Periodisasi Masyarakat Indonesia Pada Masa Praaksara

Kapak genggam yang terbuat dari batu yang penggunaannya dengan cara digenggam

Gambar. Kapak genggam yang terbuat dari batu yang penggunaannya dengan cara digenggam (Sumber: wacananusantara.org)

Kehidupan masyarakat pada masa praaksara (belum mengenal baca-tulis) banyak sekali meninggalkan jejak-jejak sejarah berupa benda logam, tulang, kayu, alat-alat yang terbuat dari batu dan lukisan-lukisan pada dinding gua. Banyak sekali ditemukan peninggalan-peninggalan seperti itu namun yang akan digunakan oleh para ahli sebagai bahan penulisan sejarah hanyalah benda yang mengandung informasi akan hadirnya peristiwa sejarah pada masa lampau.

Jejak peninggalan sejarah seperti itu banyak mengandung informasi yang dapat digunakan sebagai bahan untuk menyusun kejadian sejarah yang kemudian kisahnya dapat diwariskan secara turun-temurun. Jejak sejarah dapat kita bagi menjadi dua macam yakni berupa benda dan berupa tulisan. Nah, jejak sejarah yang berupa benda dapat kita temukan pada zaman Paleolitikum, Mesolitikum, Neolitikum, Megalitikum dan Perundagian.

a. Tradisi manusia hidup berpindah (zaman Paleolitikum)

Tradisi manusia hidup berpindah-pindah dilakukan oleh tipe Pithecanthropus. Mereka tinggal di gua-gua dengan pasokan makanan yang mereka kumpulkan dari alam. Mereka juga belum bisa menguasai alam sehingga hidup selalu berpindah-pindah. Kebudayaan mereka sering kita sebut sebagai kebudayaan Pacitan dan kebudayaan Ngandong.

Banyak sekali alat-alat hasil peninggalan mereka yang ditemukan di daerah Pacitan (Jawa timur), Parigi (Sulawesi) dan Lahat (Sumatra) seperti kapak genggam yang dibuat dari batu. Oleh karena alat-alatnya terbuat dari batu, maka kita namakan sebagai budaya batu atau stone culture.

Kbudayaan ngandong ditemukan di daerah Ngandong, Ngawi, Jawa timur. Alat-alat peninggalannya terbuat dari tulang, ada juga kapak genggam, benda batu berupa flakes dan batu bewarna yang disebut chalcedon.

b. Peningkatan hidup manusia memasuki hidup setengah menetap/ semisedenter (zaman Mesolitikum)

Pada zaman ini taraf hidup masyarakatnya telah berkembang. Dapat kita jumpai jejak sejarahnya seperti sampah kerang dan gua sebagai tempat tinggal. Adapun alat-alat yang digunakan adalah kapak genggam, kapak pendek da pipisan.

c. Tradisi manusia zaman hidup menetap (zaman Neolitikum)

Pada zaman ini, masyarakatnya sudah mengusahakan untuk melakukan bercocok tanam secara sederhana dengan penanaman padi, ubi, talas dan jelai. Selain itu alat-alat yang digunakan untuk kehidupan sehari-harinya pun sudah bagus seperti kapak genggam, kapak persegi, alat serpih (untuk mata anak panah), kendi air dan kapak lonjong.

d. Tradisi Megalitikum

Pada zaman ini, peredaban masyarakatnya lebih maju daripada zaman Neolitikum. Kita dapat menemukan jejak-jejak sejarahnya berupa batu besar seperti menhir, dolmen dan sarkofagus. Menhir merupakan tugu besar yang terbuat dari batu yang dipercaya sebagai roh nenek moyang. Domen merupakan meja batu besar atau disebut sebagai altar. Sarkofagus merupakan kuburan besar yang terbuat dari batu.

e. Tradisi zaman perundagian

Hidup menetap dengan perdaban yang lebih maju serta kemampuan dalam mengelola hasil sumber daya alam merupakan tradisi pada zaman ini. Masyarakatnya telah mengenal persawahan dengan sistem pengairan, manik-manik, benda besi, perhiasan dari perunggu dan bisa membuat alat dari logam. Adapun jenis logam yang dibuat oleh masyarakatnya pada zaman ini di Indonesia meliputi:

1. Kapak Corong (tangkainya berbentuk corong) digunakan sebagai upacara adat. Alat ini ditemukan di Jawa, Bali, Makassar, pulau selayar dan Papua.

2. Nekara (semacam tambur besar) di temukan di Alor, Roti, Bali dan Papua.

3. Arca perunggu ditemukan di daerah Bangkinang, Riau, dan Limbangan, Bogor.

Daftar Pustaka
Wardaya.2009.Cakrawala Sejarah. Surakarta:PT. Widya Duta Grafika.

Tim Siswapedia

"Kami mendukung pendidikan gratis di Indonesia"

Mungkin Anda juga menyukai