Pengertian Puisi, Periodesasi Puisi, Jenis-Jenis Puisi, Tips Membuat Puisi

       

Pengertian Puisi, Periodesasi Puisi, Jenis-Jenis Puisi, Tips Membuat Puisi – Kenalkah kamu dengan Cahiril Anwar ? Tentu kalian tahu dengan penyair ini dong ya. Charil Anwar merupakan salah satu penyair, sastrawan, sekaligus pembuat puisi paling populer di Indonesia. Lalu apa sih, pengertian dari puisi ?

Pengertian Puisi

Puisi merupakan salah satu karya sastra prosa berbentuk tulis yang dirangkai dengan kalimat ekspresif, indah, naratif, berima, imajinatif, dan mempunyai makna secara tersirat. Puisi juga kerap kali disebut sebagai karya sastra bertema putis, sebab puisi dibuat tidak dengan kalimat-kalimat keseharian, melainkan menggunakan kalimat-kalimat figuratif, dan khayal.

Dalam bahasa Inggris, puisi kerap kali disebut sebagai poof. Sementara di Belanda, puisi kerap kali disebut sebagai liberman literatur.

Pengertian Puisi, Periodesasi Puisi, Jenis-Jenis Puisi, Tips Membuat Puisi

Periodisasi Puisi

Puisi semakin berkembang, seiring dengan perubahan zaman. Baik berkembang dari segi rima, atau tema-tema puisinya. Ada dua peridode puisi dalam perkembangannya.

Pertama, periode pertama yaitu periode puisi lama. Istilah lain dari puisi lama sering disebut sebagai pusi melayu sebab puisi ini dibuat dengan kalimat dan diksi-diksi berbahasa Melayu. Karakteristik dari puisi lama yaitu penetapan rima yang ketat, bertema seputar perjuangan, menggunakan diksi bahasa Melayu, dan terikat dengan sajak. Beberapa tokoh yang fenomenal di zaman periode puisi lama salah satunya Chairil Anwar, Sultan Takdir Ali Syahbana, dan Muhammad Yamin.

Baca juga: Pengertian dan Contoh Majas Sindiran

Kedua, pada periode kedua. Puisi lama bertranformasi menjadi puisi modern. Disebut puisi modern karena puisi ini sudah tak lagi identik lagi dengan puisi melayu, atau puisi lama. Karakteristik dari puisi moderen salah satunya tidak terikat dengan rima, bebas dalam persajakan, menggunakan diksi bahasa Indonesia kaum urban, dan tema-tema yang dibahas bukan lagi soal kemerdekaan, melainkan tema agama, sosial, pendidikan, hingga tema-tema seputar politik. Beberapa tokoh yang cukup moncer, pada periode puisi moderen salah satunya Joko Pinurbo, Gunawan Muhamad, Putut EA, dan Gus Mus.

Jenis-Jenis Puisi

Karena puisi modern sudah bebas, tidak terikat lagi dengan rima maupun persajakan. Maka efek yang ditimbulkan banyak muncul jenis-jenis puisi. Masing-masing jenis-jenis puisi terdapat beberapa perbedaan. Bebeberapa jenis puisi salah satunya yaitu ada puisi akrostik, puisi naratif, puisi deksriptif, puisi syair, balada, himne, ode, epigram, romansa, elegi, distikon, terzinaa, dan puisi soneta.

Baca juga: Pengertian Cerpen, Unsur Pembangun Cerpen, Unsur Intrinsik Cerpen

Tips Membuat Puisi yang Bagus

Setelah mempelajari pengertian puisi, periodesasi puisi, dan jenis-jenis puisi. Kini waktunya kita berlatih membuat puisi yang bagus. Sebelum memulai membuat puisi ada beberapa tips-tips yang diperhatikan.

Pertama, tentukanlah temanya terlebih dahulu. Tema puisi bisa seputar keagamaan, sosial, ekonomi, asmara, dan alam. Pilihlah tema-tema yang kebetulan sedang kalian pikirkan.

Kedua, tentukanlah diksi yang akan dipakai. Diksi ini maksudnya adalah pilihan kata. Pemakian diksi ini dimaksudkan untuk memperindah puisi. Sebagai misal kata pagi hari, kalian bisa mengganti kalimat tersebut dengan kata senja. Ada lagi pada kata sedih, kalian bisa mengubahnya menjadi diksi semenjana. Semakin banyak diksi dan simbol yang kalian sematkan ke dalam puisi, maka semakin bagus pula puisi milikmu.

Baca juga: Mantra dan Syair : Pengertian, Ciri, Jenis dan Contoh

Ketiga,tentukanlah maksud tersirat yang ingin disampaikan. Puisi harus mempunyai pesan-pesan yang ingin disampaikan kepada para pembaca. Pesan-pesan yang disampaikan bisa dalam wujud naratif atau pragmatis.

Keempat, setelah puisi sudah dibuat menjadi satu kesatuan utuh. Berikutnya kalian tinggal membubuhkan judul saja. Pemberian judul ini harus sinkron dengan tema puisi yang sudah kalian buat. Berbeda antara judul artikel dan judul puisi. Jika judul artikel umumnya panjang, maka pada judul puisi harus dibuat sesimpel mungkin. Kini sekarang giliran kalian mencoba untuk membuat puisi.

Bila ada pertanyaan terkait pembahasan Pengertian Puisi, Periodesasi Puisi, Jenis-Jenis Puisi, Tips Membuat Puisi bisa ditulis di kotak komentar.

loading...

Lutfi Aminuddin

Lutfi Aminuddin merupakan kolumnis dibeberapa media lokal dan nasional. Tulisan Lutfi bisa dijumpai pada Harian Pemalang, Geotime, Hipmee, Pressiwa, Solopos, dan masih banyak yang lainya lagi. Lutfi telah mengeluarkan buku berjudul Negeri Bahagia Skandinavia tahun 2017 yang diterbitkan oleh penerbit Asrifa. Lutfi mengenyan Studi S1 nya di IAIN Purwokerto dengan Jurusan Ilmu Komunikasi Penyiaran Islam. Ia juga mengambil S1 di IAIN Surakarta pada jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Mungkin Anda juga menyukai

4 Respon

  1. Nana berkata:

    Dulu saya heran mengapa di sekolah diajarkan kata konotasi-denotasi sampek macem2 majas (gaya bahasa).. manfaatnya apa? sekarang aq baru tau manfaatnya, ternyata membantu kita agar tidak salah tafsir dalam memahami sastra… seperti puisi, drama, syair dll (y)

    • Agus Masayih berkata:

      Cuma bisa bilang ->> Yuuup betul 🙂

    • Siswapedia berkata:

      betul sekali kak… pertama para siswa diberi pelajaran tentang EYD yang mengenalkan gramatikal bahasa (SPOK) setelah bisa barulah bahasa balaghah (berkonotasi)

  2. Sandiaga Rahmat berkata:

    pekerjaan membosankan sewaktu SD —-> bikin puisi hahaha

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *