Pengertian Paragraf Persuasi Beserta Contohnya

1. Pengertian Paragraf Persuasif

    Paragraf persuasif adalah paragraf yang berisi ajakan atau bujukan agar pembaca mengikuti atau mengadopsi petunjuk-petunjuk yang ditulisnya dalam teks.Persuasi bertujuan untuk meyakinkan seseorang baik pembaca atau juga pendengar agar melakukan sesuatu yang dikehendaki penulis.
    Berdasarkan pengertian tersebut,dapat diketahui ciri paragraf atau karangan persuasif, yakni sebagai berikut.
    a. Bertujuan memengaruhi pembaca untuk melakukan tindakan sesuai yang diharapkan penulisnya.
    b. Teks yang mengandung persuasi biasanya menggunakan segala upaya yang memungkinkan pembaca terpengaruh.
    c. Kadang-kadang menggunakan alasan yang tidak rasional.
    d. Paragraf persuasi biasanya terdapat dalam iklan atau dalam tips-tips tertentu.
    e. Dalam iklan, karangan persuasi ini disebut juga persuasif-provokatif.
    Bentuk persuasif yang dikenal umum adalah propaganda yang dilakukan berbagai badan, lembaga, atau perorangan; iklan dalam surat kabar untuk mempromosikan barang dagangan, kampanye untuk menarik pemilih sebanyak-banyaknya, dan selebaran-selebaran atau pamflet. Bentuk-bentuk persuasif ini biasanya menggunakan pedekatan emotif, yaitu pendekatan yang berusaha membangkitkan dan merangsang emosi pembaca. Di samping itu, karangan persuasif pun biasanya menggunakan pendekatan rasional, yakni dengan menyampaikan fakta-fakta untuk meyakinkan pembaca atau pendengar.
    Contoh
    Karier memang bukan segala-galanya dalam hidup ini, tetapi punya andil dalam memengaruhi kehidupan seseorang. Mempertahankan serta meningkatkan kualitas karier merupakan keinginan sebagian besar orang. Banyak cara yang bisa ditempuh untuk menjaga kualitas karier. Salah satu yang paling efektif adalah dengan senantiasa menjaga gairah kerja. Gairah kerja ternyata ikut menentukan sukses tidaknya karier seseorang. Bahkan, harus usahakan agar gairah kerja selalu meningkat dari waktu ke waktu, jangan sampai menurun, atau malah hilang sama sekali.
    Paragraf di atas berisi ajakan atau imbauan kepada pembaca dengan menjelaskan bahwa seseorang bisa mengembangkan kariernya dengan menjaga gairah kerja. Apabila dilanjutkan dengan paragraf berikutnya, menjaga gairah kerja tersebut akan dijelaskan dengan beberapa tips atau resep, seperti menjaga kondisi tubuh, mengawali pekerjaan dengan penuh senyum, mencintai dan menikmati pekerjaan, memanfaatkan waktu sebaik-baiknya, memberikan kado istimewa, dan memiliki semangat berkompetisi. Dengan demikian, tulisan tersebut mengajak pembaca untuk menjaga gairah kerja. Ajakan inilah yang menjadi ciri dan karakter paragraf persuasif.

2. Menentukan Topik Persuasif

    Topik karangan (tulisan) persuasif dapat dikembangkan dari berbagai macam bidang. Hampir setiap bidang bisa dijadikan topik karangan persuasif, dengan syarat topik itu mengandung ajakan atau persuasif kepada pembaca. Beberapa contoh topik yang bisa dikembangkan menjadi karangan persuasif adalah sebagai berikut.

Bidang Kesehatan

    Menghindari Diri dari Penyakit Demam Berdarah
    Hidup Sehat dengan Murah
    Olahraga untuk Kesehatan Tubuh

Bidang Pendidikan

    Meraih Prestasi Dunia di Tengah Kompetisi yang Ketat
    Cara Belajar yang Efektif
    Buku Sebagai Sumber Ilmu
    Contoh-contoh tema di atas menggambarkan bahwa pembaca diajak untuk ikut atau mengikuti saran-saran yang dituangkan dalam tulisan tersebut. Tema Hidup Sehat dengan Murah, misalnya akan memaparkan bagaimana menjaga kesehatan dengan tidak mengeluarkan dana yang banyak. Tulisan ini akan memberi contohcontoh olahraga atau upaya menjaga kesehatan dengan tidak mengeluarkan uang, misalnya, membiasakan diri untuk jalan-jalan (jogging). Semua kalimat dalam karangan ini akan disusun secara persuatif karena tujuannya mengajak pembaca untuk mengikuti saran-saran dalam tulisan tersebut.

3. Menulis Kerangka Paragraf Persuasif

    Kerangka paragraf dibuat sedemikian rupa sehingga terdapat koherensi antara satu kalimat dan kalimat lainnya. Di samping itu, kerangka juga akan memandu seorang penulis mengembangkan paragraf atau karangannya. Kerangka paragraf atau karangan dapat dibuat lebih terperinci atau secara garis besarnya saja. Kerangka karangan dibuat sesuai dengan kebutuhan seorang penulis. Memang, banyak juga penulis yang tidak menggunakan kerangka paragraf atau karangan. Namun, sebagai penulis pemula, harus terlebih dahulu membuat kerangka paragraf atau karangan supaya tulisan menjadi benar-benar baik.
    Berikut ini ditulis beberapa kerangka persuasif. Cermatilah kerangka paragraf tersebut dengan baik! Sebelum menulis karangan, Anda dapat membuat kerangka sesuai dengan kebutuhan Anda.
    Topik paragraf : ………………………………………………………………………………
    Gagasan utama : ……………………………………………………………………………..
    Gagasan pendukung : ……………………………………………………………………….
    Contoh kerangka karangan berdasarkan ketentuan di atas.
    Topik paragraf : Belajar secara efektif
    Gagasan utama : Belajar secara efektif dibutuhkan oleh setiap pelajar
    Gagasan pendukung : Kompetisi di antara pelajar semakin tinggi
    Semakin banyak pelajar yang pintar
    Materi ajar yang banyak membutuhkan waktu belajar yang lebih lama.

4. Menyusun Paragraf Persuasif

    Contoh kerangka paragraf di atas dapat dikembangkan menjadi sebuah paragraf yang baik. Kerangka paragraf tersebut ditulis dalam empat kalimat, yaitu satu kalimat utama yang mengandung gagasan utama dan tiga kalimat pendukung yang mengandung gagasan pendukung (penjelas).
    Perhatikanlah contoh paragraf yang dikembangkan berdasarkan kerangka paragraf di atas.
    Setiap pelajar membutuhkan strategi belajar yang efektif pada masa mendatang. Strategi belajar yang efektif sangat diperlukan oleh pelajar mengingat semakin hari kompetisi di kalangan pelajar semakin tinggi. Para pelajar berlomba untuk mencapai prestasi sehingga semakin banyak pelajar yang pintar. Materi ajar yang banyak, harus disiasati dengan cara belajar efektif, tidak membuang-buang waktu aagar pelajar bisa belajar dalam waktu yang lebih singkat.

5. Teknik Menulis Paragraf atau Karangan Persuasi

    Teknik Menulis Paragraf atau Karangan Persuasi adalah
    a. Rasionalisasi
    Rasionalisasi adalah proses penggunaan akal untuk memberikan dasar pembenaran terhadap suatu persoalan. Pembenaran ini berfungsi untuk memudahkan jalan agar keinginan, sikap, keputusan, atau tindakan yang telah ditentukan dapat dibenarkan.
    b. Sugesti
    Sugesti adalah suatu usaha membujuk atau mempengaruhiorang lain untuk menerima pendirian tertentu. Dalam kehidupan sehari-hari, sugesti itu biasanya dilakukan dengan rangkaian kata-kata yang menarik dan meyakinkan.
    Agar lebih mudah membuat paragraf persuasif, dapat memanfaatkan kalimat-kalimat yang menggunakan kata penghubung antarklausa, yaitu karena, jika, kalau, seperti, dan lain-lain.
    Contoh
    Jika senang bepergian, Tentunya memiliki banyak persiapan dalam menghadapi liburan ini. Persiapan yang terpenting adalah kesehatan fisik. Anda tidak mungkin dapat berlibur jika terserang penyakit. Oleh karena itulah, kami ciptakan sebuah produk multivitamin terbaik. Selain vitamin A, B Kompleks, dan vitamin C, multivitamin ini pun diperkaya oleh vitamin D yang dapat menguatkan tulang, serta vitamin E agar kulit Anda senantiasa sehat. Dengan tubuh yang sehat dan bugar, berbagai aktivitas dapat Anda lakukan dengan bersemangat. Jika Anda ingin senantiasa sehat dan mendapatkan khasiat dari Xavier-C, segera kunjungi apotek terdekat di kota Anda. Dijamin, Anda tidak akan pernah merasa kecewa.

Daftar Pustaka
Adi Abdul Somad, dkk. 2007. Aktif dan Kreatif Berbahasa Indonesia untuk Kelas X SMA/MA. Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional.
Indrawati. 2009. Bahasa dan Sastra Indonesia untuk SMA/MA kelas X. Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional.

Tim Siswapedia

Tim Siswapedia

"Kami mendukung pendidikan gratis di Indonesia"

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *