Metode Klasifikasi Makhluk Hidup

       

Metode Klasifikasi Makhluk Hidup – Seperti yang telah kita ketahui bahwa klasifikasi makhluk hidup memiliki arti bahwa klasifikasi merupakan suatu upaya untuk mengelompokkan suatu makhluk hidup yang memiliki ciri-ciri yang hampir sama. Yang didasarkan atas kriteria-kriteria tertentu. Untuk metode pengklasifikasian sendiri terdapat dua metode untuk mengklasifikasikan makhluk hidup, yaitu metode empiris dan metode rasional.

Metode Klasifikasi Makhluk Hidup

A. Metode Empiris

Sistem klasifikasi makhluk hidup berdasarkan metode empiris yaitu, makhluk hidup digolongkan berdasarkan persamaan alphabet tanpa terlebih dahulu melihat sifat dari makhluk hidup tersebut, serta ciri-ciri yang dimilikinya.

Dalam sistem empiris ini penggolongan suatu makhluk hidup juga dilakukan tanpa terlebih dahulu melihat apakah ada hubungan antara satu makhluk hidup dengan makhluk hidup yang lainnya. Seperti ciri khas, sifat, ataupun karakter khusus yang dimilikinya.

B. Metode Rasional

Tentunya metode rasional ini sangat berbeda dengan metode empiris. Dalam metode rasional ini, pengelompokan makhluk hidup didasarkan atas adanya hubungan yang jelas antar makhluk hidup yang satu dengan yang lainnya. Hubungan tersebut seperti sifat, ciri khas yang dimiliki, serta karakter dari masing-masing makhluk hidup tersebut.

Sehingga dengan menggunakan metode ini akan menghasilkan data yang lebih lengkap dan akurat. Berawal dari metode rasional ini pula akan berkembang beberapa sistem klasifikasi dari makhluk hidup.

Macam-macam sistem klasifikasi makhluk hidup

Macam-Macam Sistem Klasifikasi Makhluk Hidup

Jika didasarkan atas cara pengelompokan makhluk hidup, maka sistem klasifikasi makhluk hidup sendiri dapat dikelompokkan dalam lima macam sistem klasifikasi yang berbeda, yaitu sistem praktis, sistem artifisial, sistem natural, sistem filogenik, serta sistem modern.

1. Sistem Praktis

Dalam sistem klasifikasi makhluk hidup secara praktis, atau dikenal juga berdasarkan sistem kegunaan. Pengelompokan makhluk hidup didasarkan atas persamaan yang lebih spesifik lagi.

Misalnya seperti persamaan ciri-ciri dari makhluk hidup tersebut apakah dapat dimakan atau tidak. Dapat menghasilkan buah atau tidak, dapat dijadikan sebagai obat atau malah beracun, memiliki kandungan serat ataupun tidak, serta yang lainnya.

Baca juga: Pengertian, tujuan dan manfaat klasifikasi makhluk hidup

2. Sistem Artifisial

Sistem klasifikasi artifisial disebut juga sebagai sistem buatan, sebab pengelompokan suatu makhluk hidup didasarkan atas persamaan ciri yang ditetapkan oleh orang yang meneliti. Seperti ukuran, bentuk, habitat tempat tinggalnya, serta alat perkembangbiakannya.

Salah satu tokoh yang menganut sistem artifisial ini yaitu Aristoteles dan muridnya yaitu Theophratus pada sekitar tahun 370 SM. Contoh dari sistem klasifikasi ini yang dilakukan oleh Theophratus yaitu dalam bukunya yang berjudul Historia Plantarum, beliau membagi tumbuhan menjadi empat kelompok berdasarkan penampakannya, seperti gulma, semak, perdu, dan pohon.

Sedangkan menurut Aristoteles dalam bukunya yang berjudul Historia Animalum, beliau mengelompokkan hewan atas dua golongan, yaitu kelompok hewan berdarah dan kelompok hewan yang tidak berdarah.

3. Sistem Natural

Sistem natural atau dikenal juga dengan sistem alami, pengelompokan makhluk hidup didasarkan atas persamaan struktur dari morfologi dan anatominya. Tokoh yang menggunakan sistem ini adalah Carolus Linnaeus. Beliau berpendapat bahwa setiap makhluk hidup mempunyai bentuk spesies yang berbeda. Dengan menggunakan sistem ini Linnaeus dapat mengenal lebih dari 10.000 jenis tanaman dan 4.000 jenis hewan.

4. Sistem Filogenik

Untuk sistem filogenik, makhluk hidup dikelompokkan berdasarkan susunan mulai dari yang paling primitif sampai pada makhluk hidup yang paling kompleks. Pengklasifikasian dengan menggunakan sistem ini tergolong lambat serta memakan waktu yang lama. Namun, hubungan kekerabatan tingkat takson akan terlihat lebih jelas.

Baca juga: Tahapan klasifikasi makhluk hidup

5. Sistem Modern

Sistem klasifikasi modern didasarkan pada pendapat Linnaeus, pengelompokan makhluk hidup didasarkan atas evolusi taksonomi modern yang memiliki ciri-ciri seperti: persamaan struktur tubuh, yang dapat dilihat, menggunakan perbandingan biokimia, serta berdasarkan genetika modern, sehingga kekerabatan antar makhluk hidup dapat dilihat dengan jelas.

Daftar Pustaka
No name. (2017). Macam-Macam Metode dan Sistem Klasifikasi makhluk Hidup. [Online]. Tersedia: https://www.biologijk.com/2017/04/klasifikasi-makhluk-hidup-2.html. [19 Oktober 2018].
Sugiri, Nawangsari dan Siti Soetarmi (Translator). (1999). Biology, Fifth Edition. Jakarta: Erlangga.

Desi Lestari

Gadis Jawa yang kini hidup di tanah Sunda. Lulus SMA di tahun 2016 dan melanjutkan pendidikan S1 Biologi di Universitas Siliwangi Tasikmalaya.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *