Ringkasan Sejarah Peradaban Romawi Kuno

Ringkasan Sejarah Peradaban Romawi Kuno (27SM – 476SM/1453 M) terletak di Semenanjung Apenina, beribu kota Roma, Italia. Tanah disini sangat subur sehingga mendukung terciptanya sebuah peradaban. Ada tiga gunung berapi yang membantu menyuburkan tanah yakni gunung Visuvius, Stromboli dan Etna. Selain itu juga terdapat dua sungai besar sebagai sumber air yaitu Sungai Tiber dan Sungai Po.

Wilayah Romawi di sebelah barat dibatasi Laut Tirrenia sedangkan sebelah timur dibatasi oleh Laut Ionia dan Laut Adriatik. Untuk sebelah utara wilayah Romawi berbatasan dengan negara Swiss dan Austria. Untuk sebelah selatan dibatasi oleh Pulau Sisilia dan Laut Tengah. Untuk lebih jelasnya bisa dilihat pada gambar di bawah ini.

Peta Peradaban Romawi Kuno pada tahun 27SM - 476SM/1453 M

Gambar. Peta Peradaban Romawi Kuno pada tahun 27SM – 476SM/1453 M (Sumber: arialbanna.blogspot.com)

Bangsa Romawi telah mengenal ilmu pengetahuan diantaranya pengetahuan tentang pembuatan akuaduk (pengairan bergantung), stadion Amphiteater (tempat olah raga), Colosseum gladiator (tempat adu manusia dengan hewan) dan Gereja Aya Sophia (sekarang menjadi Masjid) di Bizantium. Masyarakat Romawi juga sudah mengenal sistem pertanian yang mampu menghasilkan tanaman anggur, sayuran, gandum, jagung, zaitun serta beternak biri-biri. Adapun kepercayaan yang dianaut adalah kepercayaan tentang adanya banyak dewa seperti dewa Zeus (diganti dengan Yupiter), Vesta, Genius, Yuno (Hera) dan Aprodhite (diganti Venus). Adapun sistem pemerintahannya adalah sebagai berikut:

a) Kepala pemerintahan dipegang oleh dua orang konsul yang dipilih dengan masa jabatan selama dua tahun,
b) Senat, memiliki hak memberi nasihat kepada konsul,
c) Dewan Rakyat (Comitia Curiata),
d) Pontifex Maximus, merupakan jabatan sejenis kepala agama,
e) Tribuni Plebis, merupakan jabatan semacam dewan daerah.

Semula, pada tahun 750 – 510 SM Peradaban Romawi dipimpin oleh seorang raja dengan sistem pemerintahan kerajaan. Adanya sikap kediktatoran raja sering memicu terjadinya keributan antara rakyat dengan pemerintahan sehingga pada saat pemerintahan dipegang oleh Raja Tarquinus terjadilah pemberontakan besar sehingga pada tahun 510 SM sistem pemerintahan berubah menjadi republik.

Saat pemerintahan berupa republik (510 SM-27 SM) dipimpin oleh tiga orang Triumvirat (60–44 SM) yang terdiri dari Pompeyus, Crassus dan Yulius Caesar. Selain itu, pada masa ini wilayah kekuasaan Bangsa Romawi membentang luas dari wilayah Spanyol (barat), Jerman, Palestina hingga Mesir (timur). Masyarakat Romawi pada umumnya terbagi menjadi dua golongan yakni:

a. Golongan patricia (golongan bangsawan), golongan ini memegang kekuasaan di Roma sebagai warga penuh.

b. Golongan plebeca (rakyat rendah), golongan ini boleh mendirikan tribun plebis, salah satu konsulnya berasal dari plebeca. Untuk mengatur kehidupan bernegara disusunlah sebuah undang-undang tertulis yang pertama kali, yaitu Lejes Duodecim Tabularum yang berupa 12 lempengan tembaga.

Gaius Julius Caesar

Gambar. Gaius Julius Caesar (Sumber: perpustakaancyber.blogspot.com)

Perang saudara mulai kembali berkobar tatkala pada tahun 55 SM, Crassus meninggal sehingga terjadi keributan antara Pompeyus dengan Yulius Caesar. Akhirnya kemenangan berhasil diraih oleh Yulius Caesar dan memimpin sebagai Triumvirat I namun dibawah kepemimpinannya, bangsa Romawi dinilai gagal.

Pada tahun 44 SM, tokoh Triumvirat I -Yulius Caesar- dibunuh oleh Senat Cassius dan Brutus kemudian rakyat membentuk Triumvirat II yang anggotanya Antonius, Octavianus dan Lipidus. Perselisihan pun kembali terjadi yang berakhir kematian Lipidus. Setelah kematian Lipidus, kekuasaan dibagi menjadi dua wilayah dimana Antonius berkuasa di wilayah antara asia kecil hingga Mesir dan Octavianus berkuasa di wilayah barat Spanyol hingga Yunani.

Antonius yang berkuasa di wilayah timur akhirnya menikah dengan Ratu Mesir, Cleopatra. Lambat laun kecurigaan Octavianus memuncak hingga akhirnya ia menyerang wilayah kekuasaan Antonius dan berhasil menguasainya. Untuk menghindari penangkapan, Antonius dan Cleopatra kabur dan akhirnya bunuh diri. Kejadian ini menjadikan Octavianus berkuasa penuh atas wilayah Romawi dan membentuk sistem kekaisaran (27M). Ia pun mendapatkan gelar sebagai Augustus (yang mulia). Beberapa kebijakan pada saat pemerintahan Octavianus antara lain pegawai memperoleh gaji tetap, pajak rakyat diperingan, menempatkan tentara di daerah perbatasan dan pembersihan wilayah dari gangguan bajak laut.

Wilayah Romawi pada masa kekaisaran Octavianus membentang dari wilayah Mesir, Siria, Palestina, Turki, Spanyol,Afrika Utara, Spanyol, Portugis, Belgia, Prancis, Belanda, Inggris, Jerman dan Balkan. Pada masa ini Bangsa Romawi mengalami zaman keemasan dan agama Kristen mulai masuk ke kerajaan Romawi.

Bangsa Romawi mengalami zaman kelam pada saat pemerintahan kekaisaran Nero. Ia dikenal sangat kejam dan tega membunuh, istri, ibu, anak dan gurunya sendiri demi kepuasan. Ia juga membunuh orang-orang yahudi dengan cara dibakar hidup-hidup sekitar 40.000 orang.

Pada pemerintahan Kaisar Konstantin, ibukota Romawi berpindah dari Roma ke Istambul (Bizantium). Kaisar Theodoseus membuat kebijakan terkait agama Kristen yang kemudian dijadikan sebagai agama negara. Kemudian Ia membagi romawi menjadi dua wilayah yakni wilayah barat yang berpusat di Roma dan wilayah timur yang berpusat di Bizantium. Namun bangsa ini akhirnya harus hancur. Romawi barat hancur akibat serangan Bangsa Odoaker sedangkan Romawi timur hancur akibat serangan Turki Usmani.

[color-box]Wardaya.2009.Cakrawala Sejarah.Surakarta:PT. Widya Duta Grafika.[/color-box]

Tim Siswapedia

"Kami mendukung pendidikan gratis di Indonesia"

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan