Jenis-Jenis Media Berdasarkan Ideologinya

       

Jenis-Jenis Media Berdasarkan Ideologinya – Dalam dunia jurnalisme, memang sebuah pers dikekang oleh sebuah lembaga netral, dalam hal ini Dewan Pers. Tapi dalam praktiknya, tidak ada produk jurnalisme yang betul-betul netral-netral amat.

Pasti ada salah satu insan pers yang sedikit melenceng dari kaidah etik yang sudah ditetapkan Dewan Pers. Hal ini tidak terlepas dari konsep jurnalisme sendiri, bahwa kegiatan jurnalisme itu mengandung kepentingan dan ideologi.

jenis-jenis media berdasarkan ideologinya

Gambar. Kamera tidak bisa dilepaskan dari kegiatan jurnalistik (Sumber: siswapedia.com)

Sudah banyak bukti, bahwa media-media jurnalisme yang ada di dunia ini pasti tidak netral. Media akan memihak yang bayar, juga yang sepaham dengan ideologi penguasa. Secara historis, keberpihakan media terhadap faksi kelompok tertentu sudah terjadi berkali-kali.

Misalnya saja pada saat kerusuhan Ambon meletus. Saat kerusuhan Ambon meletus, Koran Jawapos pecah faksi. Seorang jurnalis dari kubu Muslim membela yang Muslim, sementara seorang jurnalis dari kubu Kristiani membela kubu Kristiani.

Pembelaan sepihak pada kelompok tertentu ini sudah jamak ditemukan dalam dunia jurnalisme. Makannya banyak muncul aliran-aliran jurnalisme berdasarkan ideologi pengusungnya.

Macam-Macam media atau Jenis-Jenis Media Berdasarkan Ideologinya

Lalu seperti apakah aliran-aliran jurnalisme berdasarkan ideologi pengusungnya. Kami jabarkan sebagai berikut.

Citizen Journalism ( Jurnalisme Warga )

Jurnalisme warga merupakan salah satu aliran jurnalisme yang proses pencarian beritanya dilakukan oleh warga biasa. Warga yang dimaksud di sini bukan seorang pewartawan profesional, mereka warga biasa yang amatir dalam dunia jurnalisme.

Kendati jurnalisme warga ini kelihatannya netral. Tapi jurnalisme warga ini sebetulnya mempunyai kepentingan. Kepentingan dari jurnalisme ini yaitu berupa kritik dari masyarakat kepada pemerintah.

Jurnalisme warga kerap kali digunakan sebagai media pelaporan, jika dirasa ada pelayanan publik ada yang tidak mengenakan. Misalnya jalanan rusak, jembatan yang tak kunjung diperbaiki, sistem irigasi yang rusak, dan beberapa pelayanan publik buruk lain sering menjadi sasaran empuk jurnalisme warga.

Peace Journalism (Jurnalisme Damai )

Jurnalisme damai ini salah satu jurnalisme yang pemberitaannya berusaha membentuk opini publik tentang pentingnya perdamaian. Jurnalisme ini menggunakan gaya bahasa eufemisme, menekankan pentingnya empati dan tali persaudaraan antar sesama.

Para pegiat jurnalisme damai biasannya orang-orang dari pihak sipil, juga kadang-kadang para penyintas yang menjadi korban kekejaman perang itu sendiri.

War Journalism

Jurnalisme perang merupakan lawan main dari jurnalisme damai. Jurnalisme ini jelas menggunakan gaya bahasa disfemisme. Gaya bahasa disfemisme ini sangaja dibuat untuk memprovokasi para pembaca.

Jurnalisme ini sering meliput aktivitas perang. Dalam pemberitannya kadang dibumbui adegan-adegan kekerasan.

Kepentingan dari jurnalisme perang ini yaitu untuk mengajak para penontonnya ikut andil dalam peperangan. Jurnalisme perang juga memiliki kepentingan untuk mengkerdilkan nyali lawan.

Jazz Journalism

Jurnalisme Jazz, atau yang kerap kali disebut jurnalisme pendek ini lebih menekankan sensasi pemberitaan. Jurnalisme Jazz sering mengangkat tema-tema yang sedang hangat, dengan paduan gaya bahasa populer dan sedikit bumbu-bumbu sarkastik.

Tema utama yang diangkat pada Jazz Journalism yaitu yang mengundang rasa penasaran tinggi. Diantarannya yaitu isu-isu skandal seks, kekerasan dalam rumah tangga, dan gaya hidup artis.

Crusade Journalism

Jurnalistime crusade ini salah satu jurnalisme bersifat sindikasi. Jurnalisme ini mengusung nilai-nilai tertentu lalu disebarkan luas ke masyarakat untuk membentuk opini publik.

Untuk mendukung penggiringan opini yang tepat. Pihak wartawan sengaja mencari narasumber yang seideologi dengan media yang dibangun.

Salah satu media yang masuk dalam jurnalisme Crusade Jurnalism salah satunya ada Indoprogress, dan Pressiwa. Jurnalisme dakwah, seperti media-media Islam – Kristen juga termasuk dalam jenis crusade journalism.

Demikian jenis-jenis media berdasarkan ideologinya . Ingat, senetral-netralnya suatu media. Pasti sedikit atau banyak media itu memiliki kepentingan tersembunyi. Kita harus selektif betul, mana media yang terdapat kepentingan terselubung, dan mana yang tidak.

Lutfi Aminuddin

Lutfi Aminuddin merupakan kolumnis dibeberapa media lokal dan nasional. Tulisan Lutfi bisa dijumpai pada Harian Pemalang, Geotime, Hipmee, Pressiwa, Solopos, dan masih banyak yang lainya lagi. Lutfi telah mengeluarkan buku berjudul Negeri Bahagia Skandinavia tahun 2017 yang diterbitkan oleh penerbit Asrifa. Lutfi mengenyan Studi S1 nya di IAIN Purwokerto dengan Jurusan Ilmu Komunikasi Penyiaran Islam. Ia juga mengambil S1 di IAIN Surakarta pada jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Mungkin Anda juga menyukai

1 Respon

  1. Andy kaufman berkata:

    Terima kasih buat Lutfi Aminuddin, dari andy kaufman

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *