Diatropisme/ Tektonisme/ Tektogenesa

  • Whatsapp
Macam-macam lipatan kulit bumi

Diatropisme/ Tektonisme/ Tektogenesa – Tektonisme adalah perubahan letak lapisan bumi secara mendatar atau vertikal. Pada umumnya bentuk hasil tenaga tektonisme berupa lipatan dan patahan.

Yang dimaksud gerak tektonik adalah semua gerak naik dan turun yang menyebabkan perubahan bentuk kulit bumi. Diatropisme mencakup gerak epirogenetik dan gerak orogenetik.

a. Gerak epirogenetik

Gerak epirogenetik adalah gerak atau pergeseran kulit bumi yang relatif lambat, berlangsung dalam waktu yang lama, dan meliputi daerah yang luas. Ada dua macam gerak epirogenetik, yaitu positif dan negatif.

1) Epirogenetik positif

Epirogenetik positif yaitu gerak turunnya daratan sehingga terlihat seakan permukaan air laut naik. Hal ini kelihatan jelas di pantai.
Contoh:

  • Turunnya pulau-pulau di Indonesia bagian timur (Kepulauan Maluku dari pulau-pulau barat daya sampai ke Pulau Banda).
  • Turunnya muara Sungai Hudson di Amerika yang dapat dilihat sampai kedalaman ± 1.700 meter.
  • Turunnya lembah Sungai Kongo sampai 2.000 meter di bawah permukaan laut.

2) Epirogenetik negatif

Epirogenetik negatif yaitu gerak naiknya daratan sehingga terlihat seakan permukaan air laut turun.
Contoh:

  • Naiknya Pulau Timor dan Pulau Buton.
  • Naiknya Dataran Tinggi Colorado di Amerika.

b. Gerak orogenetik

Gerak orogenetik adalah gerakan yang relatif lebih cepat daripada gerak epirogenetik. Gerak ini disebut gerakan pembentuk pegunungan.

Gerakan ini menyebabkan tekanan horizontal dan vertikal di kulit bumi, yang menyebabkan peristiwa dislokasi atau berpindah-pindahnya letak lapisan kulit bumi. Peristiwa tersebut dapat menimbulkan lipatan dan patahan.

1) Lipatan (Kerutan)

Gerakan tekanan horizontal menyebabkan lapisan kulit bumi yang elastis berkerut, melipat, dan menyebabkan relief-relief muka bumi berbentuk pegunungan.
Contoh:

  • Pegunungan-pegunungan tua, seperti Pegunungan Ural dan Allegani. Lipatan ini terjadi pada zaman primer.
  • Pegunungan muda, seperti rangkaian Pegunungan Mediterania dan Sirkum Pasifik yang terjadi pada zaman tersier.
  • Rangkaian Pegunungan Mediterania dimulai dari Pegunungan Atlas, Alpen, Balkan, Asia Muka, Himalaya, Hindia Belakang, Sumatera, Jawa, Nusa Tenggara, sampai Maluku. Sedangkan Sirkum Pasifik memanjang dari Pantai Pasifik Amerika, Jepang, Filipina, Papua, Australia, sampai Selandia Baru.

Diatropisme/ Tektonisme/ Tektogenesa menyebabkan terjadinya macam-macam lipatan kulit bumi

Lipatan dibagi atas lipatan tegak, lipatan condong, dan lipatan rebah. Punggung-punggung lipatan disebut antiklinal dan lembah lipatan disebut sinklinal. (Artikel terkait: warna, struktur dan tekstur tanah)

2) Patahan (Retakan)

Gerakan tekanan horizontal dan vertikal menyebabkan lapisan kulit bumi yang rapuh menjadi retak atau patah.
Contoh:

  • Tanah turun/slenk, tanah naik/horst, dan tanah bungkuk/fleksur.

Untuk lebih jelasnya terkait macam-macam lipatan pada tanah ini bisa dilihat pada gambar berikut.

Diatropisme/ Tektonisme/ Tektogenesa menyebabkan Patahan atau retakan lapisan tanah

Nah, bila ada pertanayaan tentang Diatropisme/ Tektonisme/ Tektogenesa bisa ditulis di bawah ini.

Daftar Pustaka:
Soegimo,Soegimo.2009.Geografi : untuk SMA/ MA Kelas X. Jakarta: Penerbit CV Mefi Caraka.

Apa artikel di atas bermanfaat?

Klik bintang untuk memberi peringkat!

Penilaian rata-rata 0 / 5. Jumlah suara: 0

Artikel ini belum dinilai! Jadilah yang pertama memberi peringkat pada artikel ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *