Jangan hanya makan cabai, tapi konsumsi makanan secara beragam

Meskipun cabai memiliki segudang manfaat, bukan berarti kita nggak perlu mengonsumsi makanan lain, lho. Kandungan gizi pada cabai saja nggak akan cukup mencukupi kebutuhan semua zat gizi tubuh kita. Jadi, kita harus makan makanan beraneka ragam supaya zat gizi yang kita asup lebih sembang.

  • Imbangi dengan rutin berolahraga

Kita memang akan mendapatkan berbagai manfaat kesehatan dari cabai. Akan tetapi, perlu kita imbangi dengan olah raga lho supaya daya tahan tubuh kita selalu optimal dan kita juga lebih mudah terhindar dari segala penyakit seperti penyakit jantung, stroke, darah tinggi, dan lain sebagainya. Melakukan olah raga juga nggak perlu yang berat-berat. Meskipun ringan tapi konsisten, justru itu lebih baik untuk tubuh kita.

Itu dia ulasan mengenai cabai dari kandungan gizi, manfaat, dan risiko yang ditimbulkan apabila kita mengonsumsi cabai atau makanan pedas secara berlebihan.

Nah, cabai memang banyak manfaatnya, tetapi jika menimbulkan bahaya juga, masih berani mengonsumsi makanan pedas berlebihan?. Bila ada pertanyaan terkait manfaat dan bahaya makanan pedas bisa ditulis di bawah ini.

Referensi:

Artikel berjudul Can Eating Spicy Foods Offer Health Benefits? yang diterbitkan oleh www.medicaldaily.com (diakses tanggal 27 Septermber 2019).

Artikel berjudul Spicy food could be the secret to a healthy heart and a longer life, says new study yang diterbitkan oleh www.telegraph.co.uk (diakses tanggal 27 September 2019).

Chen et al, 2017. High Spicy Food Intake and Risk of Cancer: A Meta-analysis of Case-control Studies. Chinese Medical Journal. Vol 130; 18

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *