Contoh Tumbuhan Tidak Berpembuluh

  • Whatsapp
Contoh Tumbuhan Tidak Berpembuluh dan Klasifikasinya
Contoh Tumbuhan Tidak Berpembuluh dan Klasifikasinya

Contoh Tumbuhan Tidak Berpembuluh – Dalam ilmu Biologi, tumbuhan dikategorikan dalam banyak jenis seperti tumbuhan berpembuluh dan tidak berpembuluh.

Dari jenis tersebut, tumbuhan masih diklasifikasikan lagi dalam beberapa jenis sesuai taksonomi. Di bawah ini adalah uraian mengenai tumbuhan tidak berpembuluh beserta jenisnya.

Pengertian Tumbuhan Tidak Berpembuluh

Tumbuhan tidak berpembuluh atau Bryophyta dalam Bahasa Latin adalah tumbuhan yang tidak memiliki sistem pembuluh pada bagian tubuhnya sehingga tidak memiliki jaringan yang berfungsi sebagai alat angkut dan metabolisme.

Lantaran tidak mempunyai pembuluh, Bryophyta melakukan transpor air, mineral, dan zat makanan melalui jaringan antarsel. Tumbuhan tidak berpembuluh menyerap air dan zat hara secara difusi dan osmosis melalui sel-sel tubuh.

Selain tidak memiliki pembuluh, Bryophyta juga tidak memiliki akar, batang dan daun sejati seperti tumbuhan pada umunya. Di Indonesia, Bryophyta lebih dikenal dengan nama lumut. Dalam berkembang biak lumut memiliki dua macam fase pergiliran keturunan yaitu sporofit dan gametofit.

Baca juga: Ciri-ciri lumut

Pada fase sporofit, spora yang dihasilkan merupakan haploid atau aseksual. Sedangkan pada fase gametofit lumut bereproduksi secara seksual karena spora yang dihasilkan merupakan gamet betina dan gamet jantan.

Dalam bereproduksi, lumut menggunakan arkegonium atau arkegonia jika jamak dan anteridium atau anteridia jika jamak. Arkegonium sendiri merupakan tempat dari sel telur dibentuk, sedangkan anteridium merupakan tempat terbentuknya sperma pada lumut.

Arkegonia dan anteridium memiliki struktur yang berfungsi untuk menjaga sel gamet agar tidak mengalami kekeringan. Pada beberapa jenis lumut, arkegonia dan anteridium terletak dalam tumbuhan yang sama (monoecious) dan adapula yang berada pada tumbuhan yang berbeda (dioecious).

Pada semua jenis lumut, untuk melakukan pergiliran keturunan sperma harus berenang melalui sebuah lapisan air untuk mencapai sel telur. Sel sperma tersebut dapat sampai di sel telur disebabkan oleh adanya penarik kimia.

Oleh karena itu, lumut yang hidup di tempat kering harus menunggu hujan atau tetesan air terlebih dahulu. Air tersebut dapat menjadi penyalur gamet jantan ke gamet betina sampai terjadi proses reproduksi dan memunculkan individu lumut baru.

Ciri-Ciri Tumbuhan Tidak Berpembuluh

Tumbuhan yang tidak berpembuluh memiliki organ-organ yang sangat sederhana. Bahkan bagian akar, batang, dan daun sulit untuk dibedakan. Bahkan tumbuhan ini sampai sering disebut sebagai tanaman tingkat rendah karena organ-organnya sangat sederhana.

Agar bisa dibedakan dengan jenis tumbuhan lain, tentu saja tumbuhan tidak berpembuluh memiliki ciri-ciri khusus. Ciri-ciri dari tumbuhan tidak berpembuluh antara lain:

  • Tidak mempunyai pembuluh angkut
  • Memiliki akar, batang, dan daun tetapi bukan akar, batang, dan daun sejati seperti pada tumbuhan umumnya
  • Hidup dengan baik di area yang lembab
  • Bereproduksi secara aseksual dan seksual
  • Menghasilkan sebuah sperma yang berflagel
  • Memiliki akar yang belum memiliki berkas pembuluh
  • Memiliki rhizoid yang berfungsi untuk menempelkan tubuh pada tempat hidupnya

Jenis-Jenis Tumbuhan Tidak Berpembuluh

Sering disebut sebagai spesies perintis atau pionir makhluk hidup di suatu lingkungan baru, Bryophyta digolongkan dalam beberapa jenis. Meskipun disebut sebagai spesies perintis, lumut bisa menjadi tidak ramah lingkungan atau hama pengganggu jika jumlahnya berlebihan.

Berikut adalah jenis-jenis atau contoh tumbuhan tidak berpembuluh (Bryophyta), antara lain:

1. Hepatophyta (Lumut Hati)

Di Indonesia, Hepatophyta kerap disebut sebagai lumut hati karena memiliki bentuk menyerupai hati. Ciri morfologi dari lumut jenis ini adalah tidak mempunyai batang maupun daun sejati tetapi memiliki rhizoid uang bentuknya semacam akar untuk melekatkan tubuhnya ke tanah.

Rhizoid lumut hati berbentuk seperti lembaran, panjang, tidak bercabang, dan jumlahnya banyak di bagian bawah daun atau batang. Fungsi dari rhizoid ini sendiri adalah untuk mengumpulkan zat hara dan mineral dari tanah.

Sel-sel yang ada di dalam rhizoid lumut hati mengandung banyak minyak atsiri. Sebagai tambahan informasi, struktur dari lumut hati berbeda-beda tergantung pada tempat hidupnya. Lumut hati yang hidup di tempat basah memiliki bentuk higromorf.

Sedangkan yang hidup di area kering misalnya kulit kayu dan batu cadas memiliki bentuk xeromorph dilengkapi dengan kantong untuk menyimpan cadangan air. Hepatophyta dapat berkembangbiak secara generatif (gamet jantan dan betina) dan vegetatif (gemma atau kuncu).

Spesies yang masuk ke dalam jenis Hepatophyta antara lain Marchantia geminata, Metzgeria conjugate, Reboulia hemisphaerica, Riccia fluitans, Ricciocarpus nutans, Marchantia polymorpha, dan Ricciocarpus trichocarpa.

2. Anthocerophyta (Lumut Daun)

Di antara jenis lumut lainnya, Anthocerophyta atau lumut daun memiliki tingkat perkembangan yang lebih tinggi. Disebut pula dengan nama lumut sejati, lumut daun memiliki batang semu, daun-daun kecil berbentuk spiral dan berserabut, serta memiliki rhizoid yang bercabang dan bersepta.

Memiliki tinggi antara 0.5 – 1.5 cm, Anthocerophyta dikatakan menjadi lumut terbanyak yang tumbuh di bumi yaitu mencapai 30% permukaan bumi. Lumut jenis ini memiliki kemampuan untuk menstabilkan kadar CO2 di atmosfer dan mengurangi efek rumah kaca.

Lumut daun juga berfungsi untuk melindungi air yang terkandung di dalam tanah agar tidak menguap ke atmosfer. Beberapa contoh tanaman yang tergolong Anthocerophyta ialah Spaghnum fimbriatum, Andreaea petrophila, Georgia pellucida, Hypnodendron reinwardtii, dan lain-lain.

3. Anthoceropsida (Lumut Tanduk)

Anthoceropsida dinamai dengan istilah lumut tanduk karena bentuknya panjang dan meruncing seperti tanduk. Lumut jenis ini banyak ditemukan di pinggir danau, sungai, atau area dekat saluran air lainnya. Lumut tanduk mudah menempel pada tempat yang lembab menggunakan rhizoidnya.

Dalam hal pergiliran keturunan, lumut tanduk mirip metagenesis yang sama dengan lumut hati yaitu melalui generasi sporofit dan generasi gametofit. Saat berkembangbiak secara vegetatif, Anthoceropsida akan membentuk kuncup atau gemma.

Sedangkan gamet jantan dan gamet betina akan dibentuk saat bereproduksi secara generatif. Tallus dari Anthoceropsida sangat sederhana dengan satu kloroplas di setiap selnya. Contoh tanaman yang masuk dalam jenis Anthoceropsida adalah Anthoceros laevis dan Notothulus valvata.

4. Lichenes (Lumut Kerak)

Sesuai namanya, lumut kerak memiliki bentuk seperti kerak. Sebenarnya Lichenes merupakan tumbuhan perpaduan dari dua tanaman yang bersimbiosis yaitu jamur dan ganggang. Di sini, jamur memiliki peran sebagai penyedia air, garam mineral, dan melindungi dari cuaca.

Sedangkan ganggang berperan sebagai pembuat makanan dan nutrisi melalui proses fotosintesis. Lichenes dapat menjadi tanaman perintis sekaligus tanaman indikator karena mudah tumbuh dimanapun pada tempat kering sekalipun dan mampu menyerap air hujan juga polusi dengan baik.

Contoh spesies dari Lichenes antara lain Parmelia acetabulum, Rocella tinctoria, Usnea barbata, dan masih banyak lagi.

5. Chlorophyta (Alga Hijau)

Alga hijau dikenal sebagai tanaman air yang berhabitat di air tawar, air laut, salju, dan beberapa daerah dengan tanah lembab. Alga hijau memiliki banyak sekali kandungan seperti klorofil a dan b, selulosa, karotenoid, beta, dan gamma.

Bentuk alga hijau juga bermacam-macam misalnya fitoplankton dan makroalga yang sering dibudidayakan sebagai rumput laut. Contoh dari alga hijau adalah Chlorella sp, Ulva sp, Spiroggyra, dan lain-lain.

Demikian uraian mengenai contoh tumbuhan tidak berpembuluh beserta jenis-jenisnya. Meskipun tidak memiliki sistem pembuluh, Bryophyta tumbuh dengan baik diseluruh kawasan dunia terlebih area yang lembab dan banyak terdapat air.

Referensi:

Khristiyono. 2018. ESPS IPA Biologi untuk SMP/MTs Kelas VII. Erlangga: Jakarta.

Kemendikbud.2017. Buku Ilmu Pengetahuan Alam SMP/MTs KELAS VII. Jakarta: Kemendikbud.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *