Jenis Jamur, Klasifikasi Jamur atau Macam-Macam Jamur

 Jamur mucor mucedo

Gambar. Jamur mucor mucedo (Sumber: deviantart.com)

Pada halaman ini kita mempelajari tentang jenis jamur, klasifikasi Jamur atau Macam-Macam Jamur. Menurut para ahli biologi, di seluruh dunia diperkirakan terdapat sekitar 1,5 juta spesies jamur namun baru sekitar 100.000 spesies jamur yang sudah diketahui.

Nah, dalam sistem klasifikasi lima kingdom, jamur dapat kita masukan kedalam empat divisi yakni divisi Zygomycota, Ascomycota, Basidiomycota dan Deuteromycota. Sedangkan divisi Myxomycota dan Oomycota termasuk dalam kingdom Protista.

1. Jamur divisi Zygomycota

Ada sekitar 600 spesies jamur yang dimasukan ke dalam golongan Zygomycota. Sebagian besar dari mereka hidup di darat dan tumbuh di pepohonan atau binatang yang telah membusuk. Mereka hidup ada yang membentuk sebuah kumunitas yang saling menguntungkan antara jamur dan tumbuhan tinggi. Zygomycota tersusun atas hifa senositik dimana septa hanya ditemukan pada hifa bagian tubuh yang membentuk alat reproduksi saja. Adapun reproduksi seksualnya melalui peleburan gamet yang membentuk zigospora. Contoh jamur yang termasuk dalam divisi Zygomycota antara lain Rhizopus stoloniferus (pengurai sisa organik atau parasit pada tanaman ubi jalar), Mucor mucedo (biasa hidup di roti basi atau kotoran hewan).

Dalam bukunya Ari Sulistyorini (hal. 107) dijelaskan ciri-ciri jamur yang termasuk dalam divisi Zygomycota antara lain:

  • hidup sebagai saprofit,
  • miselium bercabang banyak dengan hifa yang tidak bersekat sehingga terlihat seperti pipa atau buluh,
  • dinding sel terdiri atas kitin serta tidak memiliki zoospora sehingga sporanya merupakan sel-sel yang berdinding. Nah, spora inilah yang akan tersebar ke mana-mana,
  • perkembangbiakan secara aseksual dilakukan dengan spora yang berasal dari sporangium yang sudah pecah. Beberapa hifa akan tumbuh dan ujungnya akan membentuk sporangium. Sporangium berisi spora yang sebagian terhambur yang kemudian akan tumbuh menjadi miselium baru,
  • perkembangbiakan secara seksual dilakukan dengan peleburan dua hifa yakni hifa betina dan hifa jantan. Hifa jantan adalah hifa yang memberikan isi selnya. Hifa betina adalah hifa yang menerima isi selnya. Perkembangbiakan ini dilakukan dengan gametangium yang sama bentuknya (hifa jantan dan hifa betina) yang mengandung banyak inti. Selanjutnya, gametangium mengadakan kopulasi.

2. Jamur divisi Ascomycota

Dalam bukunya Mochammad Anshori (hal.147) dijelaskan bahwa lebih dari 600.000 spesies Ascomycota sudah mampu dideskripsikan. Tubuh jamur jenis ini tersusun atas miselium dengan hifa bersepta. Nah, pada umumnya jamur dari divisio ini hidup pada habitat air bersifat sebagai saproba atau patogen pada tumbuhan. Akan tetapi tidak sedikit pula yang hidup bersimbiosis dengan ganggang membentuk Lichenes (lumut kerak). Adapun ciri khas Ascomycota adalah cara perkembangbiakan seksualnya dengan membentuk askospora sedangkan reproduksi aseksual terjadi dengan membentuk konidium. Konidium ini dapat berupa kumpulan spora tunggal atau berantai. Konidium ini merupakan hifa khusus yang terdapat pada bagian ujung hifa penyokong yang disebut konidiofor.

Jamur yang tergolong didivisi ini antara lain Saccharomyces cerevisiae (ragi), Aspergillus oryzae (jamur yang melunakan adonan roti), A. wentii (jamur yang membantu pembentukan kecap), Penicillium notatum, P.chrysogeum (antibiotik penisilin) dll. Ari Sulistyorini (hal. 109), menjelaskan perkembangbiakan secara seksual dilakukan dengan pembentukan askospora melalui beberapa tahap yakni:

  • perkawinan (kopulasi) antara gametangium jantan dan gametangium betina,
  • bersatunya plasma kedua gametangium yang disebut sebagai plasmolisis,
  • bersatunya inti yang berasal dari gametangium yang disebut dengan kariogami,
  • kariogami yang menyebabkan terjadinya pembelahan reduksi dilanjutkan dengan pembentukan askospora secara endogen menurut pembentukan sel bebas.

3. Jamur divisi Basidiomycota

Jamur Basidiomycota adalah jamur yang memiliki basidium. Sekitar 25.000 spesies dari divisio ini telah berhasil diidentifikasi. Jamur ini memiliki tubuh buahnya yang akan tampak jelas di permukaan tanah atau substrat lainnya. Jamur jenis ini ada juga yang sering dimasak oleh kita dalam kehiupan sehari-hari misalnya jamur kelenthos (puffball).

Contoh lain jamur jenis ini yang bisa diambil manfaatnya antara lain Volvariella volvacea, Agaricus bisporus, Auricularia polytrica (jamur kuping). Sedangkan jenis jamur yang merugikan antara lain Puccinia graminis (parasit pada tanaman rumput), Ustilago maydis (parasit pada tanaman jagung) dan Ganoderma applanatum (perusak tanaman kayu).

4. Jamur divisi Deuteromycota (Jamur Imperfeksi)

Jamur Deuteromycetes adalah jamur yang berkembang biak dengan konidia dan belum diketahui tahap seksualnya. Pada jamur ini tidak ditemukan askus maupun basidium sehingga tidak termasuk dalam kelas jamur Ascomycota atau Basidiumycota. Oleh karenanya, jamur ini merupakan jamur yang tidak sempurna (jamur imperfeksi).

Jamur yang tergolong pada jamur imperfeksi banyak yang menimbulkan penyakit antara lain, jamur Helminthosporium oryzae dapat merusak kecambah, terutama menyerang buah dan menimbulkan nodanoda hitam pada daun inang. Sclerotium rolfsii merupakan penyakit busuk pada berbagai tanaman. Adapun jenis jamur dalam kelompok ini yang menguntungkan adalah jamur oncom (Monilia sitophila atau sekarang bernama Neurospora sitophila).

Anshori, Mochammad dkk.2009.Biologi 1 : Untuk Sekolah Menengah Atas (SMA)-Madrasah Aliyah (MA) Kelas X. Bandung: CV. Acarya Media Utama.
Sulistyorini, Ari.2009.Biologi 1 : Untuk Sekolah menengah Atas/Madrasah Aliyah Kelas X.Jakarta:PT. Balai Pustaka.

Tim Siswapedia

Tim Siswapedia

"Kami mendukung pendidikan gratis di Indonesia"

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *