Sistem Klasifikasi Buatan oleh Carollus Linnaeus

Pada halaman sebelumnya kita telah membahas tentang macam-macam sistem klasifikasi, nah pada halaman ini kita akan membahas lebih detail tentang sistem klasifikasi buatan oleh Carollus Linnaeus. C. Linnaeus melakukan klasifikasi makhluk hidup berdasarkan adanya persamaan dan perbedaan pada struktur tubuh makhluk hidup. Ada tiga cara yang ia lakukan yaitu:

  1. Melakukan pengamatan struktur tubuh luar dan dalam makhluk hidup.
  2. Makhluk hidup yang memiliki struktur tubuh sama akan dikelompokkan dalam satu kelompok.
  3. Setelah di kelompokkan, maka akan diberi nama atau istilah berdasarkan banyak sedikitnya persamaan yang ada.

Adapun tingkatan klasifikasi yang digunakan oleh C. Linnaeus adalah sebagai berikut.

Kingdom/Regnum: dunia/kerajaan
Filum/Divisio: bagian/keluarga besar
Klassis: kelas
Ordo: bangsa
Familia: suku
Genus: marga
Species: jenis

Keterangan:
Kingdom dan filum merupakan istilah untuk hewan sedangkan regnum dan divisio merupakan istilah untuk tumbuhan.

Pada tabel di atas dapat kita lihat bahwa klasifikasi yang dilakukan oleh C. Linnaeus dimulai dari yang bersifat umum kemudian dibagi menjadi beberapa kelompok kecil hingga tingkatan terkecil. Dengan kata lain, pada tingkatan yang lebih tinggi memiliki persamaan sifat-sifat umum sedangkan pada tingkatan yang lebih rendah pengelompokannya lebih spesifik. Tiap tingkatan ini kita namakan sebagai takson. Perhatikanlah gambar berikut ini.

Tingkatan takson makhluk hidup

Gambar. Tingkatan takson makhluk hidup (Sumber: CD Clipart/Indun Kistinnah, hal. 43)

Nah, agar dalam proses pengelompokannya lebih mudah, maka dilakukan tata cara pengelompokan. Seperti apakah tata cara yang harus dilakukan? simaklah uraian berikut ini.

a. Kingdom/Regnum (Kerajaan/Dunia) merupakan tingkatan tertinggi dalam strata pengklasifikasian. Hewan akan dikelompokan dalam kingdom animalia sedangkan tumbuhan akan dikelompokan dalam kindom plantae.

b. Filum atau Divisio (Keluarga Besar). Dari klasifikasi awal pada takson kindom kita dapat melihat ciri-ciri pada hewan atau tumbuhan sehingga dapat menggolongkan dalam satu kelompok. Misal, penggelongan hewan bertulang belakang dengan yang tidak.

c. Kelas. Nah, apabila dalam klasifikasi pada filum/divisio hewan atau tumbuhannya memiliki persamaan yang lebih spesifik, maka dapat dikelompokan dalam satu golongan/kelompok. Misal, pengelompokan hewan mamalia, tumbuhan berbiji berkeping satu dan berkeping dua dst.

d. Ordo (Bangsa) merupakan tingkatan yang lebih rendah daripada kelas. Disini akan dicari persamaannya lagi kemudian dikelompokan dalam satu golongan/kelompok. Misal hewan mempunyai ordo Carnivora/ Omnivora.

e. Famili (Suku atau Keluarga) merupakan tingkatan takson di bawah ordo. Adapun nama famili pada tumbuhan pada umumnya diberi akhiran aceae, sedangkan untuk nama hewan diberi akhiran idae. Misalnya Canidae (keluarga anjing) dan Falidae (keluarga kucing).

f. Genus (Marga) merupakan tingkatan takson di bawah famili. Nama genus bisa diambil dari kata apa saja, misalnya penemu atau nama yang lain. Aturan penulisannya adalah sebagai berikut: Huruf pertama berupa huruf kapital dan ditulis miring atau bisa juga ditulis dengan huruf tegak dan diberi garis bawah. Misalnya, Taenia (marga cacing).

g. Species (Jenis) merupakan tingkatan takson yang paling rendah sekaligus menjadi dasar klasifikasi. Pada takson spesies, hewan atau tumbuhan dapat melakukan perkawinan antar sesamanya. Tata cara penulisannya sebagai berikut: kata pertama merupakan genus sedangkan kata kedua menunjukkan spesies. Contohnya: Canis familaris (anjing), Carica papaya (pepaya), Oryza sativa (padi).

Kistinah, Indun dkk.2009. Biologi 1 : Makhluk Hidup dan Lingkungannya Untuk SMA/MA Kelas X.Surakarta:CV. Putra Nugraha.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *