Inilah Jenis-Jenis Berita, Nomor 3 Paling Banyak Diakses Orang-Orang

Inilah Jenis-Jenis Berita, Nomor 3 Paling Banyak Diakses Orang-Orang

Membaca berita jadi hal wajib bagi kita yang ingin mendapatkan informasi terbaru.
Membaca berita biasanya kita lakukan di koran-koran kan ? Tapi tahukan kalian bahwa media berita itu tidak hanya koran saja, tapi ada pula media lainya. Penasaran apa saja media berita lainya selain koran, berikut Siswapedia paparkan jenis-jenis media berita.

1. Portal Berita Online

Sekarang banyak sekali bermunculan portal berita online. Mulai dari portal yang memuat berita lokal, hingga memuat berita nasional.

Contoh portal berita online ada detik.com, tribunnews.com, kompas.com, liputan6.com, dan masih banyak yang lainya lagi. Apa yang membedakan antara portal berita online dengan blog biasa yaitu terletak pada unsur kebaharuannya.
Kebaharuan disini maksudnya portal berita online biasanya memuat informasi yang uptodate. Sangat jarang sekali ada portal berita yang memuat informasi masa lampau.

Ohya, saat kalian mencari berita di internet harus hati-hati lho yah. Perhatikanlah, apakah media berita online tersebut sudah ter verifikasi Dewan Pers atau belum. Kalau belum minimal ya alamat redaksinya harus jelas. Baru portal berita tersebut bisa kalian percayai (Baca juga: cara cerdas menyaring informasi).

Gambar. Contoh tampilan berita online dari detik.com

2. Media Koran, Media Berita Jenis Cetak.

Koran termasuk kedalam media jenis cetak. Menurut buku berjudul Reka Bentuk Media Cetak karya, Enjang Muhaemin menjelaskan bahwa media cetak berbentuk koran memiliki perbedaan-perbedaan jika dibandingkan dengan media berita lainya.

Salah satu perbedaannya yaitu media koran lebih variatif kontenya, dibandingkan dengan portal berita online. Media koran yang lebih variatif itu di dalamnya terdapat cerpen, review tempat wisata, curhat warga, hingga karikatur. Salah satu koran yang banyak memiliki konten seperti ini bisa kalian temui di Koran Sindo, Koran Solopos, Koran Jawa Pos, dan Koran Media Indonesia.

3. Media Televisi, Media Berita Jenis Audiovisual.

Media televisi merupakan media berita jenis audiovisual yang paling banyak diakses oleh orang-orang di seluruh dunia. Begitulah kutipan dari buku Pengantar Bahasa Indonesia, Saifuddin Herlambang. Apa yang dikatakan oleh Saifuddin memang demikian adanya.

Orang-orang memang banyak yang menonton berita lewat televisi karena sifat-sifat beritanya yang lebih kredibel. Orang-orang lebih percaya adegan dalam bentuk video. Jadi tak heran kalau media berita televisi jadi media berita yang paling banyak di akses.

4. Media Radio, Media Berita Jenis Audio.

Media radio merupakan media berita jenis audio. Secara konten, desk yang ada pada berita radio umumnya hampir sama dengan media berita lainya. Kalian bisa menemui berita kriminal, berita ekonomi, berita olahraga, berita politik, dan masih banyak yang lainya seperti pada umumnya.

Hanya saja media berita radio memiliki teknik pengambilan liputan yang menarik lho. Ada konsep-konsep untuk mengukur sejauh mana wartawan radio membawakan liputan yang berkualitas.

Kualitas tingkat pertama akan diberikan kepada wartawan yang mendapatkan berita dari sumber A1 (first realiable / orang pertama). Sedangkan tingkat kedua akan diberikan kepada wartawan yang mendapatkan berita dari orang kedua (second reliable/ orang kedua) begitu seterusnya sampai tingkat ke 6.

Jadi kalian akan mendapatkan gaji paling besar dari redaktur, jika kalian bisa melakukan liputan berita secara langsung. Beberapa chanel radio yang menghususkan pada acara berita salah satunya yaitu radio Elshinta FM, radio RRI FM, dan radio BBC FM.

Jadi sekarang kalian sudah tahu ya, kalau ditanyai oleh guru dengan pertanya apa jenis-jenis berita ? Yaps betul sekali, jenis-jenis berita ada empat (baca juga: memahami berita dari media elektronik dan cetak) .

Lutfi Aminuddin

Lutfi Aminuddin

Lutfi Aminuddin merupakan kolumnis dibeberapa media lokal dan nasional. Tulisan Lutfi bisa dijumpai pada Harian Pemalang, Geotime, Hipmee, Pressiwa, Solopos, dan masih banyak yang lainya lagi. Lutfi telah mengeluarkan buku berjudul Negeri Bahagia Skandinavia tahun 2017 yang diterbitkan oleh penerbit Asrifa. Lutfi mengenyan Studi S1 nya di IAIN Purwokerto dengan Jurusan Ilmu Komunikasi Penyiaran Islam. Ia juga mengambil S1 di IAIN Surakarta pada jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *