Pengertian, Contoh, Pengukuran, Faktor dan Jenis Inteligensi

Pengertian, Contoh, Pengukuran, Faktor dan Jenis Inteligensi – Dalam masyarakat khususnya di dalam dunia pendidikan serta pembelajaran, kata Inteligensi sudah sangat akrab untuk didengar.

Hal tersebut dapat disebabkan karena pendidikan di tempuh oleh anak dengan beragam kemampuan Inteligensi. Untuk mencapai suatu tujuan maka diperlukan pemahaman yang tepat.

Karena mempunyai beberapa kemampuan, maka manusia dapat mempertahankan kelangsungan hidupnya dan dapat mengembangkan diri. Kemampuan tersebut dapat dibagi lagi menjadi duda yaitu kemampuan potensial dan kecakapan nyata yang mana kedua kecakapan tersebut diwariskan dari kedua orang tua.

Baca juga: Disorganisasi keluarga

Pengertian, Contoh, Pengukuran, Faktor serta Jenis Inteligensi

Konsensus terkait arti dari Inteligensi hampir tidak mungkin, ini karena para ahli belum menyepakati mengenai berbagai hal yang berkaitan dengan Inteligensi. Di dalam hal definisi, maka akan banyak bermunculan definisi yang dikemukakan oleh para ahli dengan berbagai macam perbedaan.

Menurut Thornburg dalam Purwanto (2010 : 478)

“Inteligensi adalah ukuran bagaimana individu berperilaku. Inteligensi diukur dengan perilaku individu, interaksi interpersonal dan prestasi. Inteligensi dapat di definisikan dangan beragam cara: (1) kemampuan berpikir abstrak, (2) kemampuan mempertimbangkan, memahami dan menalar, (3) kemampuan beradaptasi dengan lingkungan, dan (4) kemampuan total individu untuk bertindak dengan sengaja dan secara rasional dalam lingkungan”.

Contoh Intelegensi

Contoh dari suatu Inteligensi yaitu apabila seorang anak mengamati suatu lingkungan misalnya sebuah kebun binatang, maka itu hanyalah sebuah persepsi.

Akan tetapi apabila anak tersebut mulai mengelompokkan jenis hewan yang ada, menghitung, serta membandingkan antar hewan yang ada pada kebun binatang tersebut, maka yang anak lakukan sudah termasuk perbuatan yang berInteligensi.

Untuk mengukur suatu tingkatan Inteligensi dapat dilakukan dengan melakukan evaluasi, dengan melakukan evaluasi itu artinya menentukan nilai materi serta metode guna mencapai tujuan tertentu. Penilaian yang bersifat kualitataif maupun kuantitatif dimanfaatkan untuk mengetahui sejauh mana materi serta metode tertentu yang dikuasai.

Untuk melakukan penilaian harus berdasarkan bukti internal seperti evaluasi yang didasarkan atas logika, sedangkan penilaian berdasarkan bukti eksternal seperti mengevaluasi materi berdasarkan kriteria yang ditetapkan atau diingat.

Faktor Yang Mempengaruhi Intelegensi

Inteligensi sendiri dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti kognitif seperti:

1. Mengingat, proses mengingat yaitu mengambil pengetahuan dari memori jangka panjang.

2. Memahami, proses kognitif dalam tingkatan pemahaman seperti menafsirkan, mengkalsifikasikan, memberikan contoh, menyimpulkan, membandingkan, serta menjelaskan.

3. Mengaplikasikan, dalam hal ini melibatkan penggunaan prosedur tertentu untuk menyelesaikan masalah.

4. Menganalisis, meliputi proses kognitif membedakan, mengatribusikan, dan mengorganisi

5. Mengevaluasi, dapat diartikan dalam membuat keputusan harus berdasarkan standar dan kriteria tertentu.

6. Mencipta, dalam proses mencipta, melibatkan proses penyusunan elemen menjadi sebuah keseluruhan yang koheren.

Baca juga: Sistem saraf sadar

Jenis atau Macam – Macam Intelegnsi

Selain faktor-faktor yang dapat memengaruhi Inteligensi, terdapat pula beberapa jenis Inteligensi seperti:

1. Kecerdasan Intelektual (IQ), kecerdasan intelektual adalah suatu konsep yang sulit untuk di definisikan. Secara umum dirumuskan dalam tiga klasifikasi seperti kemampuan menyesuaikan diri dengan lingkungan, kemampuan belajar dan berpikir secara abstrak dan menggunakan simbol serta konsep.

2. Kecerdasan Emosi, kecerdasan emosional mengacu pada kemampuan seseorang dalam mengenali perasaannya sendiri. Kemampuan mengelola emosi didasarkan pada lima komponen seperti mengenali emosi, mengelola emosi, motivasi diri sendiri, mengenali emosi orang lain, dan dapat membina hubungan.

3. Kecerdasan Bahasa, seiring bertambahnya usia seseorang, maka perkembangan bahasa terus berlanjut, perbendaharaan kosa kata terus meningkat, dan penggunaan kalimat semakin kompleks.

4. Kecerdasan Sosial, dalam perkembangannya sesorang akan memiliki relasi dengan teman sebaya atau keluarga bahkan masyarakat umum yang semakin banyak.

Daftar Pustaka:

Anderson, Lorin W dan David R. K. Translator (Agung Prihantoro). (2017). Pembelajaran, Pengajaran, dan Asesmen. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Desmita. (2006). Psikologi Perkembangan. Bandung: Remaja Rosdakarya Offset.

Purwanto. (2010). “Inteligensi: Konsep dan Pengukurannya”. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, vol. 16, Nomor 4. (Juli). Surakarta.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *