Angka Kematian atau Mortalitas

Faktor lain yang memengaruhi pertumbuhan penduduk adalah angka kematian atau mortalitas. Mortalitas merupakan jumlah penduduk yang meninggal dunia dalam waktu tertentu dalam setiap seribu penduduk.

Setiap orang tidak mengetahui kapan dia akan meninggal. Bisa jadi saat masih bayi, saat muda maupun saat tua. Nah disini kita bisa mendatanya dalam rentang waktu tertentu, misalnya dalam 1 tahun. Adapun tingkat kematian penduduk di suatu wilayah dapat dibedakan sebagai berikut.

1. Angka Kematian Kasar atau Crude Death Rate (CDR)

Angka kematian kasar atau Crude Death Rate (CDR) menunjukkan banyaknya jumlah penduduk yang meninggal dunia setiap seribu penduduk. Untuk menghitung angka kematian jenis ini, kita bisa menggunakan persamaan berikut.

Persamaan angka kematian kasarKeterangan:
CDR = angka kematian kasar
D     = jumlah penduduk yang meninggal dunia
P     = jumlah penduduk
k     = konstanta, nilainya 1.000

Contoh:
Pada 2013, jumlah penduduk di Sleman adalah 200.000 jiwa. Dalam periode 1 tahun telah terjadi kematian sebanyak 600 orang. Tentukan angka kematian kasarnya di daerah tersebut.

Jawab:
CDR = (600/200.000) x 1000 = 3 orang tiap seribu penduduk

Jadi dalam setiap seribu penduduk di daerah Sleman pada tahun 2013 telah terjadi kematian sebanyak 3 orang.

2. Angka Kematian Bayi atau Infant Mortality Rate (IMR)

Angka kematian bayi menunjukkan jumlah bayi yang meninggal dunia dari setiap seribu bayi yang lahir hidup pada periode tahun tertentu. Perhitungan angka kematian bayi dapat ditentukan dengan menggunakan
persamaan berikut.

Persamaan angka kematian bayiKeterangan:
IMR = angka kematian bayi
Do  = jumlah kematian bayi
B    = jumlah kelahiran hidup

Contoh:
Tahun 2013 di Daerah Bantul telah terjadi kelahiran bayi berjumlah
3.000 jiwa. Dari proses kelahiran tersebut 42 bayi meninggal sebelum
mencapai usia 1 tahun. Tentukan nilai infant mortality daerah X.

Jawab:
IMR = (42/3.000) x 1000 = 14 bayi tiap seribu penduduk

Jadi disetiap seribu penduduk di daerah Bantul pada tahun 2013 telah terjadi kematian bayi sebanyak 14 bayi.

3. Angka Kematian Menurut Umur atau Age Specific Death Rate (ASDR)

Angka kematian menurut usia menunjukkan jumlah penduduk yang meninggal dunia dari seribu penduduk pada kelompok usia tertentu. Angka kematian menurut usia dapat dihitung menggunakan persamaan di bawah ini:

Persamaan kematian menurut asiaKeterangan:
ASDR = angka kematian menurut kelompok usia
Dx      = jumlah penduduk yang meninggal pada kelompok usia tertentu
Px      = jumlah penduduk pada kelompok usia tertentu
k        = konstanta, nilainya 1.000

Contoh:
Pada tahun 2014 jumlah penduduk Kota Jogja sebanyak 2.000.000 jiwa. Dari jumlah tersebut persentase kelompok penduduk yang berusia 55–59 tahun adalah 5%. Dalam kelompok usia tersebut telah terjadi kematian sebanyak 400 orang. Tentukan ASDR kota jogja!

Jawab:
ASDR (55-59) = {400/(2.000.000 x 5%)} x 1.000
ASDR (55-59) = {400/100.000} x 1.000
ASDR (55-59) = 4 orang

Jadi pada tahun 2014, jumlah penduduk Jogja yang meninggal dunia pada kelompok usia 55–59 tahun adalah 4 orang setiap 1.000 penduduk.

Anjayani, Eni.2009.Geografi kelas XI. Surakarta: PT. Cempaka Putih.
Utoyo, Bambang.2009.Geografi 2 Membuka Cakrawala Dunia : untuk Kelas XI Sekolah Menengah Atas / Madrasah Aliyah Program Ilmu Pengetahuan Sosial. Bandung: PT. Setia Purna Inves.

Tim Siswapedia

Tim Siswapedia

"Kami mendukung pendidikan gratis di Indonesia"

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *