Pengaruh Bahasa Tubuh Dalam Kehidupan Sehari-Hari

       

Pengaruh Bahasa Tubuh Dalam Kehidupan Sehari-Hari – Bahasa tubuh merupakan komunikasi nonverbal (tanpa kata-kata). Bahasa tubuh merupakan proses pertukaran pikiran serta gagasan di mana pesan yang disampaikan dalam bentuk ekspresi, sentuhan, mimik, artifak, dan gestur yang dihasilkan dari gerakan wajah atau badan.

Bahasa tubuh ini dipercayai begitu amat penting. Sebagai bagian dari upaya memperlancar proses komunikasi. Saat seseorang berkomunikasi dengan bahasa tubuh, maka bahasa tubuh akan memperjelas, bahasa ujaran dan sekaligus menghasilkan dampak positif yang mungkin saja tak diduga.

Pengaruh Bahasa Tubuh Dalam Kehidupan Sehari-Hari

Lalu apa sih pengaruh bahasa tubuh dalam komunikasi sehari-hari. Berikut beberapa pengaruh bahasa tubuh dalam kehidupan sehari-hari.

Penyampaian Sikap

Bahasa tubuh, sangat berpengaruh sekali terhadap kelancaran proses komunikasi. Ketika seseorang berkomunikasi dengan menggunakan bahasa ujaran (verbal communication) orang akan menggunakan bantuan gerak-gerik tubuh untuk mendukung ujarannya. Misalnya seperti gerak-gerik mata, tangan, kaki hingga mimik yang menunjukan ekspresi berbeda-beda.

Pengaruh Bahasa Tubuh Dalam Kehidupan Sehari-Hari

Gambar. Berbagai ekspresi bahasa tubuh dalam pergaulan masyarakat

Penekanan Pesan

Bahasa tubuh mempunyai peranan yang amat vital. Untuk memperjelas tuturan, bahasa tubuh digunakan secara sinkronik.

Misalnya saja ada orang yang salah tangkap, ketika diajak berbicara bahasa asing. Untuk memperjelas makna dari bahasa asing tersebut, maka seorang penutur bisa menggerakan bagian-bagian anggota tubuh lainnya. Sebagai contoh kata yang akan diucapkan seputar jenis makanan, jika lawan tutur tidak paham.

Maka seorang penutur bisa memberi aba-aba. Berupa gerakan tangan masuk ke dalam mulut. Cara-cara seperti itu akan memperjelas makna, dari tuturan yang sebelumnya terjadi miss comunication.

Melepas Ekspresi Ketegangan

Tidak bisa dipungkiri lagi, kalau bahasa tubuh itu bisa menghilangkan ekspresi ketegangan. Perasaan gugup kerap kali menghinggapi orang-orang yang demam panggung, sehingga ketika ucapan verbal terjadi blooper (selip lidah). Maka gerakan ekspresi tubuh seperti ”garuk-garuk kepala” bisa menjadi pelepas, ketegangan tuturan yang biasa keluar disaat mendapati situasi yang tidak percaya diri.

Penanda Ekspresi Kejujuran

Penelitian-penelitian terbaru, berkaitan dengan body language atau bahasa tubuh. Penelitian-penelitian itu banyak memaparkan, jika bahasa tubuh bersinkronisasi dengan ungkapan kejujuran.

Allan Space, ahli linguistik asal Australia pernah memaparkan. Jika bahasa tubuh, tidak bersimilasi dengan ungkapan verbal.

Oleh karenanya, ketika secara verbal ada orang yang tidak mengatakan suatu fakta secara apa adannya. Gerak-gerik tubuh biasannya akan menunjukan respon yang berbeda.

Respon tubuh ini menunjukan ketidaksimiliran bahasa tubuh dengan bahasa verbal. Oleh karenanya, dalam sidang-sidang pengungkapan kasus pembunuhan yang rumit, atau kasus kejahatan yang tak bisa terdeteksi karena saksi-saksi tidak mencukupi.

Banyak lembaga peradilan yang melibatkan ahli sense of gesture. Para ahli gesture yang dilibatkan dalam peradilan cukup banyak metodologinya. Mereka menggunakan pisau analisa gestur titik norman.

Komando Pesan

Bahasa tubuh tidak hanya menjadi penjelas, dan penguat makna sebuah ujaran. Tapi lebih jauh lagi, bahasa tubuh menjadi repertoir, dari sebuah sistem komando bahasa.

Di dalam sistem kebahasaan praktis. Kini sudah banyak penyampaian pesan yang hanya melibatkan body language, tanpa melibatkan ujaran verbal.

Beberapa ragam komunikasi yang hanya menggunakan body language saja, tanpa melibatkan ujaran verbal salah satunya ada pantomim. Tururan model pantomim ini termasuk dalam monopolisemi, di mana sebuah pesan disampaikan kepada lawan tuturnya secara satu arah.

Beberapa tuturan yang melibatkan body language totalitarian salah satunya bisa ditemukan pula pada bahasa komando. Pelaku pengguna model komunikasi ini hanya memberi aba-aba gerak dalam bentuk gesture tangan. Kendatipun tanpa melibatkan ujaran verbal, makna pesan bisa ditangkap dengan sempurna.

Nah, lima pengaruh bahasa tubuh dalam kehidupan sehari-hari ini dapat kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari lho. Paling mudah bila kita melihat host atau pembawa acara dalam sebuah acara di televisi, bagaimana mereka memainkan gerak tangan, gerak tubuh, tatapan mata, senyuman bibir dsb saat membawakan acara.

loading...

Lutfi Aminuddin

Lutfi Aminuddin merupakan kolumnis dibeberapa media lokal dan nasional. Tulisan Lutfi bisa dijumpai pada Harian Pemalang, Geotime, Hipmee, Pressiwa, Solopos, dan masih banyak yang lainya lagi. Lutfi telah mengeluarkan buku berjudul Negeri Bahagia Skandinavia tahun 2017 yang diterbitkan oleh penerbit Asrifa. Lutfi mengenyan Studi S1 nya di IAIN Purwokerto dengan Jurusan Ilmu Komunikasi Penyiaran Islam. Ia juga mengambil S1 di IAIN Surakarta pada jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *