Sedotan Ramah Lingkungan

Diperlukan upaya besar untuk merubah kebiasaan masyarakat agar beralih ke Sedotan Ramah Lingkungan
Diperlukan upaya besar untuk merubah kebiasaan masyarakat agar beralih ke Sedotan Ramah Lingkungan

Saat ini sampah plastik banyak menyita perhatian para pemerhati lingkungan. Pasalnya, jumlahnya yang banyak serta lamanya waktu untuk bisa diurai menjadi sebab kerusakan bagi lingkungan. Salah satu penyumbang kerusakan tersebut yakni penggunaan sedotan plastik yang sangat masif di masyarakat. Untuk itu perlu adanya gebrakan untuk membuat sedotan ramah lingkungan.

Ada beberapa kriteria dalam memilih sedotan yang ramah lingkungan. Berbagai produk sedotan yang lebih ramah lingkungan ini dibuat dari berbagai macam bahan. Namun pada intinya, tujuannya sama yaitu untuk mengurangi penggunaan sedotan plastik di masyarakat.

Cara memilih sedotan ramah lingkungan

1. Memilih berdasarkan bahan baku

Memilih sedotan bisa kita lihat dari bahan baku yang digunakan. Saat ini telah ada berbagai macam sedotan yang terbuat dari bambu, kertas, stainless steel dan kaca.

2. Desainnya bagus, nyaman digunakan dan anti toksin

Selain berdasarkan bahan bakunya, pemilihan sedotan ramah lingkungan juga harus mempertimbangkan desainnya agar nyaman saat digunakan. Selain itu juga tidak boleh mengandung atau mudah mengeluarkan toksin yang notabene merupakan senyawa berbahaya (racun).

3. Harga terjangkau

Harga yang ramah dengan kondisi keuangan kita juga harus menjadi bahan pertimbangan saat hendak membeli sedotan ramah lingkungan.

4. Tidak rusak, berkarat dan higienis

Sedotan yang hendak kita beli hendaknya tidak mudah rusak apabila terkena air dengan suhu panas atau dingin. Tidak mudah rusak ini bukan berarti tidak mudah terurai melainkan bisa bertahan dalam rentang waktu tertentu. Selain itu sedotan juga tidak boleh berkarat dan tidak higienis.

5. Mudah dibersihkan

Pilihlah sedotan yang mudah dibersihkan dan peralatan pembersihnya mudah kita jumpai di pasaran. Peralatan pembersih ini misalnya sikat sedotan.

Baca juga: Bahan pengganti plastik yang ramah lingkungan

Contoh sedotan ramah lingkungan

Berikut beberapa contoh sedotan ramah lingkungan yang bisa kamu beli di pasar Indonesia. Jika tidak tersedia di pasar atau toko di daerahmu, kamu bisa membelinya secara online.

1. Sedotan bambu

Sedotan bambu merupakan sedotan ramah lingkungan yang terbuat dari bambu. Bisanya dalam satu paket terdapat 12 sedotan bambu dan 1 sikat pembersih. Warnanya yang natural sangat cocok untuk digunakan dalam minuman di acara cafe atau pesta keluarga.

2. Sedotan stainless steel

Seperti namanya, sedotan ini terbuat dari stainless steel. Bahan ini sangat aman digunakan dan tidak mudah berkarat. Bisa digunakan untuk minuman panas atau dingin.

Biasanya, sedotan stainless steel dijual dalam satu set perlengkapan makan-minum. Dalam satu pak terdapat 2 sedotan stainless yang berbentuk lurus dan bengkok. Selain itu juga terdapat sendok, garpu dan 1 sikat pembersih.

3. Sedotan silikon

Sedotan silikon ini memiliki tekstur yang kenyal seperti selang air dengan sifat yang tidak mudah menghantarkan panas sehingga bisa digunakan dalam minumanan panas atau dingin. Variasi warnanya ada banyak sehingga sangat menarik untuk digunakan. Sedotan silikon dapat digunakan berulang kali.

4. Sedotan kertas

Sedotan kertas terbuat dari kertas. Sedotan ini hanya bisa digunakan untuk satu kali pakai dan tidak boleh digunakan terlalu lama dalam kondisi terendam dalam minuman. Sedotan ini mudah rusak sehingga bagi kamu yang hobi menggigit sedotan, sangat tidak diperkenankan menggunakan sedotan ini.

5. Sedotan akrilik

Sedotan akrilik dapat digunakan beberapa kali dengan perawatan yang cukup mudah dibersihkan. Sedotan ini lebih kuat daripada sedotan kertas. Bisanya sedotan ini tidak bewarna alias bening seperti kaca. Dan jikalau bewarna pasti warnanya transparan.

6. Sedotan Loliware straw dan Edible Rice Straws

Sedotan Loliware straw terbuat dari rumput laut sedangkan sedotan edible rice straws terbuat dari tepung tapioka dan beras. Kedua sedotan ini mudah rusak dalam waktu tertentu. Bahannya yang alami membuatnya bisa juga dimakan sehingga aman apabila digunakan untuk bayi atau anak kecil.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.