Penyebab Banjir Karena Faktor Sarana dan Prasarana

Gambar Ilustrasi. Sebuah bendungan airnya meluap hingga membanjiri rumah warga
Gambar Ilustrasi. Sebuah bendungan airnya meluap hingga membanjiri rumah warga

Selain disebabkan oleh faktor alam, banjir juga dapat terjadi karena faktor kerusakan pada sarana dan prasarana yang dibuat oleh pemerintah dan masyarakat setempat. Silahkan baca artikel sebelumnya yang menjelaskan penyebab banjir karena faktor alam.

Penyebab banjir karena faktor sarana dan prasarana biasanya muncul karena infrastrukturnya mengalami kerusakan atau jumlahnya kurang. Hal ini tentu menyebabkan infrastruktur yang dibuat tidak bisa berjalan sebagaimana mestinya.

Berikut empat penyebab banjir karena faktor sarana dan prasarana :

1. Saluran irigasi tidak berfungsi dengan baik

Banjir di beberapa daerah, problem utamanya disebabkan karena saluran irigasinya tidak saling terintegrasi hingga ke laut atau ke sungai yang lebih besar. Entah itu disebabkan karena salurannya mampet atau karena proyek pengerjaannya yang belum selesai.

Bahkan ada perkotaan yang tidak ada saluran irigasinya sama sekali karena pemerintahnya menganggap bahwa daerah tersebut jarang hujan (musim kemaraunya lebih panjang) sehingga proyek membuat saluran irigasi yang baik bukanlah suatu hal yang dirasa mendesak. Maka ketika terjadi hujan badai ekstrim yang biasanya tidak terduga, maka perkotaan tersebut akan mengalami banj

2. Jumlah sumur resapan masih kurang

Penyebab banjir selanjutnya yakni jumlah sumur resapan yang masih kurang. Pembuatan sumur ini biasanya dilakukan di daerah kota metropolitan dimana permukaan tanahnya sudah mulai berkurang akibat telah diaspal, dicor atau di-conblock.

Alih fungsinya tanah pekarangan dan persawahan menjadi perumahan dan gedung-gedung tinggi juga mengurangi luas permukaan tanah sehingga hanya sedikit air hujan yang dapat diserap oleh tanah ketika terjadi hujan deras.

Di daerah perkotaan, air hujan akan dialirkan melalui selokan-selokan lalu dialirkan ke sungai menuju laut. Apabila jumlah volume air yang dialirkan melebihi kapasitas sungainya, maka dapat menyebabkan banjir terutama di daerah yang permukaan tanahnya setara dengan permukaan sungai.

3. Bendungannya rusak

Banjir yang disebabkan karena bendungan mengalami kerusakan dapat mengakibatkan terjadinya banjir bandang yang sangat berbahaya. Banjir bandang berbeda dengan banjir biasa.

Pada banjir bandang, air dalam jumlah besar akan langsung mengalir dengan arus yang kencang dan menerjang apapun yang dilaluinya. Biasanya masyarakat tidak menyangka akan terjadinya hal ini sehingga jumlah korban akan lebih banyak daripada korban banjir biasa.

4. Pompa air sungai mengalami kerusakan

Pada wilayah pesisir dimana permukaan tanahnya lebih rendah daripada permukaan lautnya, maka untuk mencegah air laut masuk lebih jauh ke daratan dibuatlah tanggul yang tinggi.

Pembuatan tanggul yang tinggi cukup efektif untuk mencegah masuknya air laut ke daratan namun dilainsisi akan membuat air dari daratan tidak bisa mengalir ke laut secara alamiah sehingga dapat mengakibatkan banjir di daerah pesisir.

Apabila hal ini dibiarkan terus menerus, maka banjir akan semakin meluas hingga masuk ke wilayah perkotaan terdekat. Untuk itu perlu disediakan pompa air dalam jumlah yang banyak untuk menyedot air di hilir sungai lalu untuk dibuang ke laut. Sehingga disini peran pompa air sangatlah fital. Jika pompa mengalami kerusakan, maka dapat mengakibatkan banjir.

5. Pendangkalan sungai

Sungai yang selalu dialiri air akan mengalami pendangkalan dalam waktu yang lama karena pada dasarnya air yang mengalir itu juga membawa tanah dan bebatuan.

Untuk itu diperlukan program pengerukan daerah aliran sungai oleh pemerintah daerah setiap beberapa tahun sekali tergantung dari banyaknya endapan di bawah sungai.

Selain itu juga diperlukan pelebaran sungai pada titik-titik lokasi tertentu yang merupakan titik kumpul dari berbagai macam gabungan anak sungai.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *