Macam-Macam Penyakit Usus

  • Whatsapp
Macam-Macam Penyakit Usus
Macam-Macam Penyakit Usus

Macam-Macam Penyakit Usus – Sistem pencernaan, termasuk organ usus menjadi bagian terpenting di tubuh kita. Sebab, organ usus berkaitan dengan penyerapan zat gizi makanan yang akan berpengaruh pada kesehatan tubuh kita. Namun, yang namanya organ tubuh memang bisa mengalami gangguan atau penyakit. Hal ini menyebabkan fungsi sistem pencernaan jadi kurang optimal. Akibatnya, kita bisa mengalami gangguan kesehatan tertentu deh.

Nah, gangguan pada organ pencernaan terutama usus ini ada bermacam-macam jenisnya lho. Mulai dari yang ringan hingga yang berat, kita harus mengetahuinya supaya bisa mengantisipasi agar penyakit tersebut nggak terjadi pada tubuh kita. Kira-kira, apa saja ya jenis penyakit yang bisa menyerang organ usus, baik usus halus maupun usus besar?

Macam-macam penyakit yang bisa menyerang usus

1. Apendisitis (radang usus buntu)

Penyakit yang satu ini mungkin nggak asing di telinga kita. Ya, apendisitis atau radang usus buntu merupakan penyakit sistem pencernaan di mana terdapat peradangan pada apendiks (usus buntu). Lalu apa saja ya gejala saat kita mengalami radang usus buntu?

Tanda dan gejala radang usus buntu

  • Nyeri pada perut bagian atas atau sekitar pusar
  • Nyeri di perut bagian kanan bawah
  • Kehilangan nafsu makan
  • Mual dan muntah
  • Diare
  • Sembelit
  • Gangguan pencernaan
  • Demam.

Penyebab apendisitis (radang usus buntu)

Apendisitis masih belum diketahui penyebab pastinya. Namun, penyakit ini dapat terjadi apabila ada bagian dari usus buntu yang tersumbat. Penyumbatan usus buntu ini bisa memicu pertumbuhan bakteri yang memicu pembengkakan dan munculnya nanah. Nah, sumbatan tersebut bisa disebabkan oleh:

  • Penumpukan feses (kotoran) yang mengeras
  • Folikel limfoid membesar
  • Adanya cacing usus
  • Cedera traumatis
  • Tumor.

Jika mengalami radang usus buntu, penanganannya biasanya dengan operasi pengangkatan usus buntu. Sebab jika apendisitis ini dibiarkan, maka bisa menyebabkan infeksi selaput rongga perut.

2. Inflammatory Bowel Disease (IBD)

Penyakit yang bisa menyerang usus berikutnya ada Inflammatory Bowel Disease (IBD). IBD atau disebut juga radang usus merupakan peradangan pada saluran pencernaan yang ditandai oleh adanya iritasi atau luka. Bagi yang mengalami IBD ini, maka terdiri dari 2 penyakit di dalamnya, yaitu kolitis ulseratif dan Crohn’s disease. Kolitis ulseratif adalah peradangan kronis yang terjadi pada usus besar. Sementara itu Crohn’s disease menjadi peradangan yang terjadi di seluruh sistem pencernaan, mulai dari mulut hingga anus.

Tanda dan gejala Inflammatory Bowel Disease (IBD)

Jika seseorang mengalami penyakit IBD alias radang usus, tentu akan timbul gejala-gejala tertentu. Gejala-gejala yang muncul akan bergantung pada lokasi dan tingkat keparahan inflamasi. Nah, yang seringkali menjadi gejala antara lain sebagai berikut.

  • Diare
  • Tinja yang mengandung darah (karena adanya luka pada bagian tertentu)
  • Sakit perut, kram, dan terasa kembung
  • Mengalami penurunan berat badan
  • Anemia.

Penyebab Inflammatory Bowel Syndrome (IBD)

Yang menyebabkan adanya penyakit IBD tentunya adalah iritasi atau luka di saluran pencernaan. Ada beberapa faktor yang memicu terjadinya iritasi tersebut atau disebut juga faktor risiko IBD, antara lain:

  • Genetik atau riwayat keturunan

Faktor risiko yang memicu adanya kolitis ulseratif maupun Crohn’s disease salah satunya adalah karena faktor keturunan. Jika kita memiliki anggota keluarga yang ada penyakit ini, bisa saja karena struktur genetik kita memicu penyakit ini lebih mudah menyerang tubuh kita.

