Begini Akibatnya Jika Surat Lamaran Kerja Dibuat Asal-Asalan

       

Begini Akibatnya Jika Surat Lamaran Kerja Dibuat Asal-Asalan

“Kalau ingin mendapatkan pekerjaan yang mentereng ya harus membuat surat lamaran pekerjaan terlebih dahulu.” Begitulah betapa pentingnya surat lamaran pekerjaan. Surat jenis ini bagaikan jantung manusia.

Perannya sangat vital bagi keberlangsungan hidup manusia. Begitu juga dengan surat lamaran pekerjaan. Bukanya dapur tak akan ngebul jika surat lamaran kerjanya tak dibuat.

Kendati surat lamaran kerja itu sangat penting. Tapi sayangnya masih banyak orang-orang yang membuat surat lamaran kerja secara asal-asalan. Akibatnya banyak perusahaan yang menolak lamaran dari para pekerja, hanya karena surat lamaran pekerjaannya tidak bagus.

Nah bagi kalian yang ingin membuat surat lamaran pekerjaan dengan tata bahasa yang baik. Siswapedia akan membuatkan artikel bagaimana caranya membuat surat lamaran yang baik. Berikut cara-caranya sebagaimana dirangkum dalam buku Sastra, dan Ilmu Sastra, A. Teeuw.

1. Tulislah Surat Lamaran Kerja Sesuai Dengan Ejaan Yang Disempurnakan.

Menulis surat lamaran pekerjaan harus menggunakan tata penulisan baku sesuai dengan EYD. Misalnya penggunaan kata “di” harus dibedakan untuk yang menyatakan tempat, dan untuk yang menyatakan situasi.

Gambar. Foto Ilustrasi orang bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup (sumber: siswapedia.com)

Kalau yang menyatakan sifat seperti “disebabkan” gurunya “di” nya digabung dengan kata imbuhan. Sedangkan kata “di tempat” kata “di” nya di pisah karena menyatakan lokasi.

Ada banyak sekali pedoman kepenulisan surat baku sesuai dengan EYD. Silahkan kalian bisa pelajari EYD-nya pada buku PUEBI. Di internet banyak terdapat PUEBI, kalian tinggal download saja, gratis.

2. Gunakanlah Kontak Pribadi yang Profesional

Unsur paling penting yang tidak boleh dilewatkan saat menulis surat lamaran kerja yaitu mencantumkan nomor kontak pribadi. Nomor kontak ini harus aktif agar saat HRD tertarik, mereka bisa menghubungi kalian. Hanya saja masih banyak ditemui surat lamaran kerja yang nomor kontaknya tak memiliki kesan profesional. Seperti nama e-mail-nya yang sengaja dibuat alay. Sebisa mungkin kalian hindari penyantuman nama kontak tang seperti itu.

3. Surat Halaman Tidak Boleh Lebih Dari Satu Halaman.

Surat lamaran pekerjaan tidak boleh ditulis lebih dari satu halaman. Kendati banyak pengalaman-pengalaman kerja yang kadang perlu dituliskan semua dalam surat lamaran pekerjaan, nyatanya HRD tak menyukai tata penulisan yang demikian. Mereka akan sakit mata, dan malas membaca surat lamaranmu yang terlalu panjang.

Nah, agar semua pengalaman hebat kalian bisa tersampaikan. Buatkanlah saja kalimat terlampir yang nantinya akan ditulis terpisah pada Curiculum Vitae (CV). Metode penulisan seperti itu lebih disukai pihak HRD.

4. Jangan Sampai Salah Mencantumkan Nama Perusahaan.

Tidak semuanya perusahaan berbadan hukum Perseroan Terbatas (PT). Tapi ada juga perusahaan yang berbadan hukum CV. Nah sering kali kita jumpai banyak penulisan nama perusahaan yang salah pada surat lamaran pekerjaan.

Bukannya disurat lamaran pekerjaan namanya CV. Jaya Abadi, ditulisnya malah PT. Jaya Abadi. Ya tentu saja HRD langsung malas melihat surat lamaran itu. Jadi sebelum menyantumkan nama perusahaan, pastikan kalian sudah tahu nama perusahaannya yang betul seperti apa.

5. Buatlah Surat Lamaran Pekerjaan yang Mudah Dibaca.

Jika kalian membuat surat lamaran pekerjaan dengan cara ditulis melalui tangan, maka buatlah tulisannya serapi mungkin. Hal yang sama juga harus kalian lakukan saat membuat suratnya lewat Microsoft Word.

Gunakanlah font yang eye catching (enak dilihat). Direkomendasikan menggunakan jenis font Times New Roman, Calibri, maupun Arial. Line spacing yang baik berukuran 1,5. Sementara untuk ukuran font-nya direkomendasi sebesar 12 Pt. Pasti lebih enak di lihat surat lamarannya. Bahkan bukan tak mungkin surat lamar kalian diterima oleh pihak perusahaan, pasti kota senangnya bukan main kan…kan..kan ?

Lutfi Aminuddin

Lutfi Aminuddin merupakan kolumnis dibeberapa media lokal dan nasional. Tulisan Lutfi bisa dijumpai pada Harian Pemalang, Geotime, Hipmee, Pressiwa, Solopos, dan masih banyak yang lainya lagi. Lutfi telah mengeluarkan buku berjudul Negeri Bahagia Skandinavia tahun 2017 yang diterbitkan oleh penerbit Asrifa. Lutfi mengenyan Studi S1 nya di IAIN Purwokerto dengan Jurusan Ilmu Komunikasi Penyiaran Islam. Ia juga mengambil S1 di IAIN Surakarta pada jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *