Definisi Komunikasi Massa dan Ciri Komunikasi Massa

Definisi Komunikasi Massa dan Ciri Komunikasi Massa

Ada salah satu pertanyaan yang cukup menggelitik, pertanyaannya adalah apakah dalam masyarakat modern saat ini kita bisa lepas dari pengaruh media massa ? Ketika kita mendiskusikan sebuah topik aktual, bisakah topik tersebut tidak berkaitan sama sekali dengan berita-berita yang disajikan koran, televisi, internet atau radio ? Apakah seorang dosen dalam mengajar bisa lepas dari sebuah buku ?.

Coba ajukan pula sebuah pertanyaan lain pada seseorang. Merek mobil apa yang terkenal dan mahal ? Biasanya orang akan menjawab BMW atau Mercedes Benz. Kemudian tanyakan, apakah Anda mempunyai mobil tersebut ? Jawaban umumnya adalah tidak.

Kalau mereka disuruh memberikan alasan mengapa mereka menjawab seperti itu padahal mereka tidak memiliki mobilnya, barangkali jawabannya seperti yang dikatakan oleh Will Rogers atau Jerry Seinfeld “ Yang saya tahu hanyalah apa yang saya baca di koran.”

Jawaban seperti yang dikatakan Rogers itu tentu bukan tanpa alasan yang jelas dan tak semata-mata untuk bahan tertawaan saja. Tetapi ini adalah dunia rill media massa kita.

Kebanyakan orang menetapkan apa yang baik dan tidak itu berdasarkan informasi di media massa. Kita tidak akan bisa mengamati realitas dunia ini hanya dengan mata dan telinga saja. Kita juga perlu mengandalkan media massa sebagai pihak ketiga.

Bisa jadi kita tidak percaya pada apa yang diberikan koran, tetapi kita yakin koran bagaimanapun bentuknya telah mempengaruhi kehidupan kita. Bahkan, kita tidak akan bisa berpartisipasi dalam kehidupan kita ini tanpa bantuan media massa. Dengan kata lain, tanpa media massa manusia bisa dibilang istilahnya akan mati.

Ilustrasi dan pertanyaan-pertanyaan tersebut menunjukkan betapa kita tidak bisa lepas begitu saja dari pengaruh media massa bukan ? Radio, internet, koran, buku, dan televisi yang dicontohkan di atas adalah beberapa contoh dari media massa yang berkaitan erat dengan komunikasi massa yang tidak dapat dipisahkan dalam kehidupan manusia.

Agar kita bisa lebih memahami apa itu komunikasi massa, bagaimana definisinya dan ruang lingkup pembahasannya seperti apa. Ada baiknya kita membahas terlebih dahulu definisi dari komunikasi massa.

Definisi Komunikasi Massa

Banyak definisi tentang komunikasi massa yang telah dikemukakan oleh para ahli. Banyak ragam dan titik tekan yang ditemukannya. Namun, dari sekian banyak definisi itu ada benang merah kesamaan antara definisi satu dengan definisi yang lainya. Pada dasarnya komunikasi massa adalah komunikasi melalui media massa ( media cetak dan elektronik ). Sebab, awal perkembangannya saja, komunikasi massa berasal dari pengembangan kata media of mass comunication (media komunikasi massa).

Hal ini perlu ditekankan sebab ada media yang bukan berupa media massa, yakni media tradisional seperti kentongan, angklung, gamelan, dan lain-lain. Jadi, disini jelas media massa menunjuk pada hasil produk teknologi modern sebagai saluran dalam komunikasi massa.

Dalam hal ini kita juga perlu membedakan massa dalam arti umum, dengan massa dalam artian sempit. Misalnya saja kita pernah mendengar. “Pemirsa, massa yang jumlahnya ratusan itu bergerak menuju gedung DPR-RI untuk memprotes kebijakan pemerintah.’’ Kata massa dalam hal ini lebih mendekati arti secara sosiologis. Dengan kata lain, massa yang dimaksud dalam hal itu adalah sekumpulan individu manusia yang sedang berada dalam lokasi tertentu.

Agar tidak ada kerancuan dan perbedaan persepsi tentang massa, ada baiknya kita perlu membedakan arti massa dalam komunikasi massa dengan massa dalam artian umum.

Massa dalam artian komunikasi massa lebih menunjuk pada penerima pesan yang berkaitan dengan media massa. Dengan kata lain, massa yang dalam sikap dan perilakunya berkaitan dengan peran media massa. Oleh karena itu, massa disini menunjuk pada khalayak, audience, penonton, pemirsa, atau pembaca.

Lalu apa media massa dalam komunikasi massa ?

Ada banyak versi juga tentang bentuk ini. Namun, dari sekian banyak definisi yang ada, bisa dikatakan media massa bentuknya antara lain media elektronik (televisi, radio), media cetak (surat kabar, majalah, tabloid, buku, dan film). Dalam perkembangan komunikasi massa yang sudah sangat modern dewasa ini, ada satu perkembangan tentang media massa, yakni ditemukannya internet.

Belum ada, untuk tidak mengatakan tidak ada bentuk media dari definisi komunikasi massa yang memasukkan internet dalam bentuk komunikasi massa. Dengan demikian, bentuk komunikasi massa bisa ditambahkan dengan internet.

Bisa jadi pula beberapa definisi yang tidak menyebutkan internet dalam definisi komunikasinya karena definisi itu dibuat beberapa puluh tahun yang lalau ketika internet belum mewabah seperti sekarang. Maka sah-sah saja jika di era sekarang kita mencantumkan internet kedalam bentuk media massa.

Ciri-Ciri Komunikasi Massa

Komunikator dalam komunikasi massa bukan satu orang, tetapi kumpulan dari beberapa orang. Artinya, gabungan antar berbagai macam unsur dan bekerja satu sama lain dalam sebuah lembaga adalah ciri-ciri dari komunikasi massa.

Sebagaimana kita ketahui, sistem itu adalah sekelompok orang, pedoman, dan media yang melakukan suatu kegiatan mengolah, menyimpan, dan mengolah simbol menjadi pesan dalam membuat keputusan untuk mencapai suatu kesepakatan dan saling pengertian satu sama lain.

Di dalam sebuah sistem ada interdependensi, artinya komponen-komponen itu saling berkaitan, berinteraksi, dan berinterdependensi secara kesuluruhan. Tidak bekerjanya satu unsur akan mempengaruhi kinerja unsur-unsur yang lain. Eksistensi masing-masing komponen-komponennya, sebaliknya eksistensi masing-masing komponen dipengaruhi oleh kesatuannya.

Di dalam komunikasi massa, komunikator merupakan lembaga media massa itu sendiri. Itu artinya, komunikatornya bukan orang per orang seperti seorang wartawan misalnya.

Wartawan merupakan salah satu bagian dari sebuah lembaga. Wartawan sendiri bukan seorang komunikator dalam komunikasi massa. Ia adalah orang yang sudah terinstitutsikan / dilembagakan.

Artinya, berbagai sikap dan perilaku wartawan sudah diatur dan harus tunduk pada sistem yang sudah diciptakan dalam saluran komunikasi tersebut. Jadi tidak dapat diganggu gugat lagi.

Meskipun pemilik modal dalam media massa adalah orang yang paling berpengaruh dalam menentukan kebijakan media yang bersangkutan, ia pun tidak bisa disebut sebagai seorang komunikator dalam media massa. Ia juga hanya merupakan salah satu bagian dalam lembaga media massa.

Dengan demikian, komunikator dalam komunikasi massa setidak-tidaknya mempunyai ciri sebagai berikut 1.) kumpulan individu-individu 2.) dalam berkomunikasi individu-individu itu terbatasi perannya dengan sistem dalam media massa. 3.) Pesan yang disebarkan atas nama media yang bersangkutan dan bukan atas nama pribadi unsur-unsur yang terlibat. 4.) Apa yang dikemukakan oleh komunikator biasanya untuk mencapai keuntungan atau mendapatkan laba secara ekonomis.

Bung Karno dan Bung Tomo merupakan dua pejuang kemerdekaan yang mampu menguasai ilmu komunikasi massa dengan baik

Gambar. Bung Karno dan Bung Tomo merupakan dua pejuang kemerdekaan yang mampu menguasai ilmu komunikasi massa dengan baik

Mengapa Kita Harus Mempelajari Komunikasi Massa

Ada alasan logis mengapa kita harus mempelajari komunikasi massa. Berikut alasan mengapa kita harus belajar komunikasi massa.

1. Media massa merupakan sumber kekuatan bagi pemberdayaan ekonomi.

2. Media massa bisa merawat nilai-nilai dan norma yang ada pada lingkungan kita.

3. Media massa sering kali berperan sebagai wahana pengembangan kebudayaan.

Demikian uraian tentang definisi komunikasi massa dan ciri komunikasi massa serta tetap simak artikel-artikel pengetahuan lainya di Siswapedia dengan gratis.

Lutfi Aminuddin

Lutfi Aminuddin

Lutfi Aminuddin merupakan kolumnis dibeberapa media lokal dan nasional. Tulisan Lutfi bisa dijumpai pada Harian Pemalang, Geotime, Hipmee, Pressiwa, Solopos, dan masih banyak yang lainya lagi. Lutfi telah mengeluarkan buku berjudul Negeri Bahagia Skandinavia tahun 2017 yang diterbitkan oleh penerbit Asrifa. Lutfi mengenyan Studi S1 nya di IAIN Purwokerto dengan Jurusan Ilmu Komunikasi Penyiaran Islam. Ia juga mengambil S1 di IAIN Surakarta pada jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *