Struktur Membran Sel

Struktur Membran Sel – Pada halam ini kita akan mempelajari tentang struktur dan senyawa penyusun membran sel. Nah, membran tersusun atas dua senyawa yaitu protein dan lipida dimana protein merupakan penyumbang berat terbanyak di 2/3 total berat kering suatu membran.

Pada umumnya membran biologis bisa dikatakan sama, entah dia berasal dari sel manapun. Dengan menggunakan mikroskop elektron kita dapat mengetahui ketebalan membran yang pada umumnya dapat berkisar antara 7,5 nm sampai 10 nm.

Struktur Membran Pada Sel

Gambar. Struktur Membran Sel (Sumber: Shmoop.com)

Setiap spesies memiliki tingkat proporsi dan jenis molekul protein dan lipida yang berbeda-beda tergantung dari kondisi fisiologis dari sel spesies itu sendiri. Kita bisa menjumpainya pada membran plasma, mitokondria, tonoplas, kloroplas, glioksikom atau inti sel. Selain itu, komposisi dari protein dan lipida juga bisa berbeda-beda untuk tiap spesiesnya. NaPmun pada umumnya jenis lipida yang dijumpai seperti glikolipida, fosfolipida dan sterol. Adapun dua jenis glikolipida yang sering kita jumpai adalah monogalaktosildigliserida (terdapat 1 molekul galaktosa) dan digalaktosildigliserida (terdapat 2 molekul galaktosa). Sedangkan jenis fosfolipida yang sering kita jumpai yaitu fosfatidil kholin, fosfatidil gliserol, fosfatidil etanolamin dan fosfatidil inositol.

Bila melihat pada struktur membran sel , protein dapat dibedakan menjadi tiga tipe yakni protein katalitik (enzim), protein pembawa (carrier) dan protein struktural.

a. Protein katalitik

Protein ini kebanyakan berupa enzim ATPase yang mampu memacu hidrolisis ATP menjadi ADP dan H2PO3. Dan membran biologis pada umumnya memiliki lebih dari atau minimal satu jenis ATPase.

b. Protein pembawa

Selain protein katalitik, ditemukan pula protein jenis lain pada membran yaitu protein pembawa. Nah, protein jenis ini berfungsi mengangkut berbagai ion dan molekul sehingga mampu menembus lapisan membran.

c. Protein struktural

Pada membran ditemukan pula protein yang tidak memiliki fungsi secara enzimatik dan tidak melakukan atau tidak berperan dalam proses pengangkutan ion dan molekul. Protein ini dinamakan sebagai protein struktural.

Senyawa lipida memiliki karakteristik yang khas yakni memiliki gliserol dengan 3 atom karbon sebagai tulang punggung dimana sekitar 2 hingga 3 dari atom karbon tersebut nantinya akan teresterifikasi menjadi asam lemak dengan 16 hingga 18 atom karbon. Asam lemak yang dihasilkan ini akan memiliki sifat menjauh dari air (hidrofobik) sedangkan gliserol sendiri memiliki sifat dapat menarik air (hidrofilik).

Pada lapisan membran sel, bagian lipida yang bersifat hidrolifik akan terikat pada molekul air dan menempatkannya berada pada permukaan kedua sisi membran sedangkan bagian yang mengandung asam lemak akan terdorong menuju ke bagian dalam (internal) membran.

Sekitar 1/5 dari lipida pada membran plasma dan tonoplasma merupakan sterol. Sterol ini terdiri dari rantai panjang yang banyak mengandung hidrogen dan karbon sehingga memiliki sifat hidrofobik dan sebagian kecil bersifat hidrofilik. Sterol ini berfungsi untuk menjaga stabilitas membran.

Selain tiga komponen di atas , dalam struktur membran sel juga terdapat komponen lainnya yakni Ca2+ yang berfungsi untuk mengangkut bahan-bahan terlarut ke dalam organel-organel sel, misalnya sitoplasma. Ion kalsium ini dapat mencegah bahan-bahan yang tadinya sudah diangkut kedalam organel-organel tidak merembes keluar (Baca Juga: Fisiologi Tumbuhan).

[color-box]Lakitan, Benyamin.2012.Dasar-Dasar Fisiologi Tumbuhan.Depok:PT. Rajagrafindo Persada.[/color-box]

Tim Siswapedia

Tim Siswapedia

"Kami mendukung pendidikan gratis di Indonesia"

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *