Kekurangan Menabung di Bank

Kekurangan menabung di bank
Kekurangan menabung di bank

Kekurangan Menabung di Bank – Dewasa ini, menabung di bank sudah menjadi tren karena setiap aktivitas sehari-hari pasti berkaitan dengan bank, mulai transaksi jual beli online, membayar cicilan, membayar uang kuliah dsb pasti menggunakan jasa bank.

Meskipun banyak manfaatnya, tetapi ada beberapa kekurangan menabung di bank yang seharusnya dipertimbangkan baik-baik oleh setiap nasabah.

Kekurangan Menabung di Bank

Berikut ini beberapa kekurangan menabung uang di bank:

Adanya biaya administrasi bulanan

Setiap nasabah yang menggunakan bank untuk menyimpan uangnya pasti dikenakan biaya administrasi bulanan. Biaya ini akan secara otomatis diambil atau dipotong dari saldo yang tersimpan di bank.

Jika kita tidak mencermati, maka uang kita lama-lama nominalnya akan berkurang. Untuk itu, ketika hendak menabung di bank, pastikanlah kita tahu berapa nominal potongan biaya administrasi bulanannya.

Baca: Beda bank umum dan syariah

Adanya biaya transaksi

Setiap transaksi yang kita lakukan, pada umumnya akan dikenakan biaya transaksi, misalnya biaya transfer antar bank, biaya sms banking, biaya transfer ke luar negeri, biaya ambil uang di atm selain bank kita, biaya pembuatan VCN dan VCC, biaya pembelian token listrik, biaya penutupan akun nasabah dsb.

Nah, biaya ini akan dikenakan atau ditambahkan dari nominal yang kita transaksikan. Misalnya kita transfer uang Rp 500.000 dari bank BNI ke Bank BCA akan dikenakan biaya tarif sebesar Rp 2.500, maka saldo tabungan kita akan terpotong menjadi Rp 502.500.

Biaya transaksi ini bisa berbeda-beda tergantung aturan yang telah ditetapkan oleh bank, baik bank konvensional atau bank syariah.

Bunga kecil

Bank memberikan bunga bagi setiap nasabahnya yang telah bersedia menabung uang mereka di bank. Akan tetapi bunga yang mereka berikan relatif sangatlah kecil, rata-rata maksimal hanya sekitar 1% untuk tiap tahunnya. Itu artinya jika kita menabung sebanyak Rp 10 juta, maka kita mendapatkan bunga sebesar Rp 100.000 pertahun.

Besaran bunga ini tentu tidak terasa menguntungkan jika dibandingkan dengan potongan nilai tabungan akibat adanya inflasi yang terjadi dimana nilainya bisa mencapai 4 % pertahun. Belum lagi potongan biaya administrasi dan biaya transaksi yang telah kita lakukan. Hal ini menyebabkan besarnya bunga bank tidak bisa menutup potongan serta penurunan nilai uang pada tabungan kita sehingga uang kita akan tergerus berkurang nominal dan nilainya.

Adanya berbagai aturan dan batasan

Meski kita mudah dalam bertransaksi keuangan menggunakan jasa bank namun ada berbagai aturan yang harus kita taati bersama. Selain itu, juga ada pula batasan yang membatasi kebebasan nasabah dalam melakukan transaksi.

Contoh batasan dari pihak bank diantaranya meliputi batas maksimal besarnya transfer uang perhari, batas minimal saldo yang harus tersimpan di tabungan, batas nominal pembuatan VCC dan VCN dsb.

Uang tidak akan berkembang

Meskipun menabung uang di bank sangatlah aman, tapi menabung uang di bank bukanlah keputusan yang bijak untuk sebuah investasi. Uang tabungan kita tidak akan berkembang selayaknya investasi di aset seperti saham perusahaan, kos-kosan, tanah dsb. Hal ini disebabkan karena bunga bank sangatlah kecil.

Nah, kelima kekurangan menabung di bank seperti yang telah dijelaskan di atas, hendaknya perlu kita perhatikan pada saat proses pembuatan akun nasabah agar tujuan kita menabung dapat sesuai yang diinginkan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *