Macam-Macam Hewan Avertebrata

Landak laut atau Duri Babi merupakan hewan Avertebrata
Landak laut atau Duri Babi merupakan hewan Avertebrata (Foto: pixabay.com)

Macam-Macam Hewan Avertebrata – Pada halaman sebelumnya kita telah membahas tentang hewan vertebrata yang merupakan hewan bertulang belakang. Nah, pada halaman ini kita akan membahas tentang hewan avertebrata atau invertebrata. Apa itu? simak uraian berikut ini.

Hewan avertebrata atau invertebrata merupakan hewan yang tidak mempunyai ruas-ruas tulang belakang dimana susunan sarafnya terletak di bawah saluran pencernaan. Bila kita amati, hewan avertebrata ini memiliki pola organisasi tubuh yang lebih sederhana daripada hewan vertebrata. Oleh karena lebih sederhana, hewan yang masuk dalam kelompok ini sering dianggap sebagai hewan primitif yaitu hewan yang memiliki tingkat kehidupan lebih awal karena hanya memiliki perubahan yang sedikit dalam tubuhnya (Baca juga: Ciri-Ciri Animalia ).

Macam-Macam Hewan Avertebrata

Hewan Avertebrata terdiri dari delapan filum yakni hewan berpori (Porifera), hewan berongga (Coelenterata), hewan berkulit duri (Echinodermata), cacing pipih (Platyhelmintes), cacing gilig (Nemathelminthes), cacing gelang (Annelida), hewan lunak (Mollusca) dan hewan berbuku-buku (Arthropoda). Nah, di halaman ini kita tidak akan membahasnya secara terperinci terkait delapan filum ini. Kita akan membahasnya di halaman lain, setuju?.

1. Hewan berpori (Porifera)

Nama Porifera diambil dari bahasa latin, “porus” yang berarti lubang/pori-pori dan “ferre” yang berarti membawa atau mempunyai, sehingga Porifera dapat dimaknai sebagai hewan yang memiliki pori-pori. Hewan berpori banyak hidup di dasar air secara sendiri maupun berkoloni, baik di perairan asin ataupun perairan tawar. Kulitnya yang berpori berfungsi untuk memasukan makanan yang terlarut di dalam air, umunya berupa plankton dan oksigen. Hewan ini memiliki bentuk yang pipih seperti vas bunga serta bercabang. Selain itu, hewan ini juga berperan dalam penyusunan terumbu-terumbu karang.

Hewan porifera, pada bagian rangka luarnya terdiri atas spikula yang tersusun dari zat kapur dan zat kersik. Ia termasuk ke dalam hewan multiseluler meski belum mempunyai jaringan, organ dan sistem organ. Dalam berkembang biak, hewan ini melakukannya dengan cara vegetatif dan generatif.

  • Hewan berpori terdapat tiga kelas yakniKelas Calcarea (spikula terbuat dari zat kapur), misalnya Grantia, Scypha gelatinosa dan Leucosoelenia.
  • Kelas Hexactinellida (spikula terbuat dari zat silikat/kersik), misalnya Euplectella aspergillum, Regadrella sp.
  • Kelas Demospongia (spikula terbuat dari zat kersik dan protein atau hanya protein saja) , misalnya Spongilla sp, Euspongia sp, Microciona, Corticium.

Hingga saat ini hewan porifera yang tercatat barulah sekitar 5000-an spesies. Angka ini bisa saja berubah seiring adanya kemajuan teknologi yang membantu adanya penemuan-penemuan baru.

2. Hewan berongga (Coelenterata)

Coelenterata berasal dari bahasa Yunani yakni “coelos” yang berarti rongga dan “enteron” yang berarti usus/perut sehingga coelenterata diartikan sebagai hewan yang memiliki rongga. Hewan berongga memiliki kinerja struktur yang lebih kompleks bila kita bandingkan dengan hewan berpori.

Hewan berongga memiliki rongga yang berperan sebagai usus untuk mencerna makanan, sebuah mulut untuk menelan mangsanya dan tentakel yang berguna untuk menangkap mangsanya. Hewan jenis ini mampu hidup sendiri atau berkoloni. Pada umumnya dapat kita jumpai di perairan asin namun adapula yang hidup di perairan tawar. Yang termasuk hewan jenis ini misalnya ubur-ubur, karang laut dan anemon.

Coelenterata melakukan perkembangbiakan secara seksual dan aseksual. Secara seksual yaitu berupa penyatuan sperma dan ovum yang akan membentuk zigot. Sedangkan secara aseksual yaitu dengan membentuk tunas (kuncup) yang kemudian menempel pada kaki induknya. Kemudian kakinya akan membesar membentuk tentakel dan terlepas menjadi individu yang baru.

Hewan berongga terbagi menjadi tiga kelas yakni:

  • Kelas Hydrozoa (berbentuk polip, membentuk medusa yang mempunyai laci dan payung), misalnya Hydra, Gonionemus dan Obelia.
  • Kelas Schyphozoa (membentuk medusa, tidak bercadar, saluran radialnya bercabang majemuk dan mempunyai kantung ruang gastrikum yang berisi gonad), misalnya Aurelia aurita (ubur-ubur).
  • Kelas Anthozoa (berbentuk polip, tidak membentuk medusa, tidak bertangkai, terbungkus skeleton eksternal (karang) serta memiliki banyak tentakel yang tersusun di sekitar mulut), misalnya anemon dan hewan karang laut.

3. Hewan berkulit duri (Echinodermata)

Echinodermata berasal dari kata “echinos” yang berarti duri dan “derma” yang berarti kulit sehingga bisa dimaknai sebagai hewan berkulit duri. Hewan golongan ini hidup di dalam laut seperti bintang laut, mentimun laut dan duri babi. Hewan berkulit duri memiliki rangka di luar yang terbuat dari zat kapur atau kitin dimana pada permukaan kulitnya terdapat duri. Mulut hewan golongan ini berada di bawah sedangkan anusnya berada di atas. Selain itu, hewan ini pada umumnya sudah memiliki sistem pencernaan yang sempurna.

Landak laut atau Duri Babi merupakan hewan Avertebrata
Landak laut atau Duri Babi merupakan hewan Avertebrata (Foto: pixabay.com)

Hewan berkulit duri dapat dibagi menjadi lima kelas yakni:

  • Kelas Asteroidea (bentuk tubuh seperti bintang), misalnya Asteria forbesi (bintang laut), Linkia laevigata (bintang laut biru), Pentaceros (bintang laut bertanduk) dan Culcita (bintang laut berkulit).
  • Kelas Ophiuroidea (bentuknya seperti ular), misalnya Ophiothrix dan fragillis (bintang ular laut).
  • Kelas Crinoidea (bentuknya seperti bunga lili), misalnya Antodon tanella.
  • Kelas Echinoidea (bentuknya seperti landak laut), misalnya Echinocardium cordatum (landak laut).
  • Kelas Holothuroidea (bentuknya bulat panjang), misalnya Cucumari planci (teripang).

Nah, untuk cacing pipih (Platyhelmintes), cacing gilig (Nemathelminthes), cacing gelang (Annelida), hewan lunak (Mollusca) dan hewan berbuku-buku (Arthropoda) akan kita bahas pada halaman berikutnya berjudul Macam-Macam Hewan Avertebrata Bagian ke dua (Baca juga: Macam-Macam Hewan Vertebrata).

[color-box]Kistinah, Indun dkk.2009. Biologi 1 : Makhluk Hidup dan Lingkungannya Untuk SMA/MA Kelas X.Surakarta:CV. Putra Nugraha.[/color-box]

Pos terkait