  • Respon autoimun

Faktor risiko IBD berikutnya adalah respon autoimun di mana sistem imun di tubuh kita bukannya memakan sel-sel infeksi penyebab penyakit, tetapi memakan sel-sel tubuh kita sendiri. Hal ini dapat menyebabkan inflamasi di saluran pencernaan yang apabila terjadi dalam kurun waktu tertentu, lama-lama bisa semakin parah.

  • Kebiasaan merokok

Salah satu pola hidup nggak sehat seperti kebiasaan merokok pun bisa memicu terjadinya penyakit IBD lho. Bahkan, nantinya kebiasaan merokok ini dapat menyebabkan komplikasi dari penyakit ini.

  • Usia

Penyakit IBD pada umumnya dapat terjadi pada semua kalangan usia. Namun, sebagian besar yang mengalami penyakit ini terjadi sebelum usia 35 tahun.

  • Faktor lingkungan

Ada juga nih faktor lingkungan yang meningkatkan risiko terjadinya penyakit radang usus. Faktor lingkungan ini misalnya pada orang yang hidup di perkotaan, maka pola makan akan cenderung nggak sehat karena akses untuk konsumsi junk food dan processed food lebih mudah. Selain itu, kebiasaan hidup sedentary (kurang aktivitas fisik) misalnya pada pekerja kantoran juga memicu risiko IBD.

Komplikasi Inflammatory Bowel Disease (IBD)

Penyakit IBD ini jika nggak ditangani dengan baik, maka bisa menyebabkan komplikasi yang membahayakan tubuh lho. Komplikasi tersebut antara lain:

  • Malnutrisi (kekurangan gizi)
  • Dehidrasi
  • Peradangan pada kulit, mata, dan sendi
  • Obstruksi usus
  • Kanker kolorektal
  • Terbentuknya fistula (saluran yang abnormal).

Nah, itu dia pembahasan mengenai penyakit usus yang disebut Inflammatory Bowel Syndrom (IBD). Penyakit ini cukup kompleks, sehingga jika mengalami gejala tertentu, segera periksakan ke dokter, ya.

3. Penyakit celiac

Macam-macam penyakit usus selanjutnya adalah celiac disease atau disebut juga penyakit celiac. Penyakit celiac sendiri adalah gangguan pada pencernaan akibat sistem imun yang abnormal bereaksi melawan makanan yang mengandung gluten. Gluten sendiri merupakan salah satu jenis protein pada makanan yang terbuat dari gandum dan biji-bijian. Makanan yang mengandung gluten misalnya adalah roti, pasta, kue, dan sereal.

Pada penyakit celiac, sistem imun yang bereaksi dengan gluten akan membentuk racun yang bisa merusak villi (jonjot usus untuk membantu penyerapan makanan). Jika villi usus rusak, maka zat gizi dalam makanan nggak bisa diserap dengan baik yang berakibat pada malnutrisi maupun gangguan kesehatan yang lebih parah.  

Tanda dan gejala penyakit celiac

Penyakit celiac bisa terjadi pada anak-anak maupun orang dewasa dengan gejala yang berbeda. Pada anak-anak, gejala yang dialami adalah sebagai berikut.

  • Kelelahan
  • Berat badan turun
  • Perut terasa kembung
  • Perut terasa nyeri
  • Mengalami diare atau justru sembelit
  • BAB berlemak

Sementara itu, gejala penyakit celiac pada orang dewasa adalah sebagai berikut.

  • Anemia defisiensi besi
  • Nyeri / kaku sendi
  • Tulang lemah dan rapuh
  • Kelelahan
  • Kejang
  • Mengalami gangguan kulit
  • Mati rasa dan mengalami kesemutan
  • Menstruasi nggak teratur
  • Mengalami keguguran dan ketidaksuburan.

Penyebab penyakit celiac ini adalah karena tubuh nggak bisa mencerna gluten. Maka salah satu penanganannya, penderita penyakit ini harus mengonsumsi makanan yang bebas kandungan gluten.

4. Peptic ulcer (ulkus peptikum)

Masih ada lho penyakit pada usus yang bisa kita alami, yaitu peptic ulcer atau disebut juga ulkus peptikum. Ulkus peptikum adalah penyakit berupa luka yang berkembang di lapisan lambung, kerongkongan bagian bawah, maupun di usus halus. Luka ini biasanya disebabkan oleh peradangan karena bakteri H. pylori dan erosi dari asam lambung. Nggak heran kalau penyakit ini disebut juga dengan tukak lambung.

Ada 3 jenis ulkus peptikum, yaitu:

  • Ulkus lambung, di mana luka berkembang pada daerah lambung
  • Ulkus esophageal, di mana luka berkembang pada daerah kerongkongan
  • Ulkus duodenal, terjadi karena luka yang berkembang pada bagian atas usus halus, yang sering disebut duodenum.

Tanda dan gejala ulkus peptikum

Nah, orang yang mengalami penyakit ini kira-kira akan memiliki gejala apa saja, ya? Ini dia gejala umum dari penyakit ulkus peptikum:

  • Perubahan nafsu makan
  • Mual
  • BAB berdarah atau berwarna gelap
  • Berat badan menurun tanpa sebab
  • Gangguan pencernaan
  • Muntah
  • Nyeri dada.

Penyebab ulkus peptikum

Secara umum, penyebab penyakit ini adalah bakteri H. pylori. Namun, gaya hidup yang kurang sehat pun bisa meningkatkan risiko ulkus peptikum lho. Ini dia beberapa penyebab peptic ulcer secara lebih lengkap:

  • Bakteri Helicobacter pylori, yaitu jenis bakteri yang dapat menyebabkan infeksi dan inflamasi pada lambung
  • Konsumsi aspirin, ibuprofen, dan obat antiinflamasi lainnya tanpa petunjuk dokter
  • Merokok
  • Minum alkohol secara berlebihan
  • Terapi radiasi
  • Kanker lambung.

Apabila kita mengalami beberapa gejala pada penyakit ini, tentu kita harus segera memeriksakan diri ke dokter agar mendapatkan pengecekan yang lebih akurat dan juga diagnosis yang tepat. Setelahnya, kita pun akan mendapatkan penanganan yang sesuai.

5. Divertikulitis

Macam-Macam Penyakit Usus yang kelima yaitu Divertikulitis. Divertikulitis juga termasuk penyakit yang bisa menyerang usus lho. Divertikulitis sendiri merupakan peradangan atau infeksi yang terjadi pada divertikula. Divertikula merupakan kantung-kantung yang terbentuk di sepanjang saluran pencernaan, khususnya di area usus besar (kolon). Kantung-kantung divertikula ini akan terbentuk saat dinding usus sudah melemah, terutama terjadi pada orang-orang yang jarang mengonsumsi makanan berserat seperti sayuran maupun buah-buahan.

Jika kita memiliki divertikula yang nggak mengalami infeksi atau peradangan, maka disebut dengan istilah divertikulosis. Berbeda dengan divertikulitis, biasanya divertikulosis cenderung nggak berbahaya dan nggak disertai gejala tertentu. Sementara itu divertikulitis memiliki beberapa gejala.

Tanda dan gejala divertikulitis

Gejala divertikulitis bisa berbeda-beda, mulai dari gejala sedang hingga berat. Gejala-gejala ini dapat terjadi tiba-tiba maupun perlahan-lahan seiring berjalannya waktu.

Gejala terbentuknya divertikula:

  • Nyeri di area perut
  • Kembung
  • Diare
  • Konstipasi (sembelit).

Gejala divertikula yang mengalami peradangan (divertikulitis):

  • Nyeri yang hebat di area perut
  • Mual dan muntah
  • Demam dan menggigil
  • BAB berdarah
  • Pendarahan dari rektum.

Penyebab divertikulitis

Lalu apa ya yang menyebabkan penyakit divertikulitis ini bisa terjadi? Pada dasarnya, divertikulitis terbentuk karena adanya kantong (divertikula) di area usus besar yang mengalami inflamasi atau terinfeksi. Nah, yang memengaruhi hal ini di antaranya:

  • Jarang konsumsi makanan sumber serat
  • Obesitas
  • Feses yang nggak tercerna dengan baik dan terjebak serta menyumbat divertikula
  • Faktor genetik / keturunan
  • Penggunaan obat-obat tertentu seperti aspirin dan obat antiinflamasi nonsteroid secara rutin
  • Merokok
  • Pola hidup kurang sehat seperti kurang berolahraga atau aktivitas fisik.

6. Kanker kolorektal (colorectal cancer)

Macam-macam penyakit usus keenam yaitu kanker kolorektal. Masih ada nih penyakit pada usus, terutama usus besar yang nggak kalah gawat, yaitu kanker kolorektal atau disebut juga colorectal cancer. Penyakit ini terjadi apabila terdapat kanker di kolon (usus besar) maupun pada rektum (bagian bawah usus besar yang terhubung ke anus). Kanker kolon ini biasanya akan terbagi menjadi beberapa stage sesuai dengan tingkat keparahannya. Stage 0 menjadi tingkat kanker kolorektal yang paling ringan dan yang paling berat, di mana sel kanker sudah menyebar ke organ lain terjadi pada stage 4.

Gejala kanker kolorektal

Kanker kolorektal yang terjadi pada stage awal biasanya masih belum menimbulkan banyak gejala. Namun secara umum, gejala kanker kolorektal adalah sebagai berikut.

  • Konstipasi
  • Diare
  • Perubahan warna dan bentuk feses
  • Pendarahan pada feses
  • Pendarahan dari rektum
  • Kram perut
  • Nyeri perut
  • Pusing yang berlebih
  • Badan terasa lemah
  • Berat badan mengalami penurunan
  • Muntah
  • Buang air besar terasa nggak tuntas.

Penyebab dan faktor risiko kanker kolorektal

Terbentuknya sel kanker di kolorektal bisa terjadi karena mutasi genetik yang bisa meningkatkan risiko kanker kolorektal. Sebab, mutasi genetik ini dapat membentuk sel abnormal yang terakumulasi di area kolon dan membentuk polip. Namun, ada beberapa faktor risiko yang semakin meningkatkan terjadinya kanker kolorektal, yaitu:

  • Berusia 50 tahun ke atas
  • Faktor genetik / keturunan
  • Memiliki riwayat penyakit kanker atau polip kolorektal
  • Memiliki penyakit radang usus
  • Menderita diabetes
  • Obesitas
  • Kurang konsumsi makanan sumber serat
  • Kurang beraktivitas fisik / berolahraga
  • Kebiasaan merokok
  • Kebiasaan konsumsi minuman beralkohol.

Kalau mengalami gejala terkait penyakit kanker kolorektal ini, jangan ragu untuk memeriksakan diri ke dokter, ya. Hal ini agar kita mendapatkan penanganan yang tepat dan juga dapat mencegah penyakit semakin parah.

Nah, itulah Macam-Macam Penyakit Usus ,baik usus halus maupun usus besar yang bisa terjadi di tubuh kita. Penyakit-penyakit di atas tentu berbahaya karena berkaitan dengan terganggunya penyerapan zat gizi dari makanan yang kita cerna. Akibatnya, kita bisa mengalami komplikasi-komplikasi tertentu seperti malnutrisi.

Untuk mencegahnya, kita bisa kok mulai menjaga usus dan organ pencernaan kita. Caranya dengan menerapkan pola hidup sehat seperti konsumsi makanan bergizi seimbang, konsumsi serat, melakukan aktivitas fisik secara teratur, menghindari stres, dan lain sebagainya. Semoga artikel ini bermanfaat, ya.

Referensi:

Nelms M, Sucher K, Lacey K, dan Roth S. 2010. Nutrition Therapy & Pathophysiology Second Edition. Wadsworth: Cengage Learning.

Artikel berjudul “Everything You Need to Know About Apendicitis”. Diakses dari https://www.healthline.com/health/appendicitis#symptoms pada 30 Juni 2021.

Artikel berjudul “Inflammatory Bowel Disease (IBD)”. Diakses dari https://www.healthline.com/health/inflammatory-bowel-disease#types pada 30 Juni 2021.

Artikel berjudul “Peptic Ulcer”. Diakses dari https://www.healthline.com/health/peptic-ulcer#overview pada 1 Juli 2021.

Artikel berjudul “Celiac Disease: More Than Gluten Intolerance”. Diakses dari https://www.healthline.com/health/celiac-disease-sprue#symptoms pada 1 Juli 2021.

Artikel berjudul “Everything You Need to Know About Diverticulitis”. Diakses dari https://www.healthline.com/health/diverticulitis#symptoms pada 1 Juli 2021.

Artikel berjudul “Colorectal (Colon) Cancer”. Diakses dari https://www.healthline.com/health/colon-cancer pada 2 Juli 2021.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *