Disorganisasi keluarga

Mungkin Anda juga menyukai

9 Respon

  1. Muhammad Sarifuddin berkata:

    jangan sampai perceraian bikin anak kehilangan induknya!! anak akan menjadi korban utama

    • Siswa Team berkata:

      Betul Kak, setiap ada perceraian pasti korban utamanya adalah anak. Orang tua pada posisi seperti ini cenderung egois, mereka pikir dengan bercerai akan menciptakan solusi bagi mereka. Oke, bisa jadi memang bisa menjadi solusi, tapi bagaimana dengan si anak?? itu juga harus dipikirkan…

      • Muhammad Sarifuddin berkata:

        perceraian di indonesia menurut menteri Khofifah meningkat 60-70 % (liputan6.com), menurut saya faktor perceraian lebih dikarenakan FAKTOR KOMITMEN antara suami-istri. Mengapa? krna kalau alasannya faktor ekonomi, knpa banyak orang kaya yang bercerai?, entah dimotori perselingkuhan, suami-istri saling sibuk dsb. Bagaimana dengan alasan adanya perbedaan pendapatan (income) dimana istri pendapatannya lebih besar, menrut saya itu juga kurang tepat karena banyak keluarga yang istrinya gajinya lebih gedhe tapi rumah tangga tetap harmonis.

        • Afif Maulana berkata:

          klu blh menambahi pendapat mas sarifuddin, memang betul faktor ekonomi, faktor status sosial, pendidikan itu bukan faktor utama penyebab perceraian (menrt saya lho..), tapi bisa jadi itu adalah faktor “bumbu tambahan” yang dapat mempercepat atau meng-“iya”-kan untuk segera bercerai… tapi yg namanya “bumbu tambahan” kan gak mesti ada, iya kan? 🙂 atau kalaupun ada seseorang tidak akan bercerai atau setidaknya membatalkan bercerai bilamana tidak ada faktor utamanya. Apa faktor utamanya itu? faktor utamanya adalah KEPERCAYAAN.

          kepercayaan bisa diartikan luas lho, kepercayaan komitmen, kepercayaan akan keberlangsungan ekonomi, kepercayaan sesuai posisinya dimana ayah harus bisa mengemban tugas sebagai ayah dan ibu harus bisa sebagai ibu beneran hehehe

          • Djarot JkT48 berkata:

            yang penting agamanya bro
            kalau agamanya bener insyA faktor perceraian bisa diminimalisir =D
            bukan agama secara teori, tapi praktek.. agama masuk ke hati

          • Muhammad Sarifuddin berkata:

            perceraian bukanlah hal momok bahkan bisa jadi solusi bagi orang yang bisa memahami agama sampek ke hati, bukan teori. kayak suami-istri yang tidak dikaruniai keturunan (faktor gen) bisa solusinya bercerai atau suami nikah lagi (poligami). dengan bercerai istri bisa nikah lagi dan suami bisa nikah lagi… tapi klu cerai disebabkan krna perselingkuhan, tingkah bejat (mabok, gak mau kerja, suka judi) ini yang dikasihani ya anaknya

          • Afif Maulana berkata:

            kalau toh terjadi perceraian… kita harus menasehati anaknya dengan bahasa yang halus.

            “MASA DEPAN ANAK KORBAN PERCERAIAN MASIH BERSIH JADI JANGAN DIKOTORI DENGAN GELAPNYA RUMAH TANGGA ORANG TUANYA”

            kalau rumah tangga ortunya gagal, rumah tangga anaknya jangan sampai gagal…! masa depan harus lebih baik

          • Muhammad Sarifuddin berkata:

            setuju! rumah tangga anak adalah rumah tangga buatannya sendiri. kegagalan orang tuanya jangan sampek dicontoh oleh keluarga anak,, anak harus bisa lepas dari bayang-bayang kegagalan rumah tangga orang tuanya. dia harus tetap melaju untuk mewujudkan cita2nya. bahagia bersama keluarganya sendiri.

  2. Muhammad Rahmadita berkata:

    perceraian di Indonesia sudah mengkhawatirkan…. tinggi
    beberapa temanku sebagai anak udah jadi korban

Tinggalkan Balasan