Manfaat Radioisotop Dalam Bidang Kehidupan

  • Whatsapp
Manfaat Radioisotop Dalam Bidang Kehidupan
Manfaat Radioisotop Dalam Bidang Kehidupan

Manfaat Radioisotop – Pada pembahasan kali ini kita masih membahas tentang sinar radioaktif dan pemanfaatnnya dalam kehidupan sehari-hari. Kita akan mengupas tuntas  manfaat radioaktif  di berbagai bidang, namun terlepas dari manfaatnya sinar radioaktif juga memiliki kelemahan.

Untuk mengingat kembali materi sebelumnya unsur radioaktif adalah unsur yang dapat memancarkan sinar radioaktif, unsur tersebut dapat menembus lempengan logam yang tipis, menghitamkan plat film dan dapat diuraikan oleh medan magnet.

Mulanya di negara-negara maju penggunaan dan penerapan radioisotop  telah dilakukan dalam berbagai bidang. Radioisotop adalah isotop dari suatu unsur radioaktif yang dapat memancarkan sinar radioaktif, isotop suatu unsur baik yang bersifat stabil maupun yang bersifat radioaktif memiliki kesamaan sifat kimia. Penggunaan radioisotop dapat digunakan sebagai perunut dan sebagai sumber radiasi.

Manfaat radioisotop sebagai perunut adalah digunakan untuk mengikuti unsur dalam suatu proses yang menyangkut senyawa atau sekelompok senyawa, dapat digunakan sebagai sumber sinar sebagai pengganti sumber lain misal sumber sinar X, manfaat lain dari sinar radioaktif  dapat digunakan sebagai perunut sebab energi sinar yang dipancarkan serta waktu paruhnya merupakan sifat khas radioisotop tersebut.

Manfaat Radioisotop dalam berbagai bidang kehidupan

Berikut ini merupakan contoh  penggunaan radioisotop dalam berbgai bidang.

Manfaat Radioisotop dalam Bidang kimia

a. Teknik perunut

Teknik perunut dapat dipakai untuk mempelajari mekanisme pada berbagai reaksi kimia diantaranya pada reaksi esterifikasi dengan oksigen -18 dapat diikuti reaksi antara asam karboksilat dan alkohol.  Dengan analisis spektroskopi massa didapat reaksi esterifikasi yang terjadi dapat ditulis seperti berikut ini:

Reaksi di atas merupakan reaksi esterifikasi atom O pada H2O yang dihasilkan berasal dari asam karboksilat, hal ini dapat dipelajari dengan menggunakan radioisotop O-18. Dengan O adalah radioisotop O-18 terbukti bahwa atom O dalam H O berasal dari asam karboksilat.

Baca juga: Sifat fisika dan kimia unsur

b. Penggunaan isotop dalam bidang kimia analisis

Radioisotop digunakan dalam bidang kimia antara lain untuk mempelajari hal-hali sebagai berikut: mekanisme reaksi, pengaruh katalis pada reaksi, mengidentifikasi unsur dan menentukan konsentrasi suatu unsur dalam bahan.

Analisis dengan menggunakan radioisotop ini dapat juga disebut sebagai radiometrik, dimana radioisotop ini dapat dilakukan dengan dua cara yaitu, sebagai berikut.

1. Analisis Pengeceran Isotop

Larutan yang akan dilakukan proses analisis dan larutan standar ditambahkan sejumlah larutan yang mengandung suatu spesi radioaktif secukupnya. Kemudian zat tersebut dipisahkan dan ditentukan aktivitasnya. Untuk menentukan konsentrasi suatu larutan yang dianalisis dapat dilakukan dengan membandingkannya dengan larutan standar.

2. Analisis Aktivasi Neutron (AAN)

Analisis aktivasi neutron dapat digunakan untuk menentukan unsur kelumit dalam cuplikan yang berupa  unsur padatan, misalnya untuk mengidentifikasi adanya  logam berat seperti (Cd) dalam sampel ikat laut. Sampel tersebut diradiasi agar menjadi radioaktif dengan mereaksikan neutron dalam reaktor agar dapat mencapai hasil kereaktifan.

Salah satu radiasi yang dipancarkan adalah sinar γ. Selanjutnya sampel tersebut dipecah dengan spektrometer sinar gamma (γ) untuk menentukan aktivitas dari unsur yang akan ditentukan.

Manfaat Radioisotop untuk Bidang kedokteran

Berikut beberapa  unsur radioisotop yang sering di jumpai dan digunakan dalam dunia kedokteran sebagai berikut:

  • Pertama unsur radioisotop yang dapat digunakan dalam dunia kesehatan untuk mengikuti peredaran darah dalam tubuh manusia adalah unsur natrium-24, larutan NaCl  yang tersusun atas Na-24 dan Cl yang stabil disuntikkan ke dalam darah dan aliran darah,  lalu kemudian dapat diikuti dengan mendeteksi sinar yang telah dipancarkan, sehingga dapat diketahui jika terjadi penyumbatan aliran darah.
  • Kedua unsur 131I untuk mempelajari kelainan pada kelenjar tiroid.
  • Ketiga untuk menentukan tempat tumor di otak, digunakan unsur radioisotop fosfor.
  • Keempat untuk  mengukur laju pembentukan sel darah merah dalam tubuh dapat digunakan  unsur radioisotop  59Fe. Unsur ini juga dapat digunakan  untuk menentukan apakah zat besi dalam makanan dapat digunakan dengan baik oleh tubuh  atau tidak..
  • Ke lima unsur radiaum-60, Sejak lama diketahui bahwa radiasi dari radium dapat dipakai untuk pengobatan kanker. Dengan  berbagai macam fungsi yang dimilki oleh sinar radium-60 ini dapat mematikan sel kanker dan sel yang sehat maka diperlukan teknik tertentu sehingga tempat di sekeliling kanker mendapat radiasi seminimal mungkin.
  • Radiasi gamma dapat membunuh organisme hidup yang ada dalam tubuh termasuk bakteri. Bermula dari situ radiasi gamma  banyak digunakan untuk sterilisasi alat-alat kedokteran. Sterilisasi digunakan juga  dapat digunakan dalam industri lain seperti di industri makanan. Sterilisasi dengan cara radiasi lebih unggul dibandingkan dengan sterilisasi biasa karena menjadikan makanan dapat tahan empat atau lima kali lebih lama.

Manfaat radioisotop untuk Bidang industri

Penggunaan radioisotop dalam bidang industri antara lain adalah untuk mendeteksi kebocoran pipa yang berada di bawah tanah dengan kedalaman yang tinggi atau  pipa dalam beton. Dengan menggunakan radioisotop ini lalu  dimasukkan ke dalam aliran air yang mengalir pada pipa  yang mengalami kebocoran pipa, dengan demikian dapat dideteksi tanpa penggalian tanah atau pembokaran beton.

Penyinaran radiasi dapat digunakan dalam bidang industri, khususnya untuk menentukan keroposan yang terjadi pada bagian pengelasan antarlogam. Jika bahan  yang mengalami keroposan ini di sinari dengan sinar gamma dan di bagian belakang bahan itu diletakkan flim foto maka pada bagian yang aus atau keropos akan memberikan gambar yang tidak merata atau rusak.

Radiasi sinar gamma banyak digunakan dalam vulkanisasi lateks alam. Penggunaan zat radioaktif dalam bidang industri yang lainya adalah untuk mengatur ketebalan besi baja, kertas, dan plastik, pada penggunaan lainnya untk menentukan sumber minyak bumi.

Baca juga: Unsur logam dan nonlogam

Manfaat Radioisotop untuk Bidang pertanian

Pemanfaatan radioaktif pada bidang pertaniaan banyak digunakan, diantaranya:

  • Pembentukan bibit unggul

Dalam bidang pertanian sinar radiasi yang digunakan adalah sinar gamma, dapat digunakan untuk memperoleh bibit unggul. Pengaruh dari sinar gamma ini  menyebabkan perubahan dalam struktur dan sifat kromosom sehingga memungkinkan menghasilkan generasi yang lebih baik, seperti pada gandum dengan umur yang lebih pendek.

  • Pemupukan dan pemberantasan hama dengan serangga mandul

Kali ini radioisotop yang digunakan adalah radioisotop fosfor yang dapat dipakai untuk mempelajari tehnik pemakaian pupuk oleh tanaman. Namun, tidak semua jenis tumbuhan dapat mengambil fosfor langsung dari tanah ada juga  jenis tanaman yang mengambil fosfor dari pupuk.

Berdasarkan dari hal tersebut maka radioisotop fosfor digunakan untuk mengetahui efesiensi pengambilan fosfor dari pupuk oleh tanaman.  Tenik radiasi juga digunakan untuk memberantas hama dengan menjadikan serangga mandul.

Dengan menggunakan sinar radiasi dapat mengakibatkan efek biologis, sehingga timbul kemandulan pada serangga jantan (tidak bisa berketurunan). Kemandulan ini pertama kali di uji coba  atau dibuat di laboratorium dengan cara hama serangga diradiasi menggunakan sinar sehingga serangga jantan menjadi mandul.

Setelah disinari dengan sinar radioaktif,  hama tersebut dilepas di daerah  tertentu yang terserang hama penyakt, sehingga mulanya diharapkan akan terjadi perkawinan antara hama setempat dengan jantan mandul yang dilepas, namun yang terjad telur itu tidak akan menetas.

  • Pengawetan makanan

Seperti yang kita ketahui pada umumnya beberapa dari hasil pertanian itu mudah busuk atau bahkan dapat tumbuh tunas, contohnya kentang. Oleh karen itu diperlukan sebuah terobosan teknologi baru untuk mengawetkan bahan pangan tersebut agar bisa awet dan tahan lama. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan memanfaatkan sinar rodioaktif dengan tehnik irradiasi sinar radioaktif. Selain dapat mengawetkan buah-buahan, tehnik irradiasi ini juga dapat mencegah pertumbuhan bakteri dan jamur.

Baca juga: Sinar Radioaktif Alfa, Beta dan Gamma

Selain memiliki manfaat yang cukup banyak, penggunaan dari radiisotop juga memiliki dampak jika digunakan secara terus menerus. Berikut dampak penggunaan radioisotop:

  1. Radiasi zat radioaktif dapat memperpendek umur manusia. Hal ini karena zat radioaktif dapat menimbulkan kerusakan jaringan tubuh dan menurunkan kekebalan tubuh manusia.
  2. Jika terpapar radiasi zat radioaktif secara langsung dapat mengakibatkan kemandulan dan mutasi genetik pada keturunannya.
  3. Radiasi zat radioaktif dapat mengakibatkan pembelahan sel darah putuh, sehingga mengakibatkan penyakit leukimia.
  4. Radiasi zat radioaktif dapat menyebabkan kerusakan yang bersifat parah seperti somatis berbentuk lokal dengan tanda kerusakan kulit, kerusakan sel pembentuk sel darah, dan kerusakan sistem saraf.  

Demikian pembahasan kita pada materi ini, semoga tulisan ini bisa memberi manfaat untuk teman-teman, adik- adik atau yang lainya. Apabila ada yang tidak kalian pahami atau ingin bertanya lebih lanjut bisa isi kolom komentar, terimakasih. wassalam J

Referensi

Pangajuanto Teguh dan Harmidi Tri. (2009). Kimia 3 Untuk SMA/MA Kelas XII. Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional. Jakarta.

Sukmawati Wening. (2009). Kimia Untuk SMA Dan Ma Kelas XII. Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional. Jakarta.

Utami Budi, dkk. (2009). Kimia Untuk SMA/MA Kelas XII Program Ilmu Alam. Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional. Jakarta.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *