Nama-Nama Pemerintahan Dinasti Cina

Tembok Cina dibangun untuk melindungi wilayah Cina dari serangan bangsa lain

Gambar. Tembok Cina dibangun untuk melindungi wilayah Cina dari serangan bangsa lain (Sumber: sarapan.info )

Menurut cerita kuno, tempuk kekuasaan di Cina dulunya dikuasai oleh Raja. Namun kemudian berubah menjadi dinasti-dinasti antara lain:

1. Dinasti Xia (2000-1500 SM)

Dinasti Xia merupakan dinasti mitos yang pertama kali dihembuskan oleh Dinasti Chou untuk mendapatkan legitiminasi kekuasaan dari Dinasti Shang. Dinasti Xia digambarkan sebagai dinasti baik yang diserang oleh Dinasti Shang dalam perebutan kekuasaan sehingga mengakibatkan dinasti Xia punah.

2. Dinasti Shang (1766 –1122 SM)

Dinasti Shang memiliki pusat pemerintahan diantara dua sungai yakni Sungai Huang Ho (utara) dan Sungai Yang Tse (selatan). Masyarakatnya pada saat itu telah mengenal tulisan dan sistem pertanian dengan baik. Adapun sistem masyarakatnya sangat kuat dipengaruhi oleh kekayaan dimana orang kaya akan memiliki tanah yang luas dan anak buah yang banyak. Selain itu, sistem clan masih sangat kuat dipegang teguh oleh masyarakat. Barang-barang hasil karya masyarakat terbilang indah di jamannya, ada keramik tripod (guci 3 kaki, gerabah), black pottery (budaya periuk hitam tanpa ornamen), gerabah maupun barang keramik lainnya. Pada akhirnya dinasti ini punah akibat adanya kudeta dari clan Chou.

3. Dinasti Chou (1122 – 255 SM)

Dinasti Chou memperkenalkan kepercayaan tentang adanya Dewa Langit. Sesuatu yang unik yang dilakukan oleh dinasti chou untuk merebut kekuasaan dari dinasti Shang. Mereka menyebut dirinya sebagai pilihan dari langit untuk memerangi dinasti Shang. Dinasti ini didirikan oleh Pangeran Wu Wang dengan pusat pemerintahan berada di Provinsi Shensi.

Zaman ini dikenal juga sebagai Zaman Seratus Filsafat. Diantaranya adalah:

a. Konfusianisme mengajarkan hal-hal yang bersifat praktis dimana setiap elemen masyarakat seperti raja, ayah, ibu dan anak memiliki peran masing-masing. Pemikiran ini muncul diakibatkan kondisi politik yang buruk dan munculnya banyak peperangan.

b. Taoisme mengajarkan untuk menjauhi hal-hal yang bersifat duniawi agar mendapatkan kebahagiaan yang hakiki. Oleh karena itu diperlukan ketenangan batin dengan melakukan perenungan.

c. Legalisme mengajarkan untuk ditegakkannya hukum dengan tegas dan keras. Paham ini berpendapt bahwa manusia sejatinya memiliki sifat yang buruk/jahat, untuk itu perlu dilakukan penegakan hukum untuk meredam keburukannya.

4. Dinasti Chin (255 SM – 205 SM)

Meski pemerintahan Cina bersifat sentralistik dibawah kepemimpinan Kaisar Chin Shin Huang Ti, pada masa ini Cina mengalami kejayaan karena mampu menguasai kerajaan-kerajaan lain yakni Kerajaan Chou, Wei dan Han. Kemudian wilayah Cina menjadi sangat luas sehingga dibagi menjadi 36 provinsi. Pada masa ini, masyarakat Cina menganut paham legalisme dan membuang jauh-jauh faham Konfusianisme serta kebiasaan Feodalisme (pemberian tanah kepada para penguasa yang berjasa) ditiadakan.

Dinasti Chin mempunyai strategi politik yakni dengan membuang jauh-jauh orang-orang barbar. Pembangunan benteng-benteng dilakukan diantara gunung-gunung untuk menghalau pasukan berkuda musuh. Pembuatan benteng-benteng ini merupakan cikal bakal dibuatnya tembok Cina.

5. Dinasti Han (202 – 211 M)

Pada masa Dinasti Han, paham konfuisme mengalami masa kejayaan bahkan paham ini dijadikan sebagai ujian seleksi masuk pejabat negara. Oleh karena itu masyarakat menjadi berlomba-lomba mempelajari faham ini. Mereka yang lolos ujian ini dinamakan kaum gentry.

Han Wu Ti (141-78 SM) merupakan kaisar terbesar dari dinasti Han. Dimasanya, Cina mampu meluaskan wilayahnya dan berhasil menaklukkan Manchuria. Namun setelah sang kaisar wafat, Cina mengalami kemunduran dan akhirnya pada tahun 221 M dinasti Han hancur akibat menerima serangan dari bangsa Tartar.

6. Enam dinasti (220-589 M)

Antara tahun 220 – 589 M di Cina terdapat enam dinasti dimana masing-masing dari mereka saling berperang. Keenam dinasti tersebut antara lain: Wei (220-265 M); Tsin (265-420); Liu Sung (420-477 M); Chai (479-502 M); Liang (502-556 M) dan Ch’en (557-589).

7. Dinasti Sui (589 – 618 M)

Pada masa dinasti Sui, wilayah Cina dapat disatukan kembali. Masa kejayaan dinasti ini ada pada saat pemerintahan Sui Yang Ti dimana mampu menundukkan dinasti Han dan dinasti Syiung Nu serta menaklukan suku-suku liar yang berada di utara cina.

8. Dinasti T’ang (618 – 906 M)

Lambat laun, dinasti T’ang mampu menjatuhkan dinasti Sui. Pada masa ini, masyarakat cina telah mengenal perdagangan lewat jalur laut sehingga membuka hubungan internasional dengan wilayah-wilayah lain. Agama Budha mulai masuk ke cina saat dinasti T’ang berdiri dan mulai terjadi pencampuran antara antara agama budha, faham konfuisme dan taonisme. Tak hanya itu, pada zaman ini pula agama Islam mulai masuk ke Cina dan hubungan perdagangan antara Cina dan Indonesia mulai dibangun.

9. Dinasti Sung (960 – 1279 M)

Kaisar Sung Tai Tsu membawa cina dalam peradaban yang maju dalam hal ilmu pengetahuan. Usahanya meliputi pendirian musem, melakukan ekspor porselin (Jepang, Korea, India, Persia, Afrika dan Eropa), adanya pengetahuan astronomi dan penggunaan tulisan piktograf untuk melukiskan lambang-lambang tertentu.

10. Dinasti Mongol (1279 – 1294 M)

Orang-orang Mongol mampu menaklukkan Cina dibawah kepemimpinan Genghis Khan dan membuat ibu kota di Kambaluk (Peking). Setelah Genghis Khan meninggal (1227), kekuasaan dinasti Mongol diambil alih oleh Ogodai yang kemudian berhasil memperluas wilayah sampai ke Rusia, Hongaria, Polandia dan Siberia. Pada tahun 1260, Kublai Khan menggantikan kekuasaan Ogodai dan mendirikan pemerintahan yang kemudian disebut sebagai dinasti Yuan.

11. Dinasti Ming (1368 – 1642 M)

Dinasti Ming pada masa pemerintahan Chu Yuang Chang akhirnya mampu mengalahkan dinasti Mongol. Kemudian tangkuk kekuasaan diwariskan ke putranya yaitu Yung Lo. Di bawah kepemimpinannya, dinasti Ming berhasil menyatukan kembali wilayah cina. Hubungan internasional pun mulai dijalin kembali terutama dengan kerajaan Majapahit sehingga keduanya menciptakan zona aman. Selain itu negara-negara seperti portugis, inggris dan belanda juga membuka jalur perdagangan dengan cina. Namun dinasti ini harus mengalami kehancuran akibat serangan dari Bangsa Manchu yang pada akhirnya berhasil menguasai Cina.

12. Dinasti Manchu

Dinasti ini berasal dari daerah Manchuria yang kemudian berhasil menguasai Cina. Namun dibawah kekuasaan dinasti ini, kepemimpinan dikuasai oleh seorang kaisar yang tidak pandai sehingga menggugah hati dan kesadaran masyarakat Cina untuk melakukan revolusi yakni pada tanggal 10 Oktober 1911 yang dikenal dengan Revolusi Wucang Day. Pada akhirnya, pada tanggal 1 Januari 1912 Cina lahir sebagai negara republik dengan Presidennya yang bernama Sun Yat Sen.

[color-box]Taranasema.2009.Memahami Sejarah.Bandung:CV Armico.
Wardaya.2009.Cakrawala Sejarah.Surakarta:PT. Widya Duta Grafika.[/color-box]

Tim Siswapedia

Tim Siswapedia

"Kami mendukung pendidikan gratis di Indonesia"

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *