Struktur Membran Sel Lipid Bilayer

Struktur Membran Sel Lipid Bilayer

Struktur Membran Sel Lipid Bilayer – Pada halam ini kita akan mempelajari tentang Struktur Membran Sel Lipid Bilayer. Nah, membran tersusun atas dua senyawa yaitu protein dan lipida dimana protein merupakan penyumbang berat terbanyak di 2/3 total berat kering suatu membran.

Pada umumnya membran biologis bisa dikatakan sama, entah dia berasal dari sel manapun. Dengan menggunakan mikroskop elektron kita dapat mengetahui ketebalan membran yang pada umumnya dapat berkisar antara 7,5 nm sampai 10 nm.

Struktur Membran Sel Lipid Bilayer

Bagaimana gambar struktur membran sel dan bagian-bagiannya ? silahkan lihat gambar ilustrasi di bawah ini.

Struktur Membran Sel Lipid Bilayer

1. Lipid

Pada struktur membran sel (seperti pada gambar di atas), lipid tersusun atas lemak yang bersenyawa dengan fosfat atau yang dinamakan dengan fosfolipid. Jumlah fosfolipid di dalam membran sel sangatlah melimpah, terdiri dari 1 kepala dan sepasang ekor.

Fosfolipid sering disebut juga sebagai fosfolipid ganda karena pada bagian “tubuhnya” memiliki sifat ganda yang saling bertolak belakang. Ini disebabkan karena pada bagian kepala berikatan dengan molekul fosfat yang memiliki sifat dapat mengikat air (hidrofilik). Sedangkan pada bagian ekor (sepasang ekor) berikatan dengan molekul lemak yang bersifat tidak dapat mengikat air (hidrofobik).

Baca juga: Pengertian sel

Setiap spesies memiliki tingkat proporsi dan jenis molekul protein dan lipida yang berbeda-beda tergantung dari kondisi fisiologis dari sel spesies itu sendiri. Kita bisa menjumpainya pada membran plasma, mitokondria, tonoplas, kloroplas, glioksikom atau inti sel.

Selain itu, komposisi dari protein dan lipida juga bisa berbeda-beda untuk tiap spesiesnya. Namun pada umumnya jenis lipida yang dijumpai seperti glikolipida, fosfolipida dan sterol.

Adapun dua jenis glikolipida yang sering kita jumpai adalah monogalaktosildigliserida (terdapat 1 molekul galaktosa) dan digalaktosildigliserida (terdapat 2 molekul galaktosa). Sedangkan jenis fosfolipida yang sering kita jumpai yaitu fosfatidil kholin, fosfatidil gliserol, fosfatidil etanolamin dan fosfatidil inositol.

2. Kolestrol

Kolestrol terletak di dekat kepala fosfolipid atau dengan kata lain berada di dalam lipid bilayer. Fungsi kolestrol yakni untuk menjaga konsistensi dan kestabilan fosfolipid dalam keadaan apapun, misalnya dalam keadaan panas atau dingin.

Kolestrol pada hewan tertentu dapat mencapai 50% dari lemak yang ada di dalam struktur membran sel. Akan tetapi tidak ada pada plasma bakteri maupun tumbuhan.

Baca juga: fungsi sel

3. Karbohidrat

Karbohidrat tersusun atas kurang dari 15 unit gula dimana di dalam struktur membran sel ada dua macam karbohidrat yaitu glikolipid dan glikoprotein. Dinamakan glikolipid karena menempel pada lipid sedangkan penamaan glikoprotein disebabkan karena menempel pada protein.

Nah, glikolipid dan glikoprotein ini berfungsi sebagai pembeda dan penyusun tipe sel dari macam-macam sel yang ada atau bahasa mudahnya sebagai identitas atau tanda pengenal. Kenapa begitu? karena setiap sel seseorang memiliki susunan glikolipid dan glikoprotein yang berbeda.

Oleh karena itu jika ada sel dari luar masuk ke dalam tubuh, maka akan tertolak karena susunan glikolipid dan glikoproteinnya berbeda dengan susunan glikolipid dan glikoprotein yang ada di dalam sel tubuh. Akibatnya akan membuat sistem imun tubuh atau kekebalan tubuh bereaksi.

4. Protein

Bila melihat pada struktur membran sel , protein dapat dibedakan menjadi tiga tipe yakni protein katalitik (enzim), protein pembawa (carrier) dan protein struktural.

a. Protein katalitik

Protein ini kebanyakan berupa enzim ATPase yang mampu memacu hidrolisis ATP menjadi ADP dan H2PO3. Dan membran biologis pada umumnya memiliki lebih dari atau minimal satu jenis ATPase.

b. Protein pembawa

Selain protein katalitik, ditemukan pula protein jenis lain pada membran yaitu protein pembawa. Nah, protein jenis ini berfungsi mengangkut berbagai ion dan molekul sehingga mampu menembus lapisan membran.

c. Protein struktural

Pada membran ditemukan pula protein yang tidak memiliki fungsi secara enzimatik dan tidak melakukan atau tidak berperan dalam proses pengangkutan ion dan molekul. Protein ini dinamakan sebagai protein struktural.

Senyawa lipida memiliki karakteristik yang khas yakni memiliki gliserol dengan 3 atom karbon sebagai tulang punggung dimana sekitar 2 hingga 3 dari atom karbon tersebut nantinya akan teresterifikasi menjadi asam lemak dengan 16 hingga 18 atom karbon. Asam lemak yang dihasilkan ini akan memiliki sifat menjauh dari air (hidrofobik) sedangkan gliserol sendiri memiliki sifat dapat menarik air (hidrofilik).

Pada lapisan membran sel, bagian lipida yang bersifat hidrolifik akan terikat pada molekul air dan menempatkannya berada pada permukaan kedua sisi membran sedangkan bagian yang mengandung asam lemak akan terdorong menuju ke bagian dalam (internal) membran.

Sekitar 1/5 dari lipida pada membran plasma dan tonoplasma merupakan sterol. Sterol ini terdiri dari rantai panjang yang banyak mengandung hidrogen dan karbon sehingga memiliki sifat hidrofobik dan sebagian kecil bersifat hidrofilik. Sterol ini berfungsi untuk menjaga stabilitas membran.

Selain tiga komponen di atas , dalam struktur membran sel juga terdapat komponen lainnya yakni Ca2+ yang berfungsi untuk mengangkut bahan-bahan terlarut ke dalam organel-organel sel, misalnya sitoplasma. Ion kalsium ini dapat mencegah bahan-bahan yang tadinya sudah diangkut kedalam organel-organel tidak merembes keluar (Baca Juga: Fisiologi Tumbuhan).

Nah, bila ada pertanyaan tentang Struktur Membran Sel Lipid Bilayer bisa ditulis di bawah ini.

Daftar Pustaka

Lakitan, Benyamin.2012.Dasar-Dasar Fisiologi Tumbuhan.Depok:PT. Rajagrafindo Persada.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

7 Komentar

    1. Berdasarkan fungsinya, lipid yang berfungsi menyusun membran dinamakan sebagai lipid struktural (Phospholipids dan Glycolipids)

    1. Secara umum, struktur membran bilayer terdiri dari dua bagian. Yang pertama, bagian kepala yang punya karakteristik suka air (hidrofilik). Bagian ini tersusun dari molekul fosfat dan gugus polar.

      Yang kedua, bagian ekor dimana memiliki karakteristik tidak suka air (hidrofobik). Bagian ini tersusun dari asam lemak dan gliserol.

      Gambarnya seperti pada artikel. Bagian kepala itu yang bentuknya bundar. Sedangkan ekor berada di bagian dalam.