Contoh Tumbuhan Berpembuluh dan Jenis-Jenisnya

  • Whatsapp
Contoh Tumbuhan Berpembuluh dan Jenis-Jenisnya
Contoh Tumbuhan Berpembuluh dan Jenis-Jenisnya

Contoh Tumbuhan Berpembuluh dan Jenis-Jenisnya – Tracheophyta atau tumbuhan berpembuluh dalam bahasa Indonesia merupakan kelompok tumbuhan yang mempunyai sistem pembuluh jelas. Ada banyak hal yang perlu Anda pelajari jika ingin mengenal apa itu tumbuhan berpembuluh.

Hal ini karena Tracheophyta masih diklasifikasikan lagi dalam beberapa jenis dalam taksonomi makhluk hidup. Di bawah ini adalah penjelasan singkat mengenai Tracheophyta dan jenis-jenisnya berikut manfaatnya.

Apa Itu Tumbuhan Berpembuluh?

Dalam bahasa Latin, tumbuhan berpembuluh disebut dengan Tracheophyta yang mempunyai sistem pembuluh untuk menyalurkan air dan zat hara dari akar ke bagian tumbuhan lain. Selain itu, pembuluh tersebut juga berfungsi untuk menyalurkan hasil fotosintesis ke seluruh bagian tubuh tumbuhan.

Baca juga: Macam-macam hormon pada tumbuhan

Karena memiliki fungsi yang krusial yaitu sebagai alat metabolisme, pembuluh angkut terdapat pada setiap bagian tubuh tumbuhan. Pembuluh angkut terdapat di akar (tempat penyerapan air dan unsur hara), batang (alat transportasi dan pernafasan), dan daun sejati (organ fotosintesis).

Jenis-Jenis Tumbuhan Berpembuluh

Tumbuhan berpembuluh sendiri dikategorikan ke dalam dua jenis yaitu tumbuhan tidak berbiji dan tumbuhan berbiji. Berikut adalah penjelasannya:

a. Pteridophyta (Tumbuhan Tidak Berbiji)

Pteridophyta adalah istilah ilmiah dari tumbuhan berpembuluh yang tidak berbiji. Salah satu contoh tumbuhan tidak berbiji yang paling dikenal adalah tanaman paku. Disebut tanaman tidak berbiji karena paku tidak menghasilkan biji ketika bereproduksi.

Tanaman paku menghasilkan spora untuk meneruskan keturunannya, perkembangbiakan ini disebut dengan reproduksi aseksual. Pteridophyta dapat ditemui dengan mudah di seluruh dunia terutama di kawasan beriklim tropis.

Akan tetapi, tanaman paku tidak dapat ditemui di daerah yang bersalju abadi dan daerah gurun yang kering. Hal ini lantaran tanaman paku tidak dapat hidup dengan kondisi air yang terbatas sehingga lebih cocok di daerah tropis yang lembab.

Adapun ciri-ciri dari tumbuhan tidak berbiji yang membedakannya dengan tumbuhan jenis lain, antara lain:

  • Tidak memiliki biji
  • Tidak mempunyai bunga
  • Memiliki perakaran serabut
  • Hidup dengan cara saprofit dan epifit
  • Mengalami fase metagenesis, yakni tahap sporofit dan gametofit
  • Sebagian besar hidup dengan cara menumpang pada tanaman lain
  • Beberapa jenis Pteridophyta mempunyai spora jantan yang berukuran lebih kecil dari spora betina

Selain itu, tanaman paku juga sangat bermanfaat untuk makhluk hidup lain. Manfaat dari tanaman paku yaitu:

  • Dapat digunakan untuk bahan obat-obatan

Contoh: Angiopteris amboinensis (paku ajer), Equisetum debile (rumput petung), Drymoglossum heterophyllum (paku duit-duitan), Selaginella plana (tapak dara), Helmithosachys zeylanica (paku payung).

  • Dapat digunakan untuk bahan makanan

Contoh: Marsilea crenata (semanggi), Salvinia natans (kiambang), Pteridium aqualium (pakis)

  • Dapat dijadikan sebagai tanaman hias

Contoh: Selaginella wildenowii (paku rane), Adiatum cuneatum (suplir), Asplenium nidus (paku sarang burung), Platycerium nidus (paku tanduk rusa)

  • Dapat menjadi pupuk hijau alami yang ramah lingkungan

Contoh: Anabaena azollae yang bersimbiosis dengan Azolla pinnata

  • Dapat menjadi pelindung tanaman persemaian

Contoh: Gleichenia linearis (resam atau paku andam)

b. Tumbuhan Berbiji

Sesuai dengan namanya, tumbuhan berpembuluh ini berkembangbiak secara generatif menggunakan biji yang dihasilkan dari proses reproduksi pada bunga. Alat reproduksi pada bunga yang dipakai untuk berkembangbiak adalah putik (sel kelamin betina) dan benangsari (sel jantan).

Tumbuhan berbiji juga memiliki banyak manfaat untuk kehidupan makhluk hidup lain, diantaranya:

  • Dapat dijadikan sebagai bahan makanan

Contoh: padi, jagung, sagu, gandum, tomat, wortel, bayam, alpukat, apel, dan masih banyak lagi

  • Dapat menjadi rempah-rempah

Contoh: pala, ketumbar, kemiri, merica (lada)

  • Dapat dijadikan sebagai bahan obat-obatan

Contoh: kumis kucing, buah mengkudu, jambu biji,

  • Dapat dimanfaatkan menjadi bahan pewangi

Contoh: melati, cendana, kayu putih, mawar, dan lain-lain

  • Dapat menjadi bahan sandang

Contoh: rami, kapas

  • Dapat dijadikan sebagai tanaman hias

Contoh: mawar, kamboja, anggrek, melati, cempaka, dan lain sebagainya

  • Dapat menjadi bahan bangunan dan perabotan

Contoh: meranti, mahoni, jati

  • Dapat menjadi sumber makanan bagi serangga

Contoh: mawar, bunga sepatu, bunga alamanda, dan jenis bunga sempurna lainnya.

Baca juga: Proses fotosintesis pada tanaman

Klasifikasi Tumbuhan Tidak Berbiji

Dalam taksonomi tumbuhan, Pteridophyta masih diklasifikasikan lagi dalam beberapa kelompok yaitu:

  • Psilophyta

Psilophyta disebut sebagai paku paling primitive karena belum mempunyai struktur akar dan sporangium pada batangnya. Mayoritas tanaman paku jenis ini memiliki struktur yang kecil dan berbentuk seperti sisik.

  • Lycophyta

Struktur tubuh dari Lycophyta adalah batangnya seperti kawat dan daunnya seperti rambut. Lycophyta banyak hidup di hutan tropis dan epifit pada pohon. Tetapi bisa juga ditemukan di beberapa dasar hutan daerah subtropis.

  • Sphenophyta

Sphenophyta disebut juga dengan Equisetophyta dan paku ekor kuda, karena daunnya terlihat seperti kawat dan tersusun melingkar layaknya ekor kuda. Ciri-ciri lain dari Sphenophyta adalah batangnya berongga.

  • Pterophyta

Tanaman yang sering disebut dengan paku sejati ini bisa ditemui dengan mudah di daratan tropis. Memiliki daun yang besar dan terdapat sorus dibawahnya (kotak spora), Pterophyta sering dijadikan sebagai tanaman hias. Daun Pterophyta yang masih mudah berbentuk seperti gulungan.

Klasifikasi Tumbuhan Berbiji

Tumbuhan berbiji masih diklasifikasikan lagi menjadi dua jenis yaitu Gymnospermae (tumbuhan biji terbuka) dan Angiospermae (tumbuhan biji tertutup). Selengkapnya bisa dilihat pada penjelasan berikut:

Gymnospermae disebut sebagai tumbuhan biji terbuka karena bijinya tidak tertutup oleh daging buah. Kata Gymnospermae sendiri diambil dari bahasa Yunani yakni gymnos yang berarti terbuka dan spermae yang berarti biji.

Ciri-ciri umum dari tumbuhan biji terbuka adalah memiliki batang yang tegak, lurus, dan bercabang serta memiliki perakaran tunggang. Contoh tanaman biji terbuka adalah melinjo, pakis haji, pinus, cemara.

Jika Gymnospermae memiliki biji yang tidak tertutup daging buah, maka Angiospermae adalah kebalikannya. Angiospermae mempunyai biji yang tertutup di dalam buah. Angiospermae juga diambil dari bahasa Yunani yaitu angion (wadah) dan spermae (biji).

Jika dibandingkan dengan Gymnospermae, Angiospermae memiliki jumlah spesies yang lebih banyak sekitar 235.000 spesies. Untuk menyederhanakan klasifikasi dalam taksonomi, Angiospermae masih dibagi lagi dalam dua jenis yaitu:

  • Monocotyledoneae (monokotil atau biji berkeping satu)

Tumbuhan ini memiliki biji tunggal berkeping satu, contohnya adalah padi, jagung, kelapa, tebu, dan lain-lain. Ciri utama dari tanaman monokotil adalah memiliki akar serabut, berdaun sejajar atau melnjari, batangnya berukuran kecil dan tidak memiliki cabang.

Selain itu, tumbuhan monokotil juga tidak memiliki kambium sehingga batangnya tidak berkayu dan cenderung lunak. Jika melihat bunganya, tanaman monokotil memiliki kelopak bunga yang berjumlah tiga atau kelipatannya.

  • Dicotyledoneae (dikotil atau biji berkeping dua)

Tumbuhan berpembuluh ini memiliki kotiledon ganda atau berkeping dua, seperti mangga, rambutan, jambu, dan lain-lain. Tanaman dikotil sangat mudah dikenali yaitu dari batangnya yang bercabang, keras, dan berkambium.

Tanaman dikotil memiliki tulang daun menyirip atau menjari dan akar tunggang. Jumlah kelopak bunganya merupakan kelipatan dua. Karena memiliki kambium, tanaman dikotil dapat mengalami pertumbuhan sekunder.

Demikian sedikit informasi tentang tumbuhan pembuluh dan jenis-jenisnya. Semoga ulasan di atas bisa menjadi referensi Anda dalam mempelajari tentang tumbuhan berpembuluh.

Referensi:

Khristiyono. 2018. ESPS IPA Biologi untuk SMP/MTs Kelas VII. Erlangga: Jakarta.

Kemendikbud.2017. Buku Ilmu Pengetahuan Alam SMP/MTs KELAS VII. Jakarta: Kemendikbud.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *