Novel

1. Pengertian Novel

Novel adalah karangan prosa yang panjang, mengandung rangkaian cerita kehidupan seseorang dengan orang di sekelilingnya dengan menonjolkan watak dan sifat setiap pelaku.

Istilah novel berasal dari bahasa Italia novella yang berarti kabar atau berita. Adapun ciri khas sebuah novel di antaranya:

• di dalam sebuah novel terdapat konflik yang mengakibatkan perubahan nasib pada pelakunya

• menceritakan satu segi kehidupan pelaku

• jalan ceritanya singkat; hanya mengenai hal-hal yang pokok/garis besarnya

Hikayat dan novel keduanya merupakan bentuk karya sastra yang berupa prosa. Bedanya, hikayat merupakan bagian dari prosa lama sedangkan novel bagian dari prosa baru.

2. Unsur-unsur ekstrinsik dan intrinsik (alur,tema, penokohan, sudut pandang, latar, dan amanat)

a. Latar

Pelukisan latar novel dapat saja melukiskan keadaan latar secara terperinci sehingga dapat memberikan gambaran yang lebih jelas, konkret, dan pasti. Walaupun demikian, cerita yang baik hanya akan melukiskan detail-detail tertentu yang dipandang perlu.

b. Penokohan

Tokoh-tokoh cerita novel biasanya ditampilkan secara lebih lengkap, misalnya yang berhubungan dengan ciri-ciri fisik, tingkah laku, sifat dan kebiasaan, serta hubungan antartokoh, baik yang dilukiskan secara langsung maupun tak langsung. Semua itu, tentu saja akan memberi gambaran yang lebih jelas dan konkret mengenai keadaan para tokoh. Itulah sebabnya tokoh-tokoh cerita novel dapat lebih mengesankan.

c. Alur

Berhubung ketidakterikatan pada panjang cerita yang memberi kebebasan kepada pengarang, umumnya novel memiliki lebih dari satu alur; terdiri atas satu alur utama dan subalur. Alur utama berisi konflik utama yang menjadi inti persoalan yang diceritakan sepanjang karya itu, sedangkan subalur berupa konflik-konflik tambahan yang sifatnya menopang, memperjelas dan mengintensifkan konflik utama untuk sampai ke klimaks. Alur-alur tambahan atau subalur itu berisi konflik-konflik yang mungkin tidak sama kadar kepentingan atau peran terhadap alur utama. Setiap subalur berjalan sendiri, sekaligus dengan penyelesaiannya sendiri pula, yang tetap berkaitan satu dengan yang lain dan tetap dalam hubungan dengan alur utama.

d. Tema

Dalam novel diungkapkan berbagai masalah kehidupan yang semuanya akan disampaikan pengarang. Namun, sebagaimana peran subalur terhadap alur utama, tema-tema tambahan itu bersifat menopang dan berkaitan dengan tema utama untuk mencapai efek kepaduan.

e. Sudut Pandang

Sudut pandang adalah cara pandang seorang pengarang dalam cerita tersebut sebagai orang pertama (pelaku), orang kedua atau orang ketiga (pengamat cerita).

f. Pesan atau Amanat

Pesan atau amanat, yakni maksud yang terkandung dalam suatu cerita. Amanat sangat erat hubungannya dengan tema.

g. Konflik

Konflik adalah pokok permasalahan yang terjadi dalam novel atau karya sastra.

3. Membandingkan Novel dengan Hikayat

Novel dan hikayat memiliki ciri masing-masing. Adapun cirri-ciri novel, di antaranya adalah sebagai berikut.

a. Terdiri atas jumlah halaman yang cukup banyak.

b. Dibangun oleh unsur intrinsik dan ekstrinsik.

c. Menyajikan permasalahan lebih terperinci jika dibandingkandengan cerpen.

Adapun ciri-ciri hikayat adalah sebagai berikut.

a. Isi ceritanya berkisar pada tokoh raja-raja dan keluarganya (istana sentris).

b. Bersifat pralogis, yaitu memiliki logika tersendiri yang tidak sama dengan logika umum, ada juga ynag menyebutnya fantastis.

c. Mempergunakan banyak kata arkais. Misalnya, hatta, syahdan,sahibul hikayat, menurut empunya cerita, konon, dan tersebutlah perkataan.

d. Tema dominan dalam hikayat adalah petualangan. Biasanya diakhir kisah, tokoh utamanya berhasil menjadi raja atau orang yang mulia.

Novel dan hikayat memiliki unsur-unsur intrinsik dan ekstrinsik. Unsur-unsur intrinsik adalah unsur yang membangun karya sastra itu sendiri. Unsur-unsur intrinsik, antara lain peristiwa, penokohan, tema, dan latar. Unsur ekstrinsik adalah unsur yang berada di luar karya sastra itu, tetapi secara tidak langsung memengaruhi isi karya secara keseluruhan. Misalnya, latar belakang kehidupan pengarang.

[color-box]Adi Abdul Somad, dkk. 2007. Aktif dan Kreatif Berbahasa Indonesia untuk Kelas XI SMA/MA Program IPA dan IPS. Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional.
Euis Sulastri, dkk. 2008. Bahasa dan Sastra Indonesia 2 untuk SMA/MA Kelas XI. Jakarta : Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional.[/color-box]

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *