Perkembangan Agama Buddha di India

Agama Budha pertama kali disiarkan oleh Siddharta Gautama di India

Gambar. Agama Budha pertama kali disiarkan oleh Siddharta Gautama di India (Sumber: franciscorocco.wordpress.com)

Sekitar abad ke-6, Agama Hindu di India mengalami penurunan. Disaat itulah kemudian muncul agama Budha yang disiarkan oleh Siddharta Gautama. Agama ini memiliki satu kitab suci yang dinamakan sebagai kitab Tripitaka yang berarti tiga keranjang atau tiga himpunan nikmat.

Dalam tripitaka terdapat 3 isi pokok ajaran yakni:

a. Suttapitaka berisi himpunan ajaran dan khotbah Buddha. Bagian terbesarnya adalah percakapan antara Buddha dan beberapa orang muridnya yang di dalamnya pula terdapat pembahasan terkait meditasi dan peribadatan.

b. Winayapitaka berisi tata hidup setiap anggota biara (sangha).

c. Abhidharmapitaka ditujukan bagi lapisan terpelajar dalam agama Buddha sebab merupakan pelajaran lanjutan.

Dalam ajaran Budha terdapat 4 kota suci, yakni:
a. Taman Lumbini di Kapilawastu merupakan tempat lahirnya Siddharta (563 SM).
b. Bodhgaya merupakan tempat Siddharta menerima wahyu Buddha.
c. Kusinagara merupakan tempat wafatnya Siddharta pada tahun 482 SM.
d. Benares merupakan tempat Siddharta berkhotbah pertama kali.

Siddharta Gautama pernah melakukan penyebaran agama di Taman Menjangan, Benares yang berisi antara lain:

a. Aryastyani, yakni empat kebenaran utama dan delapan jalan tengah (Astavida).

1) hidup adalah derita (duka) atau samsara,
2) samsara disebabkan oleh hasrat keinginan (tresna) atau tanha,
3) keinginan tresna harus dihilangkan
4) cara menghilangkan tresna yaitu dengan delapan jalan tengah.

Delapan jalan tengah, yaitu

1) pengertian yang benar,
2) maksud yang benar,
3) bicara yang benar,
4) laku yang benar
5) kerja yang benar,
6) ikhtiar yang benar,
7) ingatan yang benar,
8) renungan yang benar.

b. Pratityasamudpada artinya rantai sebab akibat yang terdiri atas dua belas rantai dan masing-masing merupakan sebab dari hal berikutnya.

Agama Buddha berkembang pesat di India pada masa Wangsa Maurya di bawah Raja Ashoka. Kemudian untuk menghormati sang Budha, Raja Ashoka membuat monumen sebeagai berikut:

a. Bunga saroja sebagai perlambang kelahiran Siddharta,
b. Pohon bodhi (pipala) sebagai perlambang penerangan agung,
c. Jantera sebagai perlambang memulai pengajaran,
d. Stupa sebagai perlambang kematian.

Daftar Pustaka
Wardaya.2009.Cakrawala Sejarah 2 : untuk SMA / MA Kelas XI (Program Bahasa).Solo:PT. Widya Duta Grafika.

Tim Siswapedia

"Kami mendukung pendidikan gratis di Indonesia"

Mungkin Anda juga menyukai