Cara Mengetahui dan Mengatasi Diabetes Tipe 1

  • Whatsapp
Cara Mengetahui dan Mengatasi Diabetes Tipe 1
Cara Mengetahui dan Mengatasi Diabetes Tipe 1

Cara Mengetahui dan Mengatasi Diabetes Tipe 1 – Mungkin kita sudah nggak asing dengan penyakit diabetes tipe 1. Ya, diabetes tipe 1 adalah penyakit diabetes melitus yang disebabkan oleh sel pankreas nggak bisa memproduksi insulin atau memproduksi insulin dengan jumlah sedikit.

Akibatnya, glukosa di darah akan terganggu prosesnya menuju sel-sel tubuh. Maka, seseorang yang mengalami diabetes tipe 1 ini akan mengalami berbagai gangguan metabolisme tubuh akibat glukosa darah terlalu tinggi.

Itulah kenapa jika diabetes tipe 1 ditandai dengan berbagai gejala seperti mudah lapar, mudah haus, mudah buang air kecil, mudah mengalami gangguan mood, atau mengalami penurunan berat badan.

Jika diabetes tipe 1 ini nggak segera diatasi, maka bisa menyebabkan komplikasi ke berbagai penyakit kronis. Misalnya saja gangguan ginjal, gangguan penglihatan, penyakit jantung, dan lain sebagainya.

Baca juga: Tanda-tanda adanya penyakit diabetes tipe 1

Lalu bagaimana Cara Mengetahui dan Mengatasi Diabetes Tipe 1

Perlu kita ketahui bahwa melalui tanda dan gejala saja belum tentu bisa mendiagnosis bahwa kita mengalami penyakit dabetes tipe 1. Oleh karena itu, kita harus melakukan pemeriksaan ke dokter supaya hasil lebih akurat. Kita pun nggak boleh mendiagnosis diri sendiri terkait suatu penyakit, khususnya penyakit diabetes tipe 1 ini, ya.

Untuk tahu apakah kita benar-benar mengalami diabetes tipe 1 atau enggak, kita harus melakukan beberapa prosedur tes. Kita bisa melakukan pemeriksaan kadar gula darah maupun pemeriksaan laboratorium lainnya.

  • Pemeriksaan kadar gula darah puasa

Seseorang bisa didiagnosis mengalami diabetes tipe 1 apabila memiliki kadar gula darah puasa yang melebihi batas normal. Pemeriksaan sampel darah ini dilakukan setelah kita berpuasa semalaman saat tidur (antara 8 – 10 jam).

Apabila kadar gula darah puasa melebihi 100 mg/dL, maka dikatakan prediabetes. Sementara itu apabila kadar gula darah puasa melebihi 126 mg/dL, maka seseorang bisa terdiagnosis diabetes. Oh ya, pemeriksaan ini biasanya dilakukan secara berulang supaya hasil lebih akurat.

Cara Mengetahui dan Mengatasi Diabetes Tipe 1
  • Pemeriksaan kadar gula darah acak

Pada pemeriksaan ini, sampel darah akan diambil kapan pun secara acak. Kadar gula darah bisa dikatakan diabetes apabila melebihi 200 mg/dL. Selain kadar gula darah, seseorang bisa terdiagnosis diabetes apabila juga disertai tanda dan gejala diabetes.

  • Pemeriksaan hemoglobin A1C

Selain dari kadar gula darah, diagnosis diabetes juga bisa melalui pemeriksaan hemoglobin A1c. Tes ini menunjukkan kadar gula darah rata-rata selama dua hingga tiga bulan terakhir. Yang diukur adalah persentase gula darah yang melekat pada hemoglobin (protein pembawa oksigen pada sel darah merah).

Nah, pemeriksaan hemoglobin A1c ini menunjukkan diabetes apabila hasil tingkat A1C sebanyak 6,5 persen atau lebih. Tes ini pun biasanya dilakukan berulang secara terpisah (nggak berturut-turut) agar hasil tes betul-betul akurat.

Baca juga: Cara Mencegah Diabetes Tipe 2

Pemeriksaan tersebut semuanya berlaku juga untuk mendiagnosis diabetes tipe 2 lho. Namun, untuk memastikan bahwa seseorang mengalami diabetes tipe 1, dokter akan melakukan pemeriksaan autoantibodi. Bisa juga dengan pemeriksaan keton melalui urin.

Benda keton merupakan produk hasil pemecahan lemak yang juga akan menunjukkan seseorang mengalami diabetes tipe 1. Namun, semua pemeriksaan ini harus benar-benar dengan saran dokter, ya. Kita nggak dianjurkan melakukan pemeriksaan sendiri di suatu laboratorium tanpa konsultasi dokter terlebih dahulu.

Nah, apabila seseorang betul-betul terdiagnosis diabetes tipe 1, lalu bagaimana ya penanganannya?

Penanganan atau Pengobatan Diabetes Tipe 1

a. Pemberian insulin

Orang yang mengalami diabetes tipe 1 ini memang nggak bisa memproduksi insulin sendiri. Maka, harus ada tambahan insulin dari luar untuk membantu tubuh mengolah glukosa darah agar nggak berlebihan di darah.

Pemberian insulin ini harus dilakukan setiap hari lho, dan bisa dilakukan melalui suntik insulin maupun insulin pump. Banyaknya insulin yang diberikan pun akan tergantung dengan kadar gula darah yang diperiksa. Oh ya, penderita diabetes pasti akan dilakukan pemeriksaan kadar gula darah secara rutin kok.

b. Pemberian obat-obatan

Selain dilakukan penambahan insulin, penanganan diabetes tipe 1 biasanya juga disertai dengan pemberian obat-obatan. Obat-obat tersebut ada yang berfungsi untuk mengurangi produksi glukosa dari liver (hati), atau mengurangi penyerapan glukosa di usus.

c. Melakukan aktivitas fisik

Di samping pengobatan medis, seseorang yang mengalami diabetes tipe 1 juga bisa menangani penyakit tersebut dengan melakukan aktivitas fisik. Aktivitas fisik yang dilakukan secara rutin bisa menurunkan kadar gula darah lho. Kita bisa memilih olahraga yang kita suka, misalnya saja berenang, jalan-jalan, dan lain sebagainya asal dilakukan secara rutin.

d. Diet sehat untuk diabetes

Selain pengobatan medis, diet juga sangat penting dalam pengobatan diabetes tipe 1. Diet untuk diabetes tipe 1 ini harus kaya gizi, tetapi ada monitoring pada asupan karbohidrat, lemak, dan protein. Biasanya tujuan dari diet untuk diabetes ini adalah untuk mengontrol gula darah agar stabil dan mencegah terjadinya komplikasi.

Prisnsip Makanan Untuk Diabetes Tipe 1

Secara mudah, prinsip diet untuk diabetes adalah prinsip 3J, yaitu tepat Jumlah, Jadwal, dan Jenis. Tepat jumlah maksudnya adalah porsi makan selalu pas, nggak lebih dan nggak kurang. Sementara itu, jadwal makan juga harus tepat tanpa melakukan skip makan dan jenisnya pun nggak bisa sembarangan.

a. Tepat Jumlah

Jumlah kalori dan juga porsi karbohidrat, lemak, serta protein pada setiap orang bisa berbeda. Hal ini harus dikonsultasikan lebih lanjut dengan dokter atau ahli gizi. Sebab, penderita diabetes tipe 1 akan diberikan insulin setiap hari. Maka, jumlah glukosa yang diasup dari makanan pun harus menyesuaikan dengan jumlah insulin agar balance. Sehingga, kadar gula darah pun bisa stabil.

b. Tepat Jenis

Nggak hanya jumlah kalori yang diatur lho. Jenis makanan untuk diabetes melitus juga harus diatus, misalnya seperti berikut ini.

  • Makanan sumber karbohidrat

Orang yang mengalami diabetes tipe 1 harus memilih karbohidrat jenis karbohidrat kompleks. Karbohidrat kompleks nggak akan terlalu cepat membuat kadar glukosa darah meninggi. Kita bisa memilih sumber karbohidrat seperti roti gandum, beras merah, oat, kentang, dan lain sebagainya.

Boleh-boleh saja kok makan nasi, asalkan bervariasi dengan sumber karbohidrat lainnya. Selain itu, kita sebaiknya mengurangi konsumsi makanan manis berkarbohidrat sederhana seperti cake, minuman kekinian yang manis-manis, minuman bersoda, dan lain sebagainya.

Baca juga: Pengertian, Penyebab, Tanda dan Gejala Diabetes Melitus

  • Buah-buahan

Serat begitu penting dalam diet diabetes melitus. Sumber serat yang banyak salah satunya ada di buah-buahan. Kita disarankan untuk mengonsumsi buah-buahan utuh dibandingkan jus supaya kandungan serat lebih banyak. Oh ya, jika ingin makan buah nggak perlu tambahan gula, sirup, dan lain sebagainya ya. Soalnya, buah-buahan juga termasuk sumber karbohidrat, jadi harus tetap dikontrol jumlahnya.

  • Sayuran

Sayuran ini nggak kalah penting dibanding buah-buahan. Bahkan dalam piring makan kita, porsi sayuran setidaknya memenuhi ½ piring. Jenis sayuran yang bisa kamu pilih antara lain berbagai sayuran hijau, asparagus, wortel, selada, timun, tauge, dan tomat. Oh ya, kalau kamu ingin memakannya dalam bentuk segar seperti pada menu salad, usahakan nggak usah pakai mayonaise atau tambahan bumbu lain, ya.

  • Sumber protein dan lemak

Sumber protein dan lemak ini ada pada makanan hewani. Nah, pemilihan sumber makanan hewani sebaiknya adalah ikan atau unggas. Daging kambing atau sapi boleh-boleh saja asal nggak terlalu sering karena daging lebih tinggi akan lemak jenuh dan natrium. Kita pun bisa memilih sumber protein atau lemak dari makanan nabati seperti alpukat, tempe, tahu, atau kacang-kacangan.

Selain itu, pengolahan makanan juga perlu diperhatikan. Hindari mengolah makanan-makanan tersebut menjadi makanan berkuah santan, digoreng, atau dibacem. Supaya cita rasa tetap lezat, kita bisa memanggangnya.

c. Tepat Jadwal

Selain jenis dan jumlah, penderita diabetes tipe 1 juga harus makan secara teratur. Kita nggak boleh skip makan atau makan dengan jadwal nggak konsisten. Misalnya saja kita terbiasa makan 3 kali makanan utama dan 2 kali selingan. Ya konsisten demikian setiap hari.

Jam makan pun harus konsisten lho supaya kadar gula darah selalu stabil. Sebagai contoh, kita bisa sarapan jam 6 pagi, makan selingan jam 9 pagi, makan siang jam 12 siang, selingan sore jam 3 sore, lalu makan malam jam 9 malam. Setelah itu kita harus istirahat dengan teratur.

Baca juga: Penyebab diabetes tipe 1

Itulah dia beberapa hal yang perlu kita ketahui dalam mendiagnosis dan menangani diabetes tipe 1. Hal tersebut berlaku juga untuk diabetes tipe 2 lho. Hanya saja, diabetes tipe 2 biasanya nggak ada treatment penambahan insulin.

Namun, prinsip diet dan aktivitas fisik tetap sama kok. Oh ya, jangan lupa untuk selalu berkonsultasi dengan dokter atau ahli gizi jika mengalami keluhan terkait diabetes tipe 1 atau penanganannya. Yang lebih penting, jangan lupa jaga kesehatan agar tercegah dari penyakit-penyakit tersebut, ya.

Nah, apabila ada pertanyaan terkait Cara Mengetahui dan Mengatasi Diabetes Tipe 1 bisa ditulis di bawah ini.

Referensi:

Artikel berjudul Type 1 Diabetes, diakses dari https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/type-1-diabetes/diagnosis-treatment/drc-20353017

American Diabetes Association. Nutrition recommendations and interventions for diabetes: a position statement of the American Diabetes Association. Diabetes Care. 2008;31:S61-S78.

Apa artikel di atas bermanfaat?

Klik bintang untuk memberi peringkat!

Penilaian rata-rata 0 / 5. Jumlah suara: 0

Artikel ini belum dinilai! Jadilah yang pertama memberi peringkat pada artikel ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *