Contoh Soal dan Jawaban Perhitungan Mol

Contoh Soal dan Jawaban Perhitungan Mol

Contoh Soal dan Jawaban Perhitungan Mol – Satuan mol adalah satuan yang digunakan untuk menyatakan sejumlah partikel yang terkandung di dalam suatu zat tertentu yang jumlahnya sama dengan banyaknya atom yang ada pada 12,00 gram atom C-12.

Satuan mol ini didapatkan melalui perhitungan. Satuan mol sering digunakan dalam perhitungan kimia seperti perhitungan mol.

Untuk lebih memahami teori tersebut, berikut beberapa contoh soal dan pembahasan perhitungan mol.

Artikel terkait: Pengertian dan rumus satuan Mol

Contoh Soal dan Jawaban Perhitungan Mol

Contoh Soal dan Jawaban Perhitungan Mol

Soal 1:

Hitung berapakah mol molekul yang terdapat dalam 6 gram glukosa (C6H12O6), diketahui Ar C = 12, O = 16, serta H = 1.

Pembahasan soal 1:

Mr glukosa = (6 x 12) + (12 x 1) + (6 x 16) = 180

Maka M glukosa = 180 gram/mol

n (mol) = massa/M = 6 gram/180 gram/mol = 0,033 mol.

Soal 2:

Berapa gram massa irea (CO(H2)2) yang mengandung 0,15 mol urea?

Ar C = 12, O = 16, N = 14, H=1

Pembahasan soal 2:

Mr Urea = (1 x 12) + (1 x 16) + (2 x 14) + (4 x 1) = 60

M Urea = 60 gram/mol

massa Urea= n x M

massa Urea = 0,15 mol x 60 gram/mol = 9 gram

Soal 3:

Hitunglah molalitas larutan yang terjadi jika 24 gram MgSO4 dilarutkan ke dalam 400 gram air. (Mr MgSO4=120)

Artikel lainnya: Bentuk-bentuk molekul beserta gambarnya

Pembahasan soal 3:

n = (24/120) mol = 0,2 mol

p = 400 gram

m = 0,2 x (1000/400) = 0,5 molal

soal 4:

Jelaskan prosedur membuat larutan NaOH 0,2 M sebanyak 500 mL (Mr NaOH adalah 40).

Artikel lainnya: Metode lumpur aktif sebagai aplikasi redoks

Pembahasan soal 4:

Langkah pertama: menghitung massa NaOH yang dibutuhkan.

V = 500 mL = 0,5 L

M = 0,2 M

n = M x V

n = 0,2 mol/L x 0,5 L = 0,1 mol

massa NaOH = 0,1 mol x 40 gram/mol

massa NaOH = 4 gram

Langkah kedua: Menimbang 4 gram NaOH padat

Langkah ketiga: Memasukkan kristal NaOH yang telah ditimbang ke labu takar volume 500 mL. Setelah itu menambahkan air suling sampai setengah labu. Lali menggoyangkan labu ukur hingga NaOH larut.

Langkah keempat: Menambahkan air suling hingga ke tanda batas dan menggoyangkan labu ukur.

Soal 5:

Suatu kristal Na2CO3.nH2O memiliki massa 9,8 gram, kemudian direaksikan dengan asam klorida hingga habis. Reaksinya adalah sebagai berikut.

Na2CO3 (s) + 2HCl (aq) → 2NaCl (aq) + H2O (l) + CO2 (g)

Dari percobaan dihasilkan gas CO2 sebanyak 1,12 L dalam keadaan STP. Diketahui Ar Na=23, C = 12, O = 16, H = 1. Tentukan jumlah air kristal pada garam karbonat itu!

Pembahasan soal 5 :

CO2 yang dihasilkan = 1,12 L (keadaan standar)

n = 1,12 L/22,4 (mol/L) = 0,05 mol

berdasarkan persamaan reaksi di atas, perbandingan koefisien antara Na2CO3 dan CO2 adalah sama, maka mol Na2CO3 = mol CO2, yaitu 0,05 mol.

Massa rumus relatif atau Mr Na2CO3.nH2O = (106 + 18n). Maka persamaan dapat ditulis sebagai berikut.

massa kristal = n x Mr Kristal

9,8 gram = 0,05 mol x (106 + 18n)

5,3 + 0,9n = 9,8

0,9 n = 4,5

n = 5

sehingga didapatkan bahwa jumlah air di dalam kristal tersebut adalah 5. Jadi, rumus kristal karbonat tersebut adalah Na2CO3.5H2O

Pengertian dan Rumus Satuan Mol

Pengertian dan Rumus Satuan Mol

Pengertian dan Rumus Satuan Mol – Untuk memudahkan dalam mengukur dan mengetahui jumlah benda, kita memerlukan satuan, misalnya 1 lusin untuk 12 barang, 1 kodi untuk 20 barang, dan sebagainya.

Namun untuk benda yang relatif kecil dan tidak bisa dihitung satu per satu, kita tidak lagi menggunakan satuan lusin, kodi, maupun rim. Misalnya untuk beras, maka kita menggunakan kg atau gram.

Sama halnya dengan atom, ukurannya yang sangat kecil tentu tidak mudah jika dihitung satu per satu. Dibutuhkan sebuah satuan yang dapat menunjukkan dengan tepat jumlah atom tersebut, baik di dalam reaksi maupun dalam keadaan tertentu.

Melalui berbagai eksperimen yang dilakukan oleh para ilmuwan kimia terdahulu, didapatkan sebuah satuan bernama mol. Satuan ini memudahkan peneliti terutama ketika akan mereaksikan suatu senyawa kimia.

Pengertian dan Rumus Satuan Mol

Sejarah, Pengertian, dan Hubungannya dengan Jumlah Partikel

Mol adalah sebuah satuan yang didapat secara matematis, melibatkan beberapa satuan lainnya seperti massa molekul relatif, dan massa atom rata-rata. Satu mol didefinisikan sebagai jumlah partikel yang terkandung dalam suatu zat tertentu dimana jumlahnya sama dengan banyaknya atom yang terdapat di dalam 12,00 gram atom C-12.

C-12 adalah isotop karbon yang memiliki berat atom standar definitif sebesar 12. Oleh karena itu massa isotop karbon ini memiliki berat tepat 12 gram. Penggunaan karbon sebagai dasar penentuan karena karbon merupakan unsur yang paling sering dan mudah ditemukan di alam.

Sebuah percobaan pernah dilakukan oleh ilmuwan bernama Joseph Loschmidt yang kemudian dibenarkan oleh Amedeo Avogadro. Dari percobaan tersebut ternyata didapatkan bahwa bayaknya atom karbon dalam 12,00 gram C-12 yaitu 6,02 x 1023 atom atau partikel.

Kemudian bilangan ini dijadikan sebagai tetapan Avogadro atau disebut juga dengan bilangan avogadro dengan lambang L. Lambang tersebut diambil dari nama penemu Loschmidt.

Berdasarkan hal tersebut, maka dapat ditulis:

1 mol = 6,02 x 1023 partikel

Persamaan di atas dapat dipahami sebagai jumlah partikel atau molekul setiap satu mol zat.

Hubungan Mol dengan Massa

Sebelum membahas tentang hubungan mol dengan massa, perlu diketahui terlebih dahulu istilah massa molar. Massa molar menjelaskan hubungan antara jumlah partikel suatu zat dengan massanya. Standar mol yang telah dibahas di atas menjadi dasar perhitungan massa molar dengan massa atom relatif. Rumusnya dapat ditulis sebagai berikut.

 

Massa 1 mol A  = jumlah 1 mol atom A x massa rata-rata 1 atom A (persamaan 2)

                                = 6,02 x 1023 x massa rata-ata 1 atom A

Kemudian didapatkan persamaan :

Sedangkan massa 1 atom C-12 dapat ditentukan dengan cara berikut :

12 gram atom C-12 = 6,02 x 1023 atom karbon,

kemudian persamaan 3 dan 4 dimasukkan ke persamaan 2, sehingga dapat diperoleh:

dengan begitu di dapatkan massa 1 mol A = (Ar A) gram, satuan massa molar yaitu gram/mol.

Hubungan mol dengan massa dapat dijelaskan melalui persamaan berikut ini:

Atau

n adalah jumlah mol zat, a adalah massa zat dalam gram, dan M adalah massa molar dalam gram/mol.

Hubungan dengan Volume

Di dalam kimia, kita mengenal volume molar. Volume molar didefinisikan sebagai volume 1 mol suatu zat yang diukur pada suhu dan tekanan tertentu. Apabila pengukuran ini dilakukan di suhu 0o dan pada tekanan 1 atm, maka disebut sebagai volume molar standar.

Perhitungan dapat dilakukan dengan menggunakan persamaan berikut ini.

Keterangan:

V adalah volume gas pada suhu 0o dan pada tekanan 1 atm,

n adalah jumlah mol gas.

22,4 L/mol di dapatkan melalui pengukurangan volume molar standar gas hidrogen (STP).

Daftar Pustaka :

 Brown, Theodore L. et al. 2015. Chemistry: The Central Science (13th edition). New Jersey: Pearson Education, Inc.

Silberberg, Martin S. & Amateis, Patricia. 2015. Chemistry: The Molecular Nature of Matter and Change (7th edition). New York: McGraw-Hill Education