Jerawat

  • Whatsapp
Jerawat (pengertian, jenis, penyebab, faktor risiko)
Jerawat (pengertian, jenis, penyebab, faktor risiko)

Jerawat (acne) merupakan masalah kulit yang sering dialami wanita, bahkan pria. Masalah jerawat kadang memang menyebalkan karena membuat kulit terasa kurang halus. Bahkan jerawat juga terkadang terasa sakit saat tersentuh. Jika sembarangan kita pencet atau pecahkan, maka bisa semakin parah dan bahkan menyebabkan jerawat menyebar di area lain di wajah kita.

Namun, mungkin kita juga tahu bahwa jerawat nggak hanya bisa muncul di kulit wajah lho. Bisa juga jerawat muncul di punggung, telinga, area garis rambut, bahu, hingga belakang lutut. Lalu sebenarnya apa saja sih penyebab jerawat? Baca artikel ini sampai selesai ya, karena akan membahas tentang jerawat dan makanan yang bisa menjadi penyebab jerawat.

Pengertian jerawat (acne)

Jerawat (acne) adalah masalah kulit yang menyebabkan munculnya benjolan di area kulit. Pada dasarnya, kulit kita memiliki pori-pori yang terhubung ke kelenjar minyak atau kelenjar sebaceous di bawah kulit. Kelenjar minyak akan menghasilkan minyak (sebum) yang bermanfaat sebagai pelembap kulit secara alami melalui saluran tipis yang disebut folikel.

Jerawat sendiri terjadi karena folikel tempat tumbuhnya rambut pada kulit tersumbat oleh minyak berlebih, bakteri, atau sel kulit mati yang menimbulkan peradangan. Yang memicu terjadinya jerawat tentu bermacam-macam, bisa karena hormonal, kurangnya kebersihan, hingga pola makan yang nggak sehat.

Jenis Jerawat atau Macam-Macam Jerawat

Oh ya, jerawat terdiri dari beberapa jenis nih, yaitu:

  • Whitehead (komedo putih)

Komedo putih adalah kondisi ketika pori-pori kulit tersumbat tetapi sumbatan tersebut tertutup dan tampak menonjol. Komedo putih cenderung berupa bintik-bintik menonjol berwarna putih.

  • Blackhead (komedo hitam)

Komedo hitam adalah ketika pori tersumbat tetapi sumbatan tersebut muncul di permukaan kulit, sehingga teroksidasi dan menyebabkan warnanya cenderung hitam.

  • Pimples (jerawat)

Kondisi ketika dinding pori-pori terbuka dan memungkinkan minyak, bakteri, dan sel kulit mati masuk ke bawah kulit. Akibatnya, akan muncul benjolan yang memerah dan biasanya terdapat nanah berwarna putih. Pimples sendiri dapat berupa:

  • Papules

Benjolan kecil, memerah, dan disebabkan oleh folikel rambut yang meradang atau terinfeksi.

  • Pustules

Jerawat kecil berwarna merah dan terdapat nanah di ujungnya.

  • Nodules

Berupa benjolan padat di bawah permukaan kulit dan terasa sakit.

  • Cysts (kista)

Benjolan besar yang ditemukan di bawah permukaan kulit, muncul nanah, dan terasa sakit.

Penyebab dan faktor risiko jerawat (acne)

Penyebab yang memicu munculnya jerawat di kulit kita secara umum adalah sebagai berikut.

  1. Folikel memproduksi sebum secara berlebihan yang biasanya terjadi pada kulit berminyak,
  2. Sel kulit mati banyak terakumulasi di pori-pori karena kulit nggak dibersihkan dengan baik dan jarang dieskfoliasi,
  3. Bakteri tumbuh di pori-pori kulit karena kurangnya kebersihan kulit.

Beberapa poin tersebut merupakan penyebab secara langsung. Adapun faktor risiko dari munculnya jerawat (acne) adalah sebagai berikut.

  • Perubahan hormon

Salah satu faktor risiko yang menyebabkan munculnya jerawat adalah perubahan hormon. Hal ini bisa dilihat bahwa jerawat seringkali muncul pada remaja yang sedang mengalami pubertas, perempuan saat menjelang siklus menstruasi, hingga wanita hamil. Perubahan hormon ini bisa memicu peningkatan produksi minyak di kulit sehingga pori-pori mudah tersumbat.

  • Pengobatan tertentu

Saat kita menjalani pengobatan tertentu seperti konsumsi obat KB maupun kortikosteroid, hal ini juga bisa memicu perubahan hormon. Makanya, dampaknya pun bisa memunculkan jerawat.

  • Faktor genetik atau keturunan

Selanjutnya, jerawat bisa disebabkan oleh faktor keturunan. Jika kita memiliki orang tua dengan kondisi kulit mudah berjerawat, hal ini juga bisa menjadi salah satu faktor risiko kulit kita juga mudah berjerawat.

  • Penggunaan kosmetik yang nggak cocok

Terkadang, menggunakan produk kecantikan seperti kosmetik maupun skincare yang nggak cocok pun bisa menyebabkan kulit teriritasi dan timbul jerawat. Hal ini bisa saja karena kandungan dalam suatu produk nggak bisa diterima oleh kulit kita sehingga sensitivitas kulit meningkat.

  • Pola makan yang kurang sehat

Bahkan pola makan pun bisa memicu munculnya jerawat di kulit kita nih. Saat kita terlalu berlebihan mengonsumsi makanan tinggi lemak atau tinggi karbohidrat sederhana, bisa memicu tumbuhnya jerawat juga. Makanan ini bisa memengaruhi munculnya jerawat dari sistem hormonal di dalam tubuh.

Makanan yang menyebabkan munculnya jerawat (acne)

Pola makan bisa menjadi salah satu pemicu munculnya jerawat lho. Beberapa jenis makanan bisa menyebabkan kenaikan gula darah lebih cepat. Saat gula darah naik, maka tubuh akan melepaskan hormon insulin. Insulin sendiri berperan untuk mengontrol kadar gula darah dalam tubuh.

Caranya dengan memberi sinyal pada sel lemak, otot, dan hati untuk mengambil glukosa dari darah dan mengubahnya menjadi glukosa otot (glikogen). Nah, saat insulin diproduksi berlebihan inilah yang menyebabkan kelenjar minyak pada kulit memproduksi lebih banyak minyak. Produksi minyak di kulit yang berlebihan akan memicu terjadinya jerawat.

Baca juga: Makanan yang mengandung serat

Adapun makanan yang bisa memicu tingginya gula darah yang berakibat munculnya jerawat adalah:

  • Makanan yang tinggi Indeks Glikemik (makanan bergula dan karbohidrat olahan)

Indeks Glikemik merupakan angka yang menunjukkan potensi peningkatan kadar gula darah dari karbohidrat yang terdapat dalam suatu makanan. Bisa juga Indeks Glikemik dikatakan sebagai ranking pangan menurut efeknya terhadap kadar glukosa darah.

Semakin tinggi Indeks Glikemik, semakin mudah makanan tersebut meningkatkan kadar glukosa darah. Makanan yang tinggi Indeks Glikemik antara lain: kentang, nasi  putih, roti putih, minuman bersoda, dan minuman manis.

  • Cokelat dan confectionary

Menurut penelitian yang melibatkan orang sebanyak 24.452, konsumsi susu cokelat dan minuman bergula sangat berhubungan dengan munculnya jerawat. Selain itu, makanan sejenis permen (confectionary) juga bisa menyebabkan munculnya jerawat karena makanan tersebut tinggi Indeks Glikemik akibat banyaknya gula yang terkandung.

Selain itu, ada juga penelitian yang mengatakan bahwa cokelat bisa membuat kondisi kulit berjerawat makin parah dan makin banyak. Hal ini karena cokelat bisa meningkatkan pelepasan interleukin-1B (IL-1B) dan IL-10 yang kalau berinteraksi dengan bakteri Propionibacterium acnes atau Staphylococcus aureus bisa meningkatkan risiko munculnya jerawat.

  • Susu sapi

Konsumsi susu sapi dapat meningkatkan kadar IGF-1 (Insulin-Like Growth Factor-1) dan juga insulin dalam tubuh dari kandungan protein yang dimiliki. Kedua zat tersebut dapat memengaruhi munculnya jerawat. Menurut penelitian, konsumsi susu sapi, baik berupa susu full-fat, susu skim, maupun low-fat, memiliki hubungan dengan jerawat.

Penelitian lain mengemukakan bahwa susu memiliki indeks insulin yang tinggi karena kandungan lemaknya. Hal in akan menyebabkan hiperinsulinemia (tubuh kebanyakan hormon insulin) yang merujuk ke jerawat. Makanan seperti es krim yang mengandung susu dan gula tinggi bisa meningkatkan munculnya jerawat. Namun, nggak semua produk susu berdampak pada jerawat. Produk seperti keju justru lebih aman karena memiliki indeks insulin rendah.

Baca juga: Cara membuat minuman sehat

  • Makanan yang mengandung lemak jenuh dan lemak trans

Makanan yang mengandung lemak jenus dan lemak trans biasanya terdapat dalam fast food. Makanan ini bisa memicu munculnya jerawat lho. Menurut penelitian pada orang dewasa di Eskisehir, Turki, konsumsi lemak, gula, dan makanan cepat saji berhubungan dengan peningkatkan jerawat.

Yang termasuk dalam makanan cepat saji antara lain ayam goreng, burger, kentang goreng, dan makanan lain yang digoreng dalam suhu tinggi. Hal ini akan meningkatkan kandungan lemak jenuh dan lemak trans. Kedua jenis lemak ini bisa memicu terjadinya inflamasi yang juga berpengaruh ke jerawat.

Baca juga: Perbedaan lemak dan minyak

  • Makanan yang tinggi asam lemak omega-6

Makanan penyebab jerawat berikutnya adalah yang mengandung asam lemak omega-6 dalam jumlah tinggi. Asam lemak omega-6 berlebihan membuat tubuh jadi mengalami ketidakseimbangan antara jumlah asam lemak omega-6 dan omega-3. Hal ini akan memicu terjadinya inflamasi dan meningkatkan risiko jerawat.

Makanan yang tinggi asam lemak omega-6 antara lain mentega, minyak sayur, biji bunga matahari, mayonaise, dan lain sebagainya. Namun, masih butuh penelitian lebih lanjut nih tentang hubungan asam lemak omega-6 dengan jerawat.

Baca: Manfaat sayuran

Itulah ulasan tentang jerawat dan makanan yang bisa memicu munculnya jerawat atau justru memperparah kondisi jerawat. Tentunya, penyebab jerawat bukan semata-mata hanya dari konsumsi makanan-makanan tersebut saja. Jika memang mengalami jerawat dan bingung bagaimana mengatasinya, jangan lupa konsultasikan ke dermatologist, ya.

Referensi:

Caperton C, Block S, Viera M, Keri J, Berman B. Double-blind, Placebo-controlled Study Assessing the Effect of Chocolate Consumption in Subjects with a History of Acne Vulgaris. J Clin Aesthet Dermatol. 2014;7(5):19-23.

Baldwin H, Tan J. Effects of Diet on Acne and Its Response to Treatment [published correction appears in Am J Clin Dermatol. 2020 Dec 26;:]. Am J Clin Dermatol. 2021;22(1):55-65. doi:10.1007/s40257-020-00542-y.

Netea SA, Janssen SA, Jaeger M, Jansen T, Jacobs L, Miller-Tomaszewska G, Plantinga TS, Netea MG, Joosten LA. Chocolate consumption modulates cytokine production in healthy individuals. Cytokine. 2013 Apr;62(1):40-3. doi: 10.1016/j.cyto.2013.02.003. Epub 2013 Mar 1. PMID: 23465690.

Aksu AE, Metintas S, Saracoglu ZN, Gurel G, Sabuncu I, Arikan I, Kalyoncu C. Acne: prevalence and relationship with dietary habits in Eskisehir, Turkey. J Eur Acad Dermatol Venereol. 2012 Dec;26(12):1503-9. doi: 10.1111/j.1468-3083.2011.04329.x. Epub 2011 Nov 10. PMID: 22070422. Artikel berjudul “Anti-Acne Diet”. Diakses dari https://www.healthline.com/health/anti-acne-diet#studies pada 10 April 2021.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *