Buletin, Format dan Proses Penyiaran

       

Buletin, Format dan Proses Penyiaran 

Berita merupakan suatu kemasan untuk sekumpulan paket sajian berita, dengan durasi yang tetap. Buletin berita memuat berbagai informasi berdasarkan jenis, area , maupun liputan yang disiarkan selama berjam-jam.

Durasi buletin berita sangatlah bervariasi, mulai dari 5 menit hingga 30 menit. Bahkan ada yang menggunakan waktu untuk siaran buletin selama 60 menit, atau satu jam lamanya.

Penamaan buletin berita umumnya bermacam-macam, dan kebanyakan menitik beratkan pada wilayah jangkauan liputannya.

Namun perlu diketahui, bahwa ada sebagian buletin yang penamaannya tidak didasarkan dengan area converage-nya. Sebagai contoh pada program TVRI.

Di dalam buletin berita tersebut umumnya disajikanlah berita-berita aktual mengenai politik, ekonomi, perang, bencana, kriminal, hingga olahraga.

Pada masing-masing berita durasinya tidaklah sama. Mulai dari yang durasinya hanya 30 detik, hingga yang durasinya hanya 3 menitan saja. Bergantung pada bobot, dan daya tarik programnya bagaimana.

Semakin menarik beritanya, apalagi berita tersebut sedang sangat viral, maka pemberitaan akan berita tersebut juga akan sangat pajang pula durasinya.

Pembagian Ragam Berita Berdasarkan Pelaku Ahli Dibidangnya

Dedy Iskandar Muda, dalam bukunya berjudul Jurnalistik Televisi membagi ragam berita berdasarkan pelaku ahli ada tiga. Ketiga jenis pelaku pembacaan dalam program berita salah satunya sebagai berikut.

Pertama, pembacaan berita olahraga. Pembacaan berita olahraga harus dibacakan oleh orang-orang yang memang praktisi dibidangnya.

Pembacaan berita olahraga terdapat istilah-istilah yang cukup menyulitkan seperti smash, lob, blocking, foult, dan istilah-istilah lain yang harus dipahami dengan tepat oleh pembaca berita. Makanya pada program berita olahraga mau tak mau bagian Redaktur harus merekrut pembawa program berita yang kompeten dibidangnya.

Kedua, pembawa berita yang kedua harus diisi dengan orang-orang yang memang praktisi dibidangnya yaitu pada pembacaan berita cuaca. Ada istilah-istilah yang cukup menyulitkan dalam konten berita cuaca. Beberapa istilah-istilah yang cukup menyulitkan diantaranya yaitu wather forcast, penumathic wather, dlsb.

Istilah-istilah ini biasanya cukup mudah dipahami oleh orang-orang yang sudah lama berkecimpung di dunia metereologi. Jadi pembacaan berita cuaca harus diserahkan pada orang-orang yang sebelumnya sudah berpengalaman dibidang meteorologi.

Berita tentang masakan harus diulas oleh orang yang mengerti tentang masakan

Gambar. Berita tentang masakan harus diulas oleh orang yang mengerti tentang masakan (Foto: Culinary Guide)

Format Penyajian Berita

Sama halnya dengan hidangan pada menu makanan. Makanan yang sama tapi diolah dengan menu yang berbeda, maka akan memberikan pilihan dan rangsangan yang berbeda.

Misalnya pada daging, daging biasanya diolah menjadi berbagai masakan mulai dari hanya sekedar digoreng, disop, atau dibakar, hingga dijadikan steak atau korned. Selain teknik mengolah, cara menghidangkannya juga akan memberikan daya tarik tersendiri.

Demikian juga terhadap penyajian berita, bila informasi tersebut dikemas dalam suatu sajian yang monoton saja, maka akan dapat menimbulkan kebosanan sehingga memungkinkan untuk ditinggalkan oleh penontonnya.

Bagaimana cara membuat berita yang menarik?

Agar penyajian berita menjadi lebih baik, serta juga lebih menarik. Maka secara umum, terdapat lima jenis format penyajian untuk sebuah penampilan pada buletin berita.

Lima jenis format dalam penyampaian pada buletin berita diantaranya yaitu Cut Spot, Reader U-LAY, Non-Intro, Phone, dan Reader Only. (Baca juga: Jenis Format Penyampaian Buletin)

Kelima jenis format penyajian tersebut memang tidak mutlak atau tidak selalu harus dihadirkan dalam satu sajian buletin berita (news buletin). Tetapi akan sangat bergantung pada kepentingan, daya tarik, dan variasinya bagaimana.

Seorang redaktur bisa saja memutuskan untuk tidak memerlukan salah satu atau salah dua diantara format tersebut. Jadi bisa disesuaikan dengan kebutuhan program acaranya bagaimana.

loading...

Lutfi Aminuddin

Lutfi Aminuddin merupakan kolumnis dibeberapa media lokal dan nasional. Tulisan Lutfi bisa dijumpai pada Harian Pemalang, Geotime, Hipmee, Pressiwa, Solopos, dan masih banyak yang lainya lagi. Lutfi telah mengeluarkan buku berjudul Negeri Bahagia Skandinavia tahun 2017 yang diterbitkan oleh penerbit Asrifa. Lutfi mengenyan Studi S1 nya di IAIN Purwokerto dengan Jurusan Ilmu Komunikasi Penyiaran Islam. Ia juga mengambil S1 di IAIN Surakarta pada jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *