Pengertian Pantun, Ciri-Ciri Pantun dan Jenis-Jenis Pantun

       

Halaman ini kita akan membahas tentang Pengertian Pantun, Ciri-Ciri Pantun dan Jenis-Jenis Pantun yang disampaikan dengan bahasa ringan dan mudah dipahami.

Kalau ada sumur di ladang
Bolehlah kita menumpang mandi
Kalau ada umur yang panjang
Bolehlah kita berjumpa lagi

Pernahkah Anda mendengar pantun legendaris itu? Tentu saja Anda pernah mendengarkannya bukan? Pantun memang kerap kita temui dalam kehidupan sehari-hari. Sebab, pantun sudah melekat lama dibenak masyarakat Nusantara di abad-abad yang lalu.

Baca juga: Cara Membuat Sinopsis Lebih Mudah

Pengertian Pantun

Pantun merupakan bentuk puisi Indonesia atau puisi Melayu. Pantun termasuk kedalam jenis puisi lama yang masih terikat dengan beragam ketentuan dan aturan-aturan pembuatannya.

Pengertian Pantun, Ciri-Ciri Pantun dan Jenis-Jenis Pantun

Ciri-Ciri Pantun

Pantun mudah dikenali dari ciri-cirinya. Lalu apa saja sih ciri-ciri dari pantun. Berikut ini kami uraikan untuk Anda.

  • Kalimat pada pantun terdiri dari minimal empat baris
  • Bunyi vokal dan konsonan pada pantun mempunyai rima akhir a-b-a-b. Perlu diingat, maksud rima akhir a-b-a-b bukan berarti sebuah pantun harus berakhiran huruf itu. Tapi maksudnya pola rima pantunnya mempunyai format a-b-a-b.
  • Dua baris pada pantun biasanya berisi sampiran
  • Sedangkan bagian baris ke-3, dan bagian baris ke-4 berisi isi pantun
  • Pantun pada umumnya terdiri dari 8 sampai dengan 12 suku kata. Maksimal 13 suku kata.

Jenis-Jenis Pantun Berdasarkan Keterkaitan Antara Sampiran dan Isi

Pantun dikenal mempunyai beberapa jenis. Lalu apa saja sih jenis-jenis pantun itu? Berikut ini kami paparkan beberapa jenis-jenis pantun.

Baca juga: Pengertian Cerpen, Unsur Pembangun Cerpen, Unsur Intrinsik Cerpen

Pertama, pantun mulia. Dinamakan pantun mulia sebab pada bagian baris ke-1 dan baris ke-2 masih menggunakan sampiran dengan topik atau tema yang sama. Sebagai misal:

Air di Dalam Tambah Dalam (sampiran)

Hujan di hulu tidak juga reda (sampiran)

Dendam lalu belum saja sembuh (isi)

Marahnya masih meninggalkan sisa (isi)

Kedua, pantun tak mulia. Disebut pantun mulia sebab pada bagian sampiran ke-1 dan pada bagian sampiran ke-2 topik atau tema keduanya tidak sama. Sampiran ke-1 dan sampiran ke-2 sengaja dibuat hanya untuk menyelaraskan bunyi pada isinya saja. Perhatikanlah contoh pantun tak mulia sebagai berikut.

Berburu ular di padang gelagar (sampiran)

Mendapat ikan di belakang kali (sampiran)

Berguru kepalang ajar (isi)

Bagai bunga kembang tak jadi (isi)

Jenis-Jenis Pantun Berdasarkan Isinya

Berdasarkan isinya seperti apa. Pantun dibagi menjadi beberapa jenis. Berikut pembagian pantun berdasarkan isinya.

Baca juga: Pengertian Hikayat, Jenis-Jenis Hikayat, Unsur-Unsur Hikayat

Pertama, pantun agama: pantun agama merupakan salah satu pantun yang didalamnya berisi petuah-petuah yang berkaitan dengan hal-hal keagamaan. Apa saja sih, contoh dari pantun keagamaan ini? Berikut beberapa contoh pantun keagamaan.

Banyak orang ingin pergi ke bulan

Banyak orang ingin melihat kuasa-Nya

Dunia ini banyak sekali agama dan Tuhannya

Tapi tidak semulia Tuhan Yang Esa

Kedua, pantun budi: Pantun budi adalah salah satu jenis pantun yang didalamnya mengajarkan nilai-nilai kesopanan dan budi pekerti. Pantun ini mengandung petuah-petuah hidup yang sangat filosofis.

Apa faedah berkain antik (sampiran)

Jikalau tidak dengan sujinya (sampiran)

Apa faedah beristri cantik (isi)

Jikalau tidak dengan budinya (isi)

Ketiga, pantun jenaka: konon katanya, dulu, fungsi pantun lebih banyak digunakan untuk menghibur para pekerja paksa pada masa kolonial. Oleh sebab itulah pantun jenaka menjadi salah satu jenis pantun tertua. Pantun jenaka adalah salah satu jenis pantun yang menyuguhkan sajian humor. Membaca pantun ini bisa membuat orang-orang tertawa.

Jalan-jalan menuju rawa (sampiran)

Kalau lelah duduklah dengan kalem (sampiran)

Geli badan ini menahan tawa (sampiran)

Gadis manis itu tertimpa pelem (sampiran)

Nah, sekarang kalian sudah paham kan apa dan bagaimana pantun itu? Sekarang giliran kalian segera membuat pantun. Yuks, buatlah satu pantun dengan memperhatikan beberapa penjelasan seperti di atas.

Bila ada pertanyaan terkait Pengertian Pantun, Ciri-Ciri Pantun dan Jenis-Jenis Pantun bisa tulis di bawah ini.

loading...

Lutfi Aminuddin

Lutfi Aminuddin merupakan kolumnis dibeberapa media lokal dan nasional. Tulisan Lutfi bisa dijumpai pada Harian Pemalang, Geotime, Hipmee, Pressiwa, Solopos, dan masih banyak yang lainya lagi. Lutfi telah mengeluarkan buku berjudul Negeri Bahagia Skandinavia tahun 2017 yang diterbitkan oleh penerbit Asrifa. Lutfi mengenyan Studi S1 nya di IAIN Purwokerto dengan Jurusan Ilmu Komunikasi Penyiaran Islam. Ia juga mengambil S1 di IAIN Surakarta pada jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *