Cara Reproduksi Jamur

Pada halaman ini kita akan belajar tentang cara reproduksi jamur. Kita pahami bahwa jamur dapat berkembang biak secara seksual (generatif) dan aseksual (vegetatif). Perkembangbiakan jamur secara seksual dilakukan dengan cara peleburan inti sel (nukleus) dari dua sel induknya melalui kontak gametangium (alat perkembangbiakan) dan konjugasi (transfer bahan genetik antar dua individu). Adanya kontak gametangium akan menimbulkan singami yaitu penyatuan sel dari dua individu yang berbeda. Singami terjadi dalam tiga tahap yakni plasmogami (peleburan sitoplasma), kariogami (peleburan inti) dan meiosis (pembelahan sel). Pada tahap plasmogami (peleburan sitoplasma) akan terjadi penyatuan antara dua protoplas sehingga membentuk satu sel yang mengandung dua inti dimana intinya tidak saling melebur (dikarion). Dalam waktu tertentu akan terjadi pembelahan inti bersama-sama yang kemudian inti sel akan melebur sehingga membentuk sel diploid , tahap ini dinamakan sebagai tahap kariogami. Setelah itu akan terjadi pembelahan sel dan pengurangan jumlah kromosom (pembawa informasi genetis kepada keturunannya) menjadi haploid kembali, nah pada tahap ini dinamakan sebagai tahap meiosis.

Jenis-jenis spora seksual

Gambar. Jenis-jenis spora seksual (Sumber: Indun Kistinnah, hal. 157)

Perkembangbiakan secara aseksual dilakukan dengan cara pembelahan sel (fragmentasi) dan pembentukan spora (satu atau beberapa sel yang dibungkus oleh sebuah lapisan pelindung). Fungsi spora yaitu sebagai penyebaran spesies dalam jumlah besar dengan memanfaatkan angin atau air sebagai medium penyebaran.

Nah, berbicara tentang spora, pada jamur dapat dibedakan menjadi dua macam yakni spora seksual dan spora aseksual. Spora seksual membelahnya secara meiosis sedangkan spora aseksual membelah dengan cara mitosis. Beberapa tipe spora seksual adalah askospora, basidiospora, zigospora dan oospora. Untuk lebih jelasnya, perhatikan tabel di bawah ini.

Tabel Macam-Macam Spora Seksual Jamur

Tabel. Macam-Macam Spora Seksual Jamur (Sumber: Indun Kistinah, hal. 156)

Sedangkan spora aseksual antara lain konidiospora, sporangiospora, oidium (artrospora), klamidospora dan blatospora.

  • Spora konidia atau konidiospora merupakan konidium yang terbentuk di ujung atau di sisi hifa. Ukurannya, ada yang berukuran kecil, bersel satu yang disebut mikrokonidium, ada juga konidium yang berukuran besar dan bersel banyak disebut makrokonidium.
  • Sporangiospora merupakan spora bersel satu yang terbentuk di dalam kantung yang disebut sporangium, yang terdapat pada ujung hifa khusus. Sporangiospora dapat dibagi menjadi dua yaitu aplanospora (tidak bergerak) dan zoospora (dapat bergerak karena mempunyai flagela).
  • Oidium (artrospora) yaitu spora bersel tunggal yang terbentuk karena terputusnya sel-sel hifa.
  • Klamidospora yaitu spora bersel satu, berdinding tebal dan sangat resisten terhadap keadaan yang buruk atau dengan kata lain terbentuk apabila lingkungan tidak menguntungkan. Spora ini terbentuk dari sel-sel hifa somatik.
  • Blastospora merupakan tunas/kuncup pada sel-sel khamir. Spora jenis ini ditemukan pada ragi.
Jenis-jenis spora aseksual pada jamur

Gambar. Jenis-jenis spora aseksual pada jamur (Sumber: Indun Kistinnah, hal. 156)

Kistinah, Indun dkk.2009. Biologi 1 : Makhluk Hidup dan Lingkungannya Untuk SMA/MA Kelas X.Surakarta:CV. Putra Nugraha.
Situs: artikel-ipa.blogspot.com, diakses tanggal 22 Maei 2014.
Sulistyorini, Ari.2009.Biologi 1 : Untuk Sekolah menengah Atas/Madrasah Aliyah Kelas X.Jakarta:PT. Balai Pustaka.

Tim Siswapedia

"Kami mendukung pendidikan gratis di Indonesia"

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan