Goa Kiskendo

Goa Kiskendo Jogja

Secara administrasi Goa Kiskendo terletak di desa Jatimulyo, kecamatan Girimulyo, kabupaten Kulon Progo, Provinsi Yogyakarta. Secara geologis, tempat wisata ini terletak di atas pegunungan Menoreh yang berada di wilayah paling barat Yogyakarta sekaligus berbatasan dengan wilayah Purworejo, Jawa Tengah.

Gambar. Goa Kiskendo Jogja (Foto: Merlin Julian)

Goa Kiskendo berada di ketinggian 1200 meter dari permukaan laut (dpl) dan berada di tengah-tengah hutan namun saat ini sudah terdapat perkampungan dan sudah menjadi jalan alternatif Jogja-Purworejo. Keadaan udara disini sangat sejuk dan dingin. Untuk jam-jam tertentu terutama di musim penghujan akan terlihat berkabut.

Penemuan Goa Kiskendo terjadi pada tahun 1820. Kemudian pada tahun 1964 tempat ini dijadikan sebagai wisata religi. Sepuluh tahun kemudian yaitu tahun 1974-1975, Dinas Pariwisata Provinsi Yogyakarta tertarik untuk mengembangkan Goa Kiskendo sebagai tempat wisata yang dikelola secara resmi. Peresmian Goa Kiskendo dilakukan pada tahun 1979.

Pembangunan area sekitar goa dilakukan dengan membeli 17 kapling tanah milik masyarakat sekitar. Pembelian dilakukan oleh Dinas DIY. Sekarang, wilayah sekitar goa dijadikan sebagai taman, loket, kios dan tempat parkir.

Saat ini kompleks wisata Goa Kiskendo dikelola oleh Dinas Pariwisata Kulon Progo. Dan pada tahun 2005 pengelolaannya melibatkan masyarakat sekitar yaitu dengan membuat kelompok sadar wisata Goa Kiskendo. Pada tahun 2007, kelompok masyarakat desa wisata Jatimulyo ditunjuk sebagai penggerak tempat wisata ini (Bca juga: Puncak Suroloyo).

Legenda Goa Kiskendo Yogyakarta
Goa Kiskendo berhubungan erat dengan kisah dua tokoh raksasa (dari bangsa Jin) yang bernama Mahesasura (berkepala sapi) dan Lembu Sura (berkepala kerbau). Keduanya bersaudara dimana Mahesasura merupakan kakak dari Lembu Sura. Kedua kakak-beradik yang dikenal sangat sakti ini membuat kerajaan Kiskendo di Goa Kiskendo.

Suatu ketika, Sang Mahesasura naksir dengan seorang dewi cantik dari negeri kahyangan (negeri bangsa jin yang ada di langit) yang bernama Dewi Tara atau Dewi Tarakasih. Kemudian, sang kakak pun menyuruh sang adik –Lembu Sura- untuk meminta restu kepada Dewa.

Oleh karena sang dewi sangat cantik, Lembu Sura pun menyarankan agar Kakaknya mengurungkan niatnya untuk melamar sang dewi. Namun Mahesasura tetap bersikukuh ingin melamar Dewi Tara. Dengan berat hati, Lembu Sura pun pergi ke Negeri Kahyangan menemui para Dewa untuk menyampaikan maksud kakaknya itu.

Sesuai dengan dugaan Lembu Sura bahwa lamaran kakaknya pun ternyata benar ditolak oleh Dewa. Mendengar berita itu kemudian dengan dibantu oleh Lembu Sura, Mahesasura mengamuk dan meluluh-lantahkan negeri Kahyangan. Ia pun menculik Dewi Tara dan dibawa ke kerajaan Keskendo (Kerajaan Jin di Goa Kiskendo).

Para Dewa yang menghuni kerajaan Kahyangan tidak mampu menandingi kekuatan Mahesasura dan Lembusura. Kemudian mereka rapat untuk mencari solusi guna mengalahkan dua raksasa penculik dewi Tara. Akhirnya disepakati bahwa untuk mengalahkan dua raksasa tersebut perlu menggunakan ajian sakti yaitu Aji Pancasona. Ajian sakti ini tidak boleh sembarangan digunakan karena bisa menjadi “boomerang” bila diberikan kepada orang yang salah, bisa-bisa disalahgunakan. Para dewa ini kemudian turun ke bumi, mencari sosok yang tepat untuk diberikan ajian pancasona ini bahkan mereka juga melakukan sayembara penyelamatan Dewi Tara.

Diputuskan bahwa ajian Pancasona ini akan diberikan kepada petapa dari bangsa manusia yang bernama Subali. Subali merupakan putra dari Resi Gautama dan merupakan kakak dari Sugriwa. Ia bertapa selama puluhan tahun untuk membersihkan hatinya dari keinginan duniawi.

Bathara Guru, Bathara Narada dan para dewa lainnya mendatangi Subali kemudian menyampaikan maksud kedatangannya. Subali pun diberikan Aji Pancasona yang digunakan untuk mengalahkan angakara murka di bumi dan tentu untuk mengalahkan dua raksasa yang telah menculik Dewi Tara.

Setelah setuju, Subali dan adiknya yang bernama Sugriwa kemudian melakukan perjalanan menuju Kerajaan Kiskendo. Dengan diam-diam, Subali mampu mengeluarkan Dewi Tara dari dalam Goa tanpa kesulitan yang berarti. Namun apalah jadi, berkuatan sangat besar membuat hati Subali menjadi sombong. Ia pun menyuruh Sugriwa untuk menjaga Dewi Tara di luar goa.

“Kamu jaga di luar saja. Dewi Tara aku titipkan padamu. Tetaplah berhati-hati. Jika nanti di sungai ini (sungai di sekitar goa kiskendo) airnya menjadi merah berarti aku telah membunuh raksasa itu. Tapi bila airnya bewarna putih itu artinya aku yang mati. Jika aku mati, segera kamu tutup pintu masuk goa ini dengan batu dan ilmumu” Pesan Subali kepada adiknya dengan nada sombong (NB: mana ada darah manusia bewarna putih?).

Kemudian Subali masuk ke dalam Goa dan bertarung melawan Mahesasura dan Lembu Sura. Meskipun berbadan kecil, kekuatan Subali sangat besar hingga mampu membunuh Mahesasura. Akan tetapi ketika Mahesasura telah mati ia akan hidup kembali sesaat ketika adiknya melangkahi mayatnya. Begitupun sebaliknya.

Melihat keanehan ini, Subali pun sempat dibuat kualahan. Kemudian ia berfikir untuk segera menggunakan ajiannya. Tak butuh waktu lama, badan Subali berubah menjadi besar hingga mampu meladeni duel dua lawan satu.

“Dueerrrr…..!!” Bunyi suara dari dalam Goa. Subali memegang kepala Mahesasura dan Lembusura lalu membenturkannya hingga kepala dua raksasa itu pecah. Merahnya darah dua raksasa itu dan putihnya otak kepala raksasa mencemari sungai yang mengalir menuju keluar goa.

Melihat hal ini, Sugriwa berkesimpulan bahwa Kakaknya dan dua raksasa yang menjadi musuhnya sama-sama tewas. Kemudian ia menutup Goa dengan batu besar dan menyegelnya dengan ilmu.

Sugriwa kemudian bergegas membawa sang Dewi Tara ke negeri Kahyangan. Di sana ia disambut dengan meriah dan kemudian dinikahkan dengan Dewi Tara. Merasa tidak berjasa, ia menolak pernikahan ini namun setelah berfikir bahwa kakaknya telah mati. Ia pun kemudian menyaguhinya.

Subali yang berhasil mengalahkan dua raksasa ini kaget ketika tahu bahwa goa sudah ditutup dengan batu besar dan disegel dengan ilmu Sugriwa. Ia pun marah besar dan mengutuk adiknya. Dengan menggunakan Ajian Pancasona, Subali mendobrak batu tersebut hingga pecahannya terlempar beberapa ratus meter ke atas langit.

Dengan marah akhirnya Subali mendatangi negeri Kahyangan dan bertengkar hebat dengan adiknya, Sugriwa. Namun perkelahian kakak beradik ini tidak berlangsung lama setelah sang ayah yang bernama Resi Gautama menjadi penengah terkait masalah ini. Pada akhirnya Sang ayah merestui Sugriwa menikah dengan Dewi Tara dan menyatakan bersalah bagi Subali karena sombong dan memberikan informasi yang salah kepada adiknya, “tidak mungkin manusia mempunyai darah bewarna putih”.

Perilaku Subali ini membuat keluarga Resi Gautama malu dihadapan para dewa. Kemudian sang ayah pun mengutuk Subali dengan sabdanya bahwa kelak Subali akan mati ditangan seorang manusia titisan Bathara Wisnu yang bernama Prabu Rama Wijaya.

Subali yang tidak terima atas keputusan ini akhirnya lepas kendali dan mengumumkan perang dengan Sugriwa. Pada peperangan kakak beradik ini, Sugriwa meminta bantuan Prabu Rama Wijaya untuk memanah Subali. Dan pada akhirnya Subali mati dipanah oleh Prabu Rama Wijaya. Namun sebelum kematiannya, Subali mengucapkan terima kasih pada ayahnya dan mengakui bahwa ia telah bersalah.

Fasilitas di Goa Kiskendo
Fasilitas yang telah dibangun antara lain tempat parkir, loket karcis, kios, tempat informasi, papan informasi, taman bermain anak, taman bermain keluarga, panggung kesenian, toilet, gazebo dll.

Jalan menuju tempat wisata Goa Kiskendo sudah diaspal secara halus dengan kualitas baik sehingga bisa dilalui oleh kendaraan roda dua maupun roda empat. Akan tetapi kondisi jalurnya naik-turun dan berkelok khas jalan pegunungan.

Dari Kota Yogyakarta kita bisa menuju ke lokasi ini melewati Jalan Godean, melewati sungai Progo, terus ke arah barat sampai ke kecamatan Jatimulyo Kulon Progo. Jaraknya sekitar 38 km dari Kota Jogja (Baca juga: Taman Lampion Jogja).

Daftar Pustaka:
Pusat informasi wisata alam Goa Kiskendo, Kulon Progo.
Dari situs teamtouring.net dan travel.tribunnews.com diakses tanggal 21 September 2017.

Puncak Suroloyo

Secara administrasi Puncak Suroloyo terletak di Dusun Keceme, Desa Gerbosari, Kecamatan Samigaluh, Kabupaten Kulon Progo, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Puncak tertinggi di Yogyakarta ini terletak di barisan pegunungan Menoreh yang memanjang di sisi paling barat dari Yogyakarta hingga ke Jawa Tengah.

Tempat wisata alam ini meskipun bernama Puncak Suroloyo pada dasarnya terdapat tiga puncak yaitu puncak suroloyo, puncak sariloyo dan puncak kaedran. Ketiganya saat ini sudah ditandai dengan bangunan gardu pandang yang dibuat menggunakan cor-coran semen. Letaknya masih dalam satu lokasi wisata.

Untuk mencapai puncak suroloyo dari jalan kita harus menaiki tangga sebanyak 285 anak tangga yang terbuat dari cor semen. Udara di Puncak Soroloyo sangat tipis, lembab dan sejuk karena tempat ini berada di ketinggian sekitar 1017 meter dari permukaan laut. Begitupun untuk puncak Sariloyo dan Kaedran, kita juga harus menaiki tangga namun hanya sekitar 50 anak tangga.

Pada musim kemarau, sekitar pukul 15.00 wib wilayah ini sudah berkabut dengan hawa yang sangat dingin. Sedangkan pada musim penghujan, kabut akan datang lebih cepat sekitar pukul 12.00 wib. Hal inilah yang membuat puncak Suroloyo dikenal dengan sebutan negeri di atas awan.

Dari puncak suroloyo bila tidak berkabut kita akan dapat melihat empat gunung yaitu gunung merapi dan merbabu disebelah utara, gunung sumbing dan sindoro di sebelah barat. Selain itu pula, kita juga bisa melihat Stupa Candi Borobudur. Idealnya untuk dapat melihat jelas di tempat ini sekitar pukul 10.00 wib (baca juga: Taman Lampion Jogjakarta).

Berbicara tentang ketiga puncak tertinggi di Jogja ini tidak bisa terlepas dari kisah sejarah di jaman Kerajaan Mataram Islam, sekitar abad ke-18 Masehi. Ketiga puncak tersebut pada jaman dahulu digunakan sebagai pertapaan. Ritual pertapaan digunakan seseorang yang ingin membersihkan hati, menjauhi diri dari gemerlap kehidupan dunia dan mendekatkan diri kepada Tuhan.

Dalam kitab Cabolek karya Ngabehi Yasadipura dari Keraton Surakarta mengisahkan bahwa jaman dahulu Putra Mahkota Kerajaan Mataram Islam yang bernama Raden Mas Rangsang mendapatkan wangsit untuk menjadi penguasa tanah jawa ia harus melakukan perjalanan ke arah barat. Ia kemudian berjalan melalui Kota gedhe lalu ke Godean terus ke arah barat hingga ke puncak Suroloyo. Disini ia jatuh pingsan karena kelelahan dan dalam keadaan itu, ia menerima wangsit kedua yaitu melakukan pertapaan di tempat ini. Dan Raden Mas Rangsang pun memiliki gelar Sultan Agung Hanyokrokusumo.

Selain tiga puncak itu, juga terdapat mata air yang disakralkan yang bernama Sendang Kawidodaren. Mata air ini tidak pernah kering meskipun pada musim kemarau. Kita bisa melihatnya di bawah ini.

Setiap tanggal 1 Suro kalau dalam kalender Islam yaitu 1 Muharram akan dilaksanakan acara bernama jamasan atau ritual tolak bala. Ritual tolak bala bermaksud agar Tuhan memberikan keselamatan bagi penduduk Suroloyo sekaligus sebagai ucapan syukur kepada Tuhan atas rizki, karunia dan anugerahnya.

Ritual ini berisi dzikir tahlil dan doa bersama sekaligus shodaqoh makanan dari hasil bumi yang dibentuk seperti gunungan. Gunungan ini nantinya dibagikan secara umum sehingga masyarakat akan berebut. Bagi umat Islam, makanan halal apalagi yang telah diberi do’a dipercaya akan mengandung berkah dari Tuhan Yang Maha Kuasa.

Selain acara tolak bala di tanggal 1 Suro ini dilakukan pula acara kesenian tradisional khas Yogyakarta yaitu kirab dua pusaka atau benda bersejarah. Dua pusaka (Tombak Kyai Manggolo Murti dan Songsong Kyai Manggolo Dewo) akan dibawa menuju Sendang Kawidodaren. Disini keduanya akan dibersihkan.

Acara kesenian ini memiliki makna filosofinya. Tombak Kyai Manggolo Murti merupakan simbol yang menasehatkan kepada kita bahwa seorang pemimpin itu dalam melayani rakyatnya harus senantiasa berdiri di jalan yang lurus seperti lurusnya tombak, jangan seperti keris yang berkelok-kelok. Sedangkan Songsong Kyai Manggolo Dewo yang merupakan payung bermakna bahwa seorang pemimpin harus dapat memayungi rakyatnya dalam bingkai kesatuan dalam keadaan tentram, aman dan damai (Baca juga: Desa Wisata Kalibiru).

Informasi Tiket:
Tiket masuk Rp 2.000/orang
Parkir Rp 2.000/motor dan Rp 5.000/mobil

Fasilitas:
Pendopo, toilet, musholla, tempat parkir, kios makanan, gardu pandang, taman.

Daftar Pustaka:
Informasi tempat pariwisata Puncak Suroloyo, dikunjungi pada hari Rabu, 5 Juli 2017.
Website www.buruan.co yang berjudul “Suroloyo: Antara Mitos dan Tradisi”. Diakses tanggal 20 September 2017.
Wbsite www.njogja.co.id yang berjudul “Puncak Suroloyo”. Diakses tanggal 20 September 2017.

Desa Wisata Kalibiru Kulon Progo

Desa wisata Kalibiru Kulon Progo secara administrasi terletak di jalan Sermo, Kalibiru, Hargowilis, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Tempat wisata ini bertema wisata alam dan budaya. Secara geografis, desa wisata Kalibiru berada diketinggian sekitar 450 meter dari permukaan laut dan berada di atas perbukitan Menoreh, sebelah barat kabupaten Bantul dan Kota Yogyakarta.

Di sekitar lokasi wisata kita akan melewati hutan pinus dan hutan biasa yang ditumbuhi berbagaimacam jenis pepohonan. Sedangkan di lokasi wisata kita bisa melihat waduk sermo dan bila cuaca tidak berkabut kita bisa melihat laut samudera Indonesia dari kejauhan.

Oleh karena ini merupakan wisata alam, maka dibuatlah jalan untuk pejalan kaki sepanjang 300 meter. Kondisi jalan setapak di lokasi wisata sudah sangat bagus dan layak karena sudah berupa cor semen. Namun meski begitu ada baiknya jika kita tetap waspada terutama di musim penghujan. Lokasi wisata yang berada di lereng pegunungan yang sangat curam membuat wilayah ini termasuk daerah rawan bencana tanah longsor.

Jika dilihat dari denah yang ada, desa wisata Kalibiru ini dibuat memanjang menuruni tebing melalui jalan setapak. Di perjalanan terdapat beberapa titik spot foto, permainan alam seperti flying fox, high rope, gardu pandang dan aneka permainan untuk menunjang aktivitas outbond atau jelajah medan. Selain itu juga ada jalur trecking, mulai dari jalur ringan 3 km sampai jalur panjang sekitar 5 km.

Informasi harga spot foto di Kalibiru
• Spot hight rope Rp 35.000/orang
• Spot Panggung Rp 15.000/orang
• Spot 1 Rp 15.000/orang
• Spot Bundar Rp 15.000/orang
• Spot dua Rp 10.000/orang
• Spot tiga Rp 10.000/orang
• Spot oval Rp 10.000/orang

Harga di atas bisa saja berubah sewaktu-waktu. Tiket masuk Rp 10.000/orang, biaya parkir Rp 3.000/motor dan Rp 5.000/mobil.

Beberapa fasilitas yang ada di desa wisata Kalibiru ini antara lain:
• Musholla
• Toilet
• Warung makan
• Tempat parkir
• Loket retribusi
• Joglo
• Kantor resmi
• Penginapan/pondok
• Papan informasi

Dulunya desa wisata ini masih sangat sederhana, belum ada pembangunan yang lengkap sebagai tempat wisata profesional. Namun kemudian mendapat suntikan dana dari Bank Mandiri yang kemudian digunakan untuk membangun fasilitas-fasilitas yang cukup komplit (baca juga: pantai baru jogja).

Kapan waktu yang tepat untuk mengunjungi wisata alam Kalibiru Jogjakarta ini?

Kita bisa mengunjungi desa wisata ini setiap hari. Paling bagus diwaktu pagi hari atau di siang hari. Musim yang cocok untuk berkunjung yaitu dimusim kemarau. Adapun jam operasionalnya dimulai pukul 06.00 wib hingga 17.00 wib.

Daftar Pustaka:
Pusta informasi wisata alam Kalibiru Kulon Progo Yogyakarta, dikunjungi hari Kami, tanggal 6 Juli 2017.

Perkembangan Teori Atom

Pembahasan perkembangan teori atom pada halaman ini lebih kita tekankan pada nilai sejarah sehingga kita bisa memiliki gambaran tentang bagaimana teori atom ini mengalami penyempurnaan seiring perkembangan jaman.

Seperti yang telah dijelaskan pada halaman berjudul partikel penyusun atom disitu diterangkan bahwa istilah atom berasal dari bahasa Yunani yang muncul dari sebuah pemikiran bila sebuah materi misalnya kayu, kita potong-potong sampai pada ukuran kecil. Kemudian kita potong terus hingga mencapai bagian ukuran tekecil yang tidak bisa dibagi lagi, maka bagian tersebut kita namakan sebagai atom. Konsep pemikiran ini pertama kali dikemukakan oleh Democritus yang hidup pada tahun 460-370 Sebelum Masehi.

Pendapat democritus ini murni hanyalah berupa pemikiran, bukan penelitian ilmiah yang disertai bukti-bukti dari hasil percobaan. Namun dalam perkembangannya, pemikiran Democritus ini menjadi semacam tantangan bagi kalangan ilmuwan sekaligus membuka pintu penelitian atom hingga saat ini. Siapa saja peneliti yang mencoba menguak misteri atom? Simak penjelasannya berikut ini.

1. Teori atom Dalton
Jhon Dalton (1803) melakukan penelitian terhadap atom dengan menggunakan dua landasan teori yaitu hukum kekekalan massa (berbunyi: “massa zat sebelum dan sesudah reaksi sama”) dan hukum perbandingan tetap (berbunyi:” perbandingan massa unsur-unsur dalam suatu senyawa adalah tetap dan tertentu”).

Ada lima teori yang diajukan oleh Dalton yaitu:

  • Atom merupakan partikel terkecil penyusun materi.
  • Atom penyusun unsur bersifat identik.
  • Atom penyusun unsur tidak dapat dirubah menjadi atom penyusun unsur lainnya.
  • Senyawa merupakan gabungan dari dua atom atau lebih dengan perbandingan yang tetap dan tertentu.
  • Reaksi kimia terjadi karena pengurangan atau penambahan atom hingga membentuk senyawa yang baru.

Masih bingung dengan istilah materi, unsur dan senyawa? Baca artikel berjudul Materi dan Wujudnya.
Teori atom Jhon Dalton ini hanya bisa bertahan dalam waktu 90 tahun. Pada tahun 1886, Eugene Goldstein menemukan partikel listrik bermuatan positif yang dinamakan proton. Kemudian pada tahun 1897, Thomson menemukan partikel bermuatan negatif yang dinamakan elektron. Disusul pada tahun 1932, James Chadwick juga menemukan muatan netral yang dinamakan neutron. Nah, model atom Jhon Dalton ini dinilai lemah karena tidak mampu menerangkan sifat kelistrikan pada atom.

2. Teori atom Thomson
Setelah melakukan percobaan menggunakan tabung sinar katoda, Thomson melihat atom dari sisi sifat kelistriknnya guna memperbaiki teori Dalton yang dinilai lemah. Menurut Thomson atom bersifat netral dimana di dalamnya terdapat muatan positif dan muatan negatif yang saling menetralkan. Model atom Thomson dapat di lihat pada gambar di bawah ini.

Model atom Thomson ini terkenal dengan sebutan model atom roti kismis karena seperti roti kismis. Atau kalau di Indonesia seperti onde-onde, muatan positif dan negatif itu ya seperti taburan biji wijen pada onde-onde.

3. Teori atom Rutherford
Philipp Lenard pada tahun 1903 berpendapat bahwa teori atom Thomson yang menyatakan atom berbentuk bola pejal dengan muatan positif dan negatif yang saling menetralkan tidaklah benar. Pemikiran ini menjadi inspirasi Ernest Rutherford (1911) untuk melakukan penelitian lebih lanjut dengan dibantu dua asistennya yang bernama Hans Geiger dan Ernest Marsden.

Rutherford melakukan penelitian dengan cara menembakkan partikel alpha (α) yang bermuatan positif ke lempengan tipis emas. Di sekitar lempengan emas telah dipasangi sensor pendeteksi hamburan sinar alpha secara melingkar.

Dari percobaan ini, diperoleh fakta diantaranya:

  • Sebagian besar sinar alpha menembus lempengan emas. Itu artinya sinar alpha tidak mengalami tabrakan dengan partikel penyusun atom. Dengan kata lain, di dalam atom terdapat banyak ruang hampa (bukan pejal).
  • Sebagian kecil sinar alpha terbelokkan. Ini menandakan telah terjadi tabrakan antara partikel alpha (muatan positif) dengan inti atom (muatan positif). Bahkan ada yang dipantulkan kembali. Nah, yang dipantulkan kembali ini menabrak tepat di tengah inti atom emas.

Kemudian disimpulkan bahwa atom terdiri dari inti atom bermuatan postif dan dikelilingi oleh elektron yang bermuatan negatif dengn lintasan berupa lingkaran atau ellips. Dan mengajukan model atom seperti gambr di bawah ini.

Model atom Rutherford juga dinilai memiliki kelemahan karena tidak bisa menjawab pertanyaan kestabilan atom. Apabila elektron berputar mengelilingi inti, maka ia akan terus mengeluarkan energi sehingga bila energinya habis, maka elektron yang bermuatan negatif akan jatuh ke inti atom yang bermuatan positif (hukum Coulomb). Ini menandakan bahwa menurut model atom Rutherford bahwa atom bersifat tidak stabil . Hal ini bertentangan dengan pehamanan bahwa atom bersifat stabil.

Selain itu, faktanya bahwa spektrum atom hidrogen yang hanya memiliki satu elektron ternyata spektrumnya berbentuk diskrit bukan kontinyu. Bila mengacu pada model atom Rutherford, seharusnya spektrumnya berbentuk kontinyu karena elektron memancarkan energi radiasi.

4. Teori atom Niels Bohr
Untuk menyempurnakan teori atom Rutherford, Niels Bohr melakukan pengamatan spektrum atom dengan tetap berpegang teori mekanika kuantum Planck. Ia melakukan pemanasan terhadap atom Hidrogen sehingga mempunyai spektrum yang khas pada tingkatan energi tertentu. Ia melakukan pendekatan sesuai sifat dualisme yaitu sebagai partikel dan gelombang.

Pada tahun 1913, Bohr menyampaikan dua postulat yaitu:

  • Elektron yang mengelilingi inti memiliki orbit (kulit) tertentu. Elektron tidak memancarkan atau menyerap energi sehingga hal inilah yang membuat energi elektron konstan.
  • Jika elektron menyerap energi dari luar, maka ia akan naik ke kulit/orbit yang lebih tinggi kemudian akan kembali ke kulit/orbitnya yang semula sembari memancarkan energi radiasi.

Model atom Niels Bohr seperti pada gambar di bawah ini.

Gambar. Model atom Bohr, A) Elektron mendapatkan energi dari luar, B) Elektron menyerap energi dan naik ke kulit yang lebih tinggi, C) kemudian elektron kembali ke kulit semula dengan memancarkan energi radiasi.
Model atom Bohr ini hanya bisa menjelaskan keadaan atom sederhana, misalnya atom Hidrogen yang hanya dikelilingi satu buah elektron namun tidak bisa menjelaskan keadaan atom yang dikelilingi oleh banyak elektron. Selain itu orbit elektron berbentuk ellips, bukan lingkaran sebagaimana yang dikemukakan Bohr.

5. Teori mekanika kuantum
Setelah penelitian oleh Bohr kemudian penelitian ini dilanjutkan oleh Schrodinger, Heisenberg dan Paul Dirac dimana diketahui bahwa orbital merupakan ruang kebolehjadian ditemukannya elektron. Dan bukan hanya itu saja, sebuah partikel yang bergerak juga dapat memancarkan gelombang. Kita akan membahasnya di halaman lain.

Daftar Pustaka:
Harnanto, Arie dan Ruminten. 2009. Kimia I. Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional.
Zulfikar. 2008. Kimia Kesehatan Jilid 1. Jakarta: Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan.

Partikel Penyusun Atom

tabung katode (Brown & LeMay, 1977)

Partikel Penyusun Atom – Istilah Atom pertama kali diperkenalkan ke publik oleh Democritus yang diambil dari kata atomos dimana yang dalam bahasa Yunani a berarti tidak dan tomos berarti dibagi. Dengan kata lain atom merupakan partikel terkecil yang tidak bisa dibagi lagi. Diameternya bisa sekitar 3 hingga 5 nm.

Hingga hari ini belum ada teknologi yang bisa memberi gambaran asli dari wujud atom secara jelas. Para ilmuwan hanya bisa memprediksi kemudian membuat model atom berdasarkan sifat-sifatnya. Penelitian atom terus berkembang, berbagai perubahan model atom pernah dikemukakan oleh para ahli. Misalnya saja teori atom Dalton, Thomson, Rutherford dan Bohr. Kita akan membahasnya di halaman lain yang berjudul Perkembangan Teori Atom.

Apa sajakah partikel penyusun atom itu ?

Penggaris plastik merupakan materi yang tersusun dari atom. Apa itu materi? Silahkan baca artikel berjudul Materi dan Wujudnya. Penggaris ini bila kita gosokkan ke rambut yang kering, maka akan dapat menarik sobekan-sobekan atau potongan kertas berukuran kecil. Darisini kita akan mengetahui bahwa penggaris plastik memiliki sifat listrik. Oleh karena penggaris plastic terdiri dari atom, maka bisa dikatakan bahwa atom memiliki sifat listrik.

Sifat kelistrikan pada atom diteliti oleh para ilmuwan diantaranya J.J. Thompson, Eugen Goldstein, Ernest Rutherford, W. Bathe, H. Becker dan James Chadwick.

A. Proton
Eugen Goldstein pada tahun 1886 melakukan percobaan dengan memodifikasi tabung sinar katode yang ditemukan oleh William Crookes dengan cara melobangi lempeng katode. Dari percobaan ini ditemukan bahwa gas yang berada di belakang katode menjadi berpijar. Hal ini berarti radiasi dari anode menembus lempengan katode melalui lubang yang sebelumnya telah dibuat.

    1. Sifat sinar anode ini yaitu:
      Merupakan radiasi partikel karena mampu memutar baling-baling.
    2. Radiasi ini bila dibelokkan menggunakan medan magnet, maka akan menuju ke kutub magnet negatif. Itu artinya radiasi sinar ini bermuatan positif (itulah sebabkan kemudian dinamakan anode yang kemudian dinamakan proton).
    3. Partikel sinar anode bergantung pada jenis gas yang ada di dalam tabung.

Massa proton terkecil diperoleh pada atom Hidrogen yaitu Massa 1 proton = 1 sma = 1,66 × 10-24 gram dengan muatan 1 proton = +1 = 1,6 × 10-19 C.

B. Elektron
Joseph John Thomson pada tahun 1897 melakukan percobaan dengan menggunakan tabung sinar katode. Terdapat dua plat elektroda dimana salah satu plat logam yang terdapat pada ujung tabung berfungsi sebagai katoda. Kedua plat ini dimasukkan ke dalam tabung kaca bertekanan rendah kemudian dialirkan listrik bertegangan tinggi hingga mampu melepas elektron dari katoda ke anoda.

Sinar katoda tidak dapat kita lihat menggunakan mata telanjang namun kita bisa mengetahui bahwa sinar ini ada dari berpenjarnya lapisan tabung kaca bagian dalam akibat adanya benturan antara elektron dengan dinding tabung. Atau kita bisa melihatnya jika sinar katoda kita benturkan ke layar ber-fluoresensi (layar yang dapat berpendar) setelah terlebih dahulu kita beri lubang pada plat logam anoda. Seperti gambar di bawah ini.

(Brown & LeMay, 1977)

Dari hasil percobaannya ditemukan sifat sinar katode yaitu:

    1. Merupakan radiasi partikel karena mampu memutar baling-baling.
    2. Radiasi ini bila dibelokkan menggunakan medan magnet, maka akan menuju ke kutub magnet positif. Itu artinya sinar katode bermuatan negatif.
    3. Partikel katoda merambat tegak lurus dari lempengan katode menuju anode.
    4. Sinar katoda tidak tergantung pada jenis plat logam yang digunakan.
    5. Sinar katoda dapat kita buat dengan listrik tegangan tinggi.

Dari sifat inilah kemudian oleh J.J Thomson menamakan partikel penyusun atom bermuatan negatif ini sebagai elektron. Setelain ini J.J Thomson juga menemukan perbandingan muatan elektron terhadap massa yaitu 1,76 × 108 C/g yang kemudian pada tahun 1909, Robert Millikan berhasil menemukan besarnya muatan sebuah elektron yaitu 1,6 × 10-19 C. Dengan demikian, maka kita peroleh massa 1 elektron sebesar 9,1095×10-31 Kg.

C. Neutron
Setelah ditemukan adanya proton di dalam inti atom, didapati bahwa ternyata massa inti atom selalu lebih besar daripada proton. Darisinilah kemudian para peneliti berpendapat bahwa ada partikel lain di dalam inti (selain proton) yang muatannya netral.

W. Bothe dan H. Becker pada tahun 1930 melakukan penembakan menggunakan partikel alpha (α) ke inti atom berilium. Ditemukan adanya radiasi partikel yang memiliki daya tembus besar. Dua tahun sesudahnya yaitu tahun 1932, James Chadwick melakukan penelitian lebih lanjut dimana ditemukan bahwa partikel tersebut bermuatan netral dan memiliki massa hampir sama dengan partikel proton (bermuatan positif). Partikel ini kemudian dinamakan sebagai neutron.

Daftar Pustaka
Brown, Theodore L & Lemay, H. Eugene, J.R. 1977. Chemisty, The Central Science.
Prentice-Hall. Inc.
Harnanto, Arie dan Ruminten. 2009. Kimia I. Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional.
Permana, Irvan. 2009. Memahami Kimia I. Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional.
Ratna dkk. 2008. Kimia Jilid 1. Jakarta: Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan.