Ujaran Kebencian Di Media

Ujaran Kebencian Di Media

Ujaran Kebencian di Media : Bagaimana Sebuah Konten Jurnalistik Bisa Dikatakan Mengandung Ujaran Kebencian ?

Ujaran kebencian di media menjadi permasalahan yang cukup serius. Sebab produksi ujaran kebencian di era reformasi semakin banyak saja di produksi oleh berbagai penutur di Dunia. Kendatipun hampir semua negara mengatur ketat, terkait dengan ujaran kebencian.

Antar negara yang satu, dengan negara lainnya mempunyai standar berbeda – beda, mana yang termasuk ujaran dan mana yang tidak. Lalu apa sih, definisi dari ujaran kebencian yang sesungguhnya ?

Definisi atau Pengertian Ujaran Kebencian

Pakar komunikasi, Bleich Erik, mengatakan bahwa ujaran kebencian ( hate speech ) merupakan sebuah ujaran yang didalamnya mengandung kekererasan dan prasangka terhadap berbagai kelompok tertentu. Bagian yang mewakili dari kelompok yang dimaksud yaitu berdasarkan kelompok ras, etnis, gender, dan agama.

Definisi ujaran kebencian yang seperti itu bisa saja berbeda pengertiannya di negara lain. Namun, kita dapat menelaah dengan cermat, bahwa ada salah satu perjanjian internasional yang memuat beberapa kesepakatan terkait dengan difinisi ujaran kebencian.

Ujaran Kebencian Di Media

Menurut International Covenant on Civil and Political Rights (ICCPR) misalnya, ujaran kebencian didefinisikan sebagai berikut. Segala propaganda perang dilarang secara hukum.

Baca juga: Penggunaan Bahasa Jurnalistik Dalam Media

Ujar kebencian adalah segala jenis advokasi terhadap kebencian yang berlandaskan kebangsaan, ras, atau agama yang menghasut diskriminasi, kebencian, atau kekerasan dilarang secara hukum.

Dari pengertian seperti itu. Ujaran kebencian merupakan berikatan erat dengan konsep kebebasan berbicara yang dibatasi dengan norma – norma setempat. Artinya, untuk memahami sebuah ujaran, kita perlu memahami norma sosial kemasyarakatan yang ada pada masyarakat tuturnya.

Kebebasan Berbicara dan Batas-Batasnya

Sejak era pencerahan, kebebasan berbicara dianggap penting dalam demokrasi. Demi sebuah sistem pemerintahan dimana rakyat memerintah diri mereka sendiri, rakyat harus terinformasi dengan baik.

Maka, arus informasi dan pemikiran tidak boleh dikekang oleh kekuasaan. Jika kekuasaan menentukan apa yang boleh dibicarakan dan apa yang tidak, tirani akan lahir.

Apakah Ini Berarti Bahwa Kebebasan Berbicara Tidak Memiliki Batas?

Dalam On Liberty (1859), John Stuart Mill berargumen bahwa diskusi dan argumen apapun harus diberi kebebasan dan didorong hingga batas-batas nalar logika, bukan batas-batas emosional atau moral. Suatu argumen tidak boleh dihentikan hanya karena ia menyinggung atau kontroversial selama ia mungkin mengandung kebenaran.

Namun, Mill juga memperkenalkan “prinsip kerusakan” (harm principle), sebuah bentuk pembatasan atas kebebasan berbicara yang berbunyi: “satu-satunya saat dimana kekuasaan boleh digunakan untuk menekan suatu individu, adalah untuk mencegah kerusakan pada individu-individu lain.”

Prinsip kerusakan inilah yang menjadi dasar logika ICCPR. Diskusi rasional tanpa kekangan memang menjadi tulang punggung demokrasi, namun ketika ujaran tertentu ternyata dianggap menimbulkan lebih banyak kerusakan daripada manfaat, ia tidak lagi perlu dilindungi.

Hak berbicara juga berhenti berlaku ketika ia melanggar hak dan reputasi orang lain tanpa justifikasi, yang diwujudkan dalam konsep pencemaran nama baik. Contoh nyatanya: jika saya mengucapkan fitnah atau perkataan yang merusak reputasi Anda tanpa dasar yang kuat, saya dapat diserang dengan pasal pencemaran nama baik dan pasal ujaran kebencian. Sedangkan pada dunia jurnalistik, ujaran kebencian di media dikaitkan dengan kalimat SARA. Media-media jurnalistik di Indonesia sangat menghindari ujaran-ujaran, kritik-kritik sosial berbasis sara.

Daftar Pustaka
Bleich, Erik. (2011). The Rise of Hate Speech and Hate Crime Laws in Liberal Democracies. Journal of Ethnic and Migration Studies, 27:6, 917 – 934.
Mill, J.S. (1991). On Liberty and Other Essays. Oxford: Oxford University Press.

Contoh Judul Berita Clickbait di Indonesia

Contoh Judul Berita Clickbait di Indonesia diantaranya judul media online dan video youtube

Contoh Judul Berita Clickbait di Indonesia – Peralihan media cetak menuju media online banyak memunculkan aliran – aliran jurnalisme baru. Aliran jurnalisme tidak hanya diisi dengan jurnalisme gaya staright news, tapi kini juga diisi dengan aliran jurnalisme lain, dalam hal ini jurnalisme Clickbait ?

Apa jurnalisme Clickbait itu ?

Jurnalisme Clickbait merupakan sebuah produk jurnalistik yang lebih mensubstansikan pemerolehan click dari para pembaca. Artinya, sebuah berita dan produk – produk jurnalistik lain, dibuat dengan mempertimbangakan penggunaan clik, untuk menarik trafick sebanyak – banyaknya.

Apa Media Pelopor Clickbait di Indonesia ?

Salah satu media, yang mempelopori penggunaan aliran jurnalisme Clickbait yaitu Tribunnews.com. Media online asal Jakarta itu menggunakan metode clicking untuk menarik traffick sebanyak – banyaknya. Di era sekarang, aliran Clickbait kemudian semakin meluas penggunaanya.

Banyak sekali media – media online mencoba mengikuti jejak Tribunnews.com. Salah satu media yang mengikuti aliran jurnalisme Clickbait yaitu Detik.com, CNN.com, hingga Liputan6.com. Tidak hanya media – media yang sudah terverifikasi Dewan Pers saja, yang menggunakan metode Clickbait dalam produk – produk jurnalistiknya. Tapi hampir meluas ke media – media lain, khususnya media online.

Karakteristik Jurnalisme Aliran Clickbait

Terdapat beberapa karakteristik, terkait dengan jurnalisme aliran Clickbait. Karakteristik – karaktersistik yang terdapat pada jurnalisme Clickbait salah satunya penggunaan judul – judul boombastis, ambiguitas, multitafsir, dan menggunakan model gaya kutipan. Salah satu contoh judul dengan gaya Clickbait salah satunya sebagai berikut.

Contoh : Terbongkar, Artis Lutfi Aminuddin Ternyata Suka Makan Tempe

Kata terbongkar, pada judul di atas menunjukan terdapatnya aliran jurnalisme Clickbait. Terbongkar secara semantis mempunyai makna yang boombastis. Hal ini sesuai dengan karakteristik dari aliran jurnalisme Clickbait, yang cenderung menggunakan judul – judul yang boombastis.

Contoh Judul Berita Clickbait di Indonesia bisa di lihat pada gambar di bawah ini

Contoh Judul Berita Clickbait di Indonesia diantaranya judul media online dan video youtube
Contoh Judul Berita Clickbait di Indonesia diantaranya judul media online dan video youtube

Apa Keuntungan dan Kekurangan Jurnalisme Gaya Clickbait

Jurnalisme Clickbait ini banyak terdapat keuntungan – keuntungan yang cukup banyak, jika dibandingkan dengan jurnalisme gaya lainnnya. Tentu saja salah satu keuntungan dari gaya jurnalisme Clickbait yaitu mampu mengundang pembaca lebih banyak.

Apalagi sesuatu yang boombastis memang mengundang penasaran. Kondisi psikologis seseorang akan terpacu rasa keingin tahuannya, jika otak dan mata secara visual ditampilkan hal – hal yang boombastis. Akan tetapi, jurnalisme Clickbait tidak hanya menyuguhkan keuntungannya saja.

Ada kekurangan – kekurangan yang ada pada jurnalisme Clickbait. Salah satu kekurangan dari jurnalisme Clickbait yaitu isi konten sering kali tidak bersesuian dengan judul. Bahkan ketidak sesuaian antara judul dan isi, bisa mencapai 80 persenan lebih. Sebab itulah, jurnalisme – jurnalisme clik bait kerap menimbulkan kontroversi, salah persepsi, hingga sering kali memunculkan resepsi publik akan sebuah informasi yang simpang siur.

Baca juga: sejarah dan efek negatif berita online

Aliran Jurnalisme Clickbait Jarang Ditemukan Pada Media Cetak

Jurnalisme memang kerap kali ditemukan pada media online. Tidak hanya pada Tribunnews.com, Detik.com, atau Liputan6.com. Malah hampir semua media menggunakan gaya Clickbait dalam setiap produk – produk jurnalistiknya. Tetapi pada media cetak, hampir tidak ditemukan gaya Clickbait.

Baik pada media cetak dalam bentuk koran, majalah, hingga buletin jarang sekali ditemukan gaya Clickbait. Penyebab tidak ditemukannya gaya jurnalisme Clickbait ini karena pada media cetak tidak butuh click pembaca terlebih dahulu. Sehingga aliran Clickbait mustahil tumbuh subur pada media cetak.

Proses Wawancara Yang Benar

Contoh proses wawancara yang benar dalam acara Hitam Putih di Trans7

Proses Wawancara Yang Benar – Dalam proses pengumpulan produk jurnalistik. Jurnalis membutuhkan beberapa tahapan dan proses yang harus dilalui, menurut pendapat Udi Rusadi, dalam bukunya berjudul Jurnalistik : Petunjuk Teknis Menulis. Beberapa langkah dalam memproduksi konten jurnalistik yaitu proses perencanaan data, proses pengumpulan data, proses wawancara data, dan proses penyajian data, atau publikasi.

Bagian krusial, dari proses pembuatan produk jurnalistik, yaitu ada pada bagian wawancara. Oleh karenanya, pada bagian wawancara, muncul banyak proses, langkah – langkah, dan beberapa strategi jitu, sukses atau tidaknya sebuah wawancara. Berikut salah satu stratgi jitu, yang menjadi tolok ukur, proses wawancara bisa berjalan sukses atau tidak.

5 Proses Wawancara Yang Benar

1. Awali Proses Wawancara Dengan Memperkenalkan Identitas Anda

Tak kenal maka tak sayang. Nampaknya, filosofi itu, juga melekat betul, pada dunia jurnalisme. Agar narasumber bisa terbuka, dengan galian – galian informasi yang sedang ditanyakan oleh wawancara. Maka pewawancara harus memperkenalkan terlebih dahulu, identitasnya.

Baca juga: jenis-jenis wawancara

Meliputi nama pewawancara, profesi pewawancara, hingga instansi mana, pewawancara itu bekerja di sebuah media. Kewajiban memperkenalkan nama, sebelum wawancara ini sendiri sudah diatur wajib, dalam kode etik jurnalistik, sehingga mau tak mau pewawancara harus memperlihatkan identitasnya. Pewawancara hanya boleh tidak menampilkan identitasnya, saat melakukan reportase yang sifatnya investigasi saja.

2. Posisikan Pewawancara Sejajar dengan Target Pewawancara ( Equality Reportase)

Kendati pewawancara dan narasumber terjadi gap sosial. Di mana pewawancara lebih tinggi jabatannya dengan yang diwawancarai misalnya. Saat sedang melakukan proses wawancara, wartawan atau pewawancaranya harus memposisikan sejajar.

Misalnya saat wartawan sedang mewawancarai pemulung. Wartawan tersebut harus memposisikan sejajar, walaupun yang diwawancari pemulung sekalipun. Begitu juga dengan kelas sosial atas. Misal saat wartawan sedang mewawancari pejabat publik. Pewawancara juga harus memposisikan dirinya sejajar. Dalam dunia jurnalistik, tidak ada kode etik, wartawan harus munduk – munduk seperti orang Jawa, saat sedang mewawancarai presiden, sekalipun.

Contoh proses wawancara yang benar dalam acara Hitam Putih di Trans7
Contoh proses wawancara yang benar dalam acara Hitam Putih di Trans7

3. Penulisan Identitas Narasumber Harus Cermat

Ketika pewawancara mewawancarai narasumber, berkaitan dengan suatu hal, yang sedang ingin diangkat menjadi sebuah produk jurnalistik. Pewawacara harus cermat betul, menuliskan identitas pewawancara, baik secara fonem, maupun penulisan nama.

Misalnya saja saat pewawancara sedang mewawancarai seorang narasumber bernama Soeharto. Pewawancara tersebut harus memastikan betul, penulisan nama narasumbernnya Soeharo atau Suharto. Penulisan nama yang salah, dan tak benar, membuat sebuah informasi jurnalistik terjadi kesimpang siuran informasi.

4. Mengeksplorasi Pertanyaan Lebih Luas

Pewawancara harus berani mengeksplorasi pertanyaanya lebih luas lagi, berkaitan dengan topik yang sedang digali, kepada narasumber. Misalnya saja saat pewawancara menanyakan tentang kasus korupsi EKTP yang banyak melibatkan banyak pejabat, saat pewawancara berkilah, dengan pertanyaan – pertanyaan yang dijawab oleh narasumber, pewawancara harus berani, mengintimidasi dan mengeksplor pertanyaanya menjadi lebih jauh.

5. Tidak Semua Narasumber Nyaman dengan Alat Rekam

Tidak semua narasumber nyaman dengan alat rekam. Baik alat rekaman rekorder dalam bentuk data audio, maupun alat rekam dalam bentuk visual.

Jika pewawancara akan merekam narasumber, dengan menggunakan alat rekam berupa kamera misalnya. Pewawancara harus mencari posisi senyaman mungkin, dan kesiapan – kesiapan yang mantap, agar narasumber bisa menjawab pertanyaan – pertanyaan yang diajukan pewawancara dengan lancar.

Sebaliknya, jika alat rekam yang digunakan dalam bentuk smartphone, Pastikanlah alat rekam yang digunakan berada pada posisi yang tepat, di mana radius yang pas, alat rekam ini bisa digunakan untuk merekam narasumber.

Dengan mengikuti 5 proses wawancara yang benar di atas, proses wawancara akan berjalan dengan lancar dan maksimal.

Daftar Pustaka

Rusadi, Udi. 2010. Jurnalistik : Petunjuk Teknis Menulis. Rineka Cipta : Jakarta.

Interaksi Sosial Online dan Komunitas Online

Tampilan website youtube yang merupakan tempat interaksi sosial dan komunitas online untuk berbagi video

Interaksi Sosial online dan Komunitas Online – Fenomena interaksi sosial online saat ini, merupakan salah satu karakteristik dari suatu masyarakat modern, yang lazim ditemukan pada kehidupan milineal, dewasa ini. Perubahan masyarakat, yang dulunya hanya mengenal interaksi sosial secara nyata ( face to face ), tetapi saat ini seseorang dapat berinteraksi dengan orang lain, melalui internet.

Konsep masyarakat informasi sendiri diperkenalkan pertama kali oleh Daniel Bell. Awal pengenalannya sekira tahun 1970-an. Kemunculan masyarakat informasi sendiri dipicu oleh kapitalisasi industri, yang terjadi di tahun 1960-an. Di tahun-tahun itu, sistem komunikasi model jarak jauh sendiri sudah dikembangkan dalam manufaktur pabrik-pabrik yang ada di Amerika Serikat. Pembentukan masyarakat informasi diperkuat dengan pemakaian teknologi informasi berbasis eterneth.

Tampilan website youtube yang merupakan tempat interaksi sosial online dan komunitas online untuk berbagi video
Tampilan website youtube yang merupakan tempat interaksi sosial dan komunitas online untuk berbagi video (Foto: Youtube)

Interaksi Sosial Online dan Komunitas Online

Pembeda masyarakat informasi dengan masyarakat kontemporer sendiri dibedakan dengan pembagian kelas. Jika masyarakat kontemporer proses interaksi tercipta karena adanya kesepakatan bersama. Proses interaksi sosial di masyarakat informasi tercipta karena ketidak adanya kesepakatan di awal, dan proses-proses pembentukan informasi dari masyarakat informasi sendiri tercipta secara spekulatif.

Komunitas Online

Hampir semua kelompok manusia, saat ini telah menggunakan teknologi internet. Teknologi internet ini digunakan untuk berkomunikasi antara masyarakat satu, dengan masyarakat lainnya. Untuk melakukan proses komunikai secara dua arah. Komunikan sendiri hanya cukup menggunakan alat komunikasi digital, untuk membuat kesepakatan, komunikasi-komunikasi baru.

Merujuk pendapat Wiliam River L dalam bukunya berjudul Media Massa & Masyarakat Modern, yang dimaksud dengan Komunitas Online yaitu suatu media perkumpulan, yang didalamnya terdapat dua atau lebih orang. Berkumpul menjadi satu, melakukan proses komunikasi dua arah. Hingga menghasilkan informasi-informasi baru.

Komunitas online ini sendiri berhasil menciptakan media-media baru. Yang di klasifikasikan ke dalam ragam produk jurnalistik juga, komunitas online itu masuk di dalamnya. Beberapa Komunitas Online itu sendiri salah satunya yaitu Kaskus, Youtube, dan Nimbuz, Yahoo, dan Blogger. Kendati portal-portal yang disebutkan di atas bersifat individualitas. Dimana sang komunikan, atau pembuatan konten kreator bebas menentukan konten-konten informasi semaunya. Pembuat konten semacam itu sebetulnya masuk juga ke produk jurnalistik.

Pasalnya. Tidak menutup kemungkinan, bahwa media-media semacam itu, membentuk beberapa prasayarat kaidah jurnalistik. Semacam timlines (kebaruhan), dan kadang memenuhi validitas ( kevalitan).

Komunitas Online Melahirkan Sejumlah Problematika Serius

Komunitas Online sendiri, sebagai bagian dari realitas sosial yang lahir di abad ke-20. Melahirkan sejumlah permasalahan serius. Berikut beberapa permasalahan serius, yang muncul akibat dari adanya masyarakat online.

Pertama, permasalahan pertama. Akibat permasalah munculnya masyarakat online. Yaitu tidak adanya skat yang jelas antara akademisi dan masyarakat biasa. Hal ini lantaran bahasa masayarakat online cenderung singular.

Oleh karena itulah, sering ditemukan banyak kasus penghinaan dan ujaran kebencian di medsos. Karakteristik masyarakat online sendiri yang bebas nilai, membuat tidak adanya pembeda, satatus sosial di masyarakat online.

Kedua, kemunculan masyarakat online. Otomatis akan mempersempit ruang dan waktu. Jika di masa 90-an ke bawah, untuk berkirim pesan ke orang lain itu butuh 1 mingguan, untuk mendapat jawaban isi pesannya. Maka semenjak adanya masyarakat online, pengiriman pesan kini bisa dipersingkat, menjadi beberapa menit saja, bahkan detik.

Baca juga: norma-norma sosial

Perubahan ruang dan waktu ini, otomatis menggeser kebudayaan, mereduksinya menjadi lebih moderen. Di dalam masyarakat online, tentu saja sudah tidak lagi ditemukan budaya antre menelpon, yang dulu sering dilakukan pada tahun 1980-an. Jadi kemajuan teknologi dan kehadiran masyarakat online, satu sisi bisa mempercepat dan memperpendek ruang, disisi lain menimbulkan efek negatif, berupa lunturnya nilai-nilai kebudayaan yang ada.

Apabila ada pertanyaan terkait Interaksi Sosial Online dan Komunitas Online bisa di tulis di kotak komentar di bawah ini.

Daftar Pustaka
River, L Wiliam. 2003. Media Massa & Masyarakat Modern. Kencana Prenadamedia: Jakarta
Syam, Nur. 2016. Media Sosial Interaksi dan Modal Sosial. Kencana Prenadamedia: Jakarta

Pengaruh Bahasa Tubuh Dalam Kehidupan Sehari-Hari

Pengaruh Bahasa Tubuh Dalam Kehidupan Sehari-Hari

Pengaruh Bahasa Tubuh Dalam Kehidupan Sehari-Hari – Bahasa tubuh merupakan komunikasi nonverbal (tanpa kata-kata). Bahasa tubuh merupakan proses pertukaran pikiran serta gagasan di mana pesan yang disampaikan dalam bentuk ekspresi, sentuhan, mimik, artifak, dan gestur yang dihasilkan dari gerakan wajah atau badan.

Bahasa tubuh ini dipercayai begitu amat penting. Sebagai bagian dari upaya memperlancar proses komunikasi. Saat seseorang berkomunikasi dengan bahasa tubuh, maka bahasa tubuh akan memperjelas, bahasa ujaran dan sekaligus menghasilkan dampak positif yang mungkin saja tak diduga.

Pengaruh Bahasa Tubuh Dalam Kehidupan Sehari-Hari

Lalu apa sih pengaruh bahasa tubuh dalam komunikasi sehari-hari. Berikut beberapa pengaruh bahasa tubuh dalam kehidupan sehari-hari.

Penyampaian Sikap

Bahasa tubuh, sangat berpengaruh sekali terhadap kelancaran proses komunikasi. Ketika seseorang berkomunikasi dengan menggunakan bahasa ujaran (verbal communication) orang akan menggunakan bantuan gerak-gerik tubuh untuk mendukung ujarannya. Misalnya seperti gerak-gerik mata, tangan, kaki hingga mimik yang menunjukan ekspresi berbeda-beda.

Pengaruh Bahasa Tubuh Dalam Kehidupan Sehari-Hari
Gambar. Berbagai ekspresi bahasa tubuh dalam pergaulan masyarakat

Penekanan Pesan

Bahasa tubuh mempunyai peranan yang amat vital. Untuk memperjelas tuturan, bahasa tubuh digunakan secara sinkronik.

Misalnya saja ada orang yang salah tangkap, ketika diajak berbicara bahasa asing. Untuk memperjelas makna dari bahasa asing tersebut, maka seorang penutur bisa menggerakan bagian-bagian anggota tubuh lainnya. Sebagai contoh kata yang akan diucapkan seputar jenis makanan, jika lawan tutur tidak paham.

Maka seorang penutur bisa memberi aba-aba. Berupa gerakan tangan masuk ke dalam mulut. Cara-cara seperti itu akan memperjelas makna, dari tuturan yang sebelumnya terjadi miss comunication.

Melepas Ekspresi Ketegangan

Tidak bisa dipungkiri lagi, kalau bahasa tubuh itu bisa menghilangkan ekspresi ketegangan. Perasaan gugup kerap kali menghinggapi orang-orang yang demam panggung, sehingga ketika ucapan verbal terjadi blooper (selip lidah). Maka gerakan ekspresi tubuh seperti ”garuk-garuk kepala” bisa menjadi pelepas, ketegangan tuturan yang biasa keluar disaat mendapati situasi yang tidak percaya diri.

Penanda Ekspresi Kejujuran

Penelitian-penelitian terbaru, berkaitan dengan body language atau bahasa tubuh. Penelitian-penelitian itu banyak memaparkan, jika bahasa tubuh bersinkronisasi dengan ungkapan kejujuran.

Allan Space, ahli linguistik asal Australia pernah memaparkan. Jika bahasa tubuh, tidak bersimilasi dengan ungkapan verbal.

Oleh karenanya, ketika secara verbal ada orang yang tidak mengatakan suatu fakta secara apa adannya. Gerak-gerik tubuh biasannya akan menunjukan respon yang berbeda.

Respon tubuh ini menunjukan ketidaksimiliran bahasa tubuh dengan bahasa verbal. Oleh karenanya, dalam sidang-sidang pengungkapan kasus pembunuhan yang rumit, atau kasus kejahatan yang tak bisa terdeteksi karena saksi-saksi tidak mencukupi.

Banyak lembaga peradilan yang melibatkan ahli sense of gesture. Para ahli gesture yang dilibatkan dalam peradilan cukup banyak metodologinya. Mereka menggunakan pisau analisa gestur titik norman.

Komando Pesan

Bahasa tubuh tidak hanya menjadi penjelas, dan penguat makna sebuah ujaran. Tapi lebih jauh lagi, bahasa tubuh menjadi repertoir, dari sebuah sistem komando bahasa.

Di dalam sistem kebahasaan praktis. Kini sudah banyak penyampaian pesan yang hanya melibatkan body language, tanpa melibatkan ujaran verbal.

Beberapa ragam komunikasi yang hanya menggunakan body language saja, tanpa melibatkan ujaran verbal salah satunya ada pantomim. Tururan model pantomim ini termasuk dalam monopolisemi, di mana sebuah pesan disampaikan kepada lawan tuturnya secara satu arah.

Beberapa tuturan yang melibatkan body language totalitarian salah satunya bisa ditemukan pula pada bahasa komando. Pelaku pengguna model komunikasi ini hanya memberi aba-aba gerak dalam bentuk gesture tangan. Kendatipun tanpa melibatkan ujaran verbal, makna pesan bisa ditangkap dengan sempurna.

Nah, lima pengaruh bahasa tubuh dalam kehidupan sehari-hari ini dapat kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari lho. Paling mudah bila kita melihat host atau pembawa acara dalam sebuah acara di televisi, bagaimana mereka memainkan gerak tangan, gerak tubuh, tatapan mata, senyuman bibir dsb saat membawakan acara.