Morfologi Laut

Sama halnya dengan permukaan bumi di daratan, laut juga memiliki relief atau struktur luar (permukaan) yang hampir sama dengan yang ada di daratan. Nah, struktur permukaan atau relief ini yang kita namakan sebagai morfologi laut .

Lalu, apa saja yang termasuk morfologi laut?

Di daratan kita mengenal morfologi permukaan bumi misalnya gunung, pegunungan, lembah, patai dan sebagainya. Nah, di laut kita juga kenal morfologi laut seperti landasan benua, gunung laut, palung laut, guyot, lubuk laut, atol, pematang samudra dan lereng benua.

Agar lebih jelas, di halaman ini bersama siswapedia, kita akan membahas morfologi laut lebih rinci.

1. Landasan benua (continental shelf) atau paparan benua

Landasan benua merupakan dataran luas di laut dangkal yang permukaannya relatif datar atau landai dari daerah pantai ke arah laut dalam. Kedalaman rata-ratanya berkisar 100-200 meter, kemiringan lereng landasan benua dapat berkisar antara 0°–1° dan biasanya terletak di sepanjang pantai pada tepi benua. Paparan benua atau landasan benua ini memiliki ukuran lebar yang bermacam-macam tergantung tipe benuanya. Pada benua bertipe pasif, paparan benua dapat memiliki lebar 80 km hingga 1500 km sedangkan pada benua bertipe aktif, paparan benua memiliki ukuran lebar yang lebih kecil atau lebih sempit.

Menurut para ahli oseanografi, landasan benua sebetulnya merupakan wilayah daratan yang merupakan kelanjutan dari benua namun kemudian dalam jangka waktu yang lama daratan ini tertutup air laut. Di dunia ini luas paparan benua yaitu sekitar 7,5% bila dihitung dari total dasar samudra, hal ini merupakan perbandingan yang hampir sama dengan luas daratan yang berkisar 18% dari luas total daratan di bumi.

Pada kala pleistosen yaitu zaman es, sejumlah besar air laut mengalami pembekuan sehingga permukaan air laut mengalami penurunan sekitar 90-120 meter dan sebagian dari es tersebut mampu menutupi daerah daratan. Penurunan air laut ini membuat sungai memiliki penambahan ukuran panjang dan daratan menjadi lebih luas. Banyak flora dan fauna hidup di daerah yang baru terbentuk ini. Namun perubahan iklim di dunia menyebabkan es mencair sehingga permukaan laut menjadi lebih tinggi dan menutupi dataran landai tersebut. Pada akhirnya, daerah landai tersebut sudah berganti menjadi habitat bagi organisme laut.

Dalam jangka waktu ribuan tahun, air sungai dapat membawa material organik dan anorganik dari daratan menuju laut. Material organik yang terbawa oleh air sungai kemudian akan diakumulasikan menjadi sumber makanan bagi tumbuhan dan hewan laut. Adapun material anorganik yang terbawa oleh air sungai yaitu berupa batu-batuan kecil, tanah dan sebagainya kemudian akan mengalami pengendapan di dalam laut.

Landasan benua atau paparan benua dapat memberikan keuntungan ekonomi yang sangat besar. Di wilayah ini, banyak ditemukan minyak bumi dan gas yang terjebak di dalam lapisan bumi. Selain itu, di tempat ini pula terdapat berbagai jenis ikan dalam jumlah besar dan terumbu karang yang dapat digunakan untuk mengembangkan sektor ekonomi. Di Indonesia sendiri terdapat dua landasan benua yaitu dangkalan sunda dan dangkalan sahul. Dangkalan sunda terletak diantara pulau sumatra, jawa dan kalimantan sedangkan dangkalan sahul terletak diantara pulau Papua Jayapura dengan Benua Australia.

2. Lereng benua atau continental slope

Lereng benua merupakan lanjutan dari paparan benua yang menuju laut dalam. Bagian ini merupakan daerah dengan kemiringan yang sangat terjal yakni kondisi permukaan yang mampu turun sekitar 40-70 meter dalam setiap 1 kilometer bahkan pada benua yang bertipe aktif, penurunan permukaannya dapat mencapai 150 meter di setiap 1 kilometernya. Keadaan ini menyebabkan lereng benua memiliki kedalaman yang lebih dalam daripada paparan benua yakni sekitar 200 meter hingga 5000 meter. Nah, lereng benua ini merupakan batas antara kerak benua dengan kerak samudra.

Pada daerah yang masih merupakan bagian dari rantai pegunungan, lereng benua memiliki kontur yang tiba-tiba bisa sangat curam sehingga menjadi palung laut. Nah, pada daerah ini paparan benuanya memiliki lebar yang sangat sempit bahkan tidak ada sama sekali.

3. Jendul benua atau continental rise

Di daerah yang tidak terbentuk palung laut, kemiringan lereng benua akan mengalami kenaikan secara bertahap (menjadi lebih datar) yang disebut sebagai jendul benua. Jendul benua inilah yang sebenarnya merupakan bagian dari benua yang langsung berbatasan dengan dasar laut. Jendul benua dapat memiliki lebar puluhan hingga ratusan kilometer, daerah ini merupakan akumulasi dari endapan sedimen dari daerah di atasnya yang turun kebawah menuju dasar laut.

4. Lembah dangkal bekas palung sungai (submarine canyon)

Lembah bawah laut merupakan bekas alur-alur sungai yang terletak di paparan benua pada saat wilayah paparan benua masih berupa daratan (sebelum tenggelam oleh air laut). Nah, daerah lembah ini bisa memiliki kedalaman hingga 3 kilometer. Di Indonesia lembah bawah laut terdapat di Selat Karimata dan Laut Jawa yang dahulunya merupakan wilayah paparan sunda.

5. Palung laut

Palung laut merupakan dasar laut yang berbentuk lembah yang sangat dalam dan memanjang. Kedalaman palung dapat mencapai lebih dari 5000 meter. Pada umumnya, palung laut terdapat pada daerah tempat pertemuan antara lempeng benua dan lempeng samudra. Nah, palung ini memiliki dua macam bentuk lembah yaitu trench dengan penampang berbentuk V sedangkan Through berbentuk U. Contoh palung laut yakni Palung Jawa sebagai akibat pertemuan lempeng Benua Eurasia dan Samudra Indo-Australia, Palung Mindanao atau Palung Filipina sebagai akibat pertemuan lempeng Benua Eurasia dan samudra Pasifik serta palung Tonga-Kermadee di Kepulauan Fiji sebagai akibat pertemuan lempeng Pasifik bagian Selatan dengan lempeng Fiji (Bambang Utoyo, Hal.123).

6. Lubuk laut atau bekken

Lubuk laut merupakan dasar laut yang bentuknya cekung mirip seperti lembah laut. Lubuk laut terjadi karena merosotnya dasar laut. Adapun bentuk basin bila dilihat dari atas, maka seperti sumur dan seperti huruf U bila kita lihat dari samping. Misalnya Basin Sulawesi, Banda dan Sulu.

7. Ambang laut

Ambang laut merupakan relief di dasar laut yang bentuknya seperti perbukitan sehingga dapat memisahkan antara satu laut dangkal dengan laut dangkal lainnya. Misalnya ambang Selat Gibraltar, ambang Laut Sulu dan Sulawesi, .

8. Atol

Atol merupakan pulau karang di laut yang bentuknya menyerupai cincin yang besar. Di bagian tengahnya terdapat lautan dangkal yang dinamakan laguna.

9. Pematang samudra (Ridge)

Pematang samudra merupakan dasar laut yang dangkal, memanjang dan sempit dimana pada bagian di kanan kirinya terdapat laut dalam. Pematang tengah samudra ditandai dengan keluarnya magma dari dalam astenosfer yang kemudian membentuk jalur gunung api dasar laut yang dikenal dengan istilah lingkaran api (ring of fire). Misalnya Pematang samudra di Samudra Pasifik dan Samudra Atlantik.

10. Gunung Laut (Seamounts)

Gunung laut merupakan gunung yang dasarnya berada di bawah permukaan laut. Puncak gunung laut biasanya ada yang muncul sampai di atas permukaan laut sehingga kita bisa melihatnya dengan mudah namun ada juga yang seluruh bagian tubuh gunung berada di bawah permukaan laut. Di Indonesia sendiri gunung laut yang paling aktif dan fenomenal adalah gunung krakatau.

11. Guyot

Guyot merupakan bekas gunung api yang memiliki puncaknya berbentuk datar kemudian tenggelam akibat erosi.

12. Dasar Samudra (Ocean Floor)

Dasar samudra (Ocean Floor) adalah wilayah samudra yang memiliki kedalaman sekitar 1.800 meter dengan relief yang pada umumnya berbentuk datar. Dasar samudra merupakan wilayah terlebar di muka bumi yakni sekitar 59% dari seluruh permukaan Bumi.

Nah, untuk lebih mengerti tentang morfologi laut, bisa kita lihat pada gambar di bawah ini.

Morfologi Laut

Morfologi Laut

[color-box]Anjayani,Eni.2009.Geografi:Untuk Kelas X SMA/MA.Jakarta:PT. Cempaka Putih.
Utoyo, Bambang. Membuka Cakrawala Dunia. Bandung: PT. Pribumi Mekar.[/color-box]

Tim Siswapedia

"Kami mendukung pendidikan gratis di Indonesia"

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan