Pengertian Paragraf Argumentasi Beserta Contohnya

1.      Paragraf Argumentatif

    Paragraf argumentatif adalah paragraf yang mengemukakan alasan, contoh, dan bukti-bukti yang kuat dan meyakinkan. Alasan-alasan, bukti, dan sejenisnya, digunakan penulis untuk memengaruhi pembaca agar mereka menyetujui pendapat, sikap, dan keyakinannya. Dalam argumentatif, penulis menyampaikan pendapat yang disertai penjelasan dan alasan yang kuat dengan maksud agar pembaca terpengaruh. Keberadaan data, fakta, dan alasan sangat mutlak dalam karangan argumentasi. Bukti-bukti ini dapat berupa benda-benda konkret, angka statistik, dan rasionalisasi penalaran penulis.
    Pengembangan paragraf argumentatif dilakukan dengan kalimat-kalimat yang berisi sesuatu yang bersifat alasan-alasan agar pembaca percaya dan menerima apa yang dikemukakan penulis. Kalimat-kalimat itu berisi argumentatif yang dikembangkan melalui beberapa metode, di antaranya adalah (1) definisi, (2) sebab-akibat, (3) keadaan, (4) persamaan, (5) perbandingan, (6) pertentangan, dan (7) kesaksian dan otoritas.
    Dalam berargumentasi, unsur-unsur yang ada harus diatur secara logis dengan bentuk penalaran tertentu. Bentuk penalaran yang ada adalah penalaran induksi dan penalaran deduksi. Penalaran induksi adalah bentuk penalaran yang bertolak dari pernyataan khusus kemudian menarik kesimpulan secara lebih umum. Penalaran induktif tidak boleh membuat kesimpulan yang melebihi kelayakan fakta sebagai pendukung. Penalaran deduksi adalah penalaran yang bertolak dari pernyataan umum yang dipakai untuk mengamati pernyataan khusus sebagai dasar mengambil kesimpulan.
    Contoh:
    Sebagian anak Indonesia belum dapat menikmati kebahagiaan masa kecilnya. Pernyataan demikian pernah dikemukakan oleh seorang pakar psikologi pendidikan Sukarton (1992) bahwa anak-anak kecil di bawah umur 15 tahun sudah banyak yang dilibatkan untuk mencari nafkah oleh orang tuanya. Hal ini dapat dilihat masih banyaknya anak kecil yang mengamen atau mengemis di perempatan jalan atau mengais kotak sampah di TPA, kemudian hasilnya diserahkan kepada orang tuanya untuk menopang kehidupan keluarga. Lebih-lebih sejak negeri kita terjadi krisis moneter, kecenderungan orang tua mempekerjakan anak sebagai penopang ekonomi keluarga semakin terlihat di mana-mana.
    Contoh kalimat pertama (1) di atas adalah pernyataan/pendapat dan kalimat kedua adalah pendukung. Di samping itu, penulis pun menjelaskan hubungan antara pernyataan/pendapat dengan fakta/data pendukung, agar pembaca mempunyai gambaran yang jelas tentang hal yang disampaikan. Lebih-lebih bila tulisan itu disertai data empiris yang dapat dipercaya kebenarannya.

2.      Struktur Penulisan Argumentasi

    Struktur penulisan argumentasi adalah
    a. Pendahuluan
    Pendahuluan berisi latar belakang masalah dan permasalahan.
    b. Isi
    Isi karangan adalah keseluruhan uraian yang berusaha menjawab permasahan yang dikemukakan dalam pendahuluan. Uraian isi karangan berupa pernyataan, data, fakta, contoh, atau ilustrasi yang diambil dari pernyataan, pendapat umum, pendapat para ahli, hasil penelitian, kesimpulan yang dapat mengukuhkan bahwa  pemecahan permasalahan itu harus demikian.
    c. Penutup
    Penutup berupa ikhtisar atau kesimpulan.

3.      Cara dan Langkah Menulis Argumentasi

    Hal-hal yang harus diperhatikan dalam menulis karangan argumentasi adalah sebagai berikut.
  • Berpikir sehat, kritis, dan logis.
  • Mencari, mengumpulkan, memilih fakta yang sesuai dengan tujuan dan topik, serta mampu merangkaikan untuk membuktikan keyakinan atau pendapat.
  • Menjauhkan emosi dan unsur subjektif.
  • Menggunakan bahasa secara baik dan benar, efektif, dan tidak menimbulkan salah penafsiran.
    Adapun langkah-langkah dalam menulis argumentasi adalah sebagai berikut:
  • memilih topik karangan,
  • mengumpulkan bahan,
  • menyusun kerangka karangan,
  • mengembangkan pendahuluan,
  • mengembangkan isi karangan,
  • membuat penutup karangan.

4.      Menulis Paragraf Argumentasi

    a. Definisi
    Argumentasi yang menggunakan genus dan definisi biasanya menguraikan tulisan yang panjang lebar mengenai objek dan kelasnya. Tujuan membuat definisi adalah untuk menetapkan genus dari objek yang dibicarakan. Penulis biasanya membuat definisi luas dengan menjelaskan ciri-ciri dari sebuah genus.
    Contoh

Gerakan Disiplin Nasional

    Sejalan dengan perencanaan Gerakan Disiplin Nasional, warga negara dituntut meningkatkan diri dalam mematuhi peraturan perundang-undangan. Selain itu, warga negara juga harus berupaya semaksimal mungkin untuk dapat meninggalkan/menghindari kebiasaan yang tidak menguntungkan. Sikap demikian tidak tumbuh dengan sendirinya, tetapi harus dibina secara sadar. Disiplin nasional merupakan sikap suatu bangsa untuk menaati tata tertib atau sikap mental suatu bangsa yang menyatakan diri dalam tingkah laku terpola, yang mencerminkan penghargaan terhadap norma-norma yang mengatur kehidupan bersama dan secara beradab.
    Wacana di atas menguraikan definisi Gerakan Disiplin Nasional yang ditandai dengan rasa tanggung jawab. Tujuannya adalah agar setiap warga negara menyadari dan menjalankan tanggung jawab masing-masing demi keberhasilan Gerakan Disiplin Nasional.
    b. Sebab-Akibat
    Argumen yang dikembangkan dengan sebab akibat selalu menggunakan proses berpikir yang bercorak khusus. Proses berpikir ini menyatakan bahwa suatu sebab tertentu akan mencakup sebuah sebab yang sebanding. Pengembangan paragraf dengan cara sebab adalah dengan menempatkan sebab sebagai inti dan akibat sebagai penjelasannya. Sebaliknya, dengan menempatkan akibat sebagai inti untuk memahami bahwa akibat tersebut ditimbulkan oleh sejumlah penyebab sebagai penjelasnya.
    Contoh
    Jalan Pasar Baru sangat macet dan semrawut. Lebih dari separuh jalan kendaraan tersita oleh pedagang kaki lima. Untuk mengatasinya, pemerintah memasang pagar pemisah antara jalan dan trotoar. Pagar ini berfungsi juga sebagai batas pemasangan tenda pedagang kaki lima tempat mereka diizinkan berdagang. Pemasangan ini terpaksa dilakukan mengingat pelanggaran pedagang kaki lima di lokasi itu sudah sangat keterlaluan sehingga menimbulkan kemacetan lalu lintas.
    c. Persamaan
    Argumen yang dikembangkan dengan metode persamaan biasanya mengandung suatu pernyataan mengenai kesamaan antara dua barang. Hal ini bertitik tolak dari berpikir analogis bahwa jika dua barang mirip dalam aspek-aspek tertentu, besar kemungkinan mereka mirip pula dalam aspek lainnya.
    Contoh

Majalah

    Apabila kita perhatikan, antara majalah Asri dan majalah Laras sebenarnya tidak terdapat perbedaan. Isi kedua majalah tersebut membahas arsitektur, interior, taman, dan lingkungan. Kedua majalah ini sangat disukai masyarakat karena dapat membantu mereka dalam mengenal interior, taman, dan lingkungan lebih jauh. Selain itu, keduanya juga menyediakan rubric konsultasi yang memudahkan pembaca untuk berkonsultasi mengenai semua materi yang disajikan.
    Jika kita perhatikan baik-baik wacana di atas, dapat ditarik kesimpulan bahwa wacana teresebut mengandung isi tentang kesamaan antara majalah Asri dan majalah Laras. Kedua majalah tersebut memang menyajikan materi yang sama, yaitu arsitektur, interior, taman, dan lingkungan.
    d. Perbandingan
    Argumentasi persamaan dan perbandingan memiliki kesamaan, tetapi juga memiliki perbedaan. Dalam perbandingan tercakup pengertian bahwa salah satu dari hal yang diperbandingkan lebih kuat daripada hal lain yang menjadikan dasar perbandingan. Penulis yang menggunakan perbandingan ini menghadapi dua kemungkinan yang mempunyai peluang atau kepastian lebih tinggi.
    Apabila kemungkinan kedua lebih mempunyai peluang dari kemungkinan pertama, ia akan membatasi jika menyetujui kemungkinan pertama. Artinya dengan menyetujui kemungkinan yang pertama maka lebih pasti lagi ia harus menyetujui kemungkinan yang kedua. Inilah pengembangan paragraf dengan cara membandingkan. Dalam hal ini, penulis berusaha menunjukkan persamaan dan perbedaan antara dua hal.
    Contoh

Kepribadian

    Apabila seseorang terbiasa disiplin terhadap diri sendiri , ia juga akan disiplin terhadap peraturan orang lain. Ia disiplin dalam melakukan kegiatan pribadinya. Oleh sebab itu, ia patut menjadi pemimpin karena ia disiplin pula terhadap peraturan yang telah disepakati bersama. Hal ini dipertegas pula oleh Musthafa Bisri. Beliau mengharapkan Gerakan Disiplin Nasional dimulai dari para pemimpin bangsa.

Mode Pakaian

    Ratu Elizabeth tidak begitu tertarik dengan mode, tetapi selalu tampil di muka umum seperti yang diharapkan rakyatnya. Kalau keluar kota, ia paling senang mengenakan pakaian yang praktis. Ia menyenangi topi dan scarf. Lain halnya dengan Margareth Tatcher. Ia melembutkan gaya berpakaian dan rambutnya. Ia membeli pakaian sekaligus dua kali setahun. Ia cenderung berbelanja di tempat yang agak murah. Ia hanya memakai topi ke pernikahan, pemakaman, dan upacara resmi.
    e. Pertentangan
    Argumentasi dengan metode pertentangan atau kebalikan berasumsi bahwa jika kita memperoleh keuntungan dari fakta atau situasi tertentu. Fakta atau situasi yang bertentangan dengan fakta dan situasi tadi akan membawa bencana atau malapetaka bagi kita, atau kita memperoleh kerugian karena berlawanan dengan situasi sekarang ini. Dengan kata lain, kegagalan atau ketidakpuasan selalu mencakup keinginan akan situasi yang berlawanan dari situasi sekarang.
    Contoh

Penokohan Bahasa

    Pendapat umum menyatakan bahwa bahasa pertama seseorang berpengaruh negatif  terhadap penokohan bahasa keduanya. Bahasa pertama hanya akan merusak bahasa kedua. Akan tetapi, sebenarnya pendapat di atas tidak mutlak. Justru sebaliknya, bahasa pertama membawa pengaruh yang baik bagi perolehan bahasa kedua. Bahasa pertama merupakan dasar untuk mempelajari bahasa kedua.
    f. Kesaksian dan Otoritas
    Argumentasi dengan metode kesaksian biasanya penulis menggali sendiri fakta-fakta sebagai sumber, kemudian disusun sendiri untuk menjelaskan kebenaran yang nyata. Adapun argumentasi yang menggunakan otoritas biasanya diperkuat oleh pendapat atau ucapan orang lain yang memiliki popularitas, atau seseorang yang diakui keahliannya. Argumentasi otoritas sering digunakan dalam bidang politik dan tulisan-tulisan ilmiah. Untuk lebih jelasnya, perhatikan contoh!
    Contoh

Akibat Rokok

    Menurut Derva Lee Daris, peneliti kanker dari National Academy of Science, seorang perokok mempunyai kemungkinan 4-14% lebih tinggi terkena kanker paru-paru dibandingkan dengan bukan perokok. Kematian akibat kanker paru-paru yang terjadi karena kebiasan merokok bisa mencapai 80-90%. Selain itu, merokok juga dapat menyebabkan berkurangnya ketajaman mata. Setiap tahun, kira-kira tiga juta orang akan mati karena keracunan rokok dan jumlah itu akan meningkat sampai 10 juta pada tahun 2000.

Daftar Pustaka
Adi Abdul Somad, dkk. 2007. Aktif dan Kreatif Berbahasa Indonesia untuk Kelas X SMA/MA. Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional.
Indrawati. 2009. Bahasa dan Sastra Indonesia untuk SMA/MA kelas X. Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional.

Tim Siswapedia

Tim Siswapedia

"Kami mendukung pendidikan gratis di Indonesia"

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *