Bagian Lambung Dan Fungsinya

  • Whatsapp
Bagian lambung dan fungsinya
Bagian lambung dan fungsinya

Lambung merupakan salah satu organ dalam sistem pencernaan yang memiliki peran penting. Mengenai anatomi dan fungsi lambung terdapat anatomi serta fungsi bagian – bagian lambung yang perlu Anda ketahui.

Untuk penjelasan lebih lengkapnya dapat Anda simak dalam penjelasan berikut.

Fungsi Lambung sebagai Bagian Organ Pencernaan

Salah satu bagian terpenting dalam organ pencernaan manusia yang memiliki bentuk seperti huruf “J” adalah lambung. Dalam sistem pencernaan manusia lambung memiliki fungsi utama yaitu:

1. Sebagai Tempat Penyimpan Makanan

Sebagai organ pencernaan, lambung memiliki fungsi sebagai tempat penyimpanan sementara makanan sebelum diteruskan ke tahap pencernaan selanjutnya. Dengan bentuknya yang fleksibel, lambung dapat menyimpan makanan hingga 4 liter.

Sekitar 2 hingga 3 jam makanan disimpan dalam lambung. Makanan yang tinggi lemak dan protein akan sedikit lebih lama di lambung apabila dibandingkan dengan makanan yang banyak mengandung karbohidrat.

2. Mencerna Makanan

Makanan yang telah selesai dicerna di mulut selanjutnya akan masuk ke esofagus dan masuk ke lambung. Makanan akan mengalami tahap pencernaan yang kedua ketika berada di dalam lambung yang terjadi secara kimiawi dan mekanik.

3. Membunuh Mikroorganisme yang Berbahaya

Selanjutnya lambung berfungsi untuk membunuh kuman penyakit dari mikroorganisme berbahaya yang masuk ke lambung bersamaan dengan makanan dengan bantuan HCL yang diproduksi oleh lambung.

4. Membantu Menyerap Vitamin B12

Selanjutnya sebagai organ pencernaan lambung berfungsi untuk menyerap vitamin B12. Penyerapan vitamin B12 ini karena adanya sel parietal pada fundus yang menghasilkan dua sekresi penting. Salah satunya faktor intrinsik (glikoprotein) yang mempunyai peran penting untuk menyerap vitamin B12.

5. Mengontrol Hormon

Lambung juga berfungsi dalam memproduksi berbagai jenis hormon yang memiliki peran penting dalam sistem pencernaan misalnya hormon ghrelin dan gastrin.

6. Untuk Meredam Bahaya Asam Lambung

Pada bagian mukosa lambung terdapat sel yang disebut dengan sel goblet. Sel ini berfungsi untuk mensekresikan lendir bikarbonat yang memiliki sifat basa pada lapisan paling luar dari lambung supaya tidak rusak karena aktivitas enzim pepsin dan HCL.

Pada sistem pencernaan, lambung mempunyai peran yang cukup vital. Untuk itu apabila lambung mengalami gangguan maka dapat mengakibatkan berbagai macam penyakit yang dapat membahayakan tubuh. Biasanya tubuh akan merasakan mual, muntah, kembung, nyeri pada bagian lambung, dan berbagai gejala lainnya apabila fungsi lambung mengalami gangguan.

Struktur Bagian Lambung

Lambung manusia terletak pada rongga perut sebelah kiri. Pada setiap ujungnya lambung terhubung pada saluran pencernaan yang lain. Bagian ujung atas lambung terhubung dengan kerongkongan atau esofagus yaitu suatu saluran yang merupakan jalur masuknya makanan dari mulut ke lambung.

Sedangkan untuk bagian ujung bawah lambung terhubung dengan usus halus, yaitu suatu organ pencernaan yang memiliki bentuk seperti selang panjang sebagai penghubung antara lambung dengan usus besar. Bagian pertama usus yang berbatasan langsung dengan lambung adalah usus dua belas jari atau duodenum.

Struktur lambung dapat dibedakan menjadi lima bagian yaitu:

1. Kardiak

Kardiak merupakan bagian lambung paling atas yang berbatasan langsung dengan kerongkongan atau esofagus. Sebelum dicerna pada bagian tengah lambung, makanan yang telah dihaluskan di mulut akan disalurkan melalui area ini.

Ada juga yang menyebutkan bahwa pertemuan antara esofagus dan lambung disebut dengan persimpangan gastroesofageal (GE). Pada ujung kardiak ditemukan otot sfingter untuk mencegah asam lambung dan makanan yang ada di dalam lambung naik ke esofagus.

2. Fundus

Makanan akan menuju fundus setelah melewati kardiak. Fundus sendiri merupakan bagian paling atas dari lambung yang berada tepat dibawah diafragma dan berbentuk melengkung. Makanan mulai mengalami proses pencernaan dan bercampur dengan enzim pencernaan.

Baca juga: Fungsi organ pencernaan manusia

3. Badan Lambung

Fungsi paling penting pada lambung adalah bagian dari badan lambung. Karena pada bagian ini tempat makanan dicerna, bercampur dengan enzim dan diproses menjadi bagian yang lebih kecil lagi yang disebut dengan kim.

4. Antrum

Antrum atau yang disebut juga dengan antrum pilorus merupakan bagian lambung paling bawah. Dengan bentuknya melengkung memungkinkannya dapat menampung kim sebelum masuk ke usus halus.

5. Pilorus

Bagian paling akhir dari lambung adalah pilorus yang berhubungan langsung dengan usus halus. Bagian ini tersusun atas otot sfingter pilorus yang berbentuk cincin dengan fungsi sebagai katup. Sama halnya dengan sfingter kardiak, otot ini mengatur keluarnya kim dari lambung menuju usus halus dan mencegah kim kembali lagi ke lambung.

Lapisan Dinding Lambung

Anatomi dari dinding lambung juga penting untuk diketahui. Susunan dari dinding lambung terdiri atas otot polos yang berbentuk pipih. Otot polos berbeda dengan otot anggota gerak yang kerjanya di bawah kendali, sedangkan otot polos bergerak di luar kesadaran. Dengan demikian otot lambung akan tetap bekerja meski Anda tidak menyadarinya.

Lapisan dinding lambung tersusun atas empat lapisan jaringan yang memiliki fungsi tersendiri pada setiap bagiannya. Penjelasan mengenai lapisan dinding lambung dapat Anda simak pada penjelasan berikut:

1. Selaput Lendir (Mukosa)

Selaput lendir atau mukosa lambung adalah bagian paling dalam dari lambung yang berperan langsung pada makanan yang sedang dicerna. Lapisan mukosa akan mengerut ketika lambung kosong, hal ini yang dapat menyebabkan bentuknya berubah seperti rugae atau gerigi.

Sebaliknya apaliga rugae penuh dengan makanan maka bentuknya akan menjadi pipih. Dalam proses pencernaan yang berlangsung lapisan mukosa lambung akan menghasilkan dua zat pencernaan yaitu pepsin dan HCL untuk memecah protein menjadi pepton.

2. Submukosa

Submukosa merupakan lapisan lambung yang tersusun atas jaringan ikat dan mengandung pembuluh getah bening, sel-sel saraf, serta pembuluh darah yang berfungsi untuk menyalurkan nutrisi ke lambung.

3. Muscularis Externa

Bagian ini merupakan bagian dari lambung yang menutupi bagian submukosa. Tersusun atas tiga lapisan otot yaitu lapisan otot yang memanjang, melingkar, serta menyerong yang dapat membantu proses pencernaan yang terjadi di dalam lambung.

Baca juga: Cara menjaga kesehatan mulut

Terjadinya gerakan peristaltik pada lambung dihasilkan oleh lapisan pada otot muscularis externa yang memanjang dan memendek. Dengan adanya gerakan ini menjadikan makanan teraduk dan tergiling sampai menjadi bentuk kim yaitu semacam bubur halus.

4. Serosa (Visceral Peritoneum)

Lapisan ini adalah lapisan yang paling luar dari lambung yang berfungsi untuk mengurangi terjadinya gesekan antara lambung dengan organ lain yang berada di sekitar sistem pencernaan.

Kelenjar Dinding Lambung

Apabila dilihat menggunakan mikroskop, pada lapisan lambung dipenuhi dengan gastric pits yaitu lapisan pada lambung yang terlihat seperti lubang – lubang kecil. Lubang ini menjadi jalan keluarnya enzim, asam lambung, serta hormon yang dihasilkan oleh sel kelenjar lambung. Beberapa sel kelenjar utama yang ada pada dinding lambung yaitu:

1. Sel Mukosa, sel ini menghasilkan lendir akali untuk melindungi sel lambung dari asam lambung yang berlebih.

2. Sel Parietal, sel ini berfungsi untuk memproduksi asam lambung (HCL).

3. Sel Chief, Sel chief berfungsi dalam memecah protein karena menghasilkan enzim pepsin, serta

4. Sel G yang berfungsi dalam produksi hormon gastrin untuk merangsang aktivitas lambung serta produksi asam lambung.

Keempat sel tersebut tersebar di dalam lambung dengan jumlah yang berbeda – beda. Pada bagian dalam lambung misalnya terdapat banyak sel – sel parietal. Namun, sel ini hampir tidak akan dijumpai pada bagian pilorus lambung.

Daftar Pustaka:

Campbell. (2012). Biologi. Jakarta: Erlangga.

Pujianto, Sri (2014). Menjelajah Dunia Biologi. Surakarta: Tiga Serangkai.

Suharsono dan Popo Mustofa K. (2017). Biologi Umum. Tasikmalaya: LPPM Universitas Siliwangi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *