Gangguan Pendengaran

Gangguan pendengaran
Gambar ilustrasi. Gangguan pendengaran

Dalam sistem panca indera manusia ada salah satu panca indera yang penting untuk kita ketahui yaitu indera pendengaran. Sama seperti panca indera lainnya, indera pendengaran manusia juga dapat mengalami gangguan.

Untuk itu kita perlu mengetahui penyebab, cara mencegah, diagnosa dan cara mengobatinya. Untuk lebih lanjut dapat Anda simak dalam uraian berikut.

Pengertian Gangguan Pendengaran

Semua jenis gangguan yang terjadi pada proses pendengaran normal disebut dengan gangguan pendengaran. Organ pendengaran yang memiliki peran penting dalam menerima dan menghantarkan bunyi adalah telinga. Telinga sendiri tersusun atas tiga bagian yaitu telinga bagian luar, tengah, dan telinga bagian dalam.

Jika gelombang suara masih dapat ditangkap langsung oleh telinga bagian luar dan kemudian diteruskan melalui telinga bagian tengah ke telinga bagian dalam dan masih terdengar jelas, maka pendengaran Anda masih normal. Namun apabila terdapat gangguan pada salah satu bagian tersebut, maka besar kemungkinan Anda mengalami gangguan pendengaran.

Dalam hal ini dapat dimulai dari mendengar yang tidak jelas sampai pada hal paling parah yaitu sama sekali tidak dapat mendengar. Keadaan ini dapat diakibatkan oleh berbagai faktor mulai dari adanya gangguan pada saraf pendengaran, atau terpapar suara bising dalam waktu yang lama.

Struktur koklea yang berada di dalam telinga akan bekerja mengantarkan rangsang suara melalui saraf pendengaran sampai dapat diterjemahkan pada pusat pendengaran pada otak.

5 Gangguan Pendengaran

Ada 5 jenis gangguan pendengaran yakni:

  1. Tuli Sejak Lahir (Tuli Kongenital)
  2. Sumbatan Serumen (Kotoran Telinga)
  3. Otitis Media Supuratif Kronik (OMSK/Congek)
  4. Gangguan Pendengaran Akibat Bising (GPAB)
  5. Tuli karena usia lanjut (Presbikusis)

Penyebab Pendengaran Berkurang

Beberapa penyebab pendengaran berkurang yang mungkin terjadi seperti:

1. Sensorineural

Sensorineural dapat terjadi karena saraf dari otak ke telinga atau sensor yang terdapat pada telinga bagian dalam mengalami kerusakan. Hal ini dapat di sebabkan oleh faktor genetik, proses penuaan, paparan suara keras, ototoksik (obat – obatan yang merusak telinga), penyakit tertentu seperti meningitis, trauma kepala, serta kelainan struktur pada telinga dalam.

2. Konduktif

Konduktif dapat terjadi karena terdapat suatu gangguan atau hambatan yang mengganggu pengantaran suara atau konduksi dari telinga luar menuju telinga bagian dalam.

Hal ini dikarenakan adanya kotoran yang menumpuk, kerusakan gendang telinga, infeksi telinga, trauma pada telinga, kelainan bentuk telinga, terdapat benda asing pada telinga, serta masih banyak lagi penyebab yang lainnya.

3. Campuran

Campuran yang dimaksud di sini adalah gangguan pendengaran yang diakibatkan oleh gangguan sensorineural serta konduktif.

Diagnosis Pendengaran Tidak Normal

Dalam melakukan diagnosa terhadap pasien yang mengalami gangguan pendengaran, awalnya dokter akan mengumpulkan berbagai informasi terkait gejala yang dirasakan serta melakukan pemeriksaan fisik pada telinga. Hal ini bertujuan untuk melihat lubang telinga lebih detail.

Dapat pula dilakukan pemeriksaan sederhana menggunakan garpu tala, pemeriksaan ini bertujuan untuk membantu mengetahui penyebab dari gangguan pendengaran yang terjadi. Pemeriksaan lebih lanjut dapat menggunakan teknik otoacoustic emisions (OAE), audiometer, auditory brainstem response (ABR), acoustic immittance, serta masih ada beberapa cara lainnya.

Gejala Gangguan Pendengaran

Gejala gangguan pendengaran yang dialami seseorang dapat terjadi di salah satu telinga atau bahkan keduanya. Tingkat keparahan dari gejala yang muncul juga bervariasi, mulai dari yang paling ringan sampai pada gejala yang berat. Beberapa gejala yang dapat muncul pada seseorang yang mengalami gangguan pendengaran yaitu:

1. Sulit mendengar secara jelas, seseorang yang mengalami kesulitan mendengar ucapan orang lain dengan jelas atau sulit mendengar pembicaraan lawan bicara merupakan tanda yang umum dari gejala gangguan pendengaran. Kondisi ini biasanya terjadi ketika berada pada kondisi yang ramai.

2. Seringkali meminta lawan bicara mengulang kata yang diucapkan.

3. Mendengarkan musik atau menonton TV dengan volume suara yang lebih keras dari orang lain.

4. Mengalami kesulitan mendengar ketika menggunakan handphone maupun telepon.

5. Mengalami kesulitan mendengar apa yang orang lain katakan ketika tidak berhadapan (misalnya seseorang yang berbicara di belakang Anda).

Pencegahan Gangguan Telinga Kurang Mendengar

Dari beberapa jenis gangguan pendengaran yang ada, memang ada yang tidak dapat dicegah. Seperti gangguan yang diakibatkan oleh kerusakan atau perubahan struktur telinga yang disebabkan oleh faktor usia.

Dalam hal ini struktur telinga penderita mengalami pengurangan elastisitas, selain itu rambut – rambut halus yang ada di dalam telinga juga mengalami kerusakan, dan kemampuan menangkap gelombang suara mengalir pengurangan.

Selain itu, terjadinya cacat telinga juga menjadi salah satu gangguan pendengaran yang tidak dapat dicegah. Dalam hal ini, beberapa orang yang dilahirkan dengan kondisi telinga yang tidak normal, tentu akan membuat mereka mengalami keterbatasan dalam mendengar.

Terdapat beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya pendengaran tidak normal yaitu:

1. Hindari Paparan Suara Keras

Menghindari paparan suara keras yang terjadi secara terus menerus menjadi salah satu cara yang dapat Anda lakukan untuk mencegah terjadinya gangguan pada pendengaran.

Paparan suara keras yang dimaksud seperti suara yang dihasilkan oleh pesawat terbang, alat-alat listrik, senjata api, dan yang paling sering terjadi adalah mendengarkan musik menggunakan earphone menggunakan dengan volume tinggi sehingga dapat merusak sel-sel rambut yang ada di koklea.

Untuk tingkat keparahan gangguan pendengaran tergantung dari lamanya mendengar suara tersebut dan tingkat kenyaringan suara yang didengar.

2. Menjaga Kebersihan Telinga

Untuk mencegah terjadinya infeksi telinga, hal paling mudah yang dapat Anda lakukan adalah menjaga kebersihan telinga. Ketika terjadi infeksi telinga, maka cairan akan menumpuk pada telinga bagian tengah. Sehingga akan membuat saluran telinga menjadi kotor, apabila hal ini dibiarkan tentu akan menumpuk bahkan mengeras, sehingga mengurangi kemampuan dalam mendengar.

Gangguan pendengaran yang terjadi karena infeksi biasanya bersifat sementara dan ringan. Akan tetapi, apabila infeksi yang terjadi tidak segera diobati, kemungkinan akan menjadi penyakit yang bersifat berat dan jangka panjang.

3. Berhati – Hati Dalam Melakukan Aktivitas

Apabila Anda melakukan aktivitas yang tidak seperti biasanya, maka Anda perlu berhati – hati. Sebab dari aktivitas tersebut bisa jadi menyebabkan pendengaran berkurang yaitu lubang telinga yang berlubang, tekanan yang kuat pada telinga atau mengalami trauma kepala.

Tekanan kuat yang dialami ketika terbang di dalam pesawat atau ketika melakukan diving, gendang telinga tertusuk sesuatu seperti cotton bat yang terlalu dalam, patah tulang tengkorak dapat membuat gendang telinga berlubang. Membran yang memisahkan saluran telinga atau gendang telinga yang berlubang dapat membuat seseorang mengalami kehilangan pendengaran.

Pengobatan Pada Telinga

Pengobatan yang dilakukan pada penyakit pendengaran berkurang tergantung dari penyebabnya. Seperti jika gangguan disebabkan oleh konduksi, maka pengobatan yang dapat dilakukan yaitu mengeluarkan kotoran atau benda asing yang berada di dalam telinga melalui prosesedur yang tepat.

Yaitu dengan memberikan antibiotik terlebih dahulu pada telinga yang mengalami infeksi, atau bahkan dapat dilakukan teknik pembedahan jika kasus yang terjadi cukup berat.

Selain mengetahui penyebabnya, terkadang menggunakan alat bantu dengar juga menjadi salah satu cara supaya seseorang bisa kembali mendengar. Seperti penggunaan alat bantu dengar yaitu auditory brainstem implant, implan koklea, serta teknik lainnya.

Dari pembahasan yang telah Anda baca mengenai gangguan pendengaran, mulia dari pengertiannya sampai pada cara pengobatan yang bisa lakukan. Maka alangkah lebih baiknya jika sejak dini kita menjaga kesehatan telinga sehingga dapat dicegah kemunculannya.

Daftar Pustaka
Gangguan Pendengaran. Alodokter. 25 Juli 2022. https://www.alodokter.com/gangguan-pendengaran. 2 Oktober 2022
Gangguan Pendengaran. Halodoc. 21 April 2022. https://www.halodoc.com/kesehatan/gangguan-pendengaran. 2 Oktober 2022
Pujianto, Sri. (2014). Menjelajah Dunia Biologi. Tiga Serangkai Pustaka Mandiri. Surakarta.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *