Pengertian dan Fungsi Koenzim

  • Whatsapp
Pengertian dan fungsi koenzim
Pengertian dan fungsi koenzim

Pengertian dan Fungsi Koenzim – Koenzim merupakan suatu zat yang bekerja sama dengan enzim untuk dapat membantu dan juga memulai kerja enzim sesuai dengan fungsinya. Sehingga dapat dikatakan bahwa tanpa adanya enzim maka koenzim tidak dapat berfungsi sendiri.

Koenzim dikatakan juga sebagai non protein organik yang memiliki peran dalam proses reaksi yang telah dikatalisis oleh enzim itu sendiri.

Pengertian Koenzim

Koenzim merupakan sebuah ko-faktor, yaitu sebuah molekul organik kecil yang sebenarnya adalah bagian dari enzim itu sendiri yang tahan dalam keadaan panas, mengandung fosfat dan juga ribose, dapat larut dalam air serta dapat menyatu dengan apoenzim untuk membentuk holoenzim.

Gugus prostetik merupakan suatu bentuk ikatan enzim yang sangat kuat, tidak memandang apakah itu berupa ikatan kovalen maupun ikatan non kovalen di antara apoenzim yang ada. Koenzim sendiri mempunyai fungsi yang aktif karena berperan dalam proses katalisator yang dapat menaikkan kemampuan katalitik dari enzim itu sendiri.

Fungsi lain yang terdapat dalam koenzim adalah untuk menentukan sifat yang ada dalam reaksi yang berjalan sebab koenzim ini memiliki peran dalam transpor elektron yang terjadi antar enzim. Adenosin trifosfat, NADH, serta NADP merupakan contoh dari koenzim yang ada.

Dalam setiap kali proses reaksi metabolisme yang terjadi di dalam tubuh juga memerlukan koenzim sebagai komponen penting dari enzim tersebut. Karena banyak dijumpai dalam derivate atau turunan dari bentuk vitamin B seperti tiamin, niacin, serta riboflavin maka koenzim juga diidentikkan dengan vitamin.

Selain itu koenzim juda dapat membentuk molekul lain yang ada di dalam sel yang merupakan sumber energi untuk sel. Energi dari sel tersebut diperlukan oleh beberapa molekul sel dalam tubuh sehingga dapat melakukan fungsi tertentu.

Dalam tubuh manusia, salah satu fungsi dari koenzim yaitu retensi memori. Perlu untuk Anda ketahui juga bahwa apabila tidak terdapat koenzim, mala sel-sel di dalam tubuh manusia tidak akan berfungsi bahkan proses sel dapat berhenti.

Koenzim serta Vitamin

1. Hadirnya kofaktor sangat penting bagi tubuh, sebab kofaktor ini sangat dibutuhkan oleh apoenzim yang inaktif yaitu hanya protein yang akan diubah menjadi holoenzim yang aktif.

Baca juga: Waktu yang tepat minum vitamin

2. Di dalam tubuh terdapat dua jenis kofaktor yaitu ion esensial, yang merupakan ion logam serta komponen organik yang dikenal dengan keonzim. Kedua kofaktor tersebut mempunyai peran yang sama untuk sisi aktif suatu enzim yang ada.

3. Mineral adalah suatu bentuk kofaktor. Beberapa ion esensial yang ada merupakan ion aktivator dalam bentuk ikatan reversibel serta terlibat pada pengikatan substrat. Berbeda dengan kation atau metaloenzim yang membentuk ikatan kuat serta hanya sesekali berperan dalam reaksi katalisis.

4. Sebagai reagen, koenzim adalah bentuk gugus transfer yang sangat spesifik dalam gugus kimia yang bisa mendonor ataupun menerima. Dari beberapa koenzim yang ada, suatu elektron atau sebuah gugus hidrogen yang dapat mengangkut lebih banyak serta ada juga yang berikatan secara kovalen dengan gugus kimia.

5. Dari koenzim terdapat gugus metabolit yang merupakan pusat relatif dari koenzim.

6. Dalam kelas mammalia terdapat suatu koenzim sebagai turunan dari adanya prekursor makanan yang lebih dikenal dengan sebutan vitamin.

Baca juga: Struktur dan gambar usus besar

Klasifikasi Koenzim

Koenzim diklasifikasikan menjadi 2 bentuk sesuai dengan interaksi koenzim itu sendiri yaitu sebagai kosubstrat ataupun gugus prostetik.

Kosubstrat merupakan sebuah substrat yang ada di dalam enzim untuk melakukan katalis reaksi yang dilakukan melalui proses mengubah jalan reaksi dengan melakukan disosiasi sisi aktif enzim. Katalisis yang terjadi oleh karena adanya enzim lain sehingga dapat membuat struktur awal dari kosubstrat tersebut selalu diperbarui karena terdapat reaksi lanjutan.

Di dalam sel makhluk hidup, kosubstrat dapat didaur ulang berulang kali. Hal ini tentu tidak sama dengan substrat biasa yang dihasilkan tersendiri sehingga perubahan akan terus berlanjut. Enzim yang melakukan katalisis reaksi ini juga berbeda dengan kumpulan gugus kosubstrat metabolit yang aktif.

Selama proses reaksi berjalan, enzim akan terikat dengan gugus prostetik. Hal ini dikarenakan dapat membentuk suatu ikatan kovalen antara gugus prostetik dengan apoenzim yang ada. Dalam hal lain gugus prostetik tersebut berikatan dengan kuat pada sisi aktif namun interaksi yang ada lemah.

Mungkin dapat diibaratkan seperti residu asam amino ionik yang terdapat pada sisi aktif. Sehingga gugus prostetik yang ada kembali ke bentuk semula.

Apa Fungsi Koenzim ?

Fungsi utama dari koenzim adalah sebagai pengangkut sementara dari produk setengah reaksi. Yang mana koenzim-koenzim tersebut biasanya akan ikut serta dalam terjadinya interaksi antara substrat dengan enzim yang mana dilakukan dengan cara menerima ataupun melepaskan gugus kimia tertentu.

Suatu koenzim akan selalu memperoleh bentuk aslinya kembali walaupun selama reaksi sudah mengalami perubahan. Dalam hal ini seperti vitamin B yang memiliki fungsi penting yang berperan sebagai koenzim yang penting untuk membantu pembentukan lemak, protein, serta karbohidrat.

Dalam membantu proses meningkatkan berbagai reaksi metabolisme, koenzim ini adalah salah satu dari beberapa senyawa organik yang dapat menyebar bebas karena fungsinya sebagai kofaktor. Selain itu koenzim juga berperan dalam katalisis enzim stoikiometri. Untuk mengembalikan dalam bentuk asal, bisa jadi memerlukan reaksi katalisis lain selama modifikasi berlangsung.

Dalam hal ini contohnya adalah nikotinamida adenin dinukleotida  atau NAD yang dapat menerima hidrogen serta memberikannya dalam bentuk reaksi lain dan juga ATP. Sebagian besar dari vitamin B adalah koenzim yang memiliki fungsi penting untuk memberikan fasilitas transfer atom.

Baca juga: Pengertian enzim dan cara kerja enzim

Enzim Kation Anorganik

1. Untuk dapat mencapai aktivitas katalitik yang lengkap maka enzim memerlukan adanya kation metal.

2. Dalam hal aktivasi, enzim dibagi menjadi dua yaitu dalam tipe logam dan metaloenzim. Untuk jenis enzim yang diaktivasi oleh logam memerlukan adanya tambahan ion logam atau setidaknya harus distimulasi oleh adanya ion logam yang ditambahkan.

Hal tersebut dikarenakan enzim memerlukan kation monovalen ataupun divalen supaya dapat membentuk magnesium kompleks ATP dengan menggunakan gugus fosforil substrat yang ada. Dengan muatan negatif yang ada, magnesium ini diserang pada ATP oleh gugus fosfatnya sehingga apabila terdapat serangan nukleofilik maka akan menjadi rentan.

3. Pada sisi aktif enzim, terdapat metaloenzim yang terikat sangat kuat dengan ion metal. Untuk ion yang sangat sering dijumpai pada metaloenzim yaitu logam transisi seperti Co, Cu, zink, serta besi.

4. Terjadinya reaksi katalisis diakibatkan oleh adanya ion logam yang mana ion tersebut terikat sangat kuat terhadap enzim. Perlu Anda ketahui juga bahwa dari beberapa ion metaloenzim dapat berperan sebagai katalis elektrofilik yang mana dapat menarik sejumlah elektron sehingga mengakibatkan ikatan mengalami polarisasi.

Contoh dari terjadinya reaksi ini yaitu enzim karbonat anhidrase yang merupakan elektrofilik dari atom zink. Ikatan ini terikat dengan tiga residu histidin pada bagian samping serta adanya molekul air yang diakibatkan oleh adanya molekul air yang mengalami ionisasi begitu mudah.

Nah, apabila ada pertanyaan terkait Pengertian dan Fungsi Koenzim ini bisa ditulis di bawah ini.

Daftar Pustaka:

Campbel A Neil. (2010). Biologi Edisi Kedelapan. Erlangga: Jakarta.

Apa artikel di atas bermanfaat?

Klik bintang untuk memberi peringkat!

Penilaian rata-rata 4.5 / 5. Jumlah suara: 2

Artikel ini belum dinilai! Jadilah yang pertama memberi peringkat pada artikel ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *