Pengertian Gen, Fungsi Gen dan Struktur Gen

       

Pada halaman ini kita akan mempelajari tentang pengertian gen, fungsi gen dan struktur gen setelah pada halaman sebelumnya kita membahas tentang kromosom. Ini merupakan pembahasan lanjutan mengenai bab hereditas.

Kali ini kita akan membuka pembahasan dengan sebuah pertanyaan kecil,

Apa pengertian gen dan dimana letak gen?

W. Johansen (1909) berpendapat bahwa gen merupakan unit terkecil dari suatu makhluk hidup yang mengandung substansi hereditas (bahan sifat keturunan). Ukuran gen sangatlah kecil, besarnya sekitar 4-50 milimikron sehingga kita tidak bisa melihatnya dengan mata telanjang. Pada tahun 1991, Thomas Hunt Morgan yaitu seorang ahli Genetika dan Embriologi asal Amerika Serikat mengemukakan bahwa gen berada dalam kromomer atau lokus dimana lokus terdapat di dalam kromonema pada kromosom. Jika dilihat dari mikroskop elektron, di dalam kromonema akan terlihat seperti manik-manik yang posisinya tidak beraturan. Yang seperti manik-manik itulah yang kita sebut sebagai lokus. Jika kita lihat lebih rinci lagi, maka gen terdiri dari protein dan asam nukleat (DNA dan RNA). Kita akan membahas DNA dan RNA pada halaman lain.

Di dalam sel tubuh manusia diperkirakan paling sedikit ada 40.000 gen. Jika kita asumsikan 1 gen mengatur 1 sifat, maka akan ada ribuan bahkan jutaan sifat pada manusia terutama jika sifat tersebut saling dikombinasikan dalam satu individunya. Itulah sebabnya tidak ada manusia yang sama di muka bumi ini bahkan kembar identik pun tidak akan pernah bisa sama. Gen mampu mengatur berbagai macam karakter fisik maupun karakter psikis makhluk hidup, misalnya karakter fisik adalah morfologi, anatomi dan fisiologi sedangkan karakter psikis antara lain pemalu, pemarah, cerewet, pemalas dan pendiam.

Apa saja fungsi-fungsi gen dan sifat-sifat gen?

Fungsi gen antara lain menyampaikan informasi genetik kepada keturunan, menentukan sifat yang akan diturunkan serta mengatur perkembangan dan metabolisme. Selain itu, gen juga memiliki beberapa sifat. Sifat-sifat gen antara lain mengandung informasi genetik, tiap gen memiliki fungsi atau tugas yang berbeda, dapat berduplikasi pada saat pembelahan sel, gen ditentukan oleh susunan kombinasi basa nitrogen dan gen merupakan zarah yang terdapat dalam kromosom (Suwarno, 2009).

Pada umumnya, kromosom ditemukan dalam keadaan berpasangan, ini dinamakan sebagai kromosom homolog sehingga gen juga digambarkan berpasang-pasangan. Nah, pasangan gen ini dalam penulisannya disimbolkan dengan huruf besar maupun huruf kecil misalnya AA, Bb, cc dsb. Bila, pasangan gen terletak pada kromosom homolog, maka dapat digambarkan sebagai berikut ini.

Letak gen pada kromosom homolog

Namun bila pasangan gen tidak dalam satu kromosom homolog, maka dapat digambarkan sebagai berikut ini.

Letak gen pada kromosom yang tidak homolog

Nah, pasangan gen terletak pada lokus yang sama, misalnya A dengan A atau a, B dengan B atau b, C dengan C atau c dan seterusnya. Hal ini dinamakan alel. Tidak bisa kita menulisnya A berpasangan dengan B atau b, hal ini karena A dan B tidak terletak pada lokus yang sama, dengan kata lain gen A bukan alel gen B.

Susunan gen di dalam individu sel disebut genotipe sedangkan ekspresi genotipe tersebut dinamakan fenotipe. Adapun lambang huruf besar merupakan sifat dominan sedangkan huruf kecil merupakan sifat resesif. Nah, istilah dominan digunakan karena gen ini dapat mengalahkan ekspresi gen alelnya. Misalnya gen A merupakan sifat berkulit putih sedangkan a merupakan gen yang merujuk sifat berkulit hitam. Jika seorang individu bergenotip Aa, maka orang tersebut akan berkulit putih meski memiliki gen a (disini gen A lebih dominan). Genotipe makhluk hidup bisa homozigot, misalnya TT dan tt. Nah, selain itu ada pula genotipe atau heterozigot, misalnya Tt. Pada genotipe TT dinamakan homozigot dominan sedangkan tt dinamakan homozigot resesif (Fiktor Ferdinand, 2009).

Gen dapat mengendalikan kegiatan sel melalui sintesis protein yang dilakukan dengan cara membuat substansi tertentu. Setelah itu, substansi ini kemudian akan dikirimkan menuju ke sitoplasma dan berfungsi sebagai cetakan atau matriks untuk membentuk molekul-molekul protein. Nah, protein-protein ini merupakan komponen enzim yang mengatur reaksi metabolisme dalam plasma sel. Diperkirakan setiap gen hanya dapat membuat satu macam komponen enzim (Herlina, 2009).

Pengertian gen, fungsi gen dan struktur gen pada halaman ini harus kita pahami. Untuk struktur gen yang di dalamnya ada DNA, maka kita akan membahasnya pada halaman lain. Nah, untuk selanjutnya kita akan membahas gen lebih dalam lagi pada halaman gen ganda dan pengertian alel.

[color-box]Ferdinand, Fictor P dan Moekti Ariebowo.2009.Praktis Belajar Biologi 2 untuk SMA/MA Kelas XI. Jakarta: Visindo Media Persada.
Sri, Lestari Endang.2009.Biologi 2 Makhluk Hidup Dan Lingkungannya Untuk SMA/MA Kelas XI. Solo: CV Putra Nugraha.
Rachmawati, Faidah dkk.2009.Biologi Untuk SMA/MA Kelas XI Program IPA. Jakarta: CV Ricardo.[/color-box]

loading...

Tim Siswapedia

Siswapedia.com merupakan situs yang dibuat untuk menyediakan informasi pendidikan dan pengetahuan umum berbahasa Indonesia.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *