Ulah Manusia Yang Dapat Mengakibatkan Banjir

Bencana banjir yang menimpa masyarakat (Foto: Desi)
Bencana banjir yang menimpa masyarakat (Foto: Desi)

Manusia merupakan makhluk yang sangat bertanggung jawab atas perubahan kondisi alam di bumi ini karena aktivitas manusia dalam mengelola alam sangatlah dominan daripada makhluk yang lain.

Untuk itu hendaknya setiap keputusan dalam pengelolaan alam dibarengi juga dengan upaya menjaga kelestarian lingkungan agar tidak menimbulkan bencana dikemudian hari.

Adapun bencana yang sering terjadi akibat perilaku manusia yakni bencana banjir yang faktanya hingga saat ini, bencana ini bisa menimpa bukan hanya di daerah sepanjang pesisir sungai atau laut saja melainkan juga bisa menimpa wilayah dalam skala yang lebih luas.

Ulah Manusia Yang Dapat Mengakibatkan Banjir

Untuk lebih jelasnya. Berikut ulah manusia yang dapat mengakibatkan banjir:

1. Adanya penebangan hutan secara tidak terkendali

Jika kita lihat yang kaitannya dengan air, maka hutan merupakan daerah yang dapat menyerap air hujan dalam skala besar. Terutama hutan yang diisi dengan pepohonan besar seperti pohon beringin, asam dan sebagainya.

Akar pepohonan memiliki karakteristik dapat menyerap air yang ada di dalam tanah serta dapat menyimpannya dalam beberapa waktu yang lama untuk kebutuhan pepohonan pada saat musim kemarau.

Nah, apabila penebangan hutan dilakukan tanpa kendali terutama jika tidak disertai penanaman bibit baru, maka kita akan kehilangan “sosok” yang menyerap air dan menjaga keseimbangan air di dalam tanah.

Jika telah terjadi demikian, maka bencana banjir disaat musim penghujan dan bencana kekeringan disaat musim kemarau sangatlah berpotensi terjadi.

Tanah-tanah di wilayah hutan yang telah gundul tidak akan mampu menyerap semua limpahan air hujan yang turun dari langit. Akibatnya, sebagian besar air akan dialirkan di permukaan tanah menuju daerah yang lebih rendah.

Air yang mengalir ini juga akan turut serta membawa partikel-partikel tanah atau lumpur menuju sungai. Itulah sebabnya ketika terjadi banjir airnya berubah menjadi bewarna cokelat.

Normalnya, jika masih banyak pepohonan yang rindang dan semak belukar yang masih rapat, maka air yang mengalir tidaklah bewarna atau istilahnya jernih. Meskipun intensitas hujan sangatlah tinggi, kemungkinan terjadinya banjir sangatlah kecil.

2. Pemanasan global

Fenomena pemanasan global terjadi mengakibatkan suhu permukaan bumi menjadi lebih tinggi. Suhu yang lebih tinggi ini membuat cair sebagian es abadi yang terletak di kutub utara dan selatan.

Es yang mencair dapat menambah volume air laut sehingga mengakibatkan permukaannya naik. Pulau-pulau kecil dan daerah di pesisir lama-lama akan tenggelam akibat naiknya permukaan laut ini.

Hal ini diperparah jika terjadi hujan deras bersamaan dengan peristiwa pasangnya air laut akibat pengaruh gravitasi bulan. Maka akan wilayah dataran rendah di sekitar sungai dan pesisir dapat mengalami peristiwa banjir.

3. Perilaku membuang sampah sembarangan

Sampah yang dibuang sembarangan dapat menutupi lubang selokan terutama sampah plastik yang sifatnya tidak bisa ditembus air dan susah terurai.

Hal ini dapat membuat aliran air yang berada di dalam selokan menuju ke sungai menjadi tidak lancar atau tersumbat sehingga ketika curah hujan tinggi dapat mengakibatkan banjir.

4. Penyalahgunaan lahan di tepi sungai

Penyebab banjir yang terakhir yaitu penyalahgunaan lahan di tepi sungai yang dialihfungsikan sebagai lahan pemukiman penduduk.

Banyak sekali kejadian seperti ini dimana rumah warga dibangun memakan lahan di tepi sungai sehingga luas sungai menjadi mengecil dimana tentu saja akan membuat daya tampung sungai menjadi berkurang.

Cara Mencegah Banjir

Berikut beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mencegah terjadinya banjir.

1. Membuat embung atau kolam besar di atas pegunungan.

2. Membuat bendungan kecil dan besar untuk menahan air.

3. Melakukan penanaman kembali hutan yang telah gundul.

4. Menanam bakau di area pesisir sungai.

5. Membuat cor beton di tebing sungai.

6. Melakukan pemindahan penduduk di bantaran sungai dalam radius tertentu.

7. Melakukan pengerukan dasar sungai.

8. Menyediakan tempat sampah di banyak titik.

9. Melakukan edukasi dan sosialisasi ke masyarakat tentang bahanya banjir.

10. Melakukan gerakan gotong royong membersihkan selokan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *