Macam-Macam Hormon Tumbuhan Beserta Fungsinya

  • Whatsapp
Macam-Macam Hormon Tumbuhan Beserta Fungsinya
Macam-Macam Hormon Tumbuhan Beserta Fungsinya

Macam-Macam Hormon Tumbuhan Beserta Fungsinya – Pertumbuhan dan perkembangan tanaman dipengaruhi oleh dua faktor, yakni faktor internal dan faktor eksternal.

Faktor internalnya sendiri meliputi gen dan hormon, sedangkan faktor eksternalnya meliputi cahaya matahari, nutrisi, tanah, suhu, serta air dan kelembaban. Semuanya memiliki peran masing-masing yang sama pentingnya, namun ada satu faktor yang paling penting yaitu hormon.

Hormon sangat berperan penting pada tanaman, karena hormon dapat memicu pertumbuhan dan perkembangan, meskipun ada pula yang menghambat. Hormon pada tumbuhan ada banyak jenisnya, untuk lebih jelasnya simak ulasan berikut:

Pengertian Hormon pada Tumbuhan

Hormon tumbuhan atau istilah ilmiahnya fitohormon, merupakan sekumpulan senyawa organik bukan hara yang dapat mendorong, menghambat, maupun mengubah pertumbuhan, pergerakan, dan perkembangan tumbuhan. Hormon pada tumbuhan bisa terbentuk secara alami, maupun sengaja dibuat oleh manusia.

Baca juga: Perbedaan pertumbuhan primer dan sekunder pada tanaman

Hormon yang dihasilkan sendiri oleh tumbuhan dapat disebut dengan hormon endogen. Sedangkan hormon yang diberikan dari luar sistem tumbuhan disebut dengan hormon eksogen, biasanya berupa bahan non-alami (sintetik, tidak dibuat dari ekstraksi tumbuhan). Maka, untuk mengakomodasi perbedaan tersebut dipakailah istilah zat pengatur tumbuh.

Pembentukan hormon tumbuhan sendiri dirangsang melalui signal berupa aktivitas senyawa-senyawa reseptor sebagai reaksi atas perubahan lingkungan yang terjadi di luar sel. Umumnya, hormon lebih banyak dibentuk oleh sel-sel yang terletak pada titik tumbuh seperti bagian tunas atau ujung akar.

Jika konsentrasi suatu hormon di dalam sel telah mencapai tingkat tertentu, maka sejumlah gen yang awalnya tidak aktif akan mulai berekspresi. Selanjutnya, hormon akan bekerja pada jaringan di sekitarnya atau ditranslokasikan ke bagian tumbuhan lain. Pengangkutan hormon biasanya melalui pembuluh kayu, pembuluh tapis, maupun ruang-ruang antarsel.

Peran Hormon pada Tumbuhan

Secara umum, fungsi dari hormon yang terdapat dalam tumbuhan adalah:

  • Mempengaruhi pertumbuhan seluruh bagian tumbuhan, diferensiasi dan percabangan akar.
  • Mendorong pembelahan sel, perkecambahan, pertumbuhan secara umum, dan menunda penuaan.
  • Mendorong perkembangan biji, kuncup, pembungaan dan perkembangan buah, pemanjangan batang, pertumbuhan daun, dan diferensiasi akar.
  • Menghambat pertumbuhan saat tumbuhan dalam keadaan krisis atau dikenal dengan istilah dormansi, seperti merangsang penutupan stomata pada waktu kekurangan air.
  • Mendorong pematangan buah.
  • Merangsang pertumbuhan bunga, daun, batang, dan akar.

Macam-Macam Hormon Tumbuhan Beserta Fungsinya

1. Hormon Giberelin

Hormon giberelin pertama kali ditemukan tahun 1926 di Jepang oleh P. Kurosawa pada jamur Giberella fujikuroi. Hormon ini diproduksi oleh tumbuhan pada jaringan embrio, meristem tunas apical, akar, dan daun muda. Adapun fungsi yang spesifik dari giberelin antara lain:

  • Memacu tumbuhan untuk partenokarpi (pertumbuhan buah tanpa biji).
  • Membuat tanaman mengalami pertumbuhan raksasa.
  • Membuat tanaman berbunga sebelum waktunya atau tidak pada musimnya.
  • Memacu pembentukan kambium pada tanaman dikotil.
  • Menghentikan dormansi buah dan biji.

2. Hormon Auksin

Merupakan hormon yang memicu pemanjangan sel setiap substansi yang berpengaruh pada proses pertumbuhan dan perkembangan. Hormon auksin mudah rusak jika terkena cahaya matahari langsung, maka konsentrasi auksin lebih banyak terdapat pada daerah yang tidak terkena cahaya.

Hal tersebut menyebabkan tanaman yang tidak terkena cahaya cenderung akan mengalami pertumbuhan yang lebih cepat, daripada tanaman yang mendapat cahaya dengan intensitas tinggi. Hormon ini dapat ditemukan pada bagian embrio biji, daun-daun muda, dan meristem tunas apical. Hormon auksin secara khusus berfungsi untuk:

  • Merangsang pertumbuhan akar.
  • Mempertahankan sifat geotropisme (respon terhadap gravitasi) dari batang.
  • Merangsang pertumbuhan akar lateral dari serabut akar, sehingga meningkatkan kemampuan tumbuhan dalam penyerapan air dan mineral.
  • Merangsang pembelahan sel kambium vaskuler.
  • Mempengaruhi pemanjangan, pembelahan, dan diferensiasi sel.

3. Hormon Sitokinin

Sitokinin pertama kali ditemukan oleh Skoog dan Miller pada batang tembakau. Struktur kimia dari sitokinin mirip dengan adenin (basa nitrogen yang terkandung dalam DNA dan ATP). Hormon ini banyak ditemukan pada batang, tetapi juga bisa dihasilkan oleh akar dan diangkut ke bagian yang lain. Fungsi dari hormon sitokinin adalah:

  • Memacu pembelahan sel dan pertunasan lateral pada pucuk batang.
  • Mempercepat pelebaran daun dan tumbuhnya akar.
  • Memperlambat pengguguran daun, bunga, dan buah.

4. Hormon Etilen

Hormon yang satu ini merupakan satu-satunya hormon pada tumbuhan yang berbentuk gas. Peran dari gas etilen adalah mempercepat pemasakan buah, seperti pada buah pisang, mangga, tomat, jeruk, jambu biji, apel, dan buah lainnya. Kebanyakan buah tersebut dipetik saat masih dalam keadaan mentah dan berwarna hijau.

Sedangkan untuk mempercepat pemasakan, buah dikemas ke dalam kotak berventilasi dan diberi gas etilen. Dengan demikian, saat sampai di tempat tujuan buah sudah dalam keadaan matang dan layak konsumsi. Di samping itu, gas etilen juga berperan untuk penebalan batang dan memacu pembungaan.

Maka dari itu, etilen dapat dijumpai pada jaringan buah yang sedang matang, bunga yang menua, daun, dan buku batang. Fungsi dari gas etilen secara spesifik yaitu:

  • Membantu menghentikan dormansi pada tanaman.
  • Mempercepat pematangan buah.
  • Mendorong terjadinya abscission (pelapukan) pada daun.
  • Mendukung proses pembungaan.
  • Menghambat pemanjangan akar pada beberapa spesies tumbuhan.
  • Menstimulasi pemanjangan batang dan perkecambahan.
  • Mendorong terbentuknya bulu-bulu akar.

5. Asam Absisat

Peran asam absisat pada tumbuhan adalah sebagai inhibitor atau menghambat pertumbuhan tanaman, dengan cara mengurangi atau memperlambat kecepatan pembelahan dan pembesaran sel. Dengan demikian, cara kerja dari asam absisat berlawanan dengan hormon auksin dan giberelin. Asam absisat bisa ditemukan pada bagian biji buah, daun, batang, dan akar.

Berikut adalah fungsi khusus dari asam absisat, antara lain:

  • Menghambat perkecambahan biji.
  • Mempengaruhi proses pembungaan.
  • Memperpanjang masa dormansi tumbuhan, khususnya pada pohon jati dan umbi-umbian.

Selain itu, asam absisat juga membantu tumbuhan dalam mengatasi kondisi lingkungan yang tidak menguntungkan atau saat masa dormansi. Dalam keadaan dorman, tumbuhan memang terlihat seperti mati, namun ia akan tumbuh lagi setelah kondisi lingkungan sekitarnya menguntungkan. Contohnya adalah pohon jati yang meranggas pada musim kemarau.

6. Asam Traumalin

Asam traumalin tergolong sebagai hormon hipotetik, yaitu gabungan dari beberapa hormon yang ada pada tumbuhan meliputi auksin, sitokinin, giberelin, asam absisat, dan etilen. Saat tumbuhan mengalami luka, maka tumbuhan akan segera membentuk cambium gabus. Pembentukan cambium gabus tersebut terjadi karena adanya pengaruh asam traumalin (hormon luka).

Sebenarnya, hal tersebut terjadi karena adanya kerja sama antar hormon pada tumbuhan yang disebut regenerasi (restitusi). Setelah luka terjadi, tumbuhan akan memacu pengeluaran hormon luka yang kemudian merangsang pembentukan cambium gabus.

Selanjutnya hormon giberelin akan membentuk cambium gabus dan hormon sitokinin juga berperan di dalamnya, maka terbentuklah sel-sel baru bernama kalus yang akan membentuk jaringan penutup luka. Asam traumalin ini mudah ditemukan pada dinding sel tumbuhan.

Baca juga: Ciri-ciri lumut

7. Hormon Kalin

Kalin adalah hormon yang dihasilkan oleh jaringan meristem dan berperan dalam proses organogenesis tumbuhan. Kalin dikelompokkan dalam empat jenis menurut organ yang dibentuk yaitu:

  • Rhizokalin, mempengaruhi pembentukan akar.
  • Kaulokalin, mempengaruhi pembentukan batang.
  • Filokalin, mempengaruhi pembentukan daun.
  • Antokalin, mempengaruhi pembentukan bunga.

Itu tadi penjelasan tentang Macam-Macam Hormon Tumbuhan Beserta Fungsinya yang lebih rincinya akan kita bahas pada halaman selanjutna. Semoga ulasan di atas dapat membantu Anda dalam memahami materi pertumbuhan dan perkembangan pada tumbuhan.

Referensi:

Nurhayati, Nunung, Resty Wijayanti. 2016. Biologi untuk SMA/MA Kelas XII, Bandung: Yrama Widya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